ANAK UMUR SATU TAHUN

Anak Umur Satu Tahun

Selamat!

Akhirnya bayi lulus memasuki tahapan baru masa balita yang penuh dengan petualangan menyenangkan. Artikel berikut ini membahas tentang anak yang telah genap berumur 12 bulan.

Pertumbuhan Anak Umur Satu Tahun

Pada bulan ini anak bertambah berat sekitar 200 gram. Setiap anak memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya. Anak yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya.

Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan sehingga segera bisa ditangani dengan baik.

Perkembangan Anak Umur Satu Tahun

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Anak semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bisa merespons perintah sederhana dengan baik
  • Bisa menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan maksud, contoh menunjuk jika ingin diambilkan sesuai, menggeleng saat bermaksud “tidak” atau melambaikan tangan saat berpisah
  • Mengucapkan “mama”, “baba”, “dada” juga berseru dengan suara semacam “ah-uh-oh”
  • Sudah menunjukkan usaha menirukan kata yang disampaikan

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Anak sudah mampu duduk sendiri
  • Bisa berdiri sendiri
  • Anak makin lancar belajar berjalan dengan dipegangi oleh orang lain atau merambat berpegangan perabotan. Tidak disarankan menggunakan baby walker.
  • Anak mungkin sudah bisa melangkah satu-dua langkah sendiri
  • Semakin pintar menjumput benda-benda kecil dengan memakai ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah (pincer grabs). Dia masih tertarik mengambil benda-benda kecil lalu memasukkan dalam mulutnya sehingga harus ekstra diawasi jangan sampai memakan benda-benda berbahaya.

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Malu atau ketakutan saat bertemu orang asing (stranger anxiety)
  • Menangis saat berpisah dengan ayah ibu (separation anxiety)
  • Punya orang, boneka atau selimut favorit yang menemaninya.
  • Merasa takut pada beberapa kondisi. Masih belajar mengatasi ketakutan dan perhatian.
  • Sudah menyadari kemauannya serta belajar memberitahukan ke orang lain seperti memberikan sebuah buku ke ibu saat dia ingin dibacakan buku tersebut.
  • Mengulangi suara atau perilaku untuk menarik perhatian orang lain
  • Senang diajak bermain “cilukba”
  • Membantu saat dipakaikan baju dengan mengangkat tangan atau kaki

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Bisa dengan mudah mengambil benda-benda yang disembunyikan
  • Eksplorasi benda dengan melempar, menjatuhkan, membenturkan, membuka, atau mengocoknya.
  • Menirukan perilaku.
  • Bisa menunjuk sesuatu memakai jari telunjuknya.
  • Senang menunjukkan ke orang lain saat dia bisa melakukan sebuah permainan.
  • Bisa mengikuti perintah sederhana.
  • Menaruh benda ke dalam kotak wadah dan mengeluarkan benda dari kotak wadah.
  • Bisa memakai benda sesuai fungsinya seperti cangkir untuk minum, sendok untuk makan.
  • Melihat atau menunjuk ke benda yang benar saat diminta menunjukkan sesuai namanya.

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan anak. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi anak. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, dan mengamati gerakan anak.

Anak sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) secara rutin. Ibu bisa membawa anak ke posyandu di lingkungan rumah. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Setiap 3 bulan sekali secara berkala dapat dilakukan penilaian perkembangan anak oleh orang tua menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP digunakan untuk menilai kemajuan perkembangan dan mendeteksi keterlambatan perkembangan secara dini. Penilaian mencakup 4 ranah perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial). Tanyakan kepada petugas kesehatan cara untuk mengisi KPSP lebih lanjut.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat anak sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi anak dari bahaya fisik
  • Ibu disarankan untuk memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Pada umur 1 tahun anak sudah bisa memakan makanan menu meja keluarga supaya anak terbiasa memakan makanan yang ada di sekitarnya. Kenalkan aneka ragam bahan makanan yang terjangkau sesuai kearifan lokal setempat. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak anak berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini belum lancar bicara.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak anak bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku.
  • Ajak anak bermain bersama. Bermain bersama ibu menjadi mainan terbaik untuknya, tempatnya belajar berbagai macam hal dengan riang gembira.
  • Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitarnya sebab saat ini dia sudah bisa meraih berbagai hal yang menurutnya menarik.
  • Kenalkan anak nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Ajak anak berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Siapkan keamanan rumah bagi anak yang sudah mulai aktif bergerak sendiri. Jauhkan benda-benda yang berbahaya.
  • Ajak anak bermain dengan aman di luar rumah supaya makin banyak pengalaman pembelajarannya. Banyak permainan bisa dilakukan dan benda untuk dikenal olehnya. Tentu dengan memastikan keamanan anak.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh anak untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Anak semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya. Awasi jangan sampai anak menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam atau benda berbahaya lainnya. Baca keterangan mainan di kemasan sehingga pastikan ibu menyediakan mainan sesuai umur anak.

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Tidak merangkak
  • Tidak bisa berdiri padahal sudah dipegangi dengan baik
  • Tidak bisa bermain menemukan benda-benda yang disembunyikan
  • Tidak bisa mengucapkan kata
  • Tidak bisa melakukan bahasa tubuh untuk berkomunikasi seperti mengangguk, menggeleng, melambaikan tangan, dll
  • Tidak bisa menunjuk menggunakan telunjuk
  • Sulit makan
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli yang berkompeten jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s