PEMERIKSAAN ANTENATAL UNTUK MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN

Pemeriksaan Antenatal Untuk Menjaga Kesehatan Kehamilan

Sejak ibu mengetahui telah positif hamil sebaiknya segera periksakan diri ke bidan atau dokter setempat. Lakukan kontrol rutin kehamilan setiap bulan. Pada kondisi khusus mungkin dokter/bidan meminta untuk kontrol lebih sering.

Pemeriksaan kehamilan paling minimal setidaknya 4 kali selama kehamilan yaitu satu kali di trimester I (pada usia kandungan sebelum 3 bulan atau sebelum minggu ke 16), satu kali di trimester II (pada usia kandungan 4 – 6 bulan jadi di antara minggu ke 24 – 28), dan dua kali di trimester III (pada usia kandungan 7 – 9 bulan jadi di antara minggu ke 30-32 dan minggu ke 36 – 38).

Himpunan Kedokteran Fetomaternal POGI menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dengan interval 2 minggu (5 kali kontrol) pada trimester pertama. Tujuannya untuk mendeteksi kemungkinan permasalahan kehamilan sehingga bisa secepatnya diambil tindakan yang tepat. Selanjutnya lakukan kontrol periksa kehamilan dengan interval 4 minggu pada trimester 2 dan 3, kecuali jika ada indikasi medis lainnya sehingga ibu harus lebih sering kontrol ke dokter.

Periksa kehamilan ke dokter atau bidan ya?

Pada kehamilan sehat, normal dan tidak ada masalah maka ibu bisa memilih untuk kontrol ke bidan atau di Puskesmas terdekat. Lakukan kontrol secara rutin sehingga kesehatan dan kehamilan terpantau dengan baik oleh petugas kesehatan yang berkompeten. Pada kehamilan dengan permasalahan khusus membutuhkan penanganan spesialistik oleh dokter. Jika ibu memilih kontrol dengan bidan, disarankan setidaknya kontrol satu kali ke dokter untuk mendeteksi kelainan kehamilan secara umum.

Tips Memilih Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam tim untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. Pilih tenaga kesehatan yang:

  • kompeten melakukan praktik kesehatan yang rasional berbasis bukti (EBM) serta pedoman
  • mau menyediakan waktu untuk berkonsultasi dan tidak terburu-buru
  • komunikatif
  • bersedia serta terbuka untuk berdiskusi
  • mendukung pemberian ASI
  • melakukan rujukan yang tepat sesuai kondisi pasien

Pemeriksaan kehamilan yang teratur sangat penting untuk memantau keadaan kesehatan, status gizi ibu dan perkembangan janin termasuk deteksi dini kelainan yang mungkin terjadi. Sebaiknya suami mendampingi ibu setiap kali kontrol ke dokter. Jika berhalangan, setidaknya minimal satu kali kunjungan didampingi oleh suami. Minta pendamping persalinan ikut menemani periksa jika tidak ada suami.

Miliki Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA)

Setiap ibu hamil sebaiknya memiliki buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berisi data pribadi serta perkembangan kehamilan. Buku ini berisi informasi kesehatan yang penting untuk diketahui oleh semua ibu hamil. Catatan perkembangan kesehatan ibu juga instruksi tenaga kesehatan akan tersimpan di dalam buku KIA sehingga memudahkan untuk mengontrol kesehatan juga mengurus administrasi. Buku KIA diisi setiap kali pemeriksaan antenatal kemudian diberikan dan disimpan oleh ibu.

Kunjungan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

Pada kunjungan pertama petugas kesehatan akan melengkapi identitas dan riwayat kesehatan ibu. Identitas meliputi nama, umur, alamat, nomor telepon, tahun menikah, agama, suku dan nama suami. Data kehamilan sekarang meliputi hari pertama menstruasi terakhir, taksiran waktu persalinan, perdarahan pervaginam, keputihan, mual muntah, masalah, kelainan, pemakaian obat/jamu dan keluhan lainnya bila ada.

