ASI

Menyusui Pada Berbagai Variasi Bentuk Puting

Variasi Bentuk Anatomi Puting

Sebagaimana payudara, bentuk puting payudara juga beraneka ragam. Bentuk badan ibu mungkin tidak seperti para wanita di video dan foto pamflet menyusui namun bayi akan bisa menyusu di berbagai bentuk payudara selama diberi kesempatan untuk belajar. Baca juga: Variasi anatomi payudara normal

Ibu dan bayi hanya sama-sama perlu belajar supaya menyusui berjalan lancar. Puting tidak mempengaruhi kemampuan menyusui selama teknik yang digunakan benar. Kunci utama bagi kesuksesan menyusui adalah pengetahuan, kepercayaan diri dan dukungan lingkungan yang baik.  

Puting Datar

Ibu dengan puting datar bisa menyusui bayi menggunakan posisi menyusui dekapan silang, bawah lengan serta teknik setengah duduk memakai posisi menyusui biological nurturing. Usap-usap puting sehingga lebih menonjol. Gunakan alat penarik puting untuk menarik puting selama 1 menit atau senyaman ibu. Puting juga bisa lebih menonjol dengan bantuan pompa ASI. Lakukan teknik “breast sandwich” atau “teacup hold” untuk memasukkan payudara ke dalam mulut bayi.

Baca juga:

Cara Menopang Payudara

Tangan ibu menopang payudara dengan teknik pegangan payudara C-hold hingga bayi mampu menghisap secara stabil. Bantu bayi menggunakan teknik breast compression jika malas menghisap. Menarik puting menggunakan teknik Hoffman, pompa ASI dan nipple puller sebelum menyusui bayi membantu menonjolkan puting. Lakukan teknik “Reverse Pressure Softening” saat terjadi payudara penuh atau payudara bengkak yang membuat puting makin datar serta areola licin akibat edema.

Baca juga

Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI

Puting Inversi

Puting payudara juga ada yang inversi tertarik masuk ke dalam (inverted nipple). Puting inversi terdapat dua tipe yaitu puting bisa menonjol saat dirangsang dan puting inversi menetap. Penanganannya seperti pada puting datar dimana puting dirangsang untuk menonjol sebelum menyusui bayi. Kreatif memilih posisi menyusui dan bantu bayi stabil menyusu hingga kenyang.

Bantu bayi dengan tips untuk melekat seperti pada puting datar. Puting inversi yang bisa menonjol biasanya ibu tidak begitu kesulitan menyusui bayi. Berbeda dengan puting inversi yang menetap dimana bayi biasanya lebih sulit melekat. Puting seringkali kembali masuk ke dalam. Jaga kebersihan dengan memastikan ASI tidak tertampung di lekukan puting setiap kali selesai menyusui atau memerah ASI.

Tidak disarankan menarik-narik puting pada puting datar, puting kecil juga puting inversi ketika ibu sedang hamil sebab manfaatnya masih diperdebatkan. Terlalu fokus pada kekurangan bentuk puting akan mempengaruhi rasa percaya diri dan menambah rasa kekhawatiran tidak bisa menyusui bayi ketika melihat kondisi payudara. Beberapa ahli juga mengkhawatirkan risiko terjadinya persalinan prematur juga kekhawatiran bisa membahayakan kondisi janin pada kehamilan yang berisiko tinggi akibat rangsangan oksitosin pada over-stimulus puting payudara ibu hamil. 
Ada juga yang menganjurkan ibu mencoba memakai breast shell untuk diletakkan dibawah bra, namun manfaatnya juga masih diperdebatkan sedangkan harganya cukup mahal. Beberapa ibu memakai nipple shield untuk menyusui bayi. Pemakaian nipple shield sebaiknya hanya dilakukan dibawah pengawasan ahli laktasi berkompeten sebab dibutuhkan konsultasi serta pengawasan ketat. Jika salah menggunakan nipple shield bisa berisiko produksi ASI menjadi sedikit karena bayi jadi sulit menghisap ASI juga bisa terjadi bingung puting. 

Baca juga:

Memantau Kurva Pertumbuhan Anak

Puting Besar

Ukuran puting ada yang sangat besar. Puting berukuran besar bisa lunak dan bisa keras. Pertama tetap coba dengan membantu memposisikan bayi. Pada puting besar lunak biasanya tidak akan menjadi masalah sebab puting akan menyesuaikan rongga mulut bayi. Tetap coba dengan menyusui langsung, amati tanda bayi menyusu aktif, tanda menelan ASI dan tanda bayi kenyang. Jika bayi tidak ada kesulitan maka kondisi bentuk payudara ibu bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan.

