ASI, Kesehatan Wanita

Puting Lecet

PUTING LECET

Banyak ibu menyusui tidak mengalami lecet puting.

Puting lecet dan payudara sakit membuat para ibu takut menyusui. Menyusui membuat puting lecet sebenarnya adalah mitos. Faktanya tidak semua ibu akan mengalami lecet puting saat menyusui bayi. Puting ibu menyusui lebih sensitif di hari-hari pertama pasca persalinan jadi terasa tidak nyaman di awal menyusui. Sensasi rasa tidak nyaman ini biasanya hanya sebentar, tidak lebih dari setengah menit, puting tidak lecet dan hilang sendiri. Rasa sensitif pada puting menghilang dalam 3 – 7 hari pasca melahirkan, saat produksi ASI lebih banyak dan ASI lancar mengalir keluar. 

Menyusui memang proses pemberian makan bayi baru lahir paling alamiah, namun juga ketrampilan yang harus ibu pelajari. Beberapa ibu melalui proses belajar menyusui yang berat, salah satunya mengalami lecet puting. Puting lecet ketika ibu sedang belajar menyusui setelah melahirkan paling sering disebabkan karena pelekatan bayi belum baik.

Puting lecet

Faktor Risiko Puting Lecet

Penyebab puting lecet pada ibu menyusui sebenarnya ada banyak. Paling sering karena pelekatan menyusui tidak baik. Puting lecet pada ibu menyusui bisa terjadi karena:

  • Pelekatan menyusui tidak baik
  • Gigitan bayi
  • Pemakaian pompa ASI tidak tepat
  • Alergi salep, krim, lotion perawatan payudara
  • Infeksi jamur
  • Bayi memiliki tongue tie
  • Mastitis

Faktor risiko pelekatan menyusui yang kurang baik ini bisa dipengaruhi oleh posisi menyusui yang kurang baik, pengaruh sementara dari pemakaian medikasi persalinan, engorgement pasca salin atau juga kondisi kesehatan lainnya. Engorgement menyulitkan bayi melekat di areola sehingga puting menjadi lecet.

Tanda dan Gejala Puting Lecet

Gejala yang sering dikeluhkan yaitu puting sakit saat bayi menyusu. Terlihat tanda kulit puting retak, kemerahan, mengkilat, dan bisa jadi berdarah. Lecet puting ada 4 derajat. Derajat 1 kulit puting masih utuh namun bengkak, kemerahan dan gepeng saat keluar dari mulut bayi. Derajat 2 terdapat kulit permukaan puting rusak (lecet, luka, atau ada goresan melintang). Derajat 3 luka puting lebih dalam hingga dermis, terdapat retakan. Derajat 4 terjadi erosi hingga jaringan dibawah kulit (puting seperti cuil). Bisa terjadi infeksi jamur atau bakteri sekunder (nanah).

Terapi Puting Lecet

Atasi penyebab utama puting lecet. Jika penyebabnya utama teratasi maka dengan tetap meneruskan menyusui dan manajemen menyusui secara tepat akan menyembuhkan puting. 

Kiat menyusui saat puting lecet:

  • Sebelum menyusui: Oleskan ASI untuk membersihkan dan melembabkan jaringan puting serta areola. Lakukan teknik relaksasi pernafasan seperti yang diajarkan di senam hamil. Lakukan teknik reverse-pressure softening di areola yang edema pada engorgement. Mulai menyusui di awal tanda bayi lapar sehingga bayi mau bersabar latih pelekatan baik. Bantu bayi melekat di areola dengan teknik “teacup hold” atau “breast sandwich (link).
  • Saat menyusui: Pastikan teknik posisi pelekatan menyusui benar. Gunakan posisi menyusui biological nurturing atau coba-coba posisi menyusui yang berbeda, senyaman ibu. Lepas bra saat menyusui sehingga terjadi kontak kulit memudahkan refleks oksitosin sehingga rasa nyeri berkurang. Berselimut bersama bayi jika suhu dingin. 
  • Setelah menyusui: Oleskan ASI biarkan kering kemudian baru gunakan bra. Oleskan salep yang diresepkan dokter atau gunakan krim lanolin medical-grade khusus untuk puting. Jangan memamakai ramuan atau dedaunan, kontaminasi bakteri bisa masuk dalam payudara menyebabkan mastitis bahkan abses. Salep yang diresepkan dokter ini akan terserap oleh kulit, bekerja mempercepat penyembuhan jaringan dan tidak masuk ke dalam ASI jadi ibu tak perlu risau. Sebelum menyusui bisa dibersihkan pakai ASI. Lecet puting akibat infeksi Candida maka jangan oleskan ASI. 
  • Jika luka lecet sangat parah sehingga ibu tidak sanggup menyusui maka istirahatkan payudara sakit untuk 12 – 24 jam namun dengan syarat perah ASI-nya secara teratur. Pastikan bayi tetap dapat kesempatan menyusu langsung, gunakan payudara yang lebih sehat untuk tetap menyusui-langsung. Berikan ASI perah secara aman. Jangan terlalu lama tidak menyusui langsung di payudara, nanti bayi menolak menyusu. Baca Tips Lancar Memerah ASI dan Memberikan ASI Perah.

