ASI, Kesehatan Anak

Bayi Baru Lahir Mengantuk

MENYUSUI BAYI CENDERUNG MENGANTUK

Bayi sehat umur 0 – 3 bulan memiliki jam tidur sekitar 16 – 20 jam dalam sehari. Meski banyak tidur, bayi akan tetap terbangun dan menunjukkan tanda lapar untuk menyusu setiap 2 – 3 jam sekali. Bayi pun bisa menyusu lancar hingga kenyang disaat dia tidur lelap. Jam tidur ini akan berkurang di siang hari dan bertambah di malam hari seiring semakin besar usianya.

Baca juga: Mengetahui Tanda Bayi Lapar.

Nah, sayangnya ada beberapa bayi cenderung mengantuk sehingga malas menyusu. Disinilah pentingnya ibu menyusui secara responsif. Ibu peka melihat kebutuhan juga tanda tubuh bayi. Frekuensi menyusui 8 – 12 kali dalam 24 jam dengan memastikan bayi mendapat asupan ASI adekuat. Pada kondisi bayi baru lahir cenderung mengantuk maka ibu harus membantunya supaya lebih aktif serta maksimal saat menyusu. Bangunkan bayi baru lahir jika tidur terus-menerus tanpa menyusu hingga 3 jam. 

Tanda bayi yang membutuhkan bantuan supaya lebih aktif menyusu yaitu:

  • Berat badan turun drastis mendekati 10% pada hari ketiga
  • Kenaikan berat badan kurang dari 20 – 30 gram/hari setelah berumur 4 hari
  • Bayi tidur berhenti menghisap sebelum 10 – 15 menit menyusu dengan terlihat tanda belum kenyang (kondisi durasi menyusu sebentar memang tidak masalah jika pertambahan BB baik dan tanda kecukupan asupan bayi terpenuhi)
  • Frekuensi berak kurang dari 3 – 4 kali dalam sehari dengan jumlah feses sedikit 
  • Bayi kuning (jaundice/ikterus)
  • Bayi lahir kecil (prematur, BBLR)
  • Bayi yang lahir dengan riwayat persalinan tertentu (termasuk obat yang diterima ibu saat melahirkan bayi)

Baca tentang Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI dan Pintar Membaca Kurva Pertumbuhan Anak 

Bangunkan bayi dengan cara membuka selimut dan melepas bedongnya. Jika perlu lepas sebagian atau seluruh bajunya, usap wajahnya dengan kain waslap basah, mandikan bayi dengan air hangat dan ganti popoknya sehingga dia lebih segar. 

1544071264818

Ibu gendong bayi sehingga mudah menyusui saat bayi menunjukkan tanda awal lapar. Pakaikan bayi baju yang tipis saja kemudian lakukan kontak kulit secara langsung sehingga kehangatan tubuh ibu akan menghangatkan tubuhnya. Jika perlu lakukan kontak kulit ibu – bayi saat menyusui. Ibu menyusui dengan posisi biological nurturing (laid-back breastfeeding) kemudian posisikan perut bayi menghadap bawah sehingga menempel badan ibu. Jika suhu dingin bisa berselimut berdua bersama bayi.

photogrid_1542008886220.jpg

Perah sedikit kolostrum kemudian usap ke bibirnya atau coba sendokkan ke dalam mulutnya. Basahi puting dengan ASI kemudian sentuh ke bibirnya. Berikan rangsangan sentuhan pada pipi dekat telinga, usap punggungnya, gelitik telapak kaki dan panggil namanya setiap kali bayi hanya mengempeng sementara dia belum menunjukkan tanda kenyang. Pastikan pelekatan menyusui baik supaya aliran ASI lancar sehingga bayi tidak malas menghisap payudara. Lakukan teknik kompresi payudara, pijat lembut payudara dengan gerakan memutar dan double nursing ketika bayi berhenti menghisap padahal belum kenyang.

Teknik breast compression dilakukan dengan memposisikan tangan memakai pegangan C-hold lalu tekan lembut payudara ketika bayi hanya mengempeng. Bayi akan kembali menghisap ketika ASI keluar. Terus tekan hingga bayi tidak menghisap, kemudian lepaskan untuk memberi jeda. Lakukan teknik kompresi payudara beberapa kali dengan posisi tangan bergantian antara C-hold dan U-hold hingga bayi tidak mau menghisap meski tangan ibu sedang menekan payudara.

15430420330351.jpg

Pastikan jangan menekan payudara terlalu keras sebab bisa melukai kelenjar ASI, menimbulkan sumbatan dan justru merubah pelekatan bayi. Jika setelah beberapa kali dilakukan teknik kompresi payudara namun bayi tidak lagi menghisap aktif serta belum menunjukkan tanda kenyang, maka coba pindah menyusui ke sisi payudara lain dengan menggunakan teknik double nursing. 

Pada kondisi bayi sangat mengantuk disertai keluhan kurang asupan (BB naik sedikit atau malah belum naik) sebaiknya segera pasang suplementasi. Ibu perah ASI tiap selesai menyusui atau diantara waktu menyusui sehingga suplementasi bisa menggunakan ASI perah ibu sendiri. Ini juga bertujuan untuk menjaga produksi ASI ibu tetap lancar ditengah bayi yang belum lancar menghisap payudara. Minta Konselor Menyusui membantu ibu memakai alat bantu laktasi. Tiap kali bayi berhenti menghisap ibu bisa sedikit mendorong spuit. Aliran ASIP dari alat bantu laktasi akan merangsang bayi kembali aktif menghisap. Cara ini dikombinasikan dengan breast compression, memijat payudara dan bila perlu juga double nursing. Ibu menyusui hingga bayi menunjukkan tanda telah kenyang. Baca juga Mengetahui Tanda Bayi Menelan ASI dan Mengetahui Tanda Bayi Kenyang.

20140618_144122

Segera periksakan bayi ke dokter jika bayi tidak mau menyusu atau tetap mengantuk meski sudah coba dibangunkan.

Tanda perhatian pada bayi

Jangan sampai bayi kekurangan asupan. Ibu proaktif membangunkan bayi untuk menyusui dilakukan hingga bayi tumbuh dengan baik, tidak ada masalah pada tanda kecukupan asupan serta proses menyusui sudah mantap. Jika kondisi bayi telah dinyatakan stabil, hasil pemeriksaan kesehatannya sehat, berat badan sudah naik dengan baik serta proses menyusui berjalan lancar maka ibu bisa mengikuti kemauan bayi dengan melihat tanda yang diberikan oleh tubuhnya.

Tetap pantau tanda kecukupan asupan ASI, tanda lapar, tanda menelan aktif, tanda kenyang, popok kotor, pertambahan berat badan, kesehatan dan kurva tumbuh kembang.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan/dokter saat pulang dari rumah sakit pasca persalinan. Pastikan orang tua mendapatkan informasi tentang apa saja hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk merawat bayi baru lahir. Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan.

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.