ASI

Tanda Kecukupan Asupan ASI Eksklusif

TANDA KECUKUPAN ASUPAN ASI PADA MASA ASI EKSKLUSIF

Payudara ibu tidak transparan seperti botol sehingga jumlah produksi ASI sulit diketahui dengan pasti. Hasil perahan ASI memakai pompa maupun tangan juga tidak bisa dijadikan tolak ukur produksi oleh payudara. Sementara itu, bayi baru lahir belum bisa bicara sedangkan perilaku menyusunya pun bervariasi. Kondisi ini membuat ibu galau serta tidak percaya diri terlebih saat masa ASI eksklusif.

Sebenarnya ibu tidak perlu risau. Lakukan pola menyusui responsif. Lihat saja tubuh bayi, hal ini memudahkan untuk memantau kecukupan asupan ASI. Tanda kecukupan asupan ASI dipantau dari pertambahan berat badan, popok basah, popok kotor dan tanda bahasa tubuh bayi. Kontrol kesehatan bayi secara teratur bersama tenaga kesehatan berkompeten yang mendukung pemberian makan sesuai rekomendasi WHO.

Berat Badan

Janin itu tubuhnya terendam dalam air ketuban selama saat di dalam rahim sehingga berat badannya akan mengembang. Sebagian air ekstra ini akan keluar melalui mekanisme proses fisiologis sehingga bayi “menyusut” pada hari-hari pertama pasca lahir. Berat badan turun hingga batas 8% – 10% dari berat lahir selama 3 – 4 hari pertama. Jika mendapat asupan baik biasanya penurunan berat badan sedikit sekitar 5% – 7%. Pada hari ke-5 berat badan mulai naik minimal 20 gram/hari.

Bayi akan kembali ke berat lahir di hari ke-10. Berat badan kembali ke berat lahir maksimal dalam waktu 2 minggu. Sebaiknya berat badan  bayi juga sudah mulai naik di hari kelima pasca kelahiran.

Pertambahan berat badan bayi 20 – 35 gram/hari pada 3 – 4 bulan pertama. BB bayi biasanya naik sekitar 155 – 240 gram per minggu pada 3 – 4 bulan pertama. Pertambahan berat badan sekitar 90 – 130 gram per minggu setelah umur 4 bulan dan relatif stabil 50 – 80 gram per minggu setelah bayi berusia 6 bulan. Lakukan evaluasi pemeriksaan asupan ASI lebih lanjut jika berat badan bayi bertambah < 500 gram dalam satu bulan atau < 125 gram dalam satu minggu (WHO).

Banyak bayi dalam masa ASI eksklusif mengalami pertambahan berat badan pesat. Bayi yang diberi ASI akan kembali ke berat lahir dalam waktu dua minggu kemudian tumbuh cepat bahkan di atas grafik pertumbuhan rata-rata hingga umur 3 bulan. Bayi tetap akan tumbuh secara stabil mengikuti kurva pertumbuhannya, namun memang tidak selaju sebelumnya saat umur 6 hingga 12 bulan.

Terus pantau kurva pertumbuhan bayi setiap bulan sekali. Jika berat badan bayi tidak naik atau membuat orang tua khawatir maka segera periksa konsultasikan ke tenaga kesehatan berkompeten.

Baca juga:

Pintar Membaca Kurva Pertumbuhan Anak 

 

Popok Basah

Frekuensi bayi kencing/buang air kecil (BAK) yaitu minimal 1 kali di umur bayi 1 hari, minimal 2 kali di umur bayi 2 hari, 3 kali di umur bayi 3 hari dan seterusnya hingga setelah ASI bertambah banyak BAK bayi minimal 6 kali saat umur bayi di atas  4 – 6 hari. Bayi umur lebih dari 6 hari maka frekuensi kencing minimal 6 kali sehari. Gunakan popok kain supaya mudah diketahui saat bayi kencing hingga proses menyusui stabil mantab.

