ASI

Tip Memerah ASI

TIP MEMERAH ASI

Tip Memerah ASI Untuk Ibu Bekerja

Tips memerah di tempat kerja supaya mudah maka gunakan pakaian mudah untuk memerah ASI. Jangan lupa bawa perlengkapan seperti apron, buku bacaan, camilan atau apapun untuk mendukung kenyamanan ibu. Buat rutinitas memerah yang sama setiap waktu supaya mudah terjadi Let-Down Reflex (LDR).

Tip memerah ASI:

  • Lakukan frekuensi memerah secara teratur, setiap 2 – 3 jam
  • Hangatkan payudara
  • Pijat lembut payudara
  • Lakukan teknik relaksasi: Melihat foto, video atau mencium aroma selimut/baju bayi. Mendengarkan musik, membaca buku favorit, mengobrol menyenangkan bersama sesama ibu menyusui di ruang laktasi. 
  • Jaga kesehatan: makan, minum dan istirahat cukup

Perah Payudara Menggunakan Tangan

Semua ibu harus bisa memerah payudara pakai tangan dengan benar saat pulang dari fasilitas kesehatan pasca melahirkan bayi. Minta ajari memerah ASI oleh konselor menyusui dan tenaga kesehatan berkompeten.

Baca juga:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan

Cara memerah ASI pakai tangan:

  1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih setiap sebelum mulai memerah.
  2. Tidak perlu membersihkan payudara sebelum memerah. Ibu menyusui hindari pakai krim, lotion, dll yang tidak perlu di area payudara.
  3. Ciptakan rutinitas pemerahan supaya tubuh ibu terkondisikan untuk lebih cepat beradaptasi serta memudahkan pemancingan refleks oksitosin. Ambil posisi yang nyaman, ibu dapat berdiri atau duduk.
  4. Letakkan ibu jari di atas puting atau di bawah areola. Posisi jari telunjuk berada di bawah puting atau areola, dan berseberangan dengan ibu jari. Sangga dan pegang payudara dengan jari-jari yang lain.
  • Posisi ibu jari dan dua jari di sekitar areola.
  • Ukuran areola para ibu bervariasi. Ibu tempatkan jari dimana bisa teraba banyak benjolan-benjolan kecil di sekitar areola, disitulah kemungkinan alveoli tempat ASI berada.
  • Tempatkan ibu jari di atas puting arah jam 12 dan jari-jari di bawah puting arah jam 6 sehingga membentuk huruf “C” seperti gambar di atas.  Ganti posisi dengan memutari puting dengan posisi ibu jari dan jari telunjuk senantiasa berseberangan.

Memerah ASI

5. Dorong payudara lurus ke belakang ke arah dinding dada. Lakukan gerakan memerah seperti berikut:

Tekan ibu jari dengan gerakan lembut ke arah depan-bawah seperti saat melakukan pengambilan cap jempol. Jika ASI tidak keluar, ibu dapat memposisikan kembali jempol dan jarinya lebih dekat dengan puting atau menjauh hingga dapat mengalirkan ASI. Kemudian tekan dan lepas payudara seperti sebelumnya. Menekan dan melepas-tekanan payudara dari segala arah mengelilingi payudara, tetap pertahankan jaraknya dari puting. Memerah dari satu payudara hingga aliran ASI-nya melambat dan ASI hanya menetes. Lalu memerah payudara yang lain hingga aliran hanya menetes lagi. Langkah ini diulang-ulang bergantian kedua payudara hingga waktu memerah sekitar 20 – 30 menit. Ibu berhenti memerah setelah kedua payudara tidak keluar ASI. Simpan ASIP dengan baik. 

Tip memerah ASI

Hindari memeras puting karena posisi ini akan menutup saluran besar tempat keluarnya ASI sehingga justru akan menghambat aliran ASI. Hindari juga meluncurkan jari-jari pada payudara karena regangan yang ditimbulkan bisa melukai jaringan payudara dan membuat lecet kulit.

