Masa Subur, Ovulasi dan Kehamilan

Masa Subur, Ovulasi dan Kehamilan

Kehamilan terjadi ketika sel sperma membuahi sel telur kemudian berlanjut dengan proses implantasi zigot di dalam rahim. Jika anda merencanakan untuk hamil, maka disarankan untuk melakukan hubungan seksual di sekitar waktu ovulasi. Nah waktu ovulasi ini terjadi di masa subur.

Persentase kemungkinan sukses hamil saat melakukan hubungan seksual di masa subur:

  • 30 – 38% setelah mencoba selama satu siklus
  • 59 – 68% setelah mencoba selama tiga siklus
  • 80 – 81% setelah mencoba selama enam siklus
  • 91 – 92% setelah mencoba selama 12 siklus

Kesempatan untuk hamil akan lebih besar jika melakukan hubungan seksual 3 hari terakhir di masa subur.

Ada beberapa cara alami yang bisa membantu ibu untuk mengenali masa subur serta memprediksi terjadinya ovulasi. Tubuh memberikan beberapa sinyal saat terjadi ovulasi. Sinyal tersebut antara lain:

  • ibu memiliki siklus menstruasi teratur
  • terjadi perubahan bentuk lendir vagina
  • ibu bisa merasakan sensasi agak nyeri sedikit pada perut yang disebut mittelschmerz (hati-hati jika nyeri berlanjut justru bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain)
  • merasakan gejala premenstrual: payudara membesar, payudara nyeri, perut kembung dan perasaan labil
  • suhu tubuh basal naik sekitar setengah derajat celcius (0.4 – 1 derajat Fahrenheit)

Cara Prediksi Terjadinya Masa Subur

Ibu bisa menggunakan metode kalender, mencatat perubahan suhu basal juga pengamatan lendir vagina untuk memprediksi terjadinya ovulasi ketika masa subur.

Metode Kalender

Catat tanggal ketika ibu mengalami menstruasi. Hari dimana darah pertama kali keluar dicatat sebagai “Hari Pertama”. Lingkari tanggal tersebut di kalender. Panjangnya siklus menstruasi bervariasi dari bulan ke bulan berikutnya. Dari data pencatatan selama beberapa bulan bisa diamati pola periode menstruasi. Untuk mengetahui hari pertama ketika masa subur, kurangi 18 dari jumlah total hari dalam siklus menstruasi terpendek. Gunakan angka hasil pengurangan untuk menghitung banyaknya hari ke depan dari hari pertama periode menstruasi. Buat tanda X di kalender untuk menandai hari pertama kemungkinan masa subur. Untuk mengetahui hari terakhir masa subur, kurangi 11 dari jumlah total hari dalam siklus menstruasi terpanjang. Gunakan hasil pengurangan untuk menghitung banyaknya hari ke depan dari hari pertama periode berikutnya. Buat tanda X pada kalender sebagai hari terakhir masa subur. Waktu antara dua tanda X adalah perkiraan jendela masa  subur.

Jika siklus menstruasi teratur (jumlah hari selalu sama persis setiap waktu) maka waktu ovulasi bisa diperkirakan terjadi 14 hari sebelum periode siklus menstruasi berikutnya. Namun sayangnya juga kurang akurat sebab hanya 10% wanita dengan siklus 28 hari yang mengalami ovulasi tepat di 14 hari sebelum menstruasi. Metode kalender ini memang hanya bisa memberikan perkiraan kasar apalagi jika menstruasi tidak teratur. Lakukan hubungan seksual setiap 2 hari atau 3 hari sekali saat jendela masa subur ini. Kombinasikan metode kalender ini dengan metode lain yaitu mencatat suhu basal, perubahan lendir vagina dan memakai alat prediksi ovulasi.

