Menyusui dan ASI

Induksi Laktasi

INDUKSI LAKTASI

Induksi laktasi merupakan proses merangsang terjadinya produksi ASI dimana tanpa melalui proses kehamilan. Produksi ASI dipengaruhi oleh otak yaitu hipofisis dan kelenjar susu di payudara. Produksi ASI tidak bergantung pada hormon reproduksi sehingga para ibu yang tidak bisa hamil tetap memungkinkan untuk menyusui bayi adopsi. Tujuan induksi laktasi supaya bisa menyusui bayi yang tidak dilahirkan oleh ibu seperti pada adopsi atau mengangkat anak. Ada kalanya seorang nenek memutuskan ingin menyusui cucunya karena ibu tidak bisa menyusui bayinya.

Tips kiat melakukan induksi laktasi:

  1. Evaluasi motivasi ibu untuk menyusui bayi
  2. Berkunjung ke dokter dan konsultan laktasi berkompeten sebab proses induksi laktasi sebaiknya mendapat dukungan, arahan dan pengawasan yang benar. Ibu akan diajarkan tata cara memakai alat bantu laktasi dan juga jumlah susu suplementasi tambahan.
  3. Sering lakukan kontak kulit dan menghabiskan waktu bersama bayi supaya makin terjalin kedekatan juga memudahkan ibu mengetahui tanda awal bayi lapar
  4. Rooming in dan bed sharing melakukan praktek tidur secara aman bersama bayi supaya mudah menyusui di malam hari. Terlebih pada malam hari kadar prolaktin lebih tinggi sehingga produksi ASI lebih banyak.
  5. Bila bayi menyusu maka susui bayi secara langsung menggunakan alat bantu laktasi berisi suplementasi susu tambahan sesuai kebutuhan bayi.
  6. Lakukan pemijatan payudara dengan benar (minta konselor menyusui, bidan atau tenaga kesehatan ajarkan caranya memijat untuk merangsang laktasi)
  7. Atur pola makan sehat seimbang, minum dan istirahat cukup supaya ibu sehat.
  8. Monitor asupan bayi secara berkala, pantau tanda kecukupan asupan ASI (link) dan kurva pertumbuhan (link) bersama dokter untuk memastikan bayi tumbuh-berkembang sehat.
  9. Dosis susu suplementasi disesuaikan dengan melihat produksi ASI dan kondisi bayi.
  10. Pemberian obat laktogog/galaktogog dipertimbangkan untuk membantu proses induksi laktasi sesuai kondisi kesehatan ibu. 

Cara terbaik untuk merangsang produksi ASI memakai manajemen menyusui yang baik dengan menyusui bayi, memompa serta memerah payudara secara teratur. Awali dengan melakukan pemijatan lembut mengelilingi payudara kemudian perah menggunakan pompa berkualitas bagus atau langsung dengan tangan. Perah payudara sekitar 8 – 12 kali dalam sehari. Durasi memerah masing-masing payudara sekitar 15 menit sehingga total waktu pemerahan kedua payudara sekitar 30 menit. Baca informasi tentang memerah ASI disini

Pada awal menyusui akan digunakan alat bantu laktasi berisi suplemen susu tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara adekuat. Pasang alat bantu laktasi berisi suplementasi susu tambahan di payudara. Suplementasi bisa menggunakan ASIP donor aman yang telah dipasteurisasi atau susu formula. Masukkan susu sejumlah kebutuhan bayi ke wadah alat bantu laktasi kemudian atur selang sehingga ujung selangnya tertempel di puting. Hisapan bayi akan merangsang produksi ASI oleh payudara ibu.

