ASI, Kesehatan Wanita

Produksi ASI Terlalu Banyak

PRODUKSI ASI TERLALU BANYAK ATAU OVERSUPLAI

Semua ibu ingin produksi ASI yang sangat banyak. Padahal tidak selamanya memiliki ASI berlimpah ruah itu menyenangkan. Beberapa ibu mengalami kondisi oversuplai dimana produksi ASI terlalu banyak melebihi kebutuhan bayi. Kondisi produksi ASI berlebihan yang disertai aliran ASI sangat deras itu tidak nyaman. 

Berikut keluhan yang bisa terjadi:

  • ASI memancar sangat deras akibat Overactive Let-Down atau Overactive Milk Ejection Reflex (OMER)
  • Bayi kesulitan melekat
  • Payudara ibu terasa cepat penuh, sakit, sering mengalami sumbatan hingga mastitis bahkan abses
  • Puting lecet karena bayi hanya melekat dangkal dan sering menggigit puting
  • Bayi rewel saat menyusu, sering lepas-lepas, kadang tersedak, terbatuk-batuk, lalu menjauhkan badan menolak menyusu di payudara sambil menangis, marah dan mengamuk
  • Bayi bisa mengalami gangguan pertambahan berat badan
  • Bayi bisa mengalami sering kolik, gumoh juga harus sering disendawakan
  • Bayi menolak menyusu langsung
  • Keluhan BAB yang awalnya feses kuning lembek berubah menjadi kehijauan, berbuih, berbau masam hingga bayi bisa terjadi feses bercampur darah, ruam popok dan lecet pada anus
  • Bisa terjadi ketidakseimbangan antara foremilk – hindmilk sehingga bayi mengalami gejala menyerupai intoleransi laktosa

Gejala intoleransi laktosa ini merupakan sekunder akibat pada oversuplai terjadi ketidakseimbangan ASI awal dan ASI akhir sehingga bayi mendapat terlalu banyak asupan laktosa. Laktosa yang menumpuk di dalam usus akan difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan gas yang bisa melukai usus serta membuat lecet anus. Kondisi ini akan menghilang jika produksi ASI kembali seimbang. 

Bayi frustasi, ibu stress dan menyusui terasa seperti relasi benci tapi cinta.

Penyebab Produksi ASI Terlalu Berlebih

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab produksi ASI terlalu berlebih:

  • Ibu memiliki bakat terjadi hiperlaktasi.
    • Bayi cenderung sering menyusu dalam waktu singkat sehingga akibatnya payudara menjadi sering terstimulasi memproduksi makin banyak ASI
    • Ibu merasa payudara selalu kencang sehingga sering memompa akibatnya payudara menjadi sering terstimulasi memproduksi makin banyak ASI
  • Ibu sering memompa ASI sejak masa pasca persalinan padahal tidak ada indikasi kesehatan yang mengharuskan ibu ekstra memompa, akibatnya payudara menjadi sering terstimulasi memproduksi makin banyak ASI 
    • Tujuan para ibu ini sebenarnya mulia: supaya punya cadangan ASIP, supaya produksi ASI banyak, supaya ASI semakin bertambah banyak, persiapan masuk kerja. Tapi sayang efeknya justru terjadi oversuplai 
  • Ibu salah membuat jadwal menyusui
    • Ibu bergonta-ganti payudara padahal tidak sesuai keinginan dan kebutuhan bayi.
    • Bayi yang pasrah dijadwal ketat bergonta-ganti payudara hanya minum foremilk akibatnya cepat lapar sehingga sering minta disusui lagi. Efeknya payudara sering terstimulasi sehingga memproduksi makin banyak ASI namun tidak seimbang antara foremilk dan hindmilk. 
    • Ibu berinisiatif ekstra memompa ASI setelah bayi kenyang disusui, tujuannya baik sama seperti poin 2 di atas tapi sayang efeknya justru terjadi oversuplai

Cegah kondisi oversuplai ini dengan belajar menyusui bayi secara responsif dan lakukan awalan menyusui yang benar. Pada kondisi oversuplai ini memang produksi ASI sangat banyak. Namun, ASI tidak seimbang antara foremilk dan hindmilk. ASI yang terlalu banyak foremilk akibatnya kalorinya pun lebih rendah. Imbasnya pertambahan berat badan bayi kurang. Baca juga: Pintar membaca kurva pertumbuhan anak

FB_IMG_1542679492009

Sumber gambar instagram @bfmamatalk

Penanganan Produksi ASI Terlalu Berlebih

Oversuplai dengan hiperaktif let-down ini membuat frustasi. Tenangkan diri ibu. Kondisi ini sangatlah bisa diatasi serta bukan akhir dari perjalanan menyusui.