Riwayat kontrasepsi yang pernah digunakan terdahulu maupun terakhir sebelum kehamilan saat ini. Riwayat kesehatan ibu seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit hati seperti hepatitis, HIV (jika diketahui), infeksi menular seksual (IMS), tuberculosis, alergi obat/makanan, penyakit ginjal, talasemia, gangguan darah, malaria, asma, epilepsy, alergi, riwayat gangguan kejiwaan, riwayat operasi, obat yang rutin dikonsumsi, status imunisasi terutama tetanus, riwayat transfuse darah, golongan darah, dan riwayat kecelakaan.

Jika sebelumnya sudah pernah hamil maka sampaikan data terkait riwayat kehamilan sebelumnya seperti jumlah kehamilan, jumlah persalinan, jumlah persalinan cukup bulan, jumlah persalinan prematur, jumlah anak hidup, riwayat berat badan bayi saat lahir, jenis kelamin anak, cara persalinan, riwayat keguguran, riwayat aborsi, perdarahan saat kehamilan atau nifas, hipertensi atau diabetes saat kehamilan, kehamilan sungsang, kehamilan ganda, riwayat pertumbuhan janin, masalah persalinan, masalah kehamilan, masalah nifas, durasi menyusui, riwayat penyakit serta kematian perinatal, neonatal dan kematian janin.

Riwayat keluarga seperti diabetes, hipertensi, kehamilan kembar dan kelainan bawaan juga perlu disampaikan kepada petugas kesehatan. Sampaikan terkait kebiasaan merokok, pemakaian alkohol, NAPZA jika memang ada agar segera dicari solusi dengan merujuk ke ahli supaya bisa berhenti dari kecanduan. Tenaga kesehatan juga akan menanyakan kondisi sosial ekonomi seperti terkait riwayat pernikahan, pendidikan, pekerjaan juga pembiayaan.

Pemeriksaan Fisik

Pada setiap kunjungan ibu akan diperiksa kondisi fisik seperti tanda vital, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan pemeriksaan umum lengkap. Tanda vital seperti tekanan darah, suhu badan, frekuensi nadi dan frekuensi pernafasan.

Pemeriksaan umum lengkap meliputi kepala, mata, kebersihan gigi dan mulut, kondisi gigi, tiroid, jantung, paru, payudara, perut, tulang belakang, anggota gerak serta kesehatan kulit.Pemeriksaan payudara dilakukan untuk memeriksa apakah ada benjolan, bekas operasi dan kondisi puting. Anggota gerak tangan dan terutama kaki diperiksa untuk mengetahui adanya varises, edema dan refleks persarafan.

Pemeriksaan perut dilihat apakah ada bekas operasi terutama berhubungan pada rahim. Tinggi pembesaran rahim akan diukur menggunakan maneuver Leopold untuk mengetahui tinggi fundus setelah umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Kelamin akan dilihat apakah di perineum terdapat varises, kondiloma dan pembengkakan. Pemeriksaan dalam dilakukan jika diperlukan untuk menilai kondisi leher rahim (serviks uterus), rahim, adneksa rahim, kelenjar dan uretra. Pemeriksaan dalam dengan inspekulo dilakukan pada kondisi tertentu seperti tanda infeksi. Denyut jantung janin diperiksa menggunakan fetoskop atau Doppler jika umur kehamilan lebih dari 16 minggu.

Sepuluh pemeriksaan oleh petugas kesehatan meliputi:

  1. Pengukuran tinggi badan

Tinggi badan yang pendek terkadang berhubungan dengan ukuran panggul. Bila tinggi badan kurang dari 145 cm maka faktor panggul sempit dikhawatirkan bisa menyulitkan persalinan secara normal. Namun biasanya ukuran tubuh janin menyesuaikan badan ibunya sehingga ibu tidak usah risau. Kondisi panggul akan dievalusi lebih lanjut saat trimester tiga menjelang persalinan.

  1. Penimbangan berat badan

Ibu sebaiknya mengalami pertambahan berat badan sekitar 1 kg setiap bulan sejak usia kehamilan 4 bulan. Bila terlalu sedikit atau terlalu banyak dikhawatirkan akan mempengaruhi kesehatan janin atau juga berisiko menyulitkan persalinan secara normal. Berat badan ibu sendiri akan bertambah sekitar 10 – 12 kilogram.

