BAYI UMUR DELAPAN BULAN

Bayi Umur 8 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 8 – 9 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-8 dan menuju umur 9 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur Delapan Bulan

Bayi terus bertumbuh secara fisik, kemampuan dan sosial sehingga semakin mampu berinteraksi dengan dunia disekitarnya. Pada bulan-bulan berikutnya perkembangan bayi sangat pesat. Dia mulai belajar bergerak sendiri mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Pada bulan ini bayi bertambah berat sekitar 300 gram. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya. Bayi yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya. Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan sehingga bisa segera ditangani dengan baik.

Perkembangan Bayi Umur Delapan Bulan

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bayi mengerti beberapa kata sederhana yang familiar baginya, contoh “bola”, “cangkir”, “ibu”.
  • Bayi bisa mengerti pertanyaan sederhana lalu menjawabnya dengan isyarat tubuh, contoh “Dimana ayah?” kemudian dia melihat ke arah ayahnya berada.
  • Bayi mengerti perintah sederhana, contoh “Coba ambil bola itu” kemudian dia merangkak menuju bola itu.
  • Merespons dengan sangat baik jika namanya disebut
  • Mengerti larangan sederhana, setidaknya dia berhenti sejenak untuk memperhatikan saat mendengar kalimat larangan sederhana yang familiar baginya. Contoh, “tidak boleh”
  • Membuat suara-suara  yang jelas didengar seperti “ga”, “da”, “ba”, “ma”

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Bisa duduk tanpa disangga sehingga tangannya lebih bebas bergerak
  • Menjumput benda-benda kecil dengan jari (memakai ibu jari, telunjuk dan jari tengah)
  • Mulai belajar membuka genggaman tangan untuk menjatuhkan atau melempar bola.
  • Bisa mengambil lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya menggunakan genggaman jari-jari tangan
  • Mulai belajar berpindah tempat sendiri dengan menggeser bokongnya, menyeret badannya atau merangkak.
  • Mulai mencoba untuk belajar berdiri sendiri dengan berpegangan benda yang kokoh seperti berdiri berpegangan ke sofa.

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Menunjukkan kedekatan dengan ibu, pengasuh dan anggota keluarga lain sehingga separation anxiety saat berpisah semakin tampak jelas.
  • Takut atau malu saat bertemu orang asing (stranger anxiety) terutama jika kondisinya kurang sehat atau mengantuk
  • Memberikan banyak ekspresi untuk mewakili perasaan senang, sedih, gembira, marah. Mulai belajar menunjukkan empati kepada orang lain.
  • Senang bermain cilukba dan bermain bersama orang lain.
  • Pintar memainkan trik untuk mendapatkan respons menyenangkan dari orang lain, contoh saat bayi mencium ibu lalu dipuji maka dia akan senang menciumi ibu untuk mendapatkan pujian.

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Mulai ingin bergerak berpindah tempat mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
  • Mengeksplorasi untuk lebih mengenal suatu benda dengan metode lebih rumit. Dia tidak lagi hanya sekedar melihat, meraba, memegang dan merasakan rasanya. Namun bayi mulai belajar untuk menjatuhkan, melempar, memeras, mengguncang, membenturkan dan membukanya.
  • Makin pintar bermain mencari-cari benda yang disembunyikan
  • Bisa menunjukkan gambar sebuah benda familiar yang disebutkan namanya
  • Mulai belajar kegunaan sebuah benda yang dihubungkan untuk aktivitas tertentu seperti gelas untuk minum, sisir untuk menyisir rambut, sendok untuk makan.

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, melihat kondisi panggul dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Setiap 3 bulan sekali secara berkala dapat dilakukan penilaian perkembangan bayi oleh orang tua menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP digunakan untuk menilai kemajuan perkembangan dan mendeteksi keterlambatan perkembangan secara dini. Penilaian mencakup 4 ranah perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial). Tanyakan kepada petugas kesehatan cara untuk mengisi KPSP lebih lanjut.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Ibu disarankan untuk memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Berikan makanan meja keluarga yang lumat/lembut seperti bubur saring, puree atau makanan yang ditumbuk halus supaya bayi terbiasa memakan makanan yang ada di sekitarnya. Sudah bisa mulai dikenalkan makanan finger food yang aman sebagai makanan selingan. Kenalkan aneka ragam bahan makanan yang terjangkau sesuai kearifan lokal setempat. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini baru bisa mengoceh dengan bahasa bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku. Buat aneka macam suara, nada, mimik muka dan irama sehingga bayi belajar lebih banyak.
  • Ajak bayi bermain bersama. Bermain bersama ibu menjadi mainan terbaik untuknya, tempatnya belajar berbagai macam hal dengan riang gembira.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh berbagai macam tekstur benda yang aman. Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitarnya sebab saat ini dia sudah bisa meraih berbagai hal yang menurutnya menarik.
  • Kenalkan bayi nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Ajak bayi berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Siapkan keamanan rumah bagi bayi yang sudah mulai aktif bergerak sendiri. Jauhkan benda-benda yang berbahaya.
  • Ajak bayi bermain dengan aman di luar rumah supaya makin banyak pengalaman pembelajarannya. Banyak permainan bisa dilakukan dan benda untuk dilihat olehnya. Tentu dengan memastikan keamanan anak.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh bayi untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Bayi semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya.

Sediakan mainan bagi bayi. Ibu bisa memilih benda-benda yang mudah diraih, dengan permukaan yang halus dan warna yang menarik seperti sendok warna-warni, mainan krincingan, atau mainan lain. Awasi jangan sampai bayi menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam atau benda berbahaya lainnya. Baca keterangan mainan di kemasan sehingga pastikan ibu menyediakan mainan sesuai umur anak.

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Sulit melakukan kontak mata
  • Gangguan gerakan satu atau kedua mata ke segala arah misalnya bola mata mengarah keluar sepanjang waktu, atau tidak bisa mengikuti gerakan objek bergerak, kedua mata menyilang sepanjang waktu, dll
  • Tampak tidak tertarik untuk bicara mengoceh
  • Tidak menoleh saat dipanggil atau saat mendengar suara
  • Tampak tidak tertarik diajak berinteraksi dengan orang lain. Tidak mau tersenyum.
  • Belum tengkurap
  • Tidak tertarik meraih benda
  • Sedikit atau bahkan tidak bisa menunjukkan ekspresi perhatian kasih sayang ke pengasuh: misal tidak bisa memeluk ibu
  • Tidak mampu menunjukkan ekspresi senang atau sedih.
  • Badan bayi tampak lemah terkulai atau sebaliknya justru kaku
  • Gerakan tangan atau kaki tidak seimbang misalnya hanya tertarik menggerakkan satu tangan saja, gerakan kaki tidak seimbang dengan salah satu kaki terseret, dll.
  • Tidak mampu duduk sendiri
  • Sulit makan
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli yang berkompeten jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

2 replies

  1. Maaf Dok, mhn sharingnya Dok…
    kl bayi usia 7m25d pola,porsi,frekuensi,komposisi Mpasix yg tepat sebaikx gmn?

    sy khawatirnya cara saya yg lalu2 krg tepat.Terima kasih tanggapanx Dok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s