Jika setelah proses menyusui lancar juga bayi stabil tumbuh berkembang sehat, lalu ibu memutuskan pakai popok sekali pakai (pospak), maka cek permukaan pospak dengan tissue kering untuk mengetahui apakah sudah kencing. Cek juga kondisi urin bayi. Urin sebaiknya berwarna kuning, jernih, jumlahnya banyak dan baunya tidak menyengat. Urin kuning pekat bisa menjadi tanda dehidrasi sehingga perhatikan asupan bayi. Jika urin kecoklatan, gelap seperti teh atau bercampur darah maka segera periksa konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Popok Kotor

Bayi baru lahir harus segera mengeluarkan meconium dalam 24 jam pertama. Jika bayi tidak mengeluarkan mekonium dalam 24 jam pertama maka konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Pada saat produksi ASI mulai lancar maka warna tinja berubah dari hitam gelap menjadi coklat, kuning kehijauan kemudian kuning. Tinja bayi yang masih ASi eksklusif berwarna kuning lembek (tekstur lembek hingga encer) seperti kuning telur, berampas, kadang tampak berbiji.

Bayi umur 1 bulan harus BAB setiap hari sebab ASI. Kolostrum mudah dicerna serta bersifat pencahar sehingga BAB bayi lancar. ASI peralihan juga mengandung proporsi whey masih lebih besar dibandingkan komposisi protein casein.

Tampak pada gambar mekonium (atas), feses peralihan (tengah) dan feses bayi ASI eksklusif (bawah).

Ampas pada tinja bayi dibentuk terutama oleh sisa-sisa pencernaan hindmilk sehingga tinggi lemak. BAB bayi cukup ASI minimal 3 – 4 kali sehari, ampas di tinja/feses banyak dengan diameter ampas melebihi lingkaran (circle okay) yang dibentuk jari telunjuk dan jempol tangan atau ampasnya sekitar satu sendok makan. Jika bayi BAB namun ampas sedikit hanya noda saja sebaiknya diwaspadai, pantau tanda kecukupan asupan ASI lainnya. Jika frekuensi bayi BAB 1 kali sehari biasanya tinja sangat banyak namun tekstur tetap lembek.  

Baca juga:

Serba-Serbi Feses Bayi

Bayi di atas umur 1 bulan ada yang masih sering BAB beberapa kali dalam sehari. Terkadang ada bayi BAB segera setelah selesai disusui. Namun, bayi umur di atas 1 bulan juga ada yang mulai jarang BAB hingga beberapa hari sekali. Jika umur bayi > 1 bulan kemudian tidak BAB 7 hari untuk pertama kalinya maka konsultasikan ke dokter. Feses bayi akan berubah saat sudah makan MPASI. Secara rutin perhatikan juga bentuk feses dan kondisi bayi, jika tidak wajar bisa konsultasi periksa ke dokter. 

 

Tanda Umum

Bayi sehat, sadar penuh, responsif terhadap lingkungan dan bergerak aktif. Tangisan bayi kencang dalam batas wajar. Kulit bayi kenyal sebagai tanda turgor kulit baik. Ubun-ubun bayi datar dan lunak. Bibir bayi lembab dan berwarna kemerahan. Tidak demam, perutnya sehat. Tampak tanda bayi menelan, ASI tidak menetes keluar dari sudut mulut, bayi melepas payudara sendiri serta menunjukkan tanda puas/kenyang selesai disusui.

Bayi sehat, bahagia dan tampak rileks. Tumbuh kembang baik sesuai grafik pertumbuhan dan perkembangan. Semua tanda kecukupan ASI pada bayi ini harus terpenuhi. Payudara ibu terasa lebih lembek/lembut dibanding sebelum menyusui. Produksi ASI lancar. Ibu merasakan tanda refleks aliran ASI (LDR) terutama di bulan-bulan pertama masa menyusui. Puting ibu tetap sehat, tidak gepeng, tidak memucat dan tidak lecet. Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi sangat penting bagi kelancaran pemberian ASI. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan menyusui.

1541993541438

Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

 

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.