Demam Disertai Bintik-Bintik Merah di Kulit

Demam Disertai Bintik Merah di Kulit

Keluhan bintik-bintik kemerahan di kulit seringkali dikeluhkan pada anak. Kelompok penyakit ini disebut eksanthema karena reaksi tubuh menimbulkan bintik-bintik kemerahan di kulit akibat serangan kuman tersebut.

Walaupun penyakit eksantema sering memberikan gambaran klinis yang mirip satu dengan yang lainnya, namun sebenarnya setiap penyakit eksantema memiliki karakteristik klinis khas sehingga harus dibedakan.

Kesalahan diagnosis dapat berdampak kepada pasien, orang yang kontak dengan pasien, dan masyarakat sekitarnya. Semua salah-disebut sebagai CAMPAK sehingga menimbulkan keengganan masyarakat untuk vaksin campak. Padahal, ini SALAH KAPRAH dan sangat membahayakan anak.

viral rash

Terdapat lebih dari 50 organisme (virus, bakteri, ricketsia) yang bisa menyebabkan eksanthema akut pada anak.

Klasifikasi penyakit eksantema akut pada anak:

1. Gambaran eritema makulopapular.

  • Campak (rubeola/measles/morbili)
  • Campak atipik
  • Rubela
  • Scarlet fever
  • Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS)
  • Staphylococcal toxic shock syndrome
  • Meningococcemia
  • Tifus dan tick fever
  • Toksoplasmosis
  • Infeksi sitomegalovirus
  • Eritema infeksiosum
  • Roseola infantum
  • Infeksi enterovirus
  • Infeksi mononukleosis
  • Eritema toksik
  • Erupsi obat
  • Sunburn
  • Miliaria
  • Mucocutaneus lymph node syndrome (Penyakit Kawasaki)

2. Gambaran erupsi papulovesikuler

  • Infeksi varisela zoster
  • Variola
  • Eksema herpetikum
  • Eksema vaksinatum
  • Infeksi virus coxsackie
  • Campak  atipik
  • Rickettsialpox
  • Impetigo
  • Gigitan serangga
  • Urtikaria papular
  • Erupsi obat
  • Moluskum kontagiosum
  • Dermatitis herpetiformis

Sebagian besar adalah infeksi virus. Kisaran gejala bisa self limited disease yang dapat sembuh sendiri hingga penyakit dengan komplikasi yang mematikan.

Campak (measles/rubeola/morbili)

health-0326-measles-640x360

Etiologi : Morbillivirus (fam. Paramixoviridae)
Masa inkubasi : 14 – 21 hari.
Masa penularan : 2 hari sebelum gejala prodromal sampai 4 hari timbulnya erupsi. Cara penularan melalui droplet.

Manifestasi klinis:

  • Masa prodromal antara 2-4 hari  ditandai dengan demam 38,4 –  40,6ºC, koriza, batuk,  konjungtivitis, bercak Koplik.
  • Bercak Koplik timbul 2 hari sebelum dan sesudah erupsi kulit, terletak pada mukosa bukal posterior berhadapan dengan geraham bawah, berupa papul warna putih atau abu-abu kebiruan di atas dasar bergranulasi atau  eritematosa.
  • Demam sangat tinggi di saat ruam merata dan menurun dengan cepat setelah 2-3 hari timbulnya eksantema.
  • Dapat disertai adanya adenopati generalisata dan splenomegali.
  • Eksantema timbul pada hari ke 3-4 masa prodromal, memudar setelah 3 hari dan menghilang setelah 6-7 hari.
  • Erupsi dimulai dari belakang telinga dan perbatasan rambut kepala kemudian menyebar secara sentrifugal sampai ke seluruh badan pada hari ke-3 eksantema.
  • Eksantema berupa papul eritematosa berbatas jelas dan kemudian berkonfluensi menjadi bercak yang lebih besar, tidak gatal dan kadang disertai purpura
  • Bercak menghilang disertai dengan hiperpigmentasi kecoklatan dan deskuamasi ringan yang menghilang setelah 7-10 hari.
  • Black measles merupakan keadaan yang berat dari campak, terdapat demam dan delirium diikuti penekanan fungsi pernafasan dan erupsi hemoragik yang luas.

 Diagnosis:

  • manifestasi klinis, tanda patognomonik bercak Koplik
  • isolasi virus dari darah, urin, atau sekret nasofaring
  • pemeriksaan serologis: titer antibodi 2 minggu setelah timbulnya penyakitKomplikasi:

Otitis media, mastoiditis, pneumonia, ensefalomielitis, subacute sclerosing panenchephalitis (SSPE).

Komplikasi campak morbili sangat berat dan mematikan. Pencegahan dengan vaksinasi campak umur 9 bulan dan MMR umur 15 bulan.

