ASI, Kesehatan Umum

Payudara Bengkak (Engorgement)

PAYUDARA BENGKAK (ENGORGEMENT)

Payudara bengkak yang dimaksud dalam artikel ini yaitu kondisi payudara membengkak pasca persalinan akibat engorgement. Payudara bengkak (engorgement) terjadi disebabkan terlalu banyak cairan di dalam payudara. Kondisi ini terjadi pada minggu pertama (3 – 5 hari) setelah melahirkan dimana terjadi pertambahan produksi ASI disertai peningkatan sirkulasi darah pada laktogenesis kedua.

Baca juga: Payudara penuh

Gejala Payudara Bengkak

Payudara bengkak terasa penuh, berat, panas, dan sakit. Puting bisa semakin datar atau sebaliknya keras dengan areola yang kencang sehingga menyulitkan bayi melekat. Pengeluaran ASI menjadi lebih sulit sehingga cairan makin tertumpuk di payudara. Akibatnya payudara semakin terasa bengkak, keras, kencang dan mengkilat. Pemberian infus intravena yang diterima ibu saat proses persalinan juga bisa menyebabkan kondisi bengkak semakin parah.

engorgement

Mencegah Payudara Bengkak

Kabar baiknya semua ibu bisa mengupayakan mencegah payudara bengkak yang parah. Pencegahan ini merupakan langkah terbaik. Lakukan IMD atau segera inisiasi menyusui  bayi dalam satu jam setelah melahirkan. Jaga bayi supaya terus didekat ibu dengan rawat gabung serta tidur bersama sehingga lebih mudah disusui kapan pun tanpa dibatasi. Menyusui minimal 8 – 12 kali dalam 24 jam dengan memastikan posisi pelekatan baik dan bayi kenyang.

Lakukan langkah berikut ini:

  • Manajemen menyusui yang baik dengan menyusui responsif
  • Proaktif membangunkan bayi yang mengantuk dan malas menyusu 
  • Pastikan posisi pelekatan benar sehingga bayi menghisap secara efisien 
  • Menyusui dengan tuntas sehingga terjadi pengosongan payudara secara sering
  • Memijat lembut payudara dengan benar sebelum, saat dan setelah menyusui bisa membantu mencegah engorgement
  • Tidur telentang saat beristirahat sehingga gravitasi membantu cairan meninggalkan payudara.
  • Pakai bra yang nyaman serta menyangga payudara dengan baik. 

Terapi Payudara Bengkak

Jika payudara telah membengkak maka minta dokter untuk meresepkan obat antinyeri yang biasanya juga bisa mengurangi peradangan. Lakukan penekanan areola memakai ujung jari untuk mengurangi edema menggunakan teknik “Reverse Pressure Softening” sehingga bayi mudah melekat dan ASI lancar mengalir keluar. Perah ASI jika payudara terasa sakit membengkak atau bayi tidak bisa menyusu langsung di payudara sakit. Pompa ASI berkualitas memang bisa bantu proses stabilisasi laktogenesis II jika bayi belum lancar menyusu. Hati-hati saat memompa ASI sebab hisapan pompa bisa merangsang edema di puting semakin parah. Perah tangan bisa menjadi solusi tepat.

Baca juga: Tip memerah ASI

Kiat menyusui saat payudara bengkak:

  • Sebelum menyusui: Kompres hangat di punggung dan bahu sebelum menyusui. Kompres hangat di payudara justru membuat beberapa ibu menjadi tidak nyaman karena payudara semakin meradang. Mandi air hangat sehingga rileks dan oksitosin lancar.
  • Saat menyusui: Lepas bra ibu dan lepas bedong bayi sehingga terjadi kontak kulit dengan bayi, jika dingin bisa berselimut bersama. Pastikan posisi pelekatan benar. Ibu proaktif mencoba semua posisi menyusui bergantian supaya ASI keluar lancar. Bantu bayi melekat dengan teknik menopang payudara breast sandwich atau teacup hold.  Lakukan breast compression jika bayi malas menyusu. Baca disini: teknik menopang payudara.
  • Sesudah menyusui: Kompres dingin sekitar 20 menit memakai es yang dibungkus handuk kecil sesudah menyusui untuk mengurangi peradangan. Gunakan bra nyaman yang menyangga payudara dengan baik.

