ASI, Kesehatan Wanita

Sumbatan Saluran ASI

SUMBATAN SALURAN ASI

Sumbatan saluran ASI yang akan dibahas dalam artikel ini: sumbatan saluran sehingga terjadi stasis ASI, galactocele dan blebs (milk blister)

Struktur payudara ibu terdiri atas jaringan stroma dan parenkim. Parenkim tersusun oleh kelenjar susu dimana terdapat alveoli tempat produksi ASI juga serangkaian ductus saluran ASI. ASI diproduksi oleh sel acinus kemudian disimpan dalam lumen alveoli lalu mengalir melalui saluran lembut ductulus yang berkumpul di saluran ductus lebih besar. Saluran ductus yang besar akan mengalirkan ASI menuju lubang pori-pori di permukaan puting. Beberapa ductus akan bergabung kemudian keluar dari 4 – 18 lubang pori di ujung puting. 

1542673036818

Ilustrasi Anatomi Payudara

Anatomi payudara1

Stasis ASI

Ibu merasa sakit pada bagian payudara, jika dipegang terasa nyeri. Payudara bisa agak kemerahan, namun bisa juga terlihat normal. Rasa sakit payudara  kemungkinan di bagian saluran ASI yang tersumbat. Sumbatan di saluran payudara bisa menyebabkan ASI berhenti mengalir (stasis), jika tidak segera diatasi maka bakteri akan berkembang biak sehingga ibu mengalami infeksi. Pada kondisi ini usahakan ibu menyusui bayi dengan teratur hingga tuntas sehingga diharapkan aliran ASI kembali lancar.

Kiat menyusui bayi:

  • Pastikan posisi pelekatan menyusui bayi sudah benar.
  • Kompres hangat di sekitar payudara, bersihkan sisa ASI kering di ujung puting dan  kemudian menyusui bayi atau perah payudara.
  • Isi baskom dengan air hangat untuk ibu merendam payudara yang sakit sambil dilakukan pemijatan lembut lalu susui bayi atau perah payudara.
  • Lakukan menyusui langsung dengan posisi hidung dan dagu bayi searah dengan area sumbatan.
  • Lakukan pemijatan lembut sambil mengarahkan area sumbatan ke arah puting saat menyusui bayi atau memompa ASI.
  • Ibu kreatif mencoba-coba berbagai posisi menyusui.
  • Hindari pakai bra terlalu ketat, berkawat, berbusa tebal.
  • Jangan kompres pakai daun kubis.

Terkadang sumbatan bisa terlepas saat ibu memompa ASI. Kapan pun ibu ada masalah menyusui sebaiknya segera konsultasi bersama konselor menyusui berkompeten. Segera periksa jika ada salah satu kondisi berikut: kondisi tidak teratasi, ibu kesakitan, gejala makin memberat meski ibu sudah berusaha, disertai gejala demam, payudara kemerahan gejala mastitis, ada benjolan pada payudara. Sayangnya memang sulit membedakan mana stasis ASI, mastitis non-infeksi dan mastitis akibat infeksi. Jadi tetap waspadai mastitis. Segera periksa ke dokter akan sangat membantu. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah terdapat tanda mastitis.

Baca juga pembahasan tentang: mastitis

Sumbatan ASI bisa terjadi bersamaan dengan bayi yang malas menyusu sehingga sebaiknya ibu responsif melihat tanda tubuh bayi dan menawarkan menyusui. Payudara penuh berisiko mengalami stasis ASI sehingga terjadi penyumbatan saluran ductus. Pastikan posisi pelekatan menyusui baik, ibu menyusui responsif minimal 8 – 12 kali dalam 24 jam dengan proaktif memastikan pengeluaran ASI lancar. Jika sumbatan terjadi berulang maka lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui faktor risiko lain, pola makan sehat bergizi seimbang dengan mengurangi asupan lemak jenuh dan garam. 

