ASI, Kesehatan Wanita

Insufisiensi Kelenjar Payudara

HIPOPLASIA PAYUDARA

Pengertian

Hipoplasia payudara merupakan kondisi dimana payudara tidak memiliki kelenjar payudara normal (insufficient glandular tissue/IGT). Akibatnya ibu dengan hipoplasia kelenjar payudara mengalami gangguan produksi ASI atau bahkan tidak bisa memproduksi ASI. Hipoplasia kelenjar paydara merupakan salah satu penyebab kegagalan laktogenesis II.

Sebagian besar ibu bisa memproduksi ASI mencukupi kebutuhan bayinya selama melakukan manajemen menyusui dengan baik. Namun, wanita dengan IGT memiliki kondisi hormon menyusui dan inervasi persarafan normal namun tidak memiliki jumlah kelenjar payudara normal. Kondisi ini jarang terjadi.  Harus dibedakan dengan keterlambatan produksi ASI dan manajemen menyusui yang belum baik. Baca lebih lanjut: ASI tidak keluar disini

Tanda dan Gejala

Bentuk payudara wanita ditentukan oleh jumlah jaringan lemak. Produksi ASI ditentukan oleh jumlah jaringan kelenjar susu. Kondisi ini tanda dan gejalanya bisa bervariasi, contohnya:

  1. Bentuk payudara tidak normal misalnya tuberous, tapi bisa juga tampak normal
  2. Jarak antar-payudara lebar
  3. Payudara asimetri
  4. Bentuk areola sangat besar dan bulbous areola
  5. Tidak terjadi perubahan payudara saat masa pubertas dan kehamilan
  6. Tidak tampak perubahan tanda laktogenesis saat pasca persalinan
  7. Bayi menunjukkan tanda kurang asupan

Ibu disarankan melakukan pemeriksaan dan konseling menyusui saat kehamilan. Memang terkadang sulit mendiagnosis kemampuan produksi ASI hanya dengan melihat bentuk fisik payudara. Anatomi payudara normal pun bisa bervariasi, baca lebih lanjut disini

Penanganan

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan sebelum pulang ke rumah. Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link). Wajib melakukan periksa kontrol kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan sebelum pulang dari fasilitas kesehatan tempat bersalin. Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan.

Jika terjadi kegagalan laktogenesis primer maka bayi harus diberikan suplementasi pengganti ASI.  Pemantauan proses menyusui, tanda kecukupan asupan ASI serta pertambahan berat badan menggunakan nomogram berat badan untuk bayi dengan asupan ASI eksklusif bermanfaat untuk mengenali masalah menyusui dan pertimbangan indikasi pemberian suplementasi.

Pemberian suplementasi tambahan dilakukan sesuai indikasi medis berdasarkan hierarki makanan bayi rekomendasi WHO. Beberapa ibu ingin tetap mendapatkan pengalaman menyusui. Ibu bisa menggunakan alat bantu laktasi yang berisi suplementasi susu pengganti ASI. Minta bantuan Konselor Menyusui berkompeten untuk mengajari ibu tata cara menggunakan alat bantu laktasi secara aman dan nyaman.

suplementasi

Sumber gambar www.nancymoehrbacher.com

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. Pengalaman indah sukses menyusui bayi jauh lebih penting dari sekedar jumlah produksi ASI.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.