ASI

Inisiasi Menyusui

Inisiasi Menyusui 

Waktu kelahiran merupakan masa kritis bagi kesehatan bayi dan ibu.

Menyusui segera dalam 1 jam setelah kelahiran sangat penting bagi keselamatan nyawa bayi. Segera menyusui dalam waktu satu jam bisa mencegah 1 dari 5 kematian anak (link).

Tubuh seorang ibu menjadi habitat bagi bayinya. Bayi baru lahir yang bugar, saat ditaruh di atas perut ibunya, akan memiliki kemampuan istimewa bergerak menuju payudara lalu menyusu atas inisiatif sendiri. Peristiwa ini disebut “inisiasi menyusu dini”. Inisiasi menyusu dini (IMD) akan membuat bayi segera menyusu setelah lahir. IMD mampu memenuhi kebutuhan dasar seorang bayi baru lahir serta bermanfaat bagi kelancaran menyusui. Bayi mendapatkan kolostrum, suhu tubuh lebih stabil dan menyusui lebih lancar.

The Magic Hour

IMD biasanya berlangsung selama satu jam sehingga sering disebut sebagai “the magic hour”. Pada saat proses IMD terjadi pematangan refleks mencari puting (rooting reflex). IMD juga menjadi momen stimulus bagi indera peraba, penciuman, penglihatan serta pendengaran bayi.

Video baby crawl

 

Bayi mengkomunikasikan tanda lapar kemudian mampu bergerak untuk makan di payudara pada saat pertama kelahirannya. Berikut ini pola bahasa tubuh bayi saat kelahiran:

  • Bayi menangis
  • Relaksasi tenang diam sejenak
  • Mulai bangun “awakening
  • Salivating dan memasukkan tangan ke mulutnya
  • Persiapan merangkak (genggaman tangan dan kepala bergerak) kemudian tubuh bergerak maju dengan gerakan tangan dan dorongan kaki
  • Mulai eksplorasi sesaat sampai di payudara dengan jilatan, mulut mencari-cari, tangan menyentuh dan memijat area sekitar payudara
  • Melekat sendiri di payudara kemudian menghisap
  • Tidur setelah kenyang

Pada proses breast crawl ini bayi mendapatkan kolostrum juga bakteri baik dari kulit ibu untuk melindunginya dari serangan kuman penyebab penyakit yang sangat penting bagi perkembangan kekebalan tubuh hingga kelak. Kontak kulit dengan bayi segera setelah melahirkan memfasilitasi kehadiran hormon oksitosin. Oksitosin membuat kontraksi rahim makin efektif sehingga mencegah perdarahan pasca salin yang berbahaya. Disisi lain, kortisol beserta hormon stress lainnya akan menurun sehingga mengurangi rasa sakit.

Cara melakukan IMD:

  1. Keringkan seluruh tubuh bayi kecuali kedua tangannya sembari dilakukan penilaian status kebugaran. Kedua tangan bayi dan puting ibu jangan bersihkan sebab bau ketuban di telapak tangan sama dengan aroma puting ibu sehingga bantu bayi maju merangkak menuju payudara. Pakaikan bayi topi, ditambah selimuti ibu dan bayi secara bersamaan.
  2. Biarkan dada ibu dalam keadaan terbuka.
  3. Letakkan bayi tengkurap di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap ke kepala ibu. Lakukan penundaan pemotongan tali pusat sembari IMD, bila memungkinkan. Pendamping persalinan bantu menjaga supaya jangan sampai bayi jatuh.
  4. Bayi akan diam untuk beberapa saat. Bayi kemudian akan mulai menendang perut ibu (ini juga bantu merangsang kontraksi rahim). Bayi kemudian menggerakkan bahu serta lengannya, perlahan bergerak menuju payudara ibu.
  5. Sesampai di payudara, bayi akan melakukan gerakan pemijatan dengan genggaman tangan mungilnya. Lalu bibir mulai bergerak-gerak, lidahnya menjilat kulit ibu, mulutnya terbuka lebar kemudian melekat di areola lalu menyusu dengan baik. Bayi akan menyusu hingga kenyang kemudian tidur lelap.
  6. Proses ini berlangsung sekitar 30 – 60 menit. Biarkan bayi di dada ibu selama 1 jam.

