ASI

Rumah Sakit Pro-ASI

Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan

Menyusui memang alamiah namun juga perilaku yang harus dipelajari. Proses persalinan merupakan masa kritis namun juga memiliki potensi luar biasa bagi kehidupan manusia. Kelahiran seorang manusia-baru juga ibu-baru. Detik-detik pasca persalinan kondisi ibu juga bayi masih lemah sehingga sangat butuh bantuan orang lain di sekitarnya. Ibu butuh dukungan dari banyak pihak supaya sukses menyusui. Tenaga kesehatan serta kehadiran rumah sakit “pro-ASI” sangat penting. 

1542557176208

Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan itu bukanlah musuh. Jadikan tenaga kesehatan sebagai mitra sejajar dalam menjaga kesehatan diri juga keluarga. Jalin hubungan komunikasi terapeutik yang efektif. Konsumen kesehatan sebagai mitra sejajar bisa berdiskusi dua arah secara positif bersama tenaga kesehatan. Proaktif terbuka berdiskusi, tidak pasrah, namun tetap sopan. Dukungan tenaga kesehatan sangat penting bagi keberhasilan menyusui.

Cari dan pilihlah tenaga kesehatan yang:

  1. Melakukan pemeriksaan sesuai kondisi pasien
  2. Komunikatif efektif, bersedia memberikan penjelasan, terbuka berdiskusi
  3. Berkompeten melakukan praktek pelayanan kesehatan rasional berbasis bukti sesuai pedoman ilmiah terkini
  4. Memberikan dukungan pada pemberian ASI dan pemberian makan berkelanjutan sesuai rekomendasi WHO
  5. Melakukan rujukan dengan tepat jika diperlukan 

1541994145904

Baca juga:

Tip menjadi konsumen kesehatan cerdas

Rumah Sakit Sayang Bayi

Pada tahun 1991 telah dicanangkan Gerakan Rumah Sakit Sayang Bayi pada pertemuan asosiasi dokter anak internasional di Ankara, Turki. Rumah sakit sayang bayi bisa dikenali dengan ciri khasnya mengadopsi 10 Langkah Menuju Kesuksesan Menyusui (LMKM)

Berikut 10 poin LMKM:

  1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) membuat kebijakan tentang menyusui Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas;
  2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut
  3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui
  4. Membantu ibu melakukan inisiasi menyusu dini.
  5. Membantu ibu cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis
  6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir
  7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari
  8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan lama dan frekuensi menyusui
  9. Tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang diberi ASI
  10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit/rumah bersalin/sarana pelayanan kesehatan.

Pada masa kehamilan biasanya suami-istri akan mencari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang bersedia bekerja sama memfasilitasi rencana persalinan. Jangan lupa juga sempatkan mencari dokter anak yang mendukung proses pemberian makan berkelanjutan sesuai rekomendasi WHO.

Jika pilihan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan terbatas maka bisa coba memilih fasilitas kesehatan milik pemerintah. Beberapa Puskesmas dan RS milik Pemerintah sudah memiliki Konselor Menyusui dan juga Poli Laktasi (link, link). Tentu saja harus tetap proaktif memberdayakan diri dan keluarga menjadi konsumen kesehatan cerdas. Sampaikan dengan jelas keinginan ibu untuk memberikan ASI supaya dibantu oleh tenaga kesehatan, tentunya sesuai kondisi kesehatan.

Pasien sebagai konsumen punya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak. ASI menjadi hak bayi dan menyusui menjadi hak ibu. Gunakan hak tersebut dengan baik. 

Baca juga:

ASI Hak Anak

Pemberian ASI dilindungi oleh Negara

Jalin komunikasi efektif dilandasi dengan rasa saling percaya dan saling menghormati bersama tenaga kesehatan. Ketahui dasar cara berpikir ilmiah sehingga bisa mencari tahu sumber bacaan akurat. Tanya ke dokter apabila ada hal yang belum dimengerti, ikuti instruksi dokter dan kembali ke dokter jika mengalami keluhan gejala lebih lanjut (atau sesuai kesepakatan waktu kontrol ulang).

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.