Kesehatan Umum

Gaya Hidup Bersih dan Sehat

GAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri untuk menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat untuk menjaga, melindungi dan meningkatkan kesehatan (link). 

Pada era modern ini, Indonesia memiliki tripple burden of disease (link):

  1. Beban penyakit menular
  2. Beban penyakit tidak menular
  3. Munculnya kembali penyakit-penyakit yang dulu pernah hilang

Terdapat 4 pilar kesehatan: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Sehat itu tidak sakit. Sehat tidak berarti sembuh, namun juga bisa dalam kondisi punya sakit kronis tetapi tetap mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari tanpa keluhan. Paradigma sehat harus diubah dari mengobati menjadi mencegah penyakit sebelum terjangkit, mencegah keparahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup manusia. 

Pemerintah mencanangkan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat.

Penanda status kesehatan keluarga, yaitu

  1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB);
  2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan; 
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; 
  4. Bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif; 
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan; 
  6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar; 
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur; 
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan; 
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok; 
  10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); 
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih; 
  12. Keluarga menggunakan jamban sehat.

Selain Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, pemerintah juga mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

GERMAS bertujuan agar masyarakat berperilaku sehat. Kondisi sehat akan meningkatkan produktivitas masyarakat. GERMAS dilakukan dengan kegiatan: Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, Mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan dan Menggunakan jamban.

Penyakit Menular

Penyakit menular biasanya disebabkan oleh kuman penyebab infeksi. Kuman mikroba ada sangat banyak di dunia ini, namun biasanya tidak berbahaya bagi manusia. Hanya sedikit kuman yang bisa menimbulkan penyakit. Terdapat 4 kelompok kuman penyebab penyakit yaitu virus, bakteri, fungi dan parasit. Penyakit infeksi menyebabkan 1 dari 4 kematian di dunia ini (link).

Proses penularan penyakit bisa terjadi melalui:

  1. Kontak langsung penderita contohnya melalui mekanisme bersentuhan, berciuman, bersin, batuk atau melalui hubungan seksual. Ibu hamil bisa menularkan beberapa kuman penyakit pada janin di rahimnya.
  2. Kontak tidak langsung contohnya pegang benda yang terkontaminasi. Misal pegang knop pintu yang sebelumnya dipegang penderita.
  3. Hewan perantara melalui gigitan hewan atau serangga
  4. Tanah, air dan makanan yang tercemar

Gejala penyakit infeksi bervariasi tergantung pada jenis kuman, kondisi penderita dan interaksi sistem imunitas. Beberapa penyakit gejalanya ringan sehingga bisa sembuh sendiri, namun ada pula yang gejalanya sangat berat hingga terjadi kecacatan fatal atau kematian.

Cara mencegah penyakit infeksi dengan:

  • Melakukan vaksinasi memakai vaksin yang terbukti secara ilmiah mencegah penyakit spesifik.
  • Cuci tangan pakai sabun.
  • Perhatikan keamanan pangan.
  • Hindari kontak dengan hewan liar.
  • Gunakan jamban. Jangan buang air (BAB, BAK) sembarangan
  • Lakukan hubungan seksual dengan aman.
  • Jangan berbagi memakai barang pribadi seperti sikat gigi, pisau cukur, handuk, sisir, dll.

1542894573485

 

Penyakit Tidak Menular

Angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat. Proporsi angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) menunjukkan peningkatan tajam dari 41,7% di tahun 1995 menjadi 59,5% di tahun 2007. Penyakit tidak menular ini meliputi penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes dan penyakit pernapasan kronis. Penyakit tidak menular menyebabkan 60% kematian di dunia ini, diperkirakan sekitar 38 juta kematian tiap tahun, dimana 16 juta merupakan kematian dini (link).

Mengenal faktor risiko sangat penting supaya kita bisa menjaga kesehatan. Faktor risiko adalah segala macam sifat, watak karakteristik juga paparan yang bisa meningkatkan kemungkinan kita menjadi sakit atau terluka. Faktor risiko dibagi menjadi dua yaitu bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol. Faktor risiko yang tidak bisa kita kontrol meliputi riwayat penyakit dalam keluarga, jenis kelamin, ras, umur dan kondisi kesehatan yang sudah terlanjur dimiliki.

Faktor risiko yang bisa kita kontrol antara lain:

  • Pola makan dan pilihan makanan
  • Aktivitas fisik harian
  • Pemakaian rokok, alkohol dan NARKOBA
  • Memakai alat pengamanan saat beraktivitas: pakai sabuk pengaman, pakai alat pengaman di tempat kerja
  • Hubungan seksual 

Faktor risiko penyakit tidak menular antara lain pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, polusi udara, usia dan genetik. Faktor risiko intermediet yaitu meningkatnya gula darah, hipertensi, kadar lemak darah tidak normal, kegemukan dan obesitas. Ada juga faktor risiko sosial seperti globalisasi, urbanisasi, penduduk usia lanjut dan kondisi sosial lainnya. 

Sebuah penyakit bisa dipengaruhi oleh warisan genetik dalam sebuah keluarga. Gen akan mengatur reaksi kimiawi dalam tubuh. Orang yang memiliki gen ini juga akan mengalami reaksi kimiawi di tubuhnya sehingga risiko mengalami penyakit jadi lebih tinggi. Contohnya ada orang mewarisi gen yang mencegah terbentuknya jendalan darah pada penyakit hemophilia. Namun demikian orang yang memiliki gen ini belum tentu akan sakit. Sayangnya belum diketahui lebih lanjut apa saja yang mempengaruhi secara pasti peningkatan atau penurunan aktivitas gen tersebut. Kita hanya bisa mencoba untuk melakukan deteksi dini, memantau serta mengusahakan gaya hidup sehat sebagai upaya terbaik mencegah sakit.

 

Cara mencegah penyakit tidak menular:

  • Kenali dan kurangi faktor risiko 

  • Gaya hidup sehat 

Semakin banyak faktor risiko penyakit akan mempercepat pelemahan tubuh sebab kemungkinan timbulnya penyakit atau kematian dini semakin besar. Semakin sedikit faktor risiko penyakit yang dimiliki maka kemungkinan hidup sehat menjadi semakin besar. Pada orang dengan gen diabetes tetapi gaya hidupnya sehat maka risiko untuk muncul penyakit diabetes akan lebih kecil. Pada orang tanpa gen diabetes tetapi pola makan tidak baik, berat badannya obesitas, tidak pernah olahraga, perokok berat, juga mengalami ketergantungan alkohol maka kemungkinan mengalami sakit diabetes akan makin besar. Melakukan aksi CERDIK bisa membantu mengendalikan penyakit tidak menular.

Aksi CERDIK, yaitu

  • C = Cek kesehatan secara berkala
  • E = Enyahkan asap rokok
  • R = Rajin aktivitas fisik
  • D = Diet sehat dengan kalori serta asupan gizi seimbang
  • I = Istirahat cukup
  • K = Kelola stress

1542895574101

Manusia memiliki peran aktif membuat pilihan sehat dalam hidupnya. Jaga tubuhmu sebab tubuh ini menjadi satu-satunya rumah bagi ruhmu selama hidup di dunia.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.