1543186819786

Penyebab utama harus diatasi dan ibu meneruskan pemberian ASI. Ibu sehat dan bayi yang lahir sehat cukup bulan tanpa ada kontraindikasi medis pada keduanya boleh tetap meneruskan menyusui (baca di bagian kontraindikasi menyusui). Kemudian untuk proses perbaikan jaringan pakai teknik “moist wound healing” untuk mempercepat penyembuhan.

Oleskan ASI setelah menyusui. ASI mengandung komponen untuk mempercepat pemulihan. ASI tidak boleh dioleskan pada kondisi nyeri puting akibat infeksi jamur sebab justru makin memperparah infeksi. Oleskan krim lanolin murni 100% medical-grade khusus perawatan kesehatan puting ibu menyusui untuk mempertahankan kelembaban kulit sehingga jaringan baru akan terbentuk. Namun ASI dan lanolin saja tidak cukup jika sudah terjadi luka berat pada jaringan kulit puting. Segera periksa ke dokter (bisa di Puskesmas, RS dan Poli Laktasi). Gunakan salep sesuai petunjuk resep dokter. 

Menjaga kebersihan dan kelembaban puting bantu mempercepat perbaikan.  Bersihkan puting pakai sabun berformula lembut seperti biasa ketika ibu mandi dua kali sehari. Hindari terlalu sering pakai sabun untuk ekstra membersihkan puting sebab justru membuat kulit kering sehingga lecet makin parah. Ibu harus memakai bra supaya payudara tersangga dengan baik. Gunakan bra katun sehingga aerasi udara lancar. Puting lecet memang makin sakit saat menempel bra, jadi bra menyusui bisa membantu. Payudara ibu tetap tersanggga oleh bra, bagian penutup puting bisa dibuka dan gunakan pakaian berbahan katun longgar sehingga puting lebih jarang tersenggol kain. Pakai pelindung-puting-khusus juga bisa membantu namun pastikan benar cara pakai dan jaga kebersihannya. Jangan pakai hair dryer panas, mengoleskan ramuan tradisional, mengompres menggunakan dedaunan atau kantung teh pada puting yang lecet.

Kapan Periksa Saat Terjadi Puting Lecet

Kapan pun ibu mengalami permasalahan menyusui maka segera hubungi Konselor Menyusui berkompeten. Konselor akan membantu perbaiki posisi pelekatan serta mencari tahu penyebab keluhan. Jika ada puting lecet maka segera periksa ke dokter. Dokter akan meresepkan salep untuk mencegah infeksi bakteri dan mempercepat pemulihan jaringan kulit puting. Pakai obat sesuai petunjuk dokter disertai perbaikan posisi pelekatan menyusui akan mempercepat penyembuhan puting lecet. Salep juga memfasilitasi moist wound healing sehingga pemulihan jaringan puting lebih cepat. 

Komplikasi Puting Lecet

Lecet pada puting bisa menyebabkan infeksi, mastitis, abses payudara dan ibu menyapih dini jika tidak ditangani secara tepat. Ibu tidak sendiri. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Baca juga: Pentingnya ASI Eksklusif.

Mencegah Puting Lecet

Oles sedikit ASI sebelum menyusui. Pada awal menyusui pasca persalinan terjadi kondisi puting lebih sensitif. Rasa nyeri puting ini membuat badan ibu menjauh dari bayi sehingga justru pelekatan hanya semakin di ujung puting saja. Jika puting terasa sakit saat awal menyusui, coba tarik posisi bayi lebih dekat atau posisi tubuh ibu lebih rebahan dengan biological nurturing. Jika nyeri menetap, kemudian dengan perubahan posisi tidak membantu maka ulangi posisi pelekatan bayi.

Bayi juga seringkali dibedong sehingga posisi tidak baik jadi pelekatan pun tidak baik. Ini awal penyebab lecet pada sebagian besar ibu menyusui pasca persalinan. Lepas ikatan bedong dan sarung tangan bayi, jika dingin bisa pakai baju hangat atau berselimut bersama. Dekap badan bayi menempel badan ibu supaya memudahkan bayi melekat di payudara. Posisi menyusui biological nurturing sangat membantu banyak ibu. Bantu bayi memasukkan payudara dengan teknik “teacup-hold” atau “breast-sandwich”. Bantu pelekatan stabil dengan menyangga payudara hingga bayi bisa menghisap lancar. Pantau tanda menelan ASI juga tanda bayi telah kenyang. Oles ASI setelah bayi selesai menyusu, tunggu hingga olesan kering kemudian pakai bra kembali.

Awali menyusui dengan benar melancarkan pemberian ASI serta terlindungi dari komplikasi menyusui. Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan supaya menyusui berjalan lancar (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.