BAYI UMUR SEPULUH BULAN

Bayi Umur 10 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 10 – 11 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-10 dan menjelang umur 11 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur Sepuluh Bulan

Bayi terus bertumbuh secara fisik, kemampuan dan sosial sehingga semakin mampu berinteraksi dengan dunia disekitarnya. Pada bulan-bulan berikutnya perkembangan bayi sangat pesat. Dia mulai belajar bergerak sendiri mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Pada bulan ini bayi bertambah berat sekitar 300 gram. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya. Bayi yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya. Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan sehingga bisa ditangani dengan baik.

Perkembangan Bayi Umur Sepuluh Bulan

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bayi sangat tertarik pada percakapan sehingga senang diajak bermain, bernyanyi, berbicara dan bercerita.
  • Mengerti serta mulai meniru beberapa kata dan frase sederhana.
  • Masih menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan maksudnya namun sudah semakin jelas seperti menggapai-gapai, menunjuk, dll.
  • Bayi ikut bernyanyi saat diajak bernyanyi.
  • Terus ajak bayi berbicara dan mengobrol meskipun kata-katanya belum jelas.
  • Coba ulangi mengucapkan kata-katanya yang dalam bahasa bayi ke bahasa sehari-hari sehingga dia makin tertarik untuk belajar bicara.

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Sudah lancar merangkak dengan tangan dan lututnya dimana anggota gerak tubuh lurus serta badannya di sejajar lantai (merangkak gaya klasik). Bayi di umur 10 bulan ini bisa merangkak naik tangga sehingga pengamanan rumah harus ekstra hati-hati.
  • Sudah duduk sendiri dengan lancar.
  • Bisa mencoba berdiri sebentar tanpa disangga, tapi pastikan lingkungan aman sebab tubuhnya belum bisa berdiri sendiri dengan stabil sehingga bisa jatuh.
  • Bayi  makin lancar belajar berjalan dengan berdiri lalu merambat berpegangan pada perabotan
  • Bisa berlatih berjalan dengan dipegangi oleh orang lain. Tidak disarankan menggunakan baby walker.
  • Semakin pintar menjumput benda-benda kecil dengan memakai ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah (pincer grabs). Bayi sangat tertarik mengambil benda-benda kecil lalu memasukkan dalam mulutnya sehingga harus ekstra diawasi jangan sampai memakan benda-benda berbahaya.

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Kepribadian bayi saat ini sangat menyenangkan.
  • Bayi sangat sosial kepada orang lain: memberi senyum sosial, melambaikan tangan saat berpisah
  • Bersikap sedikit pendiam dan malu-malu saat bertemu orang asing yang mencoba mengajaknya bermain
  • Membuat suara-suara dan tingkah laku untuk menarik perhatian orang lain
  • Merasa ketakutan pada hal-hal yang membuatnya kaget atau belum dia kenali, contoh suara vacum cleaner, suara bel. Ibu bisa membantu menenangkannya serta menjelaskan bahwa semua baik-baik saja ada ibu disini menemaninya.

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Tertarik bermain mainan yang lebih rumit seperti mainan yang bergerak, bisa dibuka tutup, bisa digeser contoh mobil-mobilan.
  • Senang bermain menemukan benda-benda yang “disembunyikan” sehingga jangan heran jika dia gemar membongkar tas, membuka dompet bahkan mengeluarkan semua baju dari lemari pakaian.
  • Suka memasukkan dan mengeluarkan benda dari dalam wadah serta mengelompokkannya.
  • Gemar memamerkan saat dia mampu melakukan sesuatu, contoh membuka-tutup sebuah wadah.
  • Bisa bermain bergiliran, contoh ibu menggelindingkan bola lalu dia menangkap lanjut menggelindingkan kembali ke ibu.
  • Sudah mengembangkan pemikiran sendiri dan bisa protes untuk memperjuangkan keinginannya.

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Setiap 3 bulan sekali secara berkala dapat dilakukan penilaian perkembangan bayi oleh orang tua menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP digunakan untuk menilai kemajuan perkembangan dan mendeteksi keterlambatan perkembangan secara dini. Penilaian mencakup 4 ranah perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial). Tanyakan kepada petugas kesehatan cara untuk mengisi KPSP lebih lanjut.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Ibu disarankan untuk memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Berikan makanan meja keluarga yang dibuat lembek bertekstur seperti nasi tim atau bubur tanpa disaring lagi supaya bayi terbiasa memakan makanan yang ada di sekitarnya. Kenalkan aneka ragam bahan makanan yang terjangkau sesuai kearifan lokal setempat. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini baru bisa mengoceh dengan bahasa bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku. Buat aneka macam suara, nada, mimik muka dan irama sehingga bayi belajar lebih banyak.
  • Ajak bayi bermain bersama. Bermain bersama ibu menjadi mainan terbaik untuknya, tempatnya belajar berbagai macam hal dengan riang gembira.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh berbagai macam tekstur benda yang aman. Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitarnya sebab saat ini dia sudah bisa meraih berbagai hal yang menurutnya menarik.
  • Kenalkan bayi nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Ajak bayi berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Siapkan keamanan rumah bagi bayi yang sudah mulai aktif bergerak sendiri. Jauhkan benda-benda yang berbahaya.
  • Ajak bayi bermain dengan aman di luar rumah supaya makin banyak pengalaman pembelajarannya. Banyak permainan bisa dilakukan dan benda untuk dikenal olehnya. Tentu dengan memastikan keamanan anak.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh bayi untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Bayi semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya.

Sediakan mainan bagi bayi. Ibu bisa memilih benda-benda yang mudah diraih, dengan permukaan yang halus dan warna yang menarik seperti sendok warna-warni, mainan krincingan, atau mainan lain. Awasi jangan sampai bayi menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam atau benda berbahaya lainnya. Baca keterangan mainan di kemasan sehingga pastikan ibu menyediakan mainan sesuai umur anak.

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Sulit melakukan kontak mata
  • Gangguan gerakan satu atau kedua mata ke segala arah misalnya bola mata mengarah keluar sepanjang waktu, atau tidak bisa mengikuti gerakan objek bergerak, kedua mata menyilang sepanjang waktu, dll
  • Tampak tidak tertarik untuk bicara atau tidak mengoceh
  • Tidak menoleh saat dipanggil atau saat mendengar suara
  • Tidak tersenyum, tampak tidak tertarik diajak berinteraksi dengan orang lain
  • Tidak bisa duduk sendiri
  • Tidak tertarik meraih benda
  • Tidak menunjukkan reaksi terkait emosi seperti sedih atau senang
  • Badan bayi tampak lemah terkulai atau sebaliknya justru kaku
  • Gerakan tangan atau kaki tidak seimbang misalnya hanya tertarik menggerakkan satu tangan saja, gerakan kaki tidak seimbang dengan salah satu kaki terseret, dll.
  • Sulit makan
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli yang berkompeten jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s