Ibu yang menjalani operasi SC (suhu ruangan operasi dibawah 20 derajat C) akan dibantu dengan penambahan selimut hangat dan juga ada lampu sorot. Dada ibu menyusui memiliki lebih banyak pembuluh darah sehingga suhunya secara alami lebih hangat untuk bantu jaga kestabilan suhu tubuh bayi. Rangsangan hisapan bayi dengan gerakan lidahnya akan meningkatkan suhu kulit regio dada ibunya.

Beri kesempatan kepada bayi untuk mencari dan menemukan puting lalu menyusu. Insting membawa bayi mencari makanan terbaik di payudara ibu yaitu kolostrum, the golden liquid. Bakteri baik dari kulit ibu beserta kolostrum bawa manfaat luar biasa bagi kekebalan tubuh bayi. Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusu dini dalam waktu 60 – 90 menit. 

“Every newborn, when placed on the mother’s abdomen soon after birth, has the ability to find her mother’s breast all on her own and to decide when to take the first breastfeed.” (link)

Asuhan keperawatan dilakukan setelah IMD selesai.

Ibu sebaiknya menjaga kebugaran selama hamil, supaya memungkinkan untuk IMD. Jangan lupa komunikasikan tentang keinginan untuk melakukan IMD saat periksa konsultasi kehamilan bersama tenaga kesehatan. Persiapkan juga keluarga sebab pendamping persalinan nantinya akan mendampingi ibu saat IMD. Pendamping persalinan juga harus terinformasi tentang proses IMD dalam birth plan yang telah disepakati bersama.

Sayang 2 dari 5 bayi tidak disusui dalam 1 jam pertama kehidupannya. Ada sekitar 78 milyar bayi baru lahir tertunda menyusu dalam satu jam pasca kelahiran, di tahun 2017 saja. Penundaan menyusui di negara berkembang berkontribusi mengakibatkan 22% kematian bayi (link). 

Ibu dan bayi akan cenderung mengantuk, kemudian beristirahat tidur pasca persalinan. Jadi segera menyusui dalam 1 jam sangat penting supaya bayi dapat asupan kolostrum. Berkat IMD payudara mendapat rangsangan stimulus untuk laktogenesis II lebih dini sehingga produksi ASI lebih lancar, mengurangi pembengkakan. Jika karena satu dan lain hal tidak bisa dilakukan IMD, setelah kondisi memungkinkan, sebaiknya usahakan untuk segera menyusui bayi. Proaktif bangunkan bayi jika cenderung mengantuk malas menyusu.

IMD dilakukan jika ibu dan bayi tidak dalam kondisi gawat darurat. IMD tidak dilakukan pada bayi tidak bugar, bayi sangat kecil (contohnya bayi prematur) atau bayi dengan kelainan bawaan berat dimana mereka butuh bantuan intervensi medis secepatnya.

Inisiasi menyusui segera setelah persalinan berefek positif terhadap proses menyusui. Bayi yang dilakukan IMD memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan ASI, disusui lebih lama dan kesempatan berhasil ASI eksklusif lebih tinggi. Ibu yang melakukan kontak kulit segera dengan bayi terbukti bisa menyusui eksklusif lebih lama (link).

IMD juga bermanfaat untuk bantu mempercepat berhentinya perdarahan sebab kontraksi rahim lebih efisien akibat efek oksitosin. Bayi bisa mendapatkan kolostrum juga koloni bakteri baik dari kulit ibu untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Kontak kulit membuat bayi lebih tenang, tetap hangat, sepuluh kali lipat lebih jarang menangis, terjadi penguatan ikatan kasih sayang ibu-anak, hingga bisa menurunkan angka kematian bayi hingga 22%.

Meta analisis dari 5 penelitian di 4 negara melibatkan 130.000 bayi menunjukkan saat menunda menyusui 2 sampai 23 jam setelah lahir dapat meningkatkan risiko bayi meninggal pada bulan pertama kehidupannya sebesar 33%, dan menunda lebih dari 24 jam meningkatkan risiko bayi meninggal 2 kali lipat (link).

Baca juga:

Berikan ASI eksklusif 

While a small proportion of women cannot breastfeed for medical reasons, most mothers simply need the right support at the right time to ensure that breastfeeding gets an early start.

Inisiasi menyusui bayi segera setelah persalinan ini sangat tidak mudah. Ibu jelas butuh dukungan dan bantuan dari orang lain, tenaga kesehatan dan keluarga.

Mari…

Mari bersama kita bantu ibu melakukan kontak kulit dan inisiasi menyusui segera setelah bayi lahir untuk memberikan awalan babak baru kehidupan yang terbaik bagi ibu dan bayi.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.