Saat ibu merasa aliran ASI mulai sedikit, ibu bisa melakukan gerakan pemijatan payudara di atas. Pemijatan payudara juga bisa dilakukan secara simultan dengan gerakan memerah ASI. Waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI dengan tangan untuk bisa menggantikan satu waktu penyusuan langsung-bayi kira-kira sekitar 15 menit pada setiap payudara (20-30 menit).

Lihat video memerah ASI disini:

Cara Memerah Kolostrum

Tip Memompa ASI

Memompa ASI memang tampaknya mudah bagi ibu. Ada banyak pilihan pompa dengan corong tunggal atau ganda, tipe manual atau memakai listrik (batre maupun colokan Pastikan ukuran corong sedikit lebih besar dibandingkan ukuran puting namun juga jangan terlalu besar. Ukuran corong yang tepat memudahkan puting bergerak dengan nyaman saat dipompa. Ibu disarankan membeli pompa baru jangan pakai pompa bekas atau sewaan sebab dikhawatirkan kondisinya sudah tidak baik dan bahaya risiko kontaminasi. Ibu beli pompa ASI untuk pribadi.

Tips langkah memompa ASI di kantor:

  • Pastikan pompa, wadah dan semua bagian alat yang nanti bersentuhan dengan ASI dalam kondisi bersih.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Jika tidak memungkinkan ibu bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer.
  • Ciptakan rutinitas untuk memompa supaya makin memudahkan pemancingan refleks oksitosin. 
  • Pijat payudara sebentar.
  • Pastikan puting berada tepat di tengah lubang, jangan menempel dinding pompa. Mulai dengan kekuatan yang minimal dan dinaikkan bertahap kemudian sesuaikan dengan cara bayi menghisap. 
  • Memompa kedua payudara sekaligus di waktu yang bersamaan akan bisa menghasilkan lebih banyak ASIP.
  • Akhiri kegiatan dengan memerah menggunakan tangan hingga ASI tidak keluar.
  • Simpan ASIP dalam wadah yang aman dan tertutup rapat kemudian taruh di tempat yang bersih, aman dan paling sejuk yang bisa ibu temukan.
  • Bersihkan pompa setiap kali selesai digunakan sesuai petunjuk pemakaian dari produsen/pabrik. Simpan pompa di wadah bersih dan tertutup rapat. Pada tahun 2017 CDC (link) dan pada tahun 2018 FDA (link) merekomendasikan untuk membersihkan pompa ASI setiap kali selesai digunakan (jangan lupa juga di negara maju air bersih dari kran sudah banyak yang siap minum). 
  • Rawat dan gunakan pompa sesuai petunjuk pemakaian dari produsen/pabrik.

Tip memilih pompa ASI:

  1. Gunakan pompa baru milik ibu pribadi, jangan pompa bekas.
  2. Pilih pompa dengan ukuran lingkaran dasar sungkup cocok dengan ukuran puting: lingkaran dasar sungkup berada di luar puting, namun juga tidak terlalu lebar. Puting ibu harus bisa nyaman bergerak maju-mundur saat gerakan pemompaan ASI.
  3. Pompa harus mudah dibersihkan setiap bagian yang bersentuhan dengan ASI. 
  4. Pilih pompa dengan kekuatan hisap yang bisa diatur sesuai kenyamanan ibu.
  5. Pompa elektrik akan lebih mudah dibandingkan pompa manual, pompa ganda lebih mudah dibanding pompa tunggal.
  6. Pilih merek yang mudah ditemukan suku cadang, juga menyediakan servis pasca pembelian responsif.

Jangan hanya mengandalkan pompa ASI!

Banyak ibu bekerja pesimis tidak mampu meneruskan menyusui sebab tidak punya pompa ASI. Disisi lain, banyak para ibu menyusui hanya fokus dengan belanja pompa. Bahkan ada yang pakai pompa bekas dan pompa sewaan. Tidak direkomendasikan memakai pompa bekas milik ibu lain. Pompa bekas rentan kontaminasi kuman penyebab penyakit. Pompa bekas juga kondisi onderdil serta kinerja tidak sebaik pompa baru. 