Foto berikut ini salah satu contoh alat bantu laktasi komersial:

suplementasi

Sumber gambar www.nancymoehrbacher.com

Pada awal induksi laktasi bisa memakai alat bantu laktasi yang dibuat dengan spuit tanpa jarum disambungkan selang nasogastrik. Ibu bisa berinisiatif mendorong spuit saat bayi berhenti menghisap secara aktif sementara belum kenyang:

20140618_144122

Alat bantu laktasi juga bisa dibuat dari botol serta selang pipa nasogastrik kecil. Ujung pipa di puting ibu:

PhotoGrid_1542008705407

Tidak terdapat perbedaan berarti terhadap kualitas ASI produksi payudara melalui induksi laktasi. Hanya saja pada induksi laktasi tidak menghasilkan kolostrum. Minta bantuan ibu kandung untuk memerah kolostrum selama tidak ada kontraindikasi kesehatan, kemudian kolostrum diberikan kepada bayi. Melalui induksi laktasi ini hasil produksi payudara awalnya menyerupai komposisi ASI peralihan, kemudian jika prosesnya lancar akan berubah menjadi ASI matang dalam waktu lima hari.

ASI pertama keluar sekitar hari 4 – 7, laktasi parsial dicapai sekitar hari 11 – 18 dan beberapa ibu bisa mencapai laktasi penuh sekitar hari 21 – 25. Kondisi ini bervariasi pada masing-masing ibu. Riwayat pernah menyusui sebelumnya juga membantu pencapaian produksi ASI. 

Faktor mempengaruhi keberhasilan induksi laktasi yaitu:

  1. keinginan kuat ibu untuk menyusui bayinya,
  2. rangsangan terhadap payudara melalui manajemen laktasi yang baik,
  3. sistem pendukung positif (keluarga, tenaga kesehatan dan konselor menyusui),
  4. usia bayi dan riwayat pemberian makan,
  5. riwayat menyusui dan lamanya berhenti menyusui sebelumnya (lactation gap)

Beberapa ibu bahkan bisa memberikan ASI eksklusif terutama jika sudah dipersiapkan 3 – 4 bulan sejak bayi belum lahir. Beberapa ibu bisa menyusui bayinya secara langsung setelah lancar memproduksi ASI, juga saat bayi sudah memasuki usia makan MPASI. Namun memang banyak ibu tidak bisa memproduksi ASI secara optimal. Luruskan niat. Ingat kembali bahwa tujuan utama induksi laktasi memang lebih supaya ibu bisa menyusui bayi. Kisah induksi laktasi seorang ibu (link).

Proses induksi laktasi yang dilakukan dengan benar bertujuan membantu ibu bisa menyusui bayi, juga memastikan bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi adekuat sehingga tumbuh-kembangnya sehat.

SmartSelectImage_2018-12-03-08-54-31-01

ASI perlahan namun pasti mulai keluar. Cara untuk mengetahui pertambahan produksi ASI bisa dengan menimbang berat badan bayi sebelum dan sesudah menyusui menggunakan timbangan yang terkalibrasi dengan baik serta berskala sensitif. Kemudian bandingkan juga sisa volume susu di dalam wadah alat bantu laktasi. Ibu bisa membuat catatan banyaknya volume konsumsi susu tambahan setiap hari. Setelah produksi ASI mulai banyak maka jumlah suplementasi susu tambahan bisa dikurangi secara berkala. 

Lenore Goldfarb dan Jack Newman membuat the Newman-Goldfarb Protocols for Induced Lactation untuk terapi induksi laktasi dengan merangsang hormonal tubuh menyerupai kondisi kehamilan. Pemakaian protokol induksi laktasi harus dengan bimbingan serta pengawasan secara langsung oleh dokter berkompeten.

Tetap perlu diingat bahwa terapi utama dalam induksi laktasi itu manajemen menyusui yang baik dengan menyusui bayi secara langsung serta memerah ASI di payudara. Manajemen menyusui yang baik menjadi faktor penting untuk memproduksi ASI. Hendaknya ibu bahagia atas pencapaian berapa pun keberhasilan produksi ASI sebagai karunia yang patut disyukuri. Setetes ASI berharga bagi bayi. 

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. Pengalaman indah sukses menyusui bayi jauh lebih penting dari sekedar jumlah produksi ASI.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.