Coba beberapa teknik berikut:

  • Pertama awali dengan perah kedua payudara supaya terasa nyaman, tujuannya supaya bayi mendapatkan ASI akhir yang kaya lemak
  • Kemudian ibu menyusui bayi hingga tuntas di salah satu payudara ketika bayi menunjukkan tanda awal lapar
  • Pastikan posisi pelekatan menyusui sudah baik, susui bayi hingga kenyang dan ASI  keluar tuntas
  • Gunakan posisi menyusui setengah duduk dengan biological nurturing, memposisikan bayi lebih tegak atau menggunakan posisi menyusui berbaring miring. Gravitasi akan membantu mengurangi aliran deras.
  • Biarkan bayi melepas payudara saat pancaran deras, lalu lekatkan kembali ke payudara setelah tenang. Bisa juga ibu bantu mengurangi pancaran menggunakan teknik pegangan gunting.
  • Perbanyak kontak kulit sehingga bayi lebih tenang dan mudah melekat.
  • Beri alas handuk untuk menampung pancaran ASI saat bayi lepas payudara.

Pada kondisi oversuplai gejala berat maka bisa gunakan teknik blocking feeding. Ibu menyusui bayi menggunakan salah satu sisi payudara untuk beberapa kali sesi penyusuan (misal saat menyusui sepanjang pagi, atau dua kali sesi penyusuan, atau dalam rentang 3 – 4 jam). Diharapkan produksi ASI melambat atau berkurang pada payudara sisi yang terblokade. Payudara akan terasa penuh untuk beberapa saat namun jangan sampai terjadi sakit mastitis sehingga segera perah sedikit, sekedar untuk lebih nyaman.

Lakukan teknik blocking feeding secukupnya saja sebab jika terlalu lama justru bisa menyebabkan produksi ASI sedikit. Pastikan juga kondisi yang ibu hadapi memang benar oversuplai, bukan karena penyebab lainnya, sebab blocking feeding bisa menurunkan produksi ASI.

PERHATIAN: Gejala menyerupai ASI terlalu deras juga bisa terjadi, namun sebenarnya sesuatu yang normal, yaitu ketika awal masa melahirkan dimana terjadi laktogenesis II dan bayi beserta ibu masih belajar menyusui. Jadi sebaiknya ibu konsultasikan lebih lanjut ke Konselor Menyusui.

Kapan Periksa Pada Kondisi Oversuplai 

Segera periksa konsultasi ke Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui. Segera periksa ke dokter jika ada masalah pada payudara. Bawa bayi pergi periksa ke dokter anak untuk diobati lebih lanjut jika terdapat keluhan masalah pencernaan, diare, feses bercampur darah, ruam popok atau gangguan pertumbuhan. 

Komplikasi Oversuplai

Terlalu banyak produksi ASI menyebabkan risiko payudara sering bengkak, mastitis, sumbatan saluran ASI, puting lecet juga rentan terhadap abses payudara. Bisa juga terjadi gangguan pertumbuhan pada bayi, bayi jarang menyusu, bayi menolak menyusu langsung hingga bayi hanya dapat ASI rendah kalori sehingga pertambahan berat badan kurang. Baca juga pembahasan tentang: mastitis sumbatan saluran ASI dan abses payudara

Pencegahan Oversuplai

Pencegahan merupakan cara terbaik.

1541937611859

Cegah komplikasi menyusui dengan cara menyusui bayi secara responsif. Awali menyusui dengan benar. Syukuri nikmat pemberian jatah ASI dari Allah. Produksi ASI yang bisa mencukupi kebutuhan tumbuh kembang bayi supaya sehat, itulah yang terbaik.

  • Ibu menyusui dengan responsif melihat tanda tubuh untuk mencukupi kebutuhan bayi
  • Pastikan posisi pelekatan menyusui sudah baik
  • Menyusui secara seimbang di kedua payudara
  • Coba berbagai teknik posisi menyusui
  • Frekuensi  menyusui 8 – 12 kali dalam 24 jam sesuai keinginan bayi
  • Menyusui hingga tuntas sesuai tanda tubuh bayi: terkadang bayi butuh cukup di satu payudara, bisa jadi di kesempatan lain ingin double nursing
  • Memerah ASI secukupnya jika diperlukan: saat payudara tidak nyaman, ibu tidak bisa menyusui atau saat ibu terpisah dengan bayi (misalnya pergi bekerja)
  • Hindari pemakaian suplementasi pengganti ASI tanpa indikasi kesehatan

Informasi berikut akan membantu ibu:

  • Posisi Menyusui Bayi (link).
  • Cara Menopang Payudara (link).
  • Pelekatan Menyusui Bayi (link).
  • Pola Menyusui Bayi (link)
  • Mengetahui Tanda Bayi Lapar (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Menelan ASI (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Kenyang (link).
  • Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI (link).

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan supaya menyusui berjalan lancar (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.