ASI

Menyusui Bayi Setelah Operasi Caesar

MENYUSUI BAYI SETELAH OPERASI CAESAR

Banyak ibu tidak tahu bahwa ibu bisa langsung menyusui meskipun melahirkan bayi melalui operasi caesar.

Operasi caesar bisa secara elektif (terjadwal) danjuga operasi caesar darurat. Pada operasi caesar elektif proses adaptasi akan lebih mudah sebab ibu dan keluarga telah lebih siap. Nah, pada operasi caesar darurat memang lebih banyak tantangan untuk menyusui.

Pastikan ibu dan keluarga telah teredukasi dengan baik sehingga lebih siap berdaya dalam segala situasi. Pilih tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang mendukung pemberian makan anak sesuai rekomendasi WHO sehingga keinginan ibu menyusui bayi akan difasilitasi sesuai dengan kondisi. Pada kondisi ibu dan bayi sehat bugar maka menyusui bisa dimulai dengan inisiasi menyusu dini di ruang operasi.

Kiat Menyusui Pasca Operasi Caesar

Awali proses menyusui dengan awalan terbaik. Inisiasi menyusui bisa dilakukan dalam ruang operasi. Ibu akan didampingi oleh dokter spesialis anak. Pada beberapa rumah sakit, suami boleh mendampingi saat operasi caesar. IMD akan dibantu dengan tambahan selimut hangat. Baca Inisiasi Menyusui lebih lanjut disini

Kontak kulit ibu dan bayi segera setelah melahirkan ini memiliki efek positif terhadap proses menyusui, keberhasilan pemberian ASI eksklusif, bayi lebih tenang, bayi tetap hangat, bayi sepuluh kali lipat lebih jarang menangis, penguatan ikatan kasih sayang ibu-anak, juga bisa menurunkan angka kematian bayi hingga 22%.

Gambar contoh IMD setelah operasi caesar dengan dr. Siti Habsyah Masri, Sp.A dimana salah satu foto adalah bayi kembar

FB_IMG_1543573055912

Dukungan Menyusui Sangat Penting

Memang benar tubuh ibu yang memproduksi ASI. Namun, pada kondisi pasca operasi caesar ibu butuh bantuan orang-orang disekitarnya supaya berhasil lancar menyusui bayi. Pada hari-hari pertama ibu belum leluasa bergerak. Keluarga dan tenaga kesehatan harus membantu ibu memposisikan dan jaga bayi melekat ke payudara. Posisi menyusui modifikasi IMD bermanfaat bantu ibu menyusui dalam beberapa jam pertama. 

Setelah ibu diperbolehkan bergerak serta bangun, ada banyak posisi menyusui yang bisa ibu gunakan. Ada teknik menyusui posisi klasik (craddle), dekapan silang (cross craddle), bawah lengan (football), berbaring miring juga biological nurturing. Lakukan modifikasi teknik menyusui sehingga lebih nyaman bagi ibu, terutama pilih yang tidak menyebabkan tekanan pada perut di hari-hari pertama ini. Posisi bawah lengan dan berbaring miring terasa lebih nyaman sebab tidak menekan bekas jahitan di perut. Baca lebih lanjut disini

Jika tidak ada permasalahan kesehatan, maka pilih rawat gabung bersama bayi supaya lebih lancar menyusui. Keluarga dan tenaga kesehatan proaktif bantu ibu menyusui, termasuk di malam hari. Pada malam hari produksi ASI akan lebih banyak sehingga bantu menyukseskan pemberian ASI eksklusif. Jika ibu dan bayi terpaksa harus dipisah karena indikasi kesehatan, maka bantu ibu untuk memerah ASI secepatnya pasca persalinan. Perah payudara minimal 8 kali dalam sehari jika ibu terpisah dengan bayi. Berikan kolostrum memakai media yang aman. Jika menyusui harus ditunda karena kondisi kesehatan, maka berikan bayi suplementasi sesuai hierarki pemberian makan rekomendasi WHO.

Baca juga artikel berikut:

Persalinan dengan operasi caesar berisiko menyebabkan keterlambatan laktogenesis II. Kondisi ini harus diatasi dengan baik supaya ASI makin lancar keluar.

Lakukan pola menyusui responsif dimana ibu dan keluarga peka melihat tanda bayi lapar kemudian menyusui di saat awal tanda bayi lapar. Proaktif mengawasi posisi dan pelekatan menyusui supaya baik, hisapan bayi aktif, tanda bayi menelan ASI dan tanda bayi menyusu hingga kenyang. Pantau tanda kecukupan asupan ASI termasuk pola pertambahan berat badan sejak bayi umur 24 jam pertama. Buat catatan penyusuan jam dan lama waktu bayi menyusu, BAK dan kondisi urin serta BAB dan kondisi feses di buku catatan kesehatan anak. Baca lebih lanjut disini

Melahirkan dengan bedah caesar bukanlah halangan untuk menyusui. Minta bantuan perawat, bidan dan keluarga untuk memposisikan bayi saat akan menyusui di hari-hari pertama. 

Informasi berikut akan membantu ibu:

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan sebelum pulang ke rumah. Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui.

Ibu melahirkan dengan operasi caesar yang tidak mendapat bantuan praktis menyusui di hari-hari pertama pasca persalinan berisiko tinggi gagal menyusui bayi. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s