ASI, Kesehatan Wanita

Polycystic Ovarian Syndrome

POLYCYSTIC OVARIAN SYNDROME (PCOS)

Pengertian PCOS

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan kondisi hormonal kompleks yang dialami 1 dari 5 wanita di usia reproduktif, 12 – 18% antara usia remaja – menopause (link). Banyak penderita PCOS tidak menyadarinya sehingga sekitar 70% penderita tidak terdiagnosis. Diagnosis PCOS dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi dan pemeriksaan hormon. Terapi pengobatan sesuai keluhan gejala yang dialami (bisa pakai obat atau hormon), prosedur estetika, gaya hidup sehat termasuk pola makan sehat dan olahraga rutin untuk menjaga berat badan (link).

Gejala dan Tanda PCOS

Gejala PCOS ada banyak seperti permasalahan kesuburan, jerawat, obesitas, pertumbuhan rambut berlebihan dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Pada PCOS ukuran ovarium membesar dengan terdapat banyak kista pada ovarium, kadar hormon androgen tinggi, ovulasi dan menstruasi tidak teratur, rambut di kulit kepala rontok, disertai kondisi gangguan hormonal yang bisa mempengaruhi banyak hal termasuk pertumbuhan payudara tidak normal.

PCOS dikhawatirkan mempengaruhi produksi ASI, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Kadar hormon progesteron rendah sehingga proliferasi sel-sel kelenjar payudara kurang optimal. Juga terjadi resistensi insulin. Meski demikian, para ibu dengan PCOS disarankan tetap mencoba menyusui bayi dengan responsif peka terhadap tanda yang diberikan tubuh bayi. PCOS meningkatkan risiko diabetes sementara menyusui menurunkan risiko diabetes sehingga menyusui penting bagi ibu.

Ibu proaktif amati perubahan payudara saat kehamilan:

  • Payudara ibu hamil akan mengalami perubahan sensitifitas akibat pengaruh hormon kehamilan untuk mempersiapkan produksi ASI
  • Warna areola dan puting makin gelap
  • Terdapat kelenjar Montgomery yang tampak makin jelas di sekitar areola
  • Pertambahan ukuran payudara
  • Produksi kolostrum pada payudara

Jika ibu tidak menemukan salah satu perubahan payudara di atas sebaiknya konsultasikan ke dokter atau konselor menyusui. Pemeriksaan dan konseling menyusui saat kehamilan sangat penting bagi mendukung kelancaran menyusui.

Penanganan

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan sebelum pulang ke rumah. Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link). Wajib melakukan periksa kontrol kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan sebelum pulang dari fasilitas kesehatan tempat bersalin. Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan.

Pada PCOS bisa terjadi keterlambatan laktogenesis II juga produksi ASI sedikit. Disisi lain, ibu dengan PCOS saat mengalami hiperprolaktinemia bisa mengalami produksi ASI berlebih (link)

Pada produksi ASI sedikit maka bayi harus diberikan suplementasi pengganti ASI.  Pemantauan proses menyusui, tanda kecukupan asupan ASI serta pertambahan berat badan menggunakan nomogram berat badan untuk bayi dengan asupan ASI eksklusif bermanfaat untuk mengenali masalah menyusui dan pertimbangan indikasi pemberian suplementasi. Pemberian suplementasi tambahan dilakukan sesuai indikasi medis berdasarkan hierarki makanan bayi rekomendasi WHO.

Beberapa ibu ingin tetap mendapatkan pengalaman menyusui. Ibu bisa menggunakan alat bantu laktasi yang berisi suplementasi susu tambahan. Pemberian galaktagog bisa bermanfaat. Minta bantuan Konselor Menyusui berkompeten untuk mengajari ibu tata cara menggunakan alat bantu laktasi secara aman dan nyaman serta peresepan galaktagog.

suplementasi

Sumber gambar www.nancymoehrbacher.com

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. Pengalaman indah sukses menyusui bayi jauh lebih penting dari sekedar jumlah produksi ASI.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.