Menyusui dan ASI

Pelekatan Menyusui Bayi

PELEKATAN MENYUSUI BAYI

Pelekatan menyusui adalah cara bayi memasukkan payudara ke dalam mulutnya saat ibu menyusui.

Pelekatan menyusui merupakan bagian penting dalam menyusui. Pelekatan yang baik membuat ibu nyaman dan bayi mendapat cukup ASI. Supaya pelekatan baik maka tubuh bayi disangga dekat dengan payudara. Bayi harus membuka lebar mulutnya. Sangga payudara, oleskan sedikit ASI ke puting, posisikan hidung bayi menghadap ke puting ibu untuk merangsang bayi membuka lebar mulutnya.

1541991200864

Saat bayi membuka mulut lebar maka lidah akan menjulur keluar sehingga payudara bisa masuk ke dalam mulut. Lidah bayi akan melingkupi puting dan areola. Posisi ini melindungi payudara dari “kunyahan” rahang serta memudahkan memeras ASI dari payudara.

1557437536357.jpg

Tanda Pelekatan Baik:

  1. Areola: puting masuk ke dalam mulut bayi, terlihat areola di sebelah atas mulut bayi lebih banyak daripada di bawah mulutnya. Tidak terlihat dasar puting sehingga diharapkan tidak lecet.
  2. Mulut: mulut bayi terbuka lebar.
  3. Bibir: bibir bayi terlipat memutar keluar sehingga terlihat bagian berwarna merah dari bibir.
  4. Dagu: dagu bayi menyentuh atau hampir menempel payudara.

Posisi lidah dan bibir saat menyusu11--21

Tanda Pelekatan Tidak Baik:

  1. Daerah areola terlihat di bawah mulut bayi lebih luas, atau sama luasnya dengan di atas mulut bayi. Kondisi ini kemungkinan karena bayi melekat di puting.
  2. Mulut bayi tidak terbuka lebar.
  3. Mulut terlihat mencucu dan bibir bawah terlipat ke dalam.
  4. Dagu bayi tidak menempel pada payudara.

Perlekatan menyusui kurang baik

Ibu sering tidak percaya diri saat “menyamakan” payudaranya dengan botol dot transparans yang berputing panjang. Menyusui (breastfeeding) sehingga ibu menyusui memakai payudara (breast), bukan puting (nipplefeeding). Saat bayi menyusu maka melekatnya di areola payudara (breast) bukan sekedar di ujung puting saja.

Lakukan menyusui secara responsif melihat tanda tubuh bayi juga kenyamanan ibu. Menyusui di masa nifas terasa sedikit tidak nyaman sebab puting ibu sedang sensitif. Rasa tidak nyaman ini hanya sebentar, sekitar setengah menit saja kemudian menghilang dan tidak ada luka lecet pada puting. Waspada jika menyusui terasa sakit. Jika puting terasa sakit saat awal menyusui, coba tarik posisi bayi lebih dekat atau posisi tubuh ibu lebih rebahan dengan laid-back breastfeeding. Jika nyeri menetap, kemudian dengan perubahan posisi tubuh ibu tidak membantu maka ulangi cara memposisikan bayi.

Rasa sakit yang menetap sepanjang saat menyusui merupakan pertanda bahwa ada sesuatu tidak berjalan dengan baik. Khawatir sedang terjadi kerusakan jaringan payudara seperti lecet pada puting. Segera lepas isapan bayi saat ibu merasa kesakitan akibat pelekatan tidak baik. Kemudian ulangi posisi pelekatan menyusui dengan benar sehingga ibu lebih nyaman.

Cara melepas bayi saat menyusu ada dua cara, yaitu:

  • Masukkan jari bersih ke mulut bayi melalui sudut mulutnya, lalu buka katupan rahang dan ambil puting keluar.
  • Tekan dagu bayi ke bawah.

Tip Menyusui:

Posisikan tubuh ibu supaya nyaman, kemudian bantu memposisikan tubuh bayi. Susui bayi ketika awal tanda lapar jadi bayi mau bersabar belajar melekat dengan benar. Pelekatan baik bantu hisapan bayi efektif sehingga terjadi transfer ASI secara efisien dari payudara ke tubuh bayi. Hindari mendorong kepala bayi ketika akan melekatkan bayi ke payudara karena justru akan membuat badan bayi melengkung menjauh akibat refleks melengkungkan badan.

Setelah beberapa hisapan akan terlihat tanda bayi menelan ASI. Pada awal masa menyusui terasa refleks oksitosin dengan pancaran ASI yang menandakan produksi ASI lancar. Bayi yang semula lapar tangannya akan tergenggam, kemudian genggaman itu akan terbuka rileks saat sudah kenyang selesai menyusu. Pada hari ketiga sudah bisa terdengar tanda bayi menelan ASI saat hisapan aktif. Transfer ASI efektif dengan pola menyusui responsif tanpa dibatasi akan bantu produksi ASI lancar juga payudara terjaga sehat. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.