Kesehatan Anak, Menyusui dan ASI

Bayi Hipotermia

MENYUSUI BAYI HIPOTERMIA

Orang tua harus paham cara memperhatikan serta menjaga suhu tubuh anak stabil normal. Rentang suhu normal bayi dan anak sama, yaitu antara 36,5 °C – 37,5 °C. Masalah pada suhu bayi baru lahir adalah hipotermia dan demam. Hipotermia merupakan kondisi dimana suhu tubuh bayi lebih rendah dibandingkan nilai normal. Hipotermia terjadi jika suhu tubuh kurang dari 36,5°C. 

Bayi memiliki risiko tinggi mengalami hipotermia. Bayi baru lahir mudah kehilangan panas saat sedang menjalani adaptasi hidup mandiri di luar rahim. Bayi yang rentan kedinginan ini harus dijaga supaya tetap hangat. Basah, aliran udara (angin), suhu lingkungan dan permukaan benda yang dingin berisiko membuat bayi kehilangan panas. Tubuh basah dan kain basah bisa memindahkan panas dari tubuhnya. Tempat tidur dingin akan memindahkan panas dari tubuhnya. Suhu lingkungan dingin akan membuat suhu tubuhnya dingin. 

Bantu mencegah kondisi hipotermia ini dengan cara:

  • Bayi menghabiskan banyak waktu di dekat ibu: menyusui langsung, menggendong, dan melakukan praktek tidur bersama bayi secara aman.
  • Jaga suhu lingkungan tetap nyaman sekitar 25 – 27 °C,
  • Jaga: baju, popok, selimut, sprei, kasur, kain gendongan tetap kering dan bersih sehingga segera ganti jika basah/kotor.
  • Pakaikan bayi baju hangat yang nyaman dalam suhu lingkungan setempat,
  • Beri alas di tempatnya tidur serta pastikan benda yang bersentuhan dengan tubuh bayi tidak dingin

Kontak kulit secara langsung, menyusui tanpa dibatasi mengikuti permintaan bayi, menggendong bayi serta tidur dengan aman bersama bayi membantu suhu tubuhnya lebih stabil. 

1544324764707-01

Orang tua juga harus paham bahwa ada beberapa kondisi lain yang berisiko menyebabkan bayi mengalami hipotermia berbahaya. Banyak kondisi rentan menyebabkan hipotermia seperti bayi lahir prematur, bayi kecil, bayi sakit seperti infeksi berat, sepsis neonatorum, radang selaput otak, radang paru, hipoglikemia, dan lain-lain. Segera bawa bayi ke rumah sakit jika suhu badan bayi tetap rendah meski telah dilakukan upaya pencegahan hipotermia. Pengenalan kondisi hipotermia secara dini dan segera melakukan tindakan yang memadai sangatlah penting.

Menurut IDAI, kondisi hipotermia dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • stres dingin (batasan suhu 35,5 – 36,4°C),
  • hipotermia sedang (suhu antara 32-35,4°C), 
  • hipotermia berat (apabila suhu kurang dari 32°C).

Raba tubuh bayi seperti pada bagian ketiak, perut, tangan dan kaki. Bila tubuh dan ekstremitas hangat maka normal. Bila tubuh teraba hangat tapi ekstremitas teraba dingin maka bayi mengalami stres dingin. Sedangkan bila tubuh dan ekstremitas teraba dingin maka bayi mengalami hipotermia. Namun pemeriksaan dengan perabaan ini sangatlah subjektif. dan sulit dilakukan penilaian akurat. Orang tua diharapkan bisa mengukur suhu tubuh anak memakai termometer dengan benar. Minta dokter, bidan atau perawat mengajarkan cara mengukur suhu tubuh bayi sebelum pulang dari rumah sakit pasca bersalin.

Pada bayi yang mengalami stres dingin perlu dicari penyebabnya apakah popok basah, suhu pendingin ruangan terlalu rendah, tubuh bayi basah, setelah mandi tidak segera dikeringkan atau penyebab bayi kedinginan lainnya. Segera cari dan atasi penyebab bayi kedinginan. Segera menghangatkan bayi dengan kontak kulit ke kulit antara bayi dan ibu sambil disusui, berselimut bersama bayi dan ukur ulang suhu bayi setiap jam sampai suhunya normal. Bila suhunya tetap tidak naik, atau justru semakin turun maka segera bawa bayi periksa ke dokter/fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. 

