Penyebab Hipertensi

Penyebab Hipertensi

Berdasarkan penyebab tekanan darah tinggi, hipertensi dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

Hipertensi Primer (Esensial)

Kasus hipertensi pada sebagian besar orang dewasa biasanya tdiak diketahui penyebabnya. Hipertensi ini disebut sebagai hipertensi primer atau esensial yang biasanya berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Meskipun tidak diketahui penyebabnya, namun hipertensi esensial ini telah diketahui terhubung dengan faktor risiko tertentu. Penyakit tekanan darah tinggi ini cenderung dialami pada keluarga tertentu dan pria lebih sering dibanding wanita.

Hipertensi esensial ini juga tampaknya dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan. Banyak orang dengan tekanan darah tinggi ini menunjukkan sensitivitas terhadap garam dimana jumlah asupan garam yang lebih tinggi sedikit saja dibanding kebutuhan tubuhnya akan bisa meningkatkan tekanan darah. Faktor lain yang mempengaruhi hipertensi esensial antara lain obesitas; stress; kekurangan asupan kalium, kalsium dan magnesium; kurang gerak tubuh; dan peminum alkohol melebihi batas.

Hipertensi Sekunder

Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi akibat kondisi lain. Hipertensi ini disebut sebagai hipertensi sekunder. Hipertensi tipe ini akan muncul mendadak dan biasanya tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Hipertensi sekunder bisa disebabkan salah satunya oleh permasalahan pada ginjal seperti penyakit parenkim ginjal dan penyakit vaskuler pada ginjal. Ginjal menyebabkan 2,5-6% hipertensi. Permasalahan ginjal yang bisa menyebabkan hipertensi antara lain:

  • Penyakit polikistik pada ginjal
  • Penyakit ginjal kronis
  • Sumbatan saluran kencing
  • Tumor yang memproduksi renin
  • Sindroma Liddle

Hipertensi renovaskuler menyebabkan 0.2-4% penyakit tekanan darah tinggi ini. Hipertensi renovaskuler ini merupakan penyebab penting terjadinya hipertensi atipikal dan penyakit ginjal kronis di klinis.

Hipertensi juga bisa ditimbulkan akibat permasalahan vaskuler seperti koarktasio aorta, vasculitis dan penyakit kolagen vaskuler. Endokrin berkontribusi pada 1-2% hipertensi termasuk disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon endogen maupun eksogen. Penyebab eksogen termasuk administrasi steroid. Gangguan hormonal endogen yang paling sering disebabkan oleh gangguan ginjal meskipun prevalensi hiperaldosteronisme belum jelas.

Penggunaan pil kontrasepsi oral juga bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah. Mekanismenya kemungkinan karena aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron dimana komponen estrogen dari obat kontrasepsi bisa menginduksi sintesis angiotensinogen di hati. Sekitar 5% wanita yang meminum obat kontrasepsi mengalami kenaikan tekanan darah yang akan mereda dalam waktu 6 bulan setelah konsumsi obat dihentikan. Faktor risiko hipertensi akibat obat kontrasepsi antara lain adanya penyakit ginjal ringan, riwayat keluarga dengan hipertensi, umur di atas 35 tahun dan obesitas. Pemakaian steroid jenis lain juga bisa mempengaruhi kenaikan tekanan darah pada individu yang rentan terutama akibat penambahan volume darah.

Obat anti-inflamasi non-steroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) juga bisa memiliki efek samping meningkatkan tekanan darah pada individu yang rentan. NSAIDs bisa memblok enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan COX-2. Inhibisi CO-2 bisa menghambat efek natriuretiknya sehingga akan meningkatkan retensi sodium. NSAIDs juga bisa menghambat efek vasodilatasi dari prostaglandin dan produksi faktor vasokonstriktor, endothelin-1 sehingga efeknya bisa meningkatkan tekanan darah.

Sementara itu, gangguan hormonal endogen yang bisa menyebabkan hipertensi antara lain:

  • Hyperaldosteronisme primer
  • Sindroma Cushing syndrome
  • Pheochromocytoma
  • Hiperplasia adrenal kongenital

Gangguan persarafan neurogenic yang bisa menyebabkan hipertensi, antara lain:

  • Tumor otak
  • Poliomyelitis bulbaris
  • Hipertensi kranialis

Obat dan toksin yang bisa menyebabkan hipertensi, antara lain:

  • Alkohol
  • Kokain
  • Cyclosporine, tacrolimus
  • NSAIDs
  • Erythropoietin
  • Medikasi Adrenergik
  • Dekongestan berisi ephedrine
  • Jamu atau obat herbal yang mengandung licorice atau ephedrine (dan ephedra)
  • Nikotin

Penyebab lain hipertensi antara lain:

  • Hipertiroidisme dan hipotiroidisme
  • Hiperkalsemia
  • Hiperparatiroidisme
  • Akromegali
  • Obstructive sleep apnea
  • Hipertensi terkait kehamilan

Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan gangguan tidur terkait pernafasan yang didefinisikan dengan minimal 10 episode apnea dan episode hipopenia. OSA sering terjadi namun tidak terdiagnosis. Penelitian menunjukkan bahwa OSA ini sering menyebabkan hipertensi esensial meskipun faktor lain seperti usia, jenis kelamin dan tingkat obesitas telah disesuaikan. Sekitar setengah dari penderita hipertensi mengalami OSA dan setengah dari penderita OSA mengalami tekanan darah tinggi.