1543186819786

Berbagai penelitian memakai pijat payudara, herbal, akupunktur, therapeutic ultrasonografi, terapi hormon, kompres dingin, kompres daun kubis dan kompres parutan kentang telah dilakukan. Hasil penelitian bervariasi. Kompres dingin menunjukkan pengurangan rasa nyeri meskipun tidak mengurangi engorgement. Pemakaian parutan kentang (di Jepang) dan kompres kubis (di Barat) dikatakan membantu mengurangi nyeri meskipun efeknya pada engorgement belum diketahui (cuci bersih, hindari mengompres area puting dan jangan gunakan jika puting lecet).

Risiko pemakaian daun kubis, kentang bisa menyebabkan alergi ruam kulit dan jika terkontaminasi bakteri bisa menyebabkan infeksi (terutama Listeriosis). Tidak disarankan mengompres memakai kubis dalam waktu lebih dari 8 jam atau terlalu lama sebab berpotensi mengurangi produksi ASI. Jangan pakai kompres kentang dan kubis ini jika ada lecet puting. Pemijatan payudara menggunakan teknik Therapeutic Breast Massage in Lactation (TBML), Gua-Sha Therapy, Oketani dan pijat payudara biasa bisa meredakan engorgement ini. Diskusikan lebih lanjut bersama Konselor Menyusui anda.

Istirahat sangat penting. Ibu sebaiknya melakukan tirah baring/bedrest bersama bayi supaya mendapatkan istirahat cukup serta bisa sering menyusui. Ibu harus tetap minum air putih dengan cukup. Membatasi asupan cairan tanpa indikasi medis hanya akan memperparah kondisi sakit ibu. Jadi keluarga bantu pastikan ibu dapat makan, minum dan istirahat yang baik. Ibu sehat dan bayi yang lahir sehat cukup bulan tanpa kontraindikasi medis boleh meneruskan menyusui (baca di bagian kontraindikasi menyusui). Ibu yang tidak bisa menyusui harus memerah payudara secara teratur (baca pembahasan exclusive pumping).

Pastikan ibu tetap menyusui atau memerah ASI ketika payudara sedang terasa sakit. Mengistirahatkan payudara sakit justru membuat aliran ASI tidak lancar sehingga akan menyebabkan ibu semakin kesakitan. 

Komplikasi Payudara Bengkak

Biasanya engorgement tidak akan kembali setelah payudara lembut ketika pembengkakan teratasi dengan baik. Namun manajemen yang salah justru bisa menyebabkan kondisi semakin sulit, puting lecet atau bahkan mastitis akibat peradangan payudara. Payudara yang terlalu lama tidak dikeluarkan ASI-nya juga bisa mengalami engorgement. Cegah terjadinya engorgement yang berlarut-larut sebab payudara yang bengkak lebih dari 48 jam bisa menyebabkan produksi ASI sedikit.

Baca juga: Mastitis

Kapan Periksa Payudara Bengkak

Segera hubungi Konselor Menyusui untuk membantu mengatasi payudara bengkak ibu saat itu juga. Segera periksa ke dokter jika dalam 24 jam tidak membaik. Sebaiknya ibu segera periksa ke dokter jika ada salah satu hal berikut: lecet puting, mastitis, gejala makin memberat dalam 8 – 12 jam, ibu merasa sangat kesakitan, bayi kesulitan menyusu.

Awali menyusui dengan benar melancarkan pemberian ASI serta terlindungi dari komplikasi menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.