ASI

Tanda Bayi Kenyang

TANDA BAYI KENYANG

Bayi memiliki pola makan paling sehat sebab dia akan makan saat lapar dan berhenti saat kenyang.

Pola makan ini harus kita dukung sebab sangat positif bagi terbentuknya pola makan sehat hingga kelak anak tumbuh dewasa. Setelah belajar mengenali tanda lapar, berikutnya kenali tanda bayi kenyang. Lakukan praktek pola menyusui responsif dengan proses pemberian makan bayi berkelanjutan. 

Bayi akan menyusu saat lapar hingga berhenti saat sudah kenyang. Setelah hisapan aktif biasanya bayi masih butuh mengempeng meskipun sudah kenyang. Menyusui memang tidak hanya untuk tumbuh kembang fisik bagi, namun juga bagi kepuasan jiwa bayi. Dan, itu semua bisa diperoleh bayi dengan cara menyusu langsung payudara ibu. Oleh sebab itu, penting bagi ibu untuk membiarkan bayi menyusu tanpa dibatasi dengan responsif melihat tanda yang diberikan oleh tubuhnya.

Pada awal proses menyusui terlihat genggaman tangan terkepal.

 

Tubuh bayi rileks saat kenyang selesai disusui ibu. Setelah kenyang terlihat wajah bayi damai, mata terpejam, bahu rileks, serta genggaman tangannya pun terbuka rileks. Bayi melepas payudara sendiri; ada pula yang tetap lanjut menghisap ringan hingga tidur lelap. 

Bayi kemudian tidur lelap dengan tubuhnya rileks. Tangannya juga rileks mudah diangkat.

FB_IMG_1544071953153

Baca juga

Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI 

Tanda Bayi Menyusu Lancar

Sepuluh tanda bayi telah menyusu dengan baik:

  1. Posisi pelekatan menyusui baik
  2. Terlihat tanda bayi menghisap aktif (nutritive sucking)
  3. Terdapat tanda bayi menelan ASI. ASI tidak menetes keluar dari pinggir sudut mulut bayi.
  4. Bayi tampak tenang saat menyusu
  5. Pelekatan stabil tidak lepas-lepas
  6. Ibu nyaman selama proses menyusui
  7. Tidak terdengar suara klik, atau hentakan, atau gigitan saat bayi menyusu
  8. Bayi melepas payudara ibu, genggaman tangan terbuka, tertidur rileks, tampak tenang juga bahagia,
  9. Terdapat tanda kecukupan asupan ASI pada bayi
  10. Puting susu ibu tidak terasa nyeri, bentuk puting tidak gepeng, puting tidak lecet kemudian payudara terasa lebih lembut,

Menghisap akan meningkatkan kadar hormon cholecystokinine (CCK) di dalam darah bayi sehingga menandakan bahwa bayi telah kenyang. ASI dicerna dalam waktu sekitar 60 – 90 menit. Frekuensi menyusui disarankan minimal 8 – 12 kali dalam 24 jam. Jarak antar-penyusuan sangat bervariasi. Bayi bisa menyusu dengan jeda 1,5 – 3 jam kemudian di waktu lainnya jarak antar-penyusuan berdekatan saat cluster feedingBayi memiliki temperamen berbeda sehingga perilaku menyusu pun bisa berbeda. Ada bayi yang menyusu dengan sering, juga ada bayi yang jarang menyusu diselingi dengan tidur.

Lakukan praktek pola menyusui responsif. Ibu harus proaktif pastikan bayi sudah kenyang saat mengempeng, jika belum tampak tanda kenyang maka rangsang supaya kembali aktif menghisap dengan teknik breast compressiondouble nursing dan teknik lain (link) hingga bayi kenyang. Proaktif bangunkan bayi jika malas menyusu serta cenderung tidur sepanjang waktu.

Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.