  1. Pengukuran tekanan darah

Tekanan darah normal 120/80 mmHg. Hormon kehamilan terkadang membuat tekanan darah ibu sedikit lebih rendah dibandingkan kondisi tidak hamil. Makan makanan bergizi seimbang, jaga supan zat besi juga lakukan gaya hidup sehat dengan olahraga rutin. Bila tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg dikhawatirkan risiko mengalami hipertensi dalam kehamilan sehingga akan dipantau dengan lebih ketat.

  1. Pengukuran lingkar lengan atas (LLA)

Bila hasil pengukuran LLA kurang dari 23,5 cm menunjukkan ibu hamil menderita kurang energi kronis sehingga berisiko mempengaruhi asupan gizi janin menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah. Ibu yang mengalami kurang gizi akan dilakukan perbaikan gizi sehingga janin tumbuh sehat dan tubuh ibu tidak semakin defisit nutrisi. Lakukan konsultasi gizi bersama ahli gizi yang berkompeten selama kehamilan ini. Berat badan lebih, obesitas dan berat badan kurang idealnya sudah teratasi sebelum hamil supaya ibu dan anak sehat.

  1. Pengukuran tinggi rahim

Pengukuran tinggi rahim bermanfaat untuk melihat pertumbuhan janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.

  1. Penentuan letak janin (presentasi janin) dan penghitungan denyut jantung janin

Penentuan letak janin bisa membantu untuk memperkirakan kelainan lekat atau masalah lain. Pada trimester ketiga diharapkan kepala janin berada di bagian bawah. Mendekati waktu perkiraan lahir biasanya kepala janin sudah masuk panggul. Denyut jantung janin sekitar 120 -160 kali/menit. Jika denyut jantung janin kurang dari 120 kali/menit atau sebaliknya lebih dari 160 kali/menit menunjukkan tanda gawat janin yang harus segera ditangani dengan cepat.

  1. Penentuan status Imunisasi Tetatus Toksoid

Indonesia masih banyak kasus tetanus, terlebih letak geografis yang rawan bencana. Bakteri Clostridium tetani ini hidup di tanah sehingga bisa menginfeksi melalui luka terbuka yang tidak bersih atau terkontaminasi tanah. Salah satu kondisi tetanus yang mematikan adalah tetanus neonatorum yang dialami oleh bayi baru lahir. Tetanus ini bisa dicegah dengan imunisasi tetanus. Imunisasi tetanus yang telah lengkap pada ibu bisa melindungi bayi sehingga mencegah tetanus neonatorum.

8. Pemeriksaan penunjang dan tes laboratorium

  • Tes darah: golongan darah, hematologi, kadar gula darah
  • Tes untuk mengetahui adanya anemia: hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, RDW, apus darah tepi, ferritin,
  • Tes pemeriksaan urin: tes urin lengkap dan tes urin kehamilan
  • Tes pemeriksaan lainnya sesuai indikasi atau kebijakan kesehatan masayarakat setempat: HIV, hepatitis B, hepatitis C, VDRL, TPHA.
  • Pemeriksaan tinja: untuk deteksi infeksi cacing atau jika ada masalah pencernaan

Idealnya para ibu sudah melakukan skrining kesehatan dengan pemeriksaan sebelum hamil sehingga kondisi-kondisi berbahaya yang bisa dicegah telah tertangani dengan baik saat ibu sudah hamil. Hasilnya akan lahir generasi penerus yang sehat, kuat dan berkualitas prima. Ibu pun lebih rileks menjalani masa kehamilan.

Pemeriksaan penunjang yang sering dilakukan adalah pemeriksaan USG kehamilan. Pemeriksaan USG tidak terasa sakit dan relatif aman digunakan bagi kehamilan. Gelombang suara yang dipancarkan akan mengenai sel-sel janin kemudian hasil scan akan digambarkan oleh alat. Pemeriksaan USG aman selama dilakukan dengan alat yang tepat juga oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. Pemeriksaan ini dilakukan secepat mungkin dengan energi serendah mungkin sehingga aman bagi janin. Konsultasikan dengan dokter jika ibu ragu dengan keamanan pemeriksaan USG.