Eksanthema akut yang juga sering dialami anak adalah roseola dan rubella. Gejala biasanya ringan dan bisa sembuh sendiri.

Rubela (German Measles).

Etiologi : Rubivirus (fam. Togaviridae), virus RNA.

Masa inkubasi : 14 – 21 hari

Masa penularan:

Sejak akhir masa inkubasi sampai 5 hari setelah timbulnya ruam. Cara penularan melalui droplet.

Manifestasi klinis :

  • Masa prodromal 1-5 hari ditandai dengan demam subfebris, malaise, anoreksia, konjungtivitis ringan, koriza, nyeri tenggorokan, batuk dan limfadenopati. Gejala cepat menurun setelah hari pertama timbulnya ruam.
  • Demam berkisar 38C –38,7 C. Biasanya timbul dan menghilang bersamaan dengan ruam kulit.
  • Enantema pada rubela (Forschheimer spots) ditemukan pada periode prodrodromal sampai satu hari setelah timbulnya ruam, berupa bercak pinpoint atau lebih besar, warna merah muda, tampak pada palatum mole sampai uvula. Bercak Forsch heimer bukan tanda patognomonik.
  • Terdapat limfadenopati generalisata tapi lebih sering pada nodus limfatikus suboksipital,retroaurikular atau suboksipital.
  • Eksantema berupa makulopapular, eritematosa, diskret. Pertama kali ruam tampak di muka dan menyebar ke bawah dengan cepat (leher,badan, dan ekstremitas) Ruam pada akhir hari pertama mulai merata di badan kemudian pada hari kedua ruam di muka mulai menghilang, dan pada hari ketiga ruam tampak lebih jelas di ekstremitas sedangkan di tempat lain mulai menghilang.

Diagnosis:

  • Manifestasi klinis yaitu prodromal ringan, ruam menghilang   dalam 3 hari, limfadenopati retroaurikular dan suboksipital.
  • Isolasi virus, virus ditemukan pada faring 7 hari sebelum dan 14 hari sesudah timbulnya ruam.
  • Serologis dapat dideteksi mulai hari ketiga timbulnya ruam.

Komplikasi:

Jarang pada anak. Komplikasi dapat berupa artritis, purpura danensefalitis. Pada ibu hamil bisa menyebabkan kecacatan bayi. Pencegahan rubella dengan vaksinasi MMR di umur 15 bulan.

congenital rubella syndrome2

Roseola Infantum (Exanthem Subitum)

Etiologi : Human herpes virus tipe 6 (HHV6)

Masa inkubasi : Sulit ditentukan karena kontak tidak diketahui.

 roseola

Sumber gambar.

Manifestasi klinis:

  • Perjalanan penyakit dimulai dengan demam tinggi mendadak mencapai 40-40,6 C, anak tampak iritabel, anoreksia, biasanya terdapat koriza, konjungtivitis dan batuk. Demam menetap 3-5 hari dan menurun secara mendadak ke suhu normal disertai timbulnya ruam.
  • Ruam tampak pertama kali di punggung dan menyebar ke leher, ekstremitas atas muka, dan ektremitas bawah.
  • Ruam berwarna merah muda, makulopapular, diskret, jarang koalesen sehingga mirip dengan lesi rubela.
  • Lamanya timbul erupsi 1-2 hari, kadang dapat hilang dalam beberapa jam. Ruam hilang tidak meninggalkan bekas berupa pigmentasi atau deskuamasi.

Diagnosis:

Manifestasi klinis penurunan hitung leukosit.

Komplikasi: jarang

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

8 replies

  1. mbak dokter, kalau saya pernah ketika suhu tubuh saya berasa rada anget (saka kira masih suhu normal 36-37, waktu itu ndak pakek termometer 🙂 ) lalu disertai bintik merah agak mirip dengan gambar Roseola Infantum (Exanthem Subitum). cuma bintik itu tidak bertahan lama, ketika suhu tubuh saya berangsur berasa lebih dingin (udah gak gerah lagi) bintiknya langsung hilang. itu terjadi kurang lebih 30 menit – 1 jam… apakah itu juga disebut eksanthema?

    • Iya, itu sejenis viral exanthema. Untuk tahu penyebabnya memang bisa cek darah, kadang gejalanya sama sekali tidak mengganggu kita. Tapi sebaiknya tetap pakai masker, takutnya menulari orang lain seperti ibu hamil. Viral exanthem biasanya penularan lewat udara

  2. Dok Klo bintik”merah banyak sekali trus gatalnya sangat gatal sekali dan suhu badan anget tapi klo bintik di wajah tidak ada hanya di badan(paling banyak),di kaki,telapak kaki(bintik merah sekali),dan ditangan,telapak tangan…itu penyebabnya apa ya dr?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s