Semua ibu menyusui harus bisa memerah ASI pakai tangan meski punya pompa ASI berkualitas prima.

Ibu disarankan memerah tangan setiap kali selesai memompa payudara. Sebenarnya pemakaian pompa ASI itu jauh lebih repot, terutama untuk di Indonesia. Ketersediaan fasilitas air bersih aman diminum untuk membersihkan pompa setiap kali selesai sesi pemompaan masih sangat terbatas, listrik juga sering tidak tersedia (sering mati lampu). Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, air bersih siap minum dan air panas mudah sekali terjangkau. Saya tinggal buka kran sudah dapat air panas dan air minum saat di Canberra. Jika fasilitas kebersihan dan listrik tidak menjadi masalah, tetap saja ada risiko pompa ASI bisa ketinggalan. 

Kesuksesan manajemen menyusui pada ibu bekerja tidak ditentukan oleh pompa ASI. Ibu tidak perlu sedih jika tidak mampu beli pompa ASI. Ibu punya “pompa ASI” terbaik di dunia: TANGAN.

1542673036818

Sumber gambar instagram @sacredbirthdoula

Keutamaan memerah tangan:

  • Mudah terjangkau oleh para ibu
  • Mudah dibawa
  • Mudah dibersihkan
  • Mudah digunakan
  • Mudah memancing refleks pancaran ASI
  • Tangan tidak akan ketinggalan meskipun ibu tergesa-gesa pergi
  • Bisa digunakan kapan saja meski dalam kondisi darurat
  • Kandungan protein ASI lebih tinggi dibanding pompa manual, kandungan lemak/lipid ASI lebih tinggi dibanding pompa ASI (link).

Jadi jangan pesimis seandainya ibu tidak bisa membeli pompa ASI. Memerah tangan juga bisa menghasilkan ASIP berkualitas. Lihat indahnya pancaran ASI saat diperah dengan tangan. Ibu cukup mempelajari tata cara memerah tangan dengan benar. Pada awalnya butuh waktu untuk terbiasa, namun setelah terbiasa ibu bisa memerah ASI secara efisien. Bisa memerah kapan saja, dimana saja. Kekuatan tangan mudah disesuaikan dengan kenyamanan ibu. Bahkan, semua ibu menyusui harus bisa memerah ASI dengan benar saat pulang dari rumah sakit/faskes pasca bersalin demi menunjang kesuksesan menyusui secara berkelanjutan.

Baca juga:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan

Dukungan tempat kerja www.duniasehat.net

Saat di rumah utamakan untuk menyusui bayi secara langsung dan beristirahat. Jika memang terpaksa maka ibu bisa ekstra memerah ASI sambil menyusui bayi, setelah bayi selesai menyusu atau diantara waktu menyusui. Tambah satu atau dua kali sesi pemerahan jika ibu sempat, misalnya saat dini hari ketika kondisi payudara sedang “penuh” atau sambil menemani bayi bermain. Utamakan menyusui langsung saat bersama bayi.

Baca juga artikel berikut:

Niat ibu untuk tetap meneruskan menyusui bayi ketika kembali bekerja merupakan sebuah niat mulia.

Supaya tidak terbebani, anggap rutinitas menyusui sebagai bagian aktivitas harian biasa. Aktivitas harian normal yang memang harus ibu jalani sehari-hari. Ada kalanya ibu lelah juga bosan. Ingin menyerah kalah. Luruskan kembali niat utama, saat menyusui menjadi pilihan hidup. Lihat kembali perjuangan sejak awal memulai perjalanan ini. Bergabung dengan kelompok pendukung ASI dan ibu menyusui akan meringankan perjalanan. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Ibu tidak sendiri.

Hari demi hari memang terkadang berjalan begitu lambat, namun waktu berlari cepat hingga tak terasa berlalu begitu saja. Masa-masa ini akan menjadi kenangan indah. Lakukan pilihan terbaik yang paling sanggup untuk ibu jalani…..

Baca juga:

Hak menyusui ibu bekerja dilindungi oleh Negara

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.