TIPS MENGATASI MUAL, MUNTAH DAN TIDAK BERSELERA MAKAN SAAT HAMIL

Tips Mengatasi Mual, Muntah dan Tidak Berselera Makan Saat Hamil

Pada masa awal kehamilan biasanya ibu merasa mual. Banyak ibu mengalami muntah, bahkan beberapa mengalami mual-muntah yang lebih berat lagi. Keluhan sering muncul di pagi hari namun bisa juga sepanjang waktu.

Penyebab Mual Muntah Saat Hamil

Kemungkinan penyebab mual muntah saat hamil ini adalah kombinasi antara pengaruh hormon kehamilan, sensitivitas indera penciuman juga perubahan kinerja sistem pencernaan. Terutama selama 3 bulan pertama. Keluhan biasanya mulai menghilang pada umur kehamilan 12 – 14 minggu.

Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil

Mual muntah di masa awal kehamilan ini sangat mengganggu. Terkadang muncul saat mencium aroma sesuatu atau bahkan melihat makanan. Ibu mungkin merasa emosional serta kelelahan menghadapi ini, sedangkan banyak orang di sekeliling yang belum menyadari bahwa ibu sedang hamil.

Coba lakukan beberapa tips mengatasi mual-muntah berikut ini:

  • Makan porsi kecil diimbangi dengan frekuensi yang sering
  • Makan sedikit camilan tinggi protein sebelum tidur.
  • Jika ibu merasa lemah di pagi hari, coba untuk bangun tidur secara perlahan
  • Sediakan biskuit disamping tempat tidur untuk dimakan begitu ibu bangun di pagi hari.
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Minum banyak air putih: Jika mual saat minum air putih maka bisa diatasi dengan meminum sedikit demi sedikit air putih sepanjang hari.
  • Hindari makanan atau bau aroma yang membuat ibu mual: Coba makan sedikit demi sedikit jika ibu mual terhadap semua makanan. Bagaimana pun ibu harus berjuang untuk tetap makan. Makan saat makanan sudah dingin sehingga aroma zat aktifnya sudah jauh berkurang.
  • Hindari makanan pedas berbumbu tajam atau berlemak atau berminyak. Enak saat dimakan, tapi terkadang justru memicu mual-muntah setelah memakannya.
  • Segera periksa ke dokter jika keluhan mengganggu dan tidak membaik.

Jika rasa mual dan muntah muncul ketika meminum vitamin kehamilan maka bisa coba untuk meminum vitamin tersebut bersamaan dengan makanan (misal minum bersama dengan makan pisang) atau minum di malam hari ketika akan tidur. Biasanya ini lebih membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Jangan makan jamu atau obat herbal sebab banyak yang belum diketahui keamanannya bagi janin dan kehamilan. Minum secangkir jahe hangat dipercaya bisa membantu meringankan gejala mual muntah. Tetapi ibu harus berhati-hati jangan terlalu banyak memakan jahe, sebab jika overdosis dikhawatirkan bisa berisiko menyebabkan keguguran. Diskusikan dengan dokter anda terutama pada pemakaian suplemen atau ekstrak dari jahe yang belum diketahui batas aman bagi kehamilan. Sebaiknya periksa dan konsultasi dahulu ke dokter/bidan jika ibu merasa membutuhkan bantuan pengobatan untuk mengatasi keluhan yang mengganggu ini.

Pada beberapa ibu memasak menjadi pekerjaan yang berat saat hamil. Ibu butuh makan, juga harus memasak bagi keluarga, namun mencium aroma masakan terasa mengganggu. Ibu saat ini mungkin butuh bantuan orang lain untuk memasak. Terutama jika aktivitas di dapur membuat gejala mual muntah makin berat. Tips lainnya lakukan aktivitas memasak di waktu-waktu dimana keluhan berkurang. Pilih menu sederhana yang tidak membutuhkan banyak pekerjaan. Simpan masakan di kulkas terutama makanan-makanan praktis yang bisa dibekukan. Minta bantuan orang lain untuk menangani pekerjaan rumah tangga harian jika ibu merasa lemah.