Galactocele

Galactocele merupakan massa kistik payudara yang berisi ASI. Galactocele terjadi ketika terbentuk kantung dari bagian ductus lactiferous yang kemudian terisi ASI. ASI didalamnya kemudian mengental seperti minyak atau mentega sehingga semakin sulit mengalir. Galactocele biasanya bersifat jinak. Segera periksa ke dokter jika ibu meraba benjolan di payudara untuk memastikan diagnosis dan penanganan lebih lanjut. Kapan pun ibu ada masalah menyusui sebaiknya segera konsultasi bersama konselor menyusui berkompeten untuk didampingi menyusui dalam segala kondisi. 

Ibu menyusui sebaiknya tetap proaktif melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebulan sekali. Pada pemeriksaan payudara ibu menyusui akan teraba alveoli. Galactocele berbeda dengan alveoli normal. Alveoli teraba bulatan-bulatan kecil, jumlahnya banyak, bisa berpindah lokasi sesuai alveoli yang sedang terisi ASI dan menghilang setelah bayi menyusu atau ibu memerah ASI dengan tuntas.

Pada pemeriksaan galactocele teraba benjolan berbatas tegas, bulat, halus, tidak sakit dan tidak terfiksasi. Dokter juga akan memeriksa apakah terdapat tanda infeksi, mastitis, abses atau benjolan payudara karena sebab lain. Terapi galactocele bisa dengan aspirasi menggunakan jarum dan prosedur pembedahan eksisi untuk mencegah berulang. Diskusikan pilihan terapi bersama tim dokter, konselor menyusui dan keluarga. Baca juga pembahasan tentang: mastitis dan abses payudara

Blebs

Blebs atau milk blister merupakan sumbatan saluran ASI payudara yang terletak di pori-pori ujung puting. Ibu merasa kesakitan saat menyusui bayi. Terdapat titik putih di ujung puting. Blebs bisa ditutupi oleh selaput kulit dan bisa disertai sumbatan saluran ASI. Penyebab bisa karena: pelekatan menyusui kurang baik, terlewat waktu menyusui, oversuplai, tidak rutin menyusui atau tidak disiplin memerah payudara.

BFB-milkblister_nipple-bleb

Kompres hangat, menyusui bayi, memijat lembut dan memerah payudara diharapkan bisa membantu untuk menyingkirkan sumbatan (link). Kompres hangat pada ujung puting atau rendam payudara di air hangat kemudian menyusui bayi. Hisapan bayi akan menarik penyumbat puting sehingga terlepas. Perah payudara dengan tangan kemudian dorong sumbatan ke arah puting sehingga diharapkan sumbatan tertarik keluar. Gosok lembut penyumbat di ujung puting ketika ibu selesai mandi pakai handuk bersih. Bisa dicoba kompres penyumbat dengan kapas diberi sedikit minyak zaitun murni kemudian taruh di bra, lalu coba ambil selaput penyumbat yang diharapkan sudah lebih lunak. Bersihkan sebelum menyusui atau memerah payudara.

Kapan pun ibu ada masalah menyusui sebaiknya segera konsultasi bersama konselor menyusui berkompeten untuk didampingi menyusui dalam segala kondisi. Jika penyumbat tidak segera lepas serta gejala sumbatan ASI tidak teratasi maka segera periksa ke bidan atau dokter supaya selaput penutup pori puting diambil menggunakan jarum steril. Jangan menunda periksa terlalu lama. Sumbatan saluran ASI yang tidak teratasi selama 3 hari bisa berisiko timbul mastitis. Jika sumbatan berulang sebaiknya periksa ke Konselor Menyusui dan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin (termasuk kadar kolesterol darah) di dokter untuk mencari tahu faktor risiko lebih lanjut.

Cegah komplikasi menyusui dengan cara menyusui bayi secara responsif. Awali menyusui dengan benar. Informasi berikut akan membantu ibu:

  • Posisi Menyusui Bayi (link).
  • Cara Menopang Payudara (link).
  • Pelekatan Menyusui Bayi (link).
  • Pola Menyusui Bayi (link)
  • Mengetahui Tanda Bayi Lapar (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Menelan ASI (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Kenyang (link).
  • Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI (link).

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan supaya menyusui berjalan lancar (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.