ASI

ASI Eksklusif

ASI EKSKLUSIF

Sekitar 280 hari di dalam rahim ibu yang nyaman, janin mendapatkan nutrisi aman berkualitas tanpa bersusah payah sebab ada plasenta melayaninya selama 24 jam penuh.

Bayi kemudian keluar dari alam rahim untuk memasuki alam semesta. Dunia ini tempat asing baginya. Dunia ini membuatnya merasakan lapar, haus, takut, kadang sangat terang, kadang riuh – kadang sepi, kadang panas – kadang dingin dan juga rasa risih kotor akibat tinja atau urinnya sendiri! Semua rasa untuk pertama kalinya dalam kehidupan bayi. Terbayang kan rasanya jadi bayi baru lahir?

1541992811597

 

Bayi butuh ibunya. Allah Memberikan rejeki pada tubuh ibu yang telah mengandungnya fasilitas paling berkualitas untuk memberi makanan dengan nutrisi bioaktif, memberikan minuman higienis, memberikan kehangatan saat bayi  kedinginan juga menyejukkan saat bayi kepanasan. Mendapatkan respons atas kebutuhan dasarnya untuk makan, minum, penerimaan, keamanan, kenyamanan, cinta kasih sayang yang semuanya menyehatkan ini akan menumbuhkan bayi sebagai sosok manusia positif. Dia akan makin siap menjelajahi petualangan kehidupan di muka bumi saat dewasa kelak.

Hingga masa itu tiba, inilah trimester keempat dalam kehamilan yang harus ibu bersama bayi jalani. Bayi butuh adaptasi untuk menerima makanan-minuman lain di muka bumi sehingga payudara ibu bertugas mengawal proses tersebut. Bayi masa kini terlahir dengan kebutuhan dasar sama dengan bayi di jaman dulu. Menyusui memberikan bayi kebutuhan dasar atas makanan terbaik juga rasa aman nyaman dalam dekapan hangat ibu. Menyusui tidak sekedar memberi bayi makan, namun juga komponen penting dalam fungsi reproduksi manusia.

Baca juga proses produksi ASI:

ASI “The Golden Liquid”

Tentang ASI Eksklusif

ASI menjadi pilihan pertama dan makanan utama bagi bayi. World Health Organization (WHO) pada tahun 2001 merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan atau 180 hari pertama usia anak, kemudian setelah umur 6 bulan diikuti pemberian makanan pendamping ASI bergizi dengan tetap meneruskan menyusui setidaknya hingga anak berusia 2 tahun atau lebih. World Health Assembly (WHA) menyatakan bahwa ASI merupakan hak bayi. 

Rekomendasi WHO dan UNICEF untuk menjaga pemantaban menyusui eksklusif selama 6 bulan sebagai berikut ini:

  • Inisiasi menyusui dalam 1 jam kelahiran bayi
  • Menyusui secara eksklusif dimana bayi umur 0 – 6 bulan hanya mendapat ASI saja tanpa penambahan makanan atau minuman lain, termasuk pemberian air tambahan
  • Menyusui tanpa dibatasi mengikuti kemauan bayi, baik pagi maupun malam hari
  • Tidak memakai botol dot atau kempeng

Pemberian obat, cairan rehidrasi oral, suplemen dan vitamin sesuai  indikasi kesehatan tidak merusak status ASI eksklusif.

ASI merupakan makanan alami pertama juga menjadi standard baku emas pemberian makan bagi bayi. Menyediakan semua energi juga nutrisi yang dibutuhkan pada enam bulan pertama kehidupan, memenuhi separuh kebutuhan di akhir tengah tahun pertama dan memenuhi hingga sepertiga kebutuhan di tahun kedua usia anak. Pada usia bayi 6 bulan diberikan MPASI bernutrisi adekuat dengan tetap direkomendasikan ibu menyusui hingga setidaknya umur anak 2 tahun.

Undang-Undang Kesehatan Indonesia juga menyatakan bahwa barangsiapa dengan sengaja menghalangi ibu memberikan ASI untuk anaknya maka akan mendapat hukuman. 

Baca juga:

Peraturan-Peraturan Seputar Pemberian ASI di Indonesia

 

Pemberian ASI telah menyukseskan Millenium Development Goals, kini saatnya kita melanjutkan pemberian makan bayi dan anak secara berkelanjutan sesuai amanah Sustainable Development Goals.

1542773328748

Sumber gambar instagram @lalecheleagueusa

Menyusui bantu perkembangan sensorik dan kognitif serta melindungi dari serangan penyakit infeksi juga mengurangi risiko penyakit kronis. Proses menyusui dengan nutrisi bioaktif unik dalam ASI berpartisipasi dalam  serangkaian proses fisiologis pengaturan keseimbangan energi sehingga mampu menurunkan risiko penyakit kronis di masa depan.  Bayi ASI lebih terlindungi dari kematian akibat penyakit diare atau pneumonia, dan cepat pulih ketika sakit. Menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan ibu, perencanaan keluarga sejahtera serta proses makan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. 

Baca juga manfaat ASI:

ASI “The Golden Liquid”

Lakukan praktek pola menyusui responsif untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ibu proaktif merespons sesuai kondisi bayi. Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan supaya menyusui berjalan lancar (link)

Breastfeeding is a natural ‘safety net’ against the worst effects of poverty … Exclusive breastfeeding goes a long way toward cancelling out the health difference between being born into poverty and being born into affluence … It is almost as if breastfeeding takes the infant out of poverty for those first few months in order to give the child a fairer start in life and compensate for the injustice of the world into which it was born.

JAMES P. GRANT, EXECUTIVE DIRECTOR OF UNICEF (1980-1995)

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.