POGI menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG setidaknya minimal 3 kali. Melalui pemeriksaan USG bisa diperkirakan ukuran tubuh janin, jumlah janin di dalam rahim, deteksi awal kecacatan, posisi janin, posisi plasenta serta pemantauan tumbuh-kembang janin secara rutin. USG juga bisa melihat pergerakan janin setelah umur kehamilan sekitar 16 – 22 minggu. 

Jika dalam keluarga terdapat riwayat penyakit sickle cell, thalassemia, hemophilia, distrofi otot, cystic fibrosis, spina bifida, atau kelainan genetik seperti Down’s syndrome maka ibu bisa meminta untuk dilakukan skrining genetik saat kehamilan. Proses deteksi kelainan janin ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Selain risiko yang ada, juga orang tua butuh kesiapan mental. Butuh pendampingan oleh tenaga kesehatan berkompeten untuk menghadapi proses ini. 

9. Konseling atau penjelasan

Ibu sebaiknya meminta penjelasan kepada tenaga kesehatan terkait perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, serba-serbi persalinan, keluarga berencana, pemberian makan bayi termasuk menyusui dan perawatan bayi. Cari tahu tentang kebijakan protap rumah sakit/klinik fasilitas kesehatan yang ibu pilih terkait pelayanan persalinan beserta perawatan ibu – bayi pasca persalinan.

10. Tata laksana pengobatan pada ibu hamil yang sedang memiliki permasalahan kesehatan tertentu.

Ibu dengan permasalahan kesehatan kronis sebaiknya sudah mengontrol kondisi kesehatannya sejak sebelum hamil. Pengobatan oleh dokter akan dilanjutkan untuk mengontrol gejala penyakit dengan menyesuaikan pemberian obat sesuai kondisi kehamilan. Biasanya dipilih obat yang aman bagi kehamilan dengan dosis paling rendah untuk mengontrol gejala.

Setiap ibu hamil harus mendapatkan penjelasan terkait kondisi berbahaya dalam kehamilan sehingga mengetahui kapan dan kemana harus segera periksa.

Jika ibu mengalami keluhan berikut ini, atau merasa khawatir dengan kondisi selama masa kehamilan sebaiknya segera pergi periksa ke tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan:

  • Perdarahan dari vagina meski hanya sekedar keluar bercak darah (flek darah)
  • Cairan keluar dari vagina yang dikhawatirkan air ketuban keluar sebelum waktunya
  • Nyeri perut
  • Gangguan kencing seperti terasa panas atau nyeri saat kencing
  • Keputihan yang berbau
  • Pusing, kepala terasa ringan atau seperti mau pingsan
  • Muntah terus-menerus dan tidak mau makan
  • Pandangan kabur
  • Demam tinggi
  • Bengkak tiba-tiba pada kaki, tangan dan/atau wajah
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Kejang
  • Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya setelah umur kehamilan 19 minggu
  • Demam, menggigil dan berkeringat dimana pada ibu hamil yang tinggal di daerah endemis malaria bisa jadi sebagai salah satu tanda awal gejala infeksi malaria
  • Batuk, terutama jika batuk lama lebih dari 2 minggu
  • Jantung berdebar-debar atau nyeri di dada
  • Diare berulang
  • Sulit tidur dan cemas berlebihan
  • Terjadi kondisi gawat darurat lainnya
LAKUKAN KONTROL PERIKSA KEHAMILAN SECARA TERATUR. SETIAP IBU HARUS MELAHIRKAN DI FASILITAS KESEHATAN YANG AMAN DENGAN PENDAMPINGAN TENAGA KESEHATAN YANG BERKOMPETEN. MARI BERSAMA BERGANDENGAN TANGAN DEMI PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN ANAK YANG LEBIH BAIK.

Kenali fasilitas yang disediakan dalam pelayanan persalinan. Pilih rumah sakit sayang ibu dan sayang bayi supaya ibu nyaman sukses mendapatkan perencanaan persalinan yang diinginkan, dibantu untuk IMD, rawat gabung dan menyusui bayi.

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s