Pada puting yang berukuran sangat besar serta keras terkadang bayi sedikit kesulitan di hari-hari pertama menyusui. Ibu bisa perah ASI kemudian berikan ASIP menggunakan media aman seperti sendok atau cangkir kecil hingga bayi agak kenyang. Kemudian setelah bayi agak kenyang, lekatkan ke payudara supaya menghisap ASI langsung hingga kenyang. Bisa juga ibu menggunakan alat bantu laktasi berisi ASIP supaya merangsang bayi mau melekat stabil saat menyusu di payudara. Ibu proaktif bantu bayi menghisap hingga kenyang.

Baca juga artikel berikut:

Puting Berbentuk Lain

Bentuk puting juga ada terbelah, kulit tidak rata, ada penonjolan-penonjolan kecil juga ada puting berbentuk oval. Sekali lagi, apapun bentuk puting ibu tidak akan menjadi masalah bagi bayi selama diberi kesempatan untuk belajar menyusu. Ibu bisa memposisikan bayi dengan posisi dimana dimensi permukaan penampang puting yang paling panjang masuk sesuai diantara sudut mulut bayi. Variasi anatomi puting yang terbelah juga tidak mempengaruhi kemampuan menyusui. Jaga kebersihan puting dengan memastikan tidak ada ASI tergenang di belahan puting setiap kali selesai menyusui atau memerah payudara seperti pada puting inversi.

Puting Kedua Payudara Berbeda Bentuk

Pada kondisi tertentu ibu memiliki bentuk puting berbeda di kedua payudara. Bahkan ada ibu yang memiliki puting menonjol kemudian satunya puting terbenam (inversi menetap). Sebenarnya manusia memiliki sisi tubuh yang tidak sama persis. Pada kondisi bentuk puting payudara sangat berbeda, biasanya bayi akan lebih menyukai menyusu pada payudara yang paling mudah.

Solusinya tetap usahakan bantu bayi supaya mau menyusu secara seimbang di kedua payudara. Perah payudara yang ditolak oleh bayi supaya produksi ASI tetap lancar. Kemudian latih bayi untuk secara perlahan belajar menyusu di payudara tersebut. Ibu bisa menyusui bayi saat dia mengantuk, di malam hari atau setelah terjadi LDR (bayi disusui di payudara lain kemudian saat terjadi LDR dimana ASI keluar segera dipindah ke payudara tersebut). Jika kedua payudara normal tetapi bayi hanya mau menyusu di salah satu sisi saja maka sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilihat apakah bayi sedang sakit, terdapat perlukaan akibat persalinan atau apakah ada permasalahan lain pada ibu/bayi.

Penutup

Lima prinsip solusi dikala menyusui terasa sulit:

  1. Pastikan bayi mendapatkan asupan yang dibutuhkan supaya tetap sehat
  2. Pastikan payudara diperah supaya produksi ASI tetap lancar
  3. Pastikan bayi berada di dekat ibu supaya mudah belajar menyusui selama memungkinkan untuk tinggal bersama
  4. Pastikan ibu mendapat dukungan positif supaya bisa memantapkan menyusui: suami, keluarga, tenaga kesehatan, teman dan konselor menyusui
  5. Pastikan tetap menjaga kesehatan

Bantu bayi melekat dengan teknik menopang payudara. Jika bayi malas menghisap maka lakukan teknik breast compression, rangsang dengan menyentuh pipinya atau menggelitiki telapak kakinya. Akhiri sesi penyusuan dengan perah ASI jika payudara ibu masih terasa kencang. Lakukan kontak kulit dan gendong bayi sesering mungkin supaya makin mudah belajar menyusui.

Lakukan menyusui secara responsif sehingga ibu sensitif membaca tanda tubuh dan kebutuhan bayi. Ibu menyusui tanpa dibatasi siang dan malam mengikuti keinginan bayi. Ibu proaktif membantu bayi  supaya lancar menyusu sejak kali pertama. Pada awal belajar menyusui memang terasa berat, namun lama-kelamaan akan lebih mudah. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

  • Posisi Menyusui Bayi (link).
  • Cara Menopang Payudara (link).
  • Pelekatan Menyusui Bayi (link).
  • Pola Menyusui Bayi (link)
  • Mengetahui Tanda Bayi Lapar (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Menelan ASI (link).
  • Mengetahui Tanda Bayi Kenyang (link).
  • Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI (link).

“Breastfeeding artinya memberi makan bayi menggunakan payudara, bukan menyusui di puting (nipplefeeding)” 

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan supaya menyusui berjalan lancar (link)

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.