Kesehatan Wanita

Menentukan Usia Kehamilan

MENENTUKAN USIA KEHAMILAN

Usia kehamilan digunakan sebagai patokan Hari Perkiraan Lahir juga memantau perkembangan janin di dalam rahim. Usia kehamilan saat ini dinyatakan dalam minggu, bukan bulan supaya lebih teliti serta mudah. Penentuan usia kehamilan yang benar itu berdasarkan pada waktu saat terjadinya pembuahan. Usia kehamilan ditentukan dari HPHT yang lebih mudah diamati. Namun, mendeteksi HPHT ini pun sedikit terkendala jika siklus menstruasi tidak teratur.

Umur janin sendiri dihitung dari saat terjadinya pembuahan (umur fertilisasi). Umur janin berbeda sekitar 2 minggu dibanding usia kehamilan dihitung menggunakan patokan siklus menstruasi normal 28 minggu. Jadi bila dikatakan kehamilan sudah memasuki 20 minggu artinya umur janin 18 minggu.

Gerakan janin yang digunakan untuk menentukan umur kehamilan yaitu gerakan janin yang pertama kali dirasakan oleh ibu. Gerakan pertama janin biasanya dirasakan pada usia kehamilan 18 minggu pada nulipara (kehamilan pertama kali) dan 16 minggu pada multi para (kehamilan kedua dan seterusnya). Pemeriksaan fisik juga bisa membantu memperkirakan usia kehamilan jika dilakukan oleh dokter/bidan yang berkompeten. Pemeriksaan fisik menggunakan palpasi perabaan tinggi rahim dengan menggunakan patokan anatomi (tulang simfisis pubis, pusar/pusat dan tepi bawah tulang dada/prosesus xyphoideus) dan menggunakan pita ukur.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui usia kehamilan secara pasti?

Dengan menggunakan pemeriksaan USG kehamilan

Teknologi USG saat ini sudah semakin canggih sehingga bisa membantu memperkirakan usia kehamilan jika pemeriksaan dilakukan secepatnya pada awal kehamilan. Pemeriksaan USG dengan mengukur panjang janin dari kepala ke bokong (CRL/Crown Rump Length) yang dilakukan pada usia kehamilan (10+0) – (13+6) minggu dengan simpang baku 5 hari dilakukan untuk megetahui usia kehamilan. CRL dapat membantu menentukan umur janin dan hari perkiraan lahir (HPL).

Taksiran persalinan yang terbaik ditentukan berdasarkan usia fertilisasi. Bila tidak ada datanya maka digunakan hasil pengukuran CRL pada trimester 1, atau panjang otak kecil (cerebellum) pada trimester 2, atau kombinasi antara ukuran biparietal diameter (BPD) dan head circumference (HC/lingkar kepala). Tanggal taksiran persalinan pada HPL ini dihitung pada umur kehamilan 40+0 minggu. Kehamilan cukup bulan diartikan sebagai kehamilan berumur 38 – 42 minggu. Oleh sebab itu sangat penting untuk memeriksakan diri secepatnya di trimester 1.

Menghitung Hari Perkiraan Lahir

Ibu bisa mencoba menghitung hari perkiraan lahir (HPL) menggunakan Rumus Naegele dengan menambah 7 pada tanggal HPHT, mengurangi 3 pada bulan HPHT dan tahun +1 pada tahun HPHT. Jika bulan tidak bisa dikurangi 3 maka bulan ditambah 9 dan tidak ada penambahan tahun. 

Jika anda tidak mengetahui dengan pasti HPHT, maka semakin cepat periksa ke dokter akan semakin mudah memperkirakan perkiraan kelahiran bayi. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada perut dan menggunakan alat USG untuk menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan kelahiran bayi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s