ASI

Tip Menyimpan ASI Perah

TIP MENYIMPAN ASI PERAH

ASI perah selanjutnya akan disingkat sebagai ASIP. ASI itu cairan “hidup”. Memiliki kemampuan unik bertahan di luar tubuh ibu dalam suhu lingkungan sel-sel hidup dan komponen anti-infeksi yang akan melawan pertumbuhan kuman jahat. Bukan seperti susu formula yang cepat basi. Ibu cukup cuci tangan pakai sabun hingga bersih lalu keluarkan ASI dari payudara dan simpan dalam wadah bersih tertutup rapat. Air susu ibu berkualitas siap untuk diminum bayi selama terpisah dari ibu.

Wadah ASI Perah

Wadah penyimpanan ASIP ada 2 macam yaitu:

  1. Plastik khusus ASIP: saat ini ada banyak pilihan merek.
  2. Botol: botol kaca dan botol plastik.

Pilih wadah yang aman untuk menyimpan makanan, tertutup rapat, mudah dipakai, tidak mudah rusak, tidak mudah terkontaminasi dan bersih. Wadah yang dianjurkan adalah wadah kaca dan plastik keras (polypropilene) untuk lebih menjaga kandungan nutrisi ASI. Pastikan wadah ASIP bebas bahan bisphenol A (BPA).

Screenshot_2017-05-10-21-00-59-02

Wadah ASIP ini masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Plastik ASIP lebih mudah dibawa, disimpan dan praktis namun dikhawatirkan akan rusak saat disimpan dalam freezer serta hanya sekali pakai sehingga tidak ramah lingkungan. Menurut IDAI, plastik ASIP digunakan untuk penyimpanan ASI perah yang kurang dari 72 jam (link). Pakai botol bisa digunakan berulang kali, bisa untuk pemakaian lama, namun harus dicuci hingga bersih dan lebih memakan tempat. Jangan pakai kantong plastik dan botol plastik biasa, dikhawatirkan mudah bocor sehingga rentan kontaminasi. 

Cara Mencuci Botol Wadah Penyimpanan ASIP

Gunakan bantuan sikat-botol dan wadah baskom yang hanya khusus untuk mencuci botol supaya memudahkan proses pencucian. Rendam botol dengan sabun dan air panas secukupnya dalam baskom. Kemudian cuci dengan sikat-botol hingga bersih. Bilas dengan air hangat. Ibu bisa membaca beberapa cara pencucian botol sesuai petunjuk dari produsen/pabrik. Setelah bersih segera simpan botol di tempat bersih, aman dari debu juga kotoran, dengan posisi tertelungkup sampai botol kering. Botol yang sudah dicuci bersih tidak perlu dilap, biarkan kering sendiri. Simpan botol bersih di tempat aman. Cuci bersih juga keringkan baskom dan sikat pencuci botol setiap selesai digunakan. 

Jumlah ASI dalam Satu Wadah ASIP

Idealnya volume ASI dalam 1 wadah itu sejumlah ASI yang habis sekali minum oleh bayi. Porsi 1 kali minum bervariasi, berkisar 60 – 120 mL. Ibu bisa mengamati kebiasaan bayi sehingga tidak ada ASI yang terbuang karena tidak habis terminum.

Contoh ilustrasi kisah kASIh:
Ibu Ani (25 tahun), bayi Lian (4 bulan). Ibu Ani bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Ibu menyusui Lian sampai kenyang sebelum pergi kerja. Ibu Ani memperhatikan takaran Lian biasanya minum ASIP itu sekitar 60 mL, 120 mL, 90 mL hingga beberapa kali minum dalam sehari. Maka ibu Ani akan menyiapkan ASIP dalam botol dengan takaran 30 mL dan 60 mL. ASIP 60 mL+30 mL untuk menyediakan takaran 90 mL, ASIP 60 mL+60 mL bisa untuk 120 mL. Jumlah takaran ini jarang terbuang juga lebih cepat disiapkan sehingga bayi tidak ngambek saat terlalu lama menunggu. Pada jam 4 sore jika Lian lapar maka pengasuh akan memberikan ASIP 30 mL sebab ibu Ani sudah sampai di rumah jam 5 sore. Pulang ke rumah ibu Ani akan fokus memprioritaskan menyusui Lian secara langsung sembari beristirahat. Ilustrasi ini hanya contoh, kondisi bayi mungkin berbeda sehingga sesuaikan dengan situasi ibu sendiri.

Beri label keterangan dalam tiap botol berisi:

  • Nama ibu dan nama bayi
  • Tanggal pemerahan
  • Jam pemerahan

Tabel Penyimpanan ASI Perah

Tabel Penyimpanan ASI Perah

Keterangan tabel: kulkas refrigerator ini maksudnya kulkas bagian lemari pendingin, sementara freezer merupakan bagian lemari pembeku.