Penyebab Lingkungan dan Genetik (Epigenetik)

Hipertensi disebabkan oleh faktor lingkungan juga multipel gen yang diturunkan melalui mekanisme yang kompleks. Genetik juga mempengaruhi terjadinya obesitas, diabetes dan penyakit jantung yang juga berkontribusi pada terjadinya hipertensi. Penelitian pada keluarga dan studi anak kembar menemukan hasil bahwa kemungkinan hipertensi diturunkan dalam keluarga itu sebesar 33-57%, sekitar 60% pada pria dan 30-40% pada wanita.

Tekanan darah tercipta dari interaksi antar-gen dan pengaruh dari lingkungan. Hipertensi primer merupakan penyakit poligenik dan setiap pasien membawa subset genetik berbeda yang bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah serta memiliki fenotip berbeda terkait hipertensi, seperti obesitas, dyslipidemia atau resistensi insulin. Beberapa gen menyebabkan hipertensi melalui mekanisme sistem imun.

Fenomena epigenetic seperti metilasi DNA dan modifikasi histon juga telah terlibat dalam pathogenesis hipertensi. Sebagai contoh, pola makan tinggi kadar garam bisa mempengaruhi perkembangan nefron ginjal disebabkan proses metilasi. Ibu hamil yang mengalami kekurangan air dan pembatasan protein akan meningkatkan ekspresi renin-angiotensin pada janin. Stres kejiwaan akan merangsang DNA metilase sehingga akan menambah respons autonomic. Pola metilasi gen inhibor serin protease bisa memprediksi kejadian preeklamsia pada wanita.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui gen yang bertanggung jawab terhadap hipertensi. Percobaan pada hewan yang genetiknya telah dibuat khusus memberikan pendekatan yang bagus untuk menilai loci genetik dan juga gen-gen yang berhubungan dengan hipertensi. Strategi pemetaan genetik komparatif memungkinkan untuk mengidentifikasi regio genomic syntenic antara genom tikus dan manusia terkait gen yang memiliki kemungkinan mengatur tekanan darah. Marker genetik polimorfik telah diperiksa pada penelitian terkait hubungan kekerabatan dengan mengumpulkan informasi antar-keluarga dan setidaknya informasi dari unit terkecil, paling sering antar-saudara sekandung. Hingga saat ini, pengamatan genom terkait hipertensi hasilnya masih inkonsisten. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa gen yang mengkode komponen dalam sistem renin-angiotensin-aldosterone, angiotensinogen, dan polimorfisme angiotensin-converting enzyme (ACE) terkait dengan hipertensi serta sensitivitas terhadap efek garam NaCl. Gen alpha-adducin diperkirakan juga berhubungan dengan peningkatan absorpsi natrium pada tubular renalis dan varian dari gen ini mungkin juga berhubungan dengan hipertensi dan sensitivitas garam pada makanan yang mempengaruhi tekanan darah. Beberapa gen lain yang mengkode receptor AT1, sintase aldosterone dan 2-adrenoreceptor juga kemungkinan terkait dengan hipertensi.

Beberapa bentuk varian genetik mendelian yang jarang juga tampaknya berkontribusi menyebabkan gejala hipertensi. Meskipun varian ini tampaknya tidak berlaku pada kejadian hipertensi di populasi umum (>98%) yang merupakan jenis hipertensi esensial/primer. Kelainan genetik tersebut antara lain kelainan gen chimeric 11β-hydroxylase/aldsoterone pada kromosom 8 menyebabkan Glucocorticoid-remediable hyperaldosteronism, mutasi random gen CYP17 di kromosom 10 menyebabkan defisiensi 17α-hidroksilase, mutasi CYP11B1 pada kromosom 8q21-q22 menyebabkan defisiensi 11β-hydroxylase, mutasi gen 11β-hydroxysteroid dehydrogenase menyebabkan defisiensi 11β-hydroxysteroid dehydrogenase (dengan sindrom kelebihan mineralocorticoid), gen yang menyebabkan sindroma Liddle, sindroma Gordon, penyakit ginjal polikistik, phaeochromocytoma dan hipertensi akibat kehamilan.

Penelitian terdahulu juga memberi kesan bahwa genetik menentukan kerusakan organ-akhir yang menjadi target dari efek negatif hipertensi. Penelitian kekerabatan mengindikasikan pewarisan massa ventrikuler kiri, sehingga hal ini menunjukkan kenapa ada variasi individu terkait respons jantung terhadap hipertensi. Penelitian kekerabatan juga menunjukkan variasi kandidat gen tertentu terkait kerusakan ginjal sehingga hipertensif nefropati kemungkinan juga dipengaruhi faktor genetik. Varian gen spesifik juga terhubung dengan penyakit jantung kronis dan stroke.

Analisis DNA di masa depan memberikan harapan untuk memprediksi siapa saja yang berisiko mengalami hipertensi, target organ yang mungkin muncul sebagai komplikasi individual dan menentukan sensitivitas obat antihipertensi. Namun demikian, kecuali pada penyakit hipertensi monogenic yang jarang, varian genetik terkait kejadian hipertensi juga proses terkait efek gen tersebut dalam mempengaruhi tekanan darah memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Baca selanjutnya: Gejala Hipertensi

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s