ASI

10 Tip Berhasil Menyusui

10 Tip Berhasil Menyusui

Air Susu Ibu selanjutnya disingkat sebagai ASI. ASI merupakan cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif).

Banyak ahli menjuluki ASI sebagai “liquid gold” karena menjadi makanan terbaik sekaligus mampu beri perlindungan istimewa bagi bayi.

ASI memang luar biasa!

Dulu ASI ditinggalkan, akibatnya dunia kewalahan menghadapi beban kesehatan juga sosial ekonomi yang tidak sedikit. Pemberian ASI eksklusif dan MPASI adekuat mampu mengurangi kematian balita hingga 20%. Segera menyusui dalam waktu satu jam bisa mencegah 1 dari 5 kematian anak (link). The Lancet Breastfeeding Series menunjukkan bahwa perbaikan menyusui mampu mecegah 820.000 kematian anak serta menghemat setidaknya 300 milyar dollar setiap tahun (link). 

Penelitian terkait menyusui saat ini semakin maju, tidak hanya di sektor kesehatan masyarakat namun juga ranah biomolekuler dan genetika (link, link). 

ASI menjadi pilihan pertama dan makanan utama bagi bayi. World Health Organization (WHO) pada tahun 2001 merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan atau 180 hari pertama usia anak, kemudian setelah umur 6 bulan diikuti pemberian makanan pendamping ASI secara adekuat dengan tetap meneruskan menyusui setidaknya hingga anak berusia 2 tahun atau lebih. 

Rekomendasi WHO dan UNICEF untuk menjaga pemantaban menyusui eksklusif selama 6 bulan sebagai berikut:

  • Inisiasi menyusui dalam 1 jam kelahiran bayi
  • Menyusui secara eksklusif dimana bayi umur 0 – 6 bulan hanya mendapat ASI saja tanpa penambahan makanan atau minuman lain, termasuk pemberian air tambahan
  • Menyusui tanpa dibatasi mengikuti kemauan bayi, baik pagi maupun malam hari
  • Tidak memakai botol dot atau kempeng

 

ASI merupakan makanan dan minuman alami dalam satu paket komplit dengan kandungan air higienis, nutrisi makro (protein, lemak, karbohidrat), nutrisi mikro multivitamin serta mineral, sekaligus juga mensuplai faktor kekebalan tubuh, hormon serta stem cells. Susu paling mudah dicerna serta digunakan secara efisien menunjang tumbuh kembang bayi secara optimal sebab terdapat enzim pencerna makanan dalam ASI. Proses pemberian makan bayi dan anak secara berkelanjutan penting untuk memaksimalkan manfaat ASI.

Komposisi ASI tepat sesuai kebutuhan bayi. ASI ibu dari bayi prematur berbeda dengan ASI ibu dari bayi lahir cukup bulan. Komposisi ASI senantiasa berubah pada setiap penyusuan di pagi, siang dan malam hari. Komposisi ASI juga berubah dengan bertambahnya usia bayi. ASI memenuhi seluruh kebutuhan bayi di 6 bulan pertama kehidupan, separuh kebutuhan bayi di pertengahan akhir tahun pertamanya dan sepertiga kebutuhan anak di tahun keduanya. Saat bayi berumur 6 bulan ditambahkan pemberian MPASI tepat berkualitas, adekuat, bergizi  seimbang dengan ibu tetap disarankan meneruskan menyusui hingga setidaknya anak umur 2 tahun (link).

Sayang hanya 1 dari 3 bayi yang lahir di dunia bisa mendapatkan ASI eksklusif, angka ini tidak bertambah selama 2 dekade. Hampir sekitar 5 juta bayi baru lahir setiap tahunnya di Indonesia. Para ibu disini sebagian besar masih memilih untuk menyusui (96%), namun sayang sekitar 6 dari 10 bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif (link).

Keberhasilan menyusui butuh dua hal, yaitu persistensi dan dukungan untuk menyusui. Persistensi dicapai ketika ibu memang memiliki niat kuat, kepercayaan diri dan pengetahuan relevan terkait informasi pemberian makan bayi.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Ibu butuh dukungan dari berbagai pihak untuk sukses menyusui. Dukungan menyusui dari suami, keluarga, kerabat, tenaga kesehatan, teman, alim ulama, media, rekan kerja dan pemerintah sangat berharga.

Ibu butuh bantuan praktis dari lingkungan sekitar, terutama di awal proses belajar menyusui saat kondisi ibu nifas sangat rentan secara fisik maupun psikologis.

 

ASI merupakan pondasi nutrisi terbaik bagi anak dalam proses pemberian makan berkelanjutan. Menyusui sebagai langkah pertama terbaik dalam pengasuhan. Menyusui, sebuah proses pemberian makan bayi secara alami, juga merupakan ketrampilan hidup yang harus dipelajari. Lakukan awalan menyusui dengan baik supaya lancar seterusnya. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Berikut 10 tip untuk memulai awalan menyusui terbaik:

  1. Menyusui segera setelah bayi lahir (link)
  2. Memulai menyusui dengan benar (link)
  3. Berikan ASI eksklusif (link)
  4. Menyusui dengan cara responsif (link)
  5. Berikan dukungan perhatian bagi ibu menyusui (link)
  6. Tetap meneruskan menyusui saat ibu kembali bekerja (link)
  7. Lakukan perencanaan keluarga sehat sejahtera (link)
  8. Gaya hidup bersih sehat (link)
  9. Berbagi pikiran dan isi hati bersama orang terpercaya sehingga ibu sehat lahir-batin (link, link
  10. Bahagia menikmati momen indah ini, suatu saat nanti akan ada waktu anak menyapih dirinya sendiri (link)

 

World Health Assembly (WHA) menyatakan bahwa ASI merupakan hak bayi. Undang-Undang Kesehatan Indonesia juga menyatakan bahwa barangsiapa dengan sengaja menghalangi ibu memberikan ASI untuk anaknya maka akan mendapat hukuman (link). Mari kita dukung upaya menyusui sehingga bisa menciptakan dunia sehat bagi semua.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.