BAYI UMUR ENAM BULAN

Bayi Umur 6 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 6 – 7 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-6 dan menuju umur 7 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur Enam Bulan

Bayi terus bertumbuh secara fisik, kemampuan dan sosial sehingga semakin mampu berinteraksi dengan dunia disekitarnya.

Pada bulan ini bayi bertambah berat sekitar 400 – 560 gram. Panjang badannya bertambah panjang sekitar 1-2 cm. Pertumbuhan bayi dalam 6 bulan pertama memang sangat pesat sekali. Kemudian laju pertumbuhan akan mulai melambat (meski tentu saja tetap tumbuh) setelah di atas umur 6 bulan. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya.

Bayi yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya. Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan bisa segera ditangani dengan baik secepatnya.

Pada bayi yang genap berumur 6 bulan ini (180 hari atau 5 bulan lebih 30 hari), sudah membutuhkan MPASI (makanan pendamping air susu ibu). Kebutuhan asupan nutrisi sudah tidak lagi bisa dipenuhi hanya dari susu saja sehingga butuh makanan pendamping yang disesuaikan dengan perkembangan oromotorik bayi. Berikan MPASI gizi seimbang menggunakan aneka ragam bahan makanan mudah dijangkau sesuai rekomendasi WHO dan UNICEF yang disesuaikan dengan kebijakan kesehatan pemerintah setempat. Menyusui di sela-sela waktu makan tetap diberikan semau bayi tanpa dibatasi hingga umur anak 2 tahun.

Perkembangan Bayi Umur Enam Bulan

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Mulai mengucapkan konsonan “ba”, “ga”, “da”
  • Mengoceh “bababababa”
  • Mengetahui namanya
  • Mengerti beberapa kata sederhana: menyusu, tidur, mandi
  • Bisa mendengar musik

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Mampu mengangkat-angkat badan seperti mau merangkak
  • Sudah pintar duduk sendiri dengan disangga. Mulai stabil duduk tanpa disangga terkadang dia memakai kedua tangannya untuk menyangga diri saat belajar duduk sendiri. Pastikan tempat disekitarnya aman dengan bantal-bantal atau penyangga saat bayi belajar duduk sebab dia belum stabil.
  • Bisa berdiri tegak saat disangga/dipegangi orang lain. Mulai mencoba untuk belajar berdiri dari duduk dan kaki menjejak-jejak lantai ketika posisi badannya dipegangi oleh orang lain (hati-hati dan pastikan bayi dipegangi dengan baik sebab badannya belum bisa berdiri sendiri dengan stabil)
  • Refleks newborn sudah menghilang
  • Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
  • Mengambil benda dengan jari-jemari
  • Sudah pintar berguling dan berbalik sendiri saat tengkurap

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Mengenali dan memberi respons gembira saat bertemu orang yang familiar baginya
  • Terkejut saat mendengar suara keras
  • Menangis saat merasa takut
  • Bayi sudah sangat aktif secara sosial: memberi senyum sosial, tersenyum untuk mencari perhatian orang lain dan memberi respons saat diajak berinteraksi
  • Memberikan banyak ekspresi untuk mewakili perasaan senang, sedih, gembira, marah
  • Mengalami separation anxiety dengan menangis saat berpisah dengan orang yang disayangi, contoh menangis saat melihat ibu pergi bekerja.
  • Bayi takut saat bertemu orang asing atau mengalami stranger anxiety.

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Gemar meraih semua benda menarik di hadapannya untuk diamati lebih lanjut
  • Memasukkan semua mainan dan benda ke dalam mulut untuk mengenal lebih kompleks (mengumpulkan informasi dengan melihat, meraba dan merasa)
  • Mulai tampak keinginan untuk bergerak mendekati objek yang membuatnya tertarik, contoh menjulurkan tangan minta digendong
  • Menjatuhkan benda dan melihat di lantai untuk mengetahui efek yang ditimbulkan.
  • Senang bermain mencari-cari benda yang disembunyikan
  • Berinteraksi dengan bayangan dirinya di cermin

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, melihat kondisi panggul dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Setiap 3 bulan sekali secara berkala dapat dilakukan penilaian perkembangan bayi oleh orang tua menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP digunakan untuk menilai kemajuan perkembangan dan mendeteksi keterlambatan perkembangan secara dini. Penilaian mencakup 4 ranah perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial). Tanyakan kepada petugas kesehatan cara untuk mengisi KPSP lebih lanjut.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Ibu disarankan untuk memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Berikan makanan meja keluarga yang lumat/lembut seperti bubur disaring, puree atau makanan yang ditumbuk halus. Kenalkan aneka ragam bahan makanan yang terjangkau sesuai kearifan lokal setempat. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini baru bisa mengoceh dengan bahasa bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan berdongeng. Bacakan buku bergambar menarik. Buat aneka macam suara, nada, mimik muka dan irama sehingga bayi belajar lebih banyak.
  • Ajak bayi bermain di lantai yang aman dengan diawasi sehingga dia berkesempatan untuk melatih motorik juga belajar banyak hal.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh berbagai macam tekstur benda yang aman. Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitarnya sebab saat ini dia sudah bisa meraih berbagai hal yang menurutnya menarik.
  • Kenalkan bayi nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Amati cara bayi mengenali bagian tubuhnya seperti memainkan tangan, menghisap genggaman tangan atau keinginan mulai berguling kanan-kiri.
  • Ajak bayi berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Ajak bayi bermain dengan aman di luar rumah supaya makin banyak pengalaman pembelajarannya. Banyak permainan bisa dilakukan dan benda untuk dikenal olehnya. Tentu dengan memastikan keamanan anak.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh bayi untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Bayi semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya.

Sediakan mainan bagi bayi. Ibu bisa memilih benda-benda yang mudah diraih, dengan permukaan yang halus dan warna yang menarik seperti sendok warna-warni, mainan krincingan, atau mainan lain. Awasi jangan sampai bayi menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam atau benda berbahaya lainnya. Baca keterangan mainan di kemasan sehingga pastikan ibu menyediakan mainan sesuai umur anak.

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Sulit melakukan kontak mata
  • Gangguan gerakan satu atau kedua mata ke segala arah misalnya bola mata mengarah keluar sepanjang waktu, atau tidak bisa mengikuti gerakan objek bergerak, kedua mata menyilang sepanjang waktu, dll
  • Tampak tidak tertarik untuk bicara atau tidak mengoceh atau tidak mengeluarkan satu pun kata
  • Tampak tidak tertarik untuk bicara
  • Tidak menoleh saat dipanggil atau saat mendengar suara
  • Tampak tidak tertarik diajak berinteraksi
  • Belum tengkurap
  • Tidak tertarik meraih benda
  • Tidak menunjukkan reaksi terkait emosi seperti sedih atau senang
  • Sedikit atau bahkan tidak bisa menunjukkan ekspresi perhatian kasih sayang ke pengasuh: misal tidak bisa memeluk ibu
  • Badan bayi tampak lemah terkulai atau sebaliknya justru kaku
  • Tidak mampu duduk padahal tubuhnya sudah disangga/dipegang dengan baik oleh orang lain
  • Tidak mampu memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
  • Gerakan tangan atau kaki tidak seimbang misalnya hanya tertarik menggerakkan satu tangan saja, gerakan kaki tidak seimbang dengan salah satu kaki tampak lemah, dll.
  • Sulit makan bubur MPASI
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli yang berkompeten jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s