Kesehatan Anak

Pintar Membaca Kurva Pertumbuhan Anak

PINTAR MEMBACA KURVA PERTUMBUHAN ANAK

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik, berat dan tinggi anak akibat pertambahan jumlah, ukuran sel dan jaringan penyusun tubuh. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh anak. Berat badan merupakan salah satu parameter kesehatan anak. Tampilan terlalu gemuk atau terlalu kurus hasil penilaian “mata-meter” sulit dinilai. Orang tua harus bisa memahami kurva pertumbuhan anak.

Pengukuran pertumbuhan anak sebaiknya menggunakan timbangan serta alat pengukur sama yang telah dikalibrasi. Pertumbuhan dipantau dengan mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala.

1544160513295-01

Semua anak harus punya buku catatan kesehatan yang salah satunya berisi kurva pertumbuhan. Beri tanda pada grafik sesuai data pengukuran yang diperoleh secara rutin. Hubungkan titik-titik pertumbuhan anak pada masing-masing kurva berat badan menurut usia, panjang/tinggi badan menurut usia, berat badan menurut panjang/tinggi badan dan lingkar kepala menurut usia. 

FB_IMG_1544072010232

Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor intrinsik dari individu (genetik, kelainan kongenital, hormonal) dan faktor ekstrinsik dari lingkungan (nutrisi, penyakit, psikososial).

Idealnya setiap negara memiliki kurva pertumbuhan sendiri sebab perbedaan genetik ras masing-masing bangsa. Namun hingga saat ini Indonesia belum memiliki kurva pertumbuhan sendiri sehingga pada tahun 2010 baku World Health Organization – Munticenter Growth Reference Study 2005 ditetapkan sebagai baku antropometri melalui Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010.
Kurva pertumbuhan “standard” WHO ini menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59 bulan di lingkungan yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan optimal anak. Data dikumpulkan dari 8500 anak di 6 negara yaitu Brazil, Ghana, India, Norwegia, Oman dan Amerika. Responden 75% diberi makan sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu mendapat ASI sampai usia 12 bulan dan mendapat makanan tambahan setelah berumur 6 bulan. Ibu yang diambil datanya juga tidak merokok.

Bayi ASI bisa terlihat sangat gemuk, seperti ada yang sudah bertambah tiga kali lipat berat lahirnya di umur 3 – 4 bulan. Nanti pada saat berumur 6 bulan keatas, bayi akan tampak lebih langsing dibandingkan yang minum susu formula. Pada umur 5 tahun tidak terdapat perbedaan pencapaian pertumbuhan antara anak yang mendapat ASI dengan anak yang mendapat susu formula. Lakukan praktek pemberian makan responsif menggunakan pola makan gizi seimbang secara berkelanjutan sesuai kebutuhan anak. 

1542676647453-1

Kurva Pertumbuhan Anak

Catat hasil pengukuran setiap bulan secara rutin sejak bayi baru lahir di buku Kesehatan Anak. Rekomendasi jadwal pemeriksaan kesehatan rutin (termasuk mengukur kurva pertumbuhan anak)

  • Bayi umur 0 – 12 bulan dilakukan setiap sebulan sekali,
  • Anak umur 1-3 tahun dilakukan setiap 3 bulan sekali.
  • Anak umur 3 – 6 tahun rutin diperiksa setidaknya setiap 6 bulan.
  • Anak usia 6 – 18 tahun rutin diperiksa setidaknya setiap tahun. 

Pengukuran antropometri harus dilakukan secara berkala. Biasanya ada Posyandu yang bisa bantu ibu memantau kesehatan balita setiap bulan. Bawa anak ke posyandu atau Puskesmas terdekat untuk memantau tumbuh-kembangnya, juga lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan berikan imunisasi di tenaga kesehatan berkompeten. Anak berisiko tinggi dipantau oleh dokter anak di rumah sakit.

