ASI

Tanda Bayi Menelan ASI

TANDA BAYI MENELAN ASI

Bayi sehat cukup bulan terlahir dengan kemampuan menyusu. Bayi belajar makan sejak dalam rahim. Menyusui merupakan cara bayi makan paling ideal setelah lahir. Suckling reflex memungkinkan bayi mampu menghisap, menelan dan menyusu segera setelah lahir. Hisapan yang harus ibu ketahui setidaknya ada dua, yaitu hisapan-nutritif (nutritive sucking) dan hisapan non-nutritive (non-nutritive sucking).

Hisapan-nutritif (nutritive sucking) terjadi saat bayi aktif menghisap ASI. Hisapan non-nutritive terjadi saat bayi menelan ASI tidak sebanyak hisapan nutritive. Pada hisapan nutritive, terlihat persendian di dekat telinga bayi bergerak geliat-geliut akibat gerakan otot bayi selama bayi aktif menghisap payudara dan menelan ASI. Pipi bayi tampak menggembung atau membulat selama menghisap payudara. Terlihat gerakan runtut secara harmonis antara gerakan mulut, pipi, sendi juga leher saat bayi menelan ASI. Pada hari ketiga, bisa terdengar suara bayi menelan ASI “keh… keh… keh”.

Sumber foto instagram @lalecheleagueusa

 

Bayi mengambil ASI dari payudara menggunakan tekanan positif dan tekanan negatif. Tekanan negatif tercipta dari segel rapat oleh pipi dan mulut bayi membuat proses pengisian kembali ASI ke saluran ductus menjadi lebih mudah. Tekanan positif akibat gerakan peristaltik lidah dari ujung ke dasar lidah bersamaan dengan tekanan dalam saluran ductus akibat aliran pancaran ASI akan membuat ASI keluar. Perbandingan antara menghisap : menelan : bernafas sekitar 1: 1 : 1 sehingga menyusui langsung di payudara sangat baik bagi jantung juga paru-paru. 

Video memperlihatkan bayi umur 24 jam yang menetek dengan sangat lancar. Tampak posisi pelekatan menyusui baik, koordinasi hisapan aktif dengan proses menelan ASI begitu baik. Video credit LEIF Therapies

Gerakan menghisap lebih cepat di awal proses menyusui untuk merangsang aliran ASI. Hisapan kemudian berubah pelan dan dalam, sesekali terdapat jeda sebentar. Terlihat gerakan harmonis antara pipi, persendian dekat telinga kemudian otot leher. Kemudian terdengar suara ASI tertelan. ASI tidak mengalir keluar dari sudut mulut bayi saat menyusu.

Pada awal proses menyusui terlihat genggaman tangan terkepal.

Setelah kenyang terlihat wajah bayi damai, mata terpejam, bahu rileks, serta genggaman tangannya pun terbuka rileks.

 

Bayi Mengempeng

Bayi saat kenyang akan terlihat tidur rileks. Namun kadang bayi tetap lanjut menghisap dengan kecepatan lebih pelan, pendek-pendek, sedikit-sedikit serta mengempeng di payudara. Hisapan seperti saat mengempeng ini salah satu contoh hisapan yang disebut hisapan non-nutritif (non-nutritive sucking).

Mengempeng tetap bermanfaat bagi fase oral bayi. Mengempeng tetap merangsang areola juga puting sehingga terjadi pelepasan oksitosin serta prolaktin untuk produksi ASI penyusuan berikutnya. Mengempeng meningkatkan peristalsis saluran pencernaan, meningkatkan sekresi enzim pencernaan, juga menurunkan frekuensi bayi menangis karena rasa nyaman, tenang dan tentram.

Lakukan praktek pola menyusui responsif. Ibu harus proaktif pastikan bayi sudah kenyang saat mengempeng, jika belum tampak tanda kenyang maka rangsang supaya kembali aktif menghisap dengan teknik breast compression, double nursing dan teknik lain (link) hingga bayi kenyang.

Durasi Menyusui

Tidak ada patokan saklek akan durasi menyusui. Ibu hanya perlu responsif terhadap tanda yang diberikan bahasa tubuh bayi. Rata-rata bayi membutuhkan waktu menyusu sekitar 10 – 25 menit (durasi ini bukan aturan baku, jauh lebih utama bagi ibu untuk melihat ke tanda yang diberikan oleh tubuh bayi). Bayi di bawah umur 12 minggu bisa aktif menyusu meskipun sedang tertidur. Semakin bertambah besar umurnya, hisapan bayi akan makin kuat sehingga hanya butuh waktu sebentar saat menyusu. Hisapan bayi makin efektif sehingga mampu mengambil ASI secara efisien dalam waktu singkat.

Lakukan kontak kulit saat menyusui sehingga bayi lebih lahap, refleks oksitosin bagus sehingga ASI mudah lancar keluar. Lepaskan ikatan bedong juga sarung tangan. Ibu bisa menyelimuti bayi supaya tetap nyaman.

 

Bayi yang menyusu kurang dari 5 menit dan lebih dari 1 jam sepanjang waktu tanpa ada tanda kenyang atau disertai keluhan lain sebaiknya segera periksakan ke ahli laktasi untuk evaluasi lebih lanjut. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.