Epidemiologi Hipertensi

Epidemiologi Hipertensi

Hipertensi diderita oleh sekitar 7 milyar manusia di dunia. Di Indonesia sebanyak 31,7% (2007) dan 25,8% (2013) orang dewasa mengalami hipertensi. Sayangnya hanya 9,5%  penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi itupun sudah meningkat dari 7,2% di tahun 2007. Dari sekian banyak yang mengetahui sudah memiliki penyakit hipertensi sayangnya hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi.

Hipertensi ini kondisi berbahaya sebab menjadi faktor risiko utama dan meningkatkan risiko dua kali lipat terjadinya stroke, infark miokardial yang bisa menyebabkan serangan jantung juga gagal jantung, penyakit vaskuler dan penyakit ginjal kronis bahkan gagal ginjal.

Tingkatan tekanan darah, peningkatan tekanan darah terkait umur dan prevalensi hipertensi bervariasi antar-negara dan antar-kelompok di masyarakat. Hipertensi ada di setiap populasi masyarakat kecuali pada beberapa kelompok orang yang hidup di lingkungan yang primitif ternyata jumlah penderita hipertensi lebih kecil. Hipertensi saat ini diperkirakan berkontribusi menyebabkan 65 kematian di seluruh dunia. Hipertensi terus meningkat dalam dua dekade ini, jumlah penderita hipertensi di negara miskin serta berkembang ternyata lebih banyak dibandingkan dengan di negara maju. Hal ini disebabkan oleh kesenjangan kualitas sistem kesehatan yang tersedia juga tingkat pendidikan di masyarakat.

Tekanan darah pada usia kanak-kanak dan remaja pada kondisi normal dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Di Amerika Serikat, tekanan darah pria lebih tinggi dibandingkan wanita pada masa dewasa muda namun dengan bertambahnya usia tekanan darah wanita lebih tinggi dibandingkan pria. Akibatnya di umur 60 tahun, tekanan darah sistolik pada wanita jauh lebih tinggi dibandingkan pria. Tekanan darah diastolik juga akan meningkat hingga umur sekitar 55 tahun, setelah itu justru akan cenderung menurun. Akibatnya terdapat pelebaran tekanan nadi (perbedaan antara tekanan darah sistolik dan diastolik) pada umur 60 tahun atau lebih.

Faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada angka kejadian hipertensi yang bervariasi antar-daerah dan antar-ras.

Di Amerika Serikat jumlah penderita hipertensi sebesar:

  • 33,5% pada warga kulit hitam non-Hispanic,
  • 28,9% pada warga kulit putih non-Hispanic,
  • 20,7% pada warga Mexico-Americans.

Jumlah penderita hipertensi meningkat pada usia lanjut sebesar 65,4% pada kelompok umur 60 tahun. Hipertensi pada kelompok Afro-Amerika muncul lebih dini, lebih berat serta lebih tinggi tingkat morbiditas dan mortalitasnya dibanding pada Kaukasian.

Penelitian pada masyarakat yang mengalami akulturasi budaya dan pada kelompok migran dari daerah desa ke daerah kota menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh pada kejadian hipertensi.

Di daerah pedesaan dimana banyak orang bergerak dengan aktif, angka stres lebih jarang dengan pilihan makanan lebih sehat biasanya penderita hipertensi lebih sedikit. Namun, jika orang dari desa pindah hidup ke kota kemudian mengadaptasi gaya hidup kota (jarang bergerak aktif, makanan lebih banyak lemak juga kadar garam tinggi dan lebih stres) ternyata angka hipertensinya akan lebih tinggi mengikuti daerah tempat tinggal.

Obesitas dan kenaikan berat badan menjadi faktor risiko terhadap hipertensi. Telah diperkirakan bahwa 60% penderita hipertensi mengalami kelebihan berat badan lebih dari 20%. Prevalensi hipertensi terkait terkait umur juga bisa diperkuat akibat efek asupan garam yang tinggi. Asupan kalsium dan kalium yang rendah juga bisa menyebabkan hipertensi. Faktor lingkungan lainnya antara lain konsumsi alkohol, stress psikososial dan aktivitas fisik yang rendah.

Penelitian terkait keluarga, anak kembar dan adopsi telah membuktikan bahwa hipertensi bisa diwariskan dalam keluarga. Pada penelitian keluarga, dimana faktor lingkungan telah dikontrol, persentase hipertensi diwariskan sekitar 15 – 35%. Pada penelitian terhadap anak kembar, perkiraan pewarisan hipertensi sekitar 60% pada pria dan 30-40% pada wanita. tekanan darah tinggi yang terjadi sebelum umur 55 tahun terjadi 3,8 kali lebih sering pada orang yang memiliki riwayat keluarga.

Baca selanjutnya:  Proses Terjadinya Penyakit Hipertensi

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s