PhotoGrid_1542008886220

Bayi dengan suhu kurang dari 35,5°C mengalami kondisi hipotermia berat sehingga harus segera mendapat penanganan dokter. Ibu terus menyusui sembari kontak kulit dan menjaga kehangatan tubuh bayi selama perjalanan membawa bayi. Tetap memberikan ASI penting untuk mencegah agar kadar gula darah tidak turun. Apabila bayi masih mampu menyusu, bayi disusui langsung ke payudara ibu. Namun, bila bayi tidak mampu menyusu tapi masih mampu menelan, berikan ASI yang diperah dengan sendok atau cangkir.

Menjaga bayi dalam keadaan hangat dilakukan dengan kontak kulit ke kulit, yaitu melekatkan bayi di dada ibu sehingga kulit bayi menempel langsung pada kulit ibu, dan ibu dan bayi berada dalam satu pakaian. Kepala bayi ditutup dengan topi. Orang tua dari bayi-bayi yang berisiko mengalami hipotermia sebaiknya belajar cara perawatan bayi kanguru serta pencegahan hipotermia lainnya. Kontak kulit

1544149275341-01

Mencegah Bayi Hipotermia

Semua bayi rentan mengalami hipotermia, termasuk bayi lahir sehat cukup bulan. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia adalah menutup kepala bayi dengan topi, pakaian kering, segera ganti popok basah/kotor, diselimuti, ruangan hangat (suhu kamar tidak kurang dari 25°C), bayi selalu dalam keadaan kering, tidak menempatkan bayi di arah hembusan angin dari jendela/pintu/pendingin ruangan. Sebelum memandikan bayi perlu disiapkan baju, handuk, dan air hangat sehingga bayi bisa segera dikeringkan dengan handuk dan dipakaikan baju supaya terjaga hangat.

Orang tua peka melihat tanda yang diberikan oleh tubuh bayi. Jaga suhu bayi supaya tetap nyaman. Jaga suhu bayi tetap dalam rentang normal, tidak kedinginan namun juga tidak kepanasan. sangat penting untuk ibu menyusui responsif dengan melihat tanda tubuh bayi supaya dipastikan kenyang mendapat asupan ASI adekuat. Disinilah pentingnya menyusui secara responsif. Ibu peka melihat kebutuhan juga tanda tubuh bayi. Frekuensi menyusui 8 – 12 kali dalam 24 jam dengan memastikan bayi menyusu hingga kenyang supaya mendapat asupan ASI adekuat. Hipoglikemia akibat kekurangan asupan juga bisa berisiko lebih tinggi terjadi hipotermia.

Semua ibu dan bayi lahir sehat harus sudah diperiksa oleh dokter sebelum pulang dari rumah sakit pasca persalinan. Lakukan pemeriksaan sistematis mengenai risiko hipotermia sebelum membawa bayi pulang dari rumah sakit. Pastikan orang tua mendapatkan informasi berimbang mengenai hipotermia dan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. Patuhi jadwal kontrol pemeriksaan ulang sesuai anjuran dokter.

Beberapa kondisi bayi harus terpisah dari ibu karena harus dirawat intensif, membutuhkan intervensi dan mungkin juga suplementasi sesuai kondisi klinis. Kondisi ini membuat ibu juga keluarga tertekan. Ibu bisa mengalami stres, sedih dan tidak percaya diri untuk menyusui. Perawataan serta pemberian suplementasi pada sebagian besar kasus hanya sementara. Ibu sebaiknya dibantu memerah payudara secepatnya jika kondisinya stabil, supaya produksi ASI tetap terjaga lancar. Pada banyak kasus, bayi membutuhkan ASI perah ibu kandungnya untuk diberikan melalui pipa nasogastrik. Setelah kondisi bayi sehat stabil, ibu bisa menyusui bayi secara langsung. Masa-masa berat ini akan terlewati. Tetap semangat jaga kesehatan lahir dan batin. Jalin komunikasi yang baik dengan tim kesehatan yang merawat bayi. Ayah dan ibu saling mendukung memberi penguatan. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan menyusui

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.