Mencatat Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh merupakan suhu badan yang terendah dalam 24 jam. Suhu ini bisa diukur menggunakan termometer setiap pagi begitu ibu membuka mata bangun dari tidur. Letakkan termometer di tempat aman yang mudah terjangkau. Langsung ukur suhu begitu ibu bangun dan sebelum melakukan aktivitas apapun seperti cuci muka, makan, berhubungan seksual atau mengecek gadget kesayangan. Meski sekedar turun dari Kasur untuk berjalan ke toilet pun akan merubah suhu basal. Suhu akan naik sekitar setengah derajat celcius pada hari terjadinya ovulasi serta dua hari sesudahnya. Catat suhu basal dalam sebuah buku. Data ini membantu untuk mendapatkan pola ovulasi jika dilakukan selama beberapa kali siklus menstruasi. Sayangnya perubahan suhu basal tidak bisa memperkirakan ovulasi akan berlangsung sebab peningkatan suhu basal ini terjadi saat sel telur telah dilepaskan. Melakukan hubungan seksual dalam 24 jam ketika suhu basal tubuh meningkat bisa membantu untuk cepat hamil.

Mengamati Lendir Vagina

Lendir mucus vagina merupakan lendir yang diproduksi oleh serviks yang kemudian keluar melalui vagina. Terjadi perubahan jumlah, warna dan tekstur lendir dalam satu siklus menstruasi akibat pengaruh hormon. Setelah selesai menstruasi biasanya ibu akan mengalami hari-hari “kering” dimana hampir tidak ada lendir yang keluar. Lendir berubah menjadi “lengket” serta keruh ketika sel telur sedang berkembang. Pada hari-hari menjelang ovulasi ibu akan merasa lebih “basah” dengan lendir vagina yang banyak, jernih, elastis dan licin menyerupai putih telur mentah. Membuat catatan mengamati lendir bisa membantu mengenali masa subur.

 

Jika kebingungan menandai masa subur, maka lakukan hubungan seksual setidaknya dua hingga tiga kali dalam satu minggu secara teratur akan membantu memperbanyak kemungkinan untuk hamil. Konsisten dalam menjaga kesehatan, melakukan hubungan seksual secara teratur bersama pasangan dan pada waktu yang tepat maka ibu insya Allah akan hamil juga.

 

Masa Subur

Masa paling subur seorang wanita sekitar 5 hari sebelum terjadinya ovulasi hingga satu hari dimana ovulasi terjadi. Pada saat ovulasi ini folikel ovarium yang matang akan melepaskan sel telurnya ke dalam rongga peritoneum. Biasanya hanya satu buah sel telur matang yang dilepaskan oleh ovarium ketika terjadi ovulasi. Penonjolan terpanjang dari tuba falopii akan membantu sel telur di rongga perut untuk masuk ke dalam saluran tuba falopii menanti sel sperma datang membuahinya. Umur sel telur hanya sekitar 24 jam. Jika dibuahi maka embrio akan menuju rahim untuk tumbuh berkembang menjadi janin. Jika tidak dibuahi maka sel telur akan mati lalu keluar bersama dengan dinding rahim yang meluruh pada saat terjadi menstruasi. Seorang wanita biasanya mengalami menstruasi sekitar 14 – 16 hari setelah ovulasi jika tidak terjadi pembuahan.

Metode kalender, mencatat perubahan suhu basal serta mengamati lendir vagina ini meski kurang akurat dalam memprediksi ovulasi namun murah dan mudah dilakukan. Ibu bisa mengkombinasikan metode di atas bersama dengan pemakaian alat prediktor ovulasi yang bisa dibeli di apotek atau toko alat kesehatan. Cara ini bisa digunakan jika memang tidak terburu-buru untuk hamil.

Konsultasi Kehamilan

Pasangan muda yang sehat memiliki kemungkinan hamil sekitar 20% dalam satu siklus menstruasi istri dengan frekuensi berhubungan seksual yang normal. Sekitar 85% wanita akan hamil setelah mencoba selama 1 tahun. Jika gagal sebaiknya segera periksa konsultasikan dengan dokter spesialis untuk pemeriksaan kesuburan lebih lanjut. Tentu anda tidak perlu menunggu 6 – 12 bulan untuk berkonsultasi ke dokter sebab kondisi masing-masing pasangan berbeda. Semakin cepat berkonsultasi bersama dokter ahli akan semakin bagus.

Selamat Mencoba

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s