Banyak ibu takut akan munculnya mual-muntah bahkan ketika serangan belum muncul. Hal ini justru tanpa sadar membuat ibu memusatkan pikiran pada mual-muntah. Semakin terpusat memikirkan mual-muntah justru membuat gejala keluhan makin berat. Jalani rutinitas yang ada menyesuaikan kondisi ibu. Berolahraga ringan, cukup istirahat dan menghirup udara segar bisa mengurangi keluhan. Gunakan pakaian yang nyaman sebab baju yang membuat pinggang terlalu sesak bisa memacu mual.

Segera ke UGD atau rumah sakit jika keluhan berat, atau ibu merasakan salah satu gejala seperti terlalu lemas, mual muntah terus-menerus, tidak ada makanan/minuman yang bisa masuk, serta kurang cairan.

Cegah supaya jangan sampai terjadi kondisi dehidrasi. Beberapa ibu mengalami hyperemesis gravidarum yang membutuhkan perawatan intensif spesialistik.

Ketika Nafsu Makan Menurun Saat Hamil

Seribu hari pertama kehidupan yang dimulai dari masa pembuahan memegang peran sangat penting dalam sejarah hidup seorang manusia. Kecukupan asupan gizi harus dijaga supaya memberi awalan terbaik bagi generasi penerus calon pemimpin masa depan.

Mual-muntah membuat ibu takut makan serta malas minum. Apalagi rasa makanan di lidah menjadi berubah. Bahkan beberapa ibu mengeluh lidah dan mulut terasa aneh.

Kondisi ini harus diatasi. Jangan menyerah pada keadaan. Pastikan ibu tetap makan  supaya kebutuhan asupan tercukupi. Telateni diri untuk makan. Makan porsi kecil dengan frekuensi sering bisa membantu mengatasi keluhan. Jika kesulitan meminum air mineral tawar maka ibu bisa memberi sedikit potongan buah segar dengan membuat infused water. Terkadang meminum air dingin atau sebaliknya air hangat biasanya terasa lebih enak. Selalu ingat bahwa dehidrasi sangat berbahaya bagi kehamilan.

Segera periksa serta konsultasikan ke dokter/bidan jika keluhan mual, muntah dan tidak nafsu makan ini tidak membaik.




PENGETAHUAN UMUM BAGI SEMUA

WASPADA PADA KELUHAN BERIKUT INI

Jika ibu mengalami keluhan berikut ini, atau merasa khawatir dengan kondisi selama masa kehamilan sebaiknya segera pergi periksa ke tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan:

  • Perdarahan dari vagina meski hanya sekedar keluar bercak darah (flek darah)
  • Cairan keluar dari vagina yang dikhawatirkan air ketuban keluar sebelum waktunya
  • Nyeri perut
  • Gangguan kencing seperti terasa panas atau nyeri saat kencing
  • Keputihan yang berbau
  • Pusing, kepala terasa ringan atau seperti mau pingsan
  • Muntah terus-menerus dan tidak mau makan
  • Pandangan kabur
  • Demam tinggi
  • Bengkak tiba-tiba pada kaki, tangan dan/atau wajah
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Kejang
  • Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya setelah umur kehamilan 19 minggu
  • Demam, menggigil dan berkeringat dimana pada ibu hamil yang tinggal di daerah endemis malaria bisa jadi sebagai salah satu tanda awal gejala infeksi malaria
  • Batuk, terutama jika batuk lama lebih dari 2 minggu
  • Jantung berdebar-debar atau nyeri di dada
  • Diare berulang
  • Sulit tidur dan cemas berlebihan
  • Terjadi kondisi gawat darurat lainnya
LAKUKAN KONTROL PERIKSA KEHAMILAN SECARA TERATUR. SETIAP IBU HARUS MELAHIRKAN DI FASILITAS KESEHATAN YANG AMAN DENGAN PENDAMPINGAN TENAGA KESEHATAN YANG BERKOMPETEN. MARI BERSAMA BERGANDENGAN TANGAN DEMI PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN ANAK YANG LEBIH BAIK.
 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Categories: Kesehatan Wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s