Mengingat ancaman stunting yang luar biasa besar di Indonesia (link, link), maka para ahli laktasi merekomendasikan pemberian ASI perah terbaru. Last in, first out (LIFO). Saya pribadi juga merekomendasikan pemberian ASIP hasil pemerahan terbaru. ASI ini cairan hidup, kalori dan nutrisinya makin bertambah dengan pertambahan umur bayi. Nutrisi juga kalori ASIP di bulan pertama sudah berbeda dengan bulan ke-4, 7 atau 18. Tujuan LIFO memang untuk memaksimalkan pemanfaatan nutrisi juga kalori dalam ASI sebab kandungannya semakin bertambah dengan pertambahan umur bayi (link). Proses penyimpanan terlalu lama di freezer juga mempengaruhi kandungan nutrisi ASIP, meski tentu saja secara umum tetap kualitas ASIP lebih baik dibanding susu formula.

Habiskan ASIP segar yang baru diperah terlebih dahulu, sementara ASIP beku digunakan sebagai cadangan saat ASIP segar habis. Teknik LIFO memotivasi ibu tetap rajin memerah di kantor. Rutin memerah ASI juga akan membuat payudara terjaga sehat, produksi ASI lancar, sukses menyusui serta berpengaruh positif bagi kesehatan organ reproduksi ibu.

Simpan ASIP di insulated cooler bag berisi ice packs atau kulkas refrigerator saat ibu di kantor. Pulang ke rumah masukkan ASIP ke kulkas refrigerator. ASIP oleh-oleh hari Selasa akan diminum bayi di hari Rabu. ASIP oleh-oleh hari Rabu akan diminum bayi di hari Kamis, ASIP hari Selasa sebagai cadangan. ASIP oleh-oleh hari Kamis akan diminum bayi di hari Jumat, ASIP hari Rabu sebagai cadangan. ASIP di kulkas idealnya bisa 3 – 4 hari, setelah itu pindahkan ke freezer (umur penyimpanan menyesuaikan freezer yang ibu miliki), lihat tabel di atas.  

ASIP segar tidak boleh dicampurkan dengan ASIP beku. ASIP segar hasil pemerahan hari yang sama boleh disatukan dalam 1 wadah hanya jika suhunya telah sama, dinginkan dulu ASIP dalam wadah terpisah kemudian setelah bersuhu sama baru digabung. ASIP yang sudah mencair total harus segera digunakan dalam 24 jam, tidak boleh dibekukan ulang. ASIP sisa yang sudah terkena air liur bayi sebaiknya segera dihabiskan dalam waktu 1 jam, tidak direkomendasikan untuk disimpan lagi sehingga harus dibuang. Oleh sebab itu simpan ASIP dalam jumlah sekali minum.

Baca juga:

Tanda kecukupan asupan ASI Eksklusif

Tip Menyimpan ASI Perah

Langkah menyimpan ASI perah :

  1. Cuci tangan ibu hingga bersih memakai sabun dengan dibilas air mengalir.
  2. Tuang ASIP ke dalam wadah yang sudah ibu persiapkan sesuai takaran sekali bayi minum.
  3. Botol jangan diisi terlalu penuh sebab risiko tumpah atau pecah saat disimpan.
  4. Berikan identitas pada label botol: nama ibu dan bayi, tanggal dan jam perah.
  5. Simpan ASIP dalam wadah aman yang sudah diberi es (cooler bag, termos es)
  6. Segera pindahkan wadah ASIP ke kulkas refrigerator.
  7. Atur posisi wadah ASIP dimana ASIP paling baru terletak paling depan supaya mudah diambil untuk terlebih dahulu dihabiskan.
  8. Wadah ASIP juga bisa disimpan di kotak plastik besar tertutup rapat untuk berjaga-jaga supaya tidak terkontaminasi makanan lain. 

Informasi ini ditujukan bagi ibu yang menyimpan ASIP untuk bayi sehat cukup bulan. Jika bayi sakit atau lahir prematur maka konsultasikan lebih lanjut bersama dokter yang merawatnya.

Baca juga artikel berikut:

Niat ibu untuk tetap meneruskan menyusui bayi ketika kembali bekerja merupakan sebuah niat mulia.

Supaya tidak terbebani, anggap rutinitas menyusui sebagai bagian aktivitas harian biasa. Aktivitas harian normal yang memang harus ibu jalani sehari-hari. Ada kalanya ibu lelah juga bosan. Ingin menyerah kalah. Luruskan kembali niat utama, saat menyusui menjadi pilihan hidup. Lihat kembali perjuangan sejak awal memulai perjalanan ini. Bergabung dengan kelompok pendukung ASI dan ibu menyusui akan meringankan perjalanan. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Ibu tidak sendiri.

Hari demi hari memang terkadang berjalan begitu lambat, namun waktu berlari cepat hingga tak terasa berlalu begitu saja. Masa-masa ini akan menjadi kenangan indah. Lakukan pilihan terbaik yang paling sanggup untuk ibu jalani…..

Baca juga:

Hak menyusui ibu bekerja dilindungi oleh Negara

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.