Penilaian untuk memantau pertumbuhan disini biasanya memakai Kartu Menuju Sehat (KMS) serta buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Unduh contoh buku KIA disini BUKU KIA 2015_FINAL-

Pemantauan tumbuh kembang, adalah suatu kegiatan untuk menemukan secara dini :

  1. Penyimpangan pertumbuhan : misalnya status gizi  kurang atau buruk, anak pendek
  2. Penyimpangan perkembangan : misalnya terlambat bicara
  3. Penyimpangan mental emosional anak: misal gangguan konsentrasi dan hiperaktif

Berikut ini contoh kurva BB/PB dibandingkan umur untuk 0 – 2 tahun:

Contoh cara mengisi:

Plot data pada kurva dengan memberi titik tempat bertemunya nilai sumbu X dan sumbu Y. Pada contoh di atas sumbu X panjang badan (cm)  dan sumbu Y berat badan (kg). Beri tanda pada grafiknya sesuai hasil data pengukuran kemudian hubungkanlah titik-titik pertumbuhan anak pada masing-masing kurva: berat badan menurut usia, panjang/tinggi badan menurut usia, berat badan menurut panjang/tinggi badan dan lingkar kepala anak. Lingkar lengan atas anak juga akan diukur secara teratur.

1543894141401

Meski umurnya sudah di atas 5 tahun sebaiknya tetap rutin pantau kurva pertumbuhan anak. Contoh kurva BB/U anak saya di atas umur 5 tahun:

Kurva pertumbuhan dirancang untuk memantau tren/pola pertumbuhan seorang anak secara individual. Pola ini diperoleh dari beberapa waktu pengukuran secara rutin. Pola yang ada bisa membantu menyimpulkan status gizi anak (link). Indikator BB/TB menentukan status gizi anak membandingkan berat dengan berat ideal menurut tinggi badan dengan interpretasi obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. Indikator TB/U membandingkan tinggi badan seorang anak dengan anak yang sama jenis kelamin seusianya. Interpretasinya adalah tinggi, normal, perawakan pendek, dan perawakan sangat pendek. Adapun indicator BB/U membagi anak menjadi berat badan normal, berat badan kurang, dan berat badan berlebih. Pengukuran lingkar kepala interpretasi hasilnya dapat dibagi menjadi normal, kecil (mikrosefali), dan besar (makrosefali).

Jangan hanya terpaku pada status gizi saja. Pantau juga tren perkembangan pola kurva:

  • apakah pola kurva dari bulan ke bulan cenderung meningkat (naik ke persentil di atasnya)?
  • apakah pola kurva dari bulan ke bulan cenderung menurun (turun ke persentil di bawahnya)?
  • apakah pola kurva dari bulan ke bulan tetap stabil (tetap di persentilnya)?

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO (IDAI

  1. Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2 tahun), berat badan.
  2. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan.
  3. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.
  4. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO

  1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau rata-rata
  2. Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.
  3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.
  4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.
  5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat menggunakan tabel berikut ini.

Catatan :

  1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Evaluasi lebih lanjut untuk singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan tinggi.
  2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi lebih baik jika diukur menggunakan perbandingan berat badan terhadap panjang / tinggi atau IMT terhadap umur.
  3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih. Jika makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat.
  4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek memiliki gizi lebih.
  5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI (Integrated Management of Childhood Illness in-service training. WHO, Geneva, 1997)

Unduh buku Antropometri disini buku-antropometri-anak-duniasehat.net

Perubahan berat badan merupakan indikator yang sangat sensitif untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan anak. Indonesia mengalami beban ganda malnutrisi juga peningkatan angka anak dengan obesitas. Pengukuran pertumbuhan anak secara teratur membantu untuk memantau kurva pertumbuhan anak. Kurva pertumbuhan sangat penting untuk diperhatikan. Ibu harus waspada jika kurva anak tidak naik, menurun atau sebaliknya naik diluar batas normal. Anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, malnutrisi, kegemukan, kurang gizi atau bahkan gagal tumbuh harus dicari penyebabnya serta ditangani dengan tepat. Segera periksa konsultasikan bersama tenaga kesehatan dan dokter berkompeten.

1544160781115-01
Ada banyak sekali penyebab gangguan pertumbuhan bisa karena faktor nutrisi, infeksi, kelainan bawaan atau pengaruh kondisi lingkungan. Paparan rokok bisa sering menyebabkan anak sakit, mengganggu pertumbuhan bahkan hingga kurang gizi. Jika produksi ASI menjadi penyebabnya maka bisa dibaca di pembahasan “ASI Sedikit” dan “Relaktasi”. Jika pada saat ASI eksklusif bayi tumbuh baik kemudian permasalahan baru muncul setelah bayi makan, maka introspeksi dan atur kembali manajemen pemberian MPASI. Jika gangguan pertumbuhan diakibatkan oleh kondisi penyakit maka ibu tetap bisa meneruskan menyusui dengan tetap menjalani pengobatan yang dibutuhkan oleh anak. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.