ASI

Pola Menyusui

POLA MENYUSUI

Pola bayi menyusu sangat bervariasi dari satu waktu ke waktu lain.

Bayi bisa saja menyusu sebentar, namun bisa juga lama. Bayi bisa menyusu di kedua payudara, namun bisa juga sudah cukup puas di satu payudara. Pastikan ibu responsif melihat bayi.

Ibu jangan menginterupsi bayi ketika sedang aktif menyusu, biarkan untuk merampungkan penyusuan di payudara pertama terlebih dahulu. Jangan dipindah-pindah dari payudara kiri dan kanan ketika bayi masih lahap menyusu di payudara pertama.

Ibu bisa mencoba menawarkan payudara kedua ketika bayi telah selesai menyusu kemudian melepas payudara pertama. Bayi kadang melepas payudara pertama, kemudian meminta menyusu lagi di payudara kedua. Namun tidak jarang juga bayi sudah kenyang dengan payudara pertama. Bayi bisa memilih dan menentukan berapa lama akan menyusu di payudara.

Lakukan Praktek Pola Menyusui Responsif

Responsif melihat kebutuhan bayi. Lihat tanda bahasa tubuh yang bayi berikan. Pantau kurva tumbuh kembang, kesehatan dan tanda kecukupan asupan ASI. Ibu harus proaktif pastikan bayi sudah kenyang saat mengempeng, jika belum tampak tanda kenyang maka rangsang supaya kembali aktif menghisap dengan teknik breast compressiondouble nursing dan teknik lain (link) hingga bayi kenyang. Proaktif bangunkan bayi jika malas menyusu serta cenderung tidur sepanjang waktu. 

Pada suatu waktu bayi memiliki frequency days dimana akan lebih rewel dan sering meminta menyusu. Frequency days juga sering disebut sebagai growth spurt. Bisa terjadi ketika bayi baru dibawa pulang dari rumah sakit, umur 7 – 10 hari, umur 2 – 3 minggu, umur 4 – 6 minggu, umur 3 bulan, umur 4 bulan, umur 6 bulan, umur 9 bulan, setelah bayi pulih dari sakit atau bisa kapan saja tanpa patokan waktu, bahkan hingga ketika anak sudah mau disapih di umur 2 tahun. Growth spurt biasanya berlangsung selama 1 – 3 hari atau bahkan seminggu. Setelah pasokan ASI meningkat bayi akan kembali memiliki jadwal menyusu yang teratur.

Ibu tidak perlu risau selama bayi sehat dan tumbuh dengan baik sebab bayi mengetahui kebutuhannya. Menyusui tanpa dibatasi dengan responsif melihat bahasa tubuh bayi bantu memastikan kecukupan asupan ASI dan payudara ibu akan bekerja secara alamiah menyediakan ASI sesuai kebutuhan bayi.

Bayi perlu waktu menyusu lama saat baru lahir, kemudian akan menyusu sebentar setelah besar. Bayi baru lahir rata-rata menyusu tiap 2 – 3 jam sekali, atau frekuensi ibu menyusui sekitar 8 – 12 kali dalam sehari. Berat badan naik 20 – 30 gram/hari. Namun demikian sebaiknya orang tua peka terhadap tanda tubuh bayi serta memantau status hidrasi dibandingkan membuat jadwal menyusui yang ketat (link). Waspada jika bayi baru lahir tidak bangun meminta menyusu lebih dari 3 jam, menyusu tiada henti tanpa menunjukkan tanda kenyang atau menyusu sebentar-sebentar kurang dari 5 menit.

Bayi baru lahir lama saat menyusu sampai kenyang, sebab masih proses belajar. Bayi umur 2 bulan bisa cepat selesai menyusu, sebab kekuatan hisapannya bertambah sehingga menyusu makin efisien. Disisi lain payudara ibu pun terus berubah. Payudara terasa kencang dan sering menetes di bulan pertama. Payudara lebih lembek, jarang menetes dan jarang terasa LDR di bulan kedua. Payudara lebih kencang di pagi hari, berubah lebih lembek di sore hari. 

Saat siang hari nan terik terkadang bayi menyusu sebentar untuk dapat foremilk di tengah aktivitasnya yang padat. Sementara di petang hari bayi akan menyusu lama dengan jarak berdekatan sebab bayi melakukan cluster feeding. Cluster feeding terjadi supaya puas dapat asupan hindmilk sehingga perutnya kenyang, tidur lebih lelap di malam hari. Bayi yang ditinggal ibunya bekerja bisa saja melakukan reverse cycling, menyusu terus-menerus saat berjumpa lagi dengan ibu untuk memenuhi kebutuhan asupan. Bayi semakin lama akan semakin pintar menghisap ASI secara efisien sehingga durasi menyusu pun bisa lebih singkat.

Berbagai kondisi perilaku menyusu ini mudah membuat ibu galau serta tidak percaya diri, khawatir produksi ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Perilaku menyusu bayi sebenarnya bukan indikator produksi ASI oleh payudara, lebih mudah bagi ibu untuk melihat tanda kecukupan asupan pada tubuh bayi. Pantau kurva tumbuh kembang dan kesehatan bayi secara rutin.

Jika bayi tumbuh berkembang dengan sehat berkat asupan ASI, maka ibu harusnya tidak perlu meragu bimbang.

Rasa bahagia akan membuat oksitosin membuncah hingga aliran ASI lancar. Bahagia penuh rasa syukur mampu mendapat pengalaman positif dalam menyusui. Jika tanda kecukupan ASI tidak terpenuhi maka segera periksa konsultasi ke dokter dan konselor menyusui berkompeten untuk evaluasi lebih lanjut. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.