Membawa ASI Perah Naik Pesawat

Membawa ASI Perah (ASIP) Naik Pesawat

Beberapa hari yang lalu Alyssa Milano nge-tweet rasa kecewanya akibat perlakuan Haethrow Airport yang membuang 10 oz ASIP yang susah-payah diperahnya di pesawat begitu saja. Ramai kicauan para ibu yang turut kecewa dengan perlakuan pihak bandara. Peristiwa ini bermula dari peraturan larangan membawa cairan lebih dari 100 mL sejak tahun 2006 terkait isu terorisme. Pihak bandara membolehkan ibu membawa susu lebih dari 100 mL jika bepergian bersama bayi. Pemasalahannya, jika kita bepergian bersama bayi, maka buat apa harus bawa ASIP? Bayi cukup langsung saja disusui dan tidak perlu bersusah-payah memerah ASIP di pesawat, kan? Sumber: The Independent

2015-04-13-07-04-15

Petualangan ASIP

Ibu terkadang harus bepergian ke luar kota atau luar negri tanpa bisa membawa bayi. Ibu tidak perlu khawatir karena ibu tetap bisa memerah dan menyimpan ASIP bagi bayi. Selama berada di tempat tujuan ibu bisa tetap memerah ASI dengan disiplin.

Persiapkan cooler box, ice gel/ice pack/blue ice, bawa kantung ASIP dan plastik ziplock untuk melapisi bungkusan supaya aman. Kantung ASIP lebih praktis diatur dan dibawa. Tetap tulis label dengan jelas. Titipkan ASIP ke freezer hotel.

ASIP bisa ditaruh di bagasi (jika ibu ingin praktis), namun keamanan di bagasi tidak bisa diperkirakan.

ASIP boleh dibawa dalam kabin ketika ibu akan bepergian dengan pesawat, termasuk ke luar negri. Peraturan Transportation Security Administration Amerika Serikat membolehkan penumpang membawa ASIP, susu formula dan jus untuk bayi/balita ke dalam kabin pesawat melebihi 90 mL asalkan dilaporkan terlebih dahulu di pabean.

Tentang membawa ASIP ke dalam kabin pesawat bisa dilihat dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Udara No. SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel (Liquid, Aerosol, Gel) yang Dibawa Penumpang ke Dalam Kabin Pesawat Udara pada Penerbangan Internasional (“Perdirjenhub 43/2007”). Di dalam Pasal 3 ayat (1) Perdirjenhub 43/2007 diatur bahwa cairan, aerosol dan gel yang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam  bandar udara harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Kapasitas  wadah atau tempat cairan, aerosol, dan gel maksimum 100 ml atau ukuran sejenis;
  • Wadah cairan, aerosol dan gel tersebut dimasukan ke dalam 1 (satu) kantong  plastik transparan ukuran 30 x 40 cm yang disediakan oleh pihak pengelola  bandara dan maskapai penerbangan, dengan kapasitas cairan, aerosol dan gel  maksimum 1000 ml atau 1 (satu) liter atau ukuran sejenis dan disegel ulang;
  • Setiap  calon penumpang pesawat udara hanya diijinkan membawa maksimum 1 (satu) kantong  plastik transparan yang berisi cairan, aerosol dan gel.

Adapun yang dimaksud dengan cairan, aerosol, dan gel dapat berupa minuman, perlengkapan kosmetik, obat-obatan, keperluan sehari-hari, dll. (lihat Pasal 1 ayat [2] Perdirjenhub 43/2007)

Tapi, menurut Pasal 3 ayat (2) Perdirjenhub 43/2007, ketentuan di atas tidak berlaku untuk obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi serta makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus. Untuk keamanan ibu bisa mengunduh peraturan di atas pada link ini, lalu cetak dan bawa. Jika ada permasalahan dengan petugas, segera perlihatkan salinan peraturan berikut ini:

www.hukumonline.com

U.S. Departement of Homeland Security

Tips membawa ASIP naik pesawat dalam penerbangan luar negri:

  1. Pisahkan ASIP dengan cairan 3-1-1 aerosol, gel dan cairan lainnya.
  2. Ibu sebaiknya sampaikan pernyataan ke petugas ketika akan persiapan pemindaian X-ray
  3. Langsung siapkan barang untuk dicek oleh petugas.
  4. Bawa banyak ice gel supaya suhu ASIP tetap terjaga, semakin banyak ice gel perbandingan 1:1 akan semakin dingin.
  5. Ibu bisa meminta surat keterangan pada dokter konselor laktasi untuk ditunjukkan ke petugas jika diperlukan.

ASIP naik pesawat

Sekoper ASIP di atas adalah milik Indah Adhyasari yang selama 8 bulan tinggal berjauhan dengan bayinya. Jarak yang memisahkan tidak menghalanginya untuk sukses memberikan ASI eksklusif bagi Zaffa. Kisah sekoper ASIP Indah bisa dibaca disini (klik).

Baca juga kisah Menabung ASI Antara Jeddah dan Jakarta yang menceritakan perjuangan Ratih terus memberikan ASI bagi El. Ratih bekerja sebagai pramugari yang sering terbang ke luar negri selama berhari-hari. Sekoper ASIP ini terbang di cargo pesawat dari Jeddah ke Jakarta. Kisahnya bisa dibaca disini (klik).

Semoga kemudahan demi kemudahan senantiasa memudahkan jalan bagi para ibu untuk terus menyusui anaknya…

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s