Kesehatan Anak

Batuk Pilek Selesma Pada Anak

BATUK PILEK SELESMA

Selesma adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas, sering disebut common cold. Penyebab selesma biasanya rhinovirus, namun ada 200 jenis virus penyebab selesma (link). Sumber penularan dari orang-sakit yang bersin atau batuk tidak ditutupi sehingga virus tersebar di udara. Batuk pilek selesma menjadi penyakit paling sering terjadi pada bayi dan anak. Anak berumur di bawah dua tahun bisa sakit batuk pilek sekitar 8 – 10 kali (link), bahkan lebih sering apabila anak di tempat penitipan anak/daycare atau memiliki saudara yang sudah lebih besar. 

Belum ada obat untuk menyembuhkan selesma, namun kabar baiknya sebagian besar selesma akan sembuh sendiri. Hal yang bisa kita lakukan adalah membuat anak merasa nyaman sehingga tetap bisa beristirahat, makan dan beraktivitas dengan baik selama sakit.

Ketika virus memasuki tubuh dan mulai berkembang biak, segera muncul gejala:

  • Hidung meler: mulanya lendir jernih yang makin mengental dan berwarna kuning.
  • Bersin.
  • Demam ringan (38,3 – 38,9 derajat celcius) terutama di petang hari.
  • Nafsu makan menurun.
  • Nyeri tenggorokan, dan kadang sakit menelan.
  • Batuk.
  • Rewel.
  • Pembesaran kelenjar getah bening ringan di leher.

FB_IMG_1544228291463

Selesma sangat tidak nyaman. Tidur susah. Makan tidak enak. Aktivitas terganggu. Sedangkan selesma akan cepat membaik dengan istirahat, makan dan minum yang baik.

Kondisi ini akan lebih parah pada anak kecil. Hidung mereka masih kecil sehingga pembengkakan selaput lendir mukosa hidung, meski sedikit, cukup untuk membuat mereka rewel karena tidak nyaman saat bernafas. Rewel, hasilnya susah makan dan susah tidur.

Obat Batuk Pilek

Ibu bisa membuat anak nyaman dengan meredakan gejala batuk pilek menggunakan cara sederhana di rumah.

1. Istirahat yang cukup

Batuk pilek selesma ini tidak ada obatnya. Hal yang bisa dilakukan istirahat, tetap makan bergizi seimbang dan sering minum. Bantu anak istirahat dengan nyaman. Anak akan lebih rewel sehingga orang tua harus lebih sabar. Orang tua yang terganggu dengan kerewelan anak justru terkadang melakukan hal-hal yang mengandung kekerasan (sebagai ekspresi rasa khawatir dan sedih melihat anak sakit). Orang tua harus bisa mengendalikan emosi, kekerasan hanya akan memperburuk kondisi anak.

2. Asupan nutrisi bergizi

Bayi 0 – 6 bulan sebaiknya ibu lebih sering menyusui sebab masih masa ASI eksklusif. ASI mengandung cairan higienis sehingga aman untuk mencegah dehidrasi pada bayi. Terdapat sel-sel darah putih dan antibodi dari ibu yang akan bantu melawan kuman penyebab penyakit. Kontak kulit saat menyusui akan mengurangi nyeri juga membantu mengatasi demam. Bayi bisa jadi rewel saat menyusu. Ibu bisa bantu posisi bayi dimana kepala disangga lebih tinggi:

Screenshot_2018-12-07-10-00-11-01

Bayi 6 – 24 bulan tetap berikan MPASI serta lanjutkan menyusui. Bayi biasanya akan meminta untuk lebih sering disusui oleh ibu. Pada anak yang lebih besar bisa diberikan makanan berkuah seperti sup ayam  (link). Anak lebih rewel, kadang susah menelan. Bisa jadi makin malas makan sehingga orang tua harus lebih sabar saat memberikan makanan ke anak. Pastikan anak minum dengan cukup untuk mencegah dehidrasi.

3. Madu 

Madu boleh diberikan pada anak di atas usia 1 tahun. Pemakaian madu bagi anak di bawah 1 tahun berisiko terjadi botulisme. Mulai coba pemberian dengan takaran setengah hingga satu sendok teh dahulu dengan memantau reaksi tubuh anak. Pemberian madu bisa membantu anak berumur di atas 2 tahun yang sedang batuk pilek untuk tidur lebih nyenyak karena meredakan batuk di malam hari dan membuat anak lelap tertidur (link).

4. Larutan saline (larutan garam)

Hidung yang buntu membuat bayi dan anak rewel. Larutan saline murni bisa membantu membuka hidung yang tersumbat dengan mengurangi peradangan dan mengencerkan lendir. Ibu bisa membelinya di apotek. Gunakan larutan normal saline (garam fisiologis atau natrium klorida 0,9%), saat ini sudah banyak tersedia saline nasal spray mudah digunakan, pilih yang murni tanpa campuran obat aktif. Teteskan menggunakan pipet yang bersih sebanyak 1-2 tetes di setiap lubang hidung atau semprotkan sesuai petunjuk pemakaian, lalu bantu bersihkan lendir hidung (ingus). 

Bisa bantu membersihkan lendir juga bisa pakai penyedot khusus lendir hidung bila diperlukan. Cara menyedot hidung: tekan-tahan karet penyedot lalu tempelkan dengan hati-hati ujung penyedot ke lubang hidung anak dan lepaskan tekanan dengan perlahan. Hisapan penyedot akan menarik lendir yang menyumbat hidung sehingga anak akan lebih lega. Jangan terlalu keras karena justru akan melukai hidung. Lakukan setiap jam atau setiap 15 menit sebelum anak menyusu atau sebelum tidur. Bersihkan pipet menggunakan air sabun lalu bilas dengan air matang. Bersihkan juga bagian dalam penyedot-hidungnya supaya tidak kotor berjamur. 

2015-03-24_08.19.10

Cara membersihkan hidung ini efektif bagi bayi di bawah 6 bulan, anak yang lebih besar akan berontak menolak penyedot hidung, namun pemberian tetes larutan garam ini tetap efektif. Anak yang lebih besar bisa berkumur-kumur dengan larutan garam. Cara membuat: larutkan garam setengah sendok teh ke dalam satu cangkir air matang hangat. Kumur-kumur kemudian buang, pastikan air garam tidak ditelan. Ganti larutan garam setiap hari. 

5. Jaga kelembaban ruangan

Mandi air hangat, berendam air hangat, pakai pancuran air hangat (shower). Uap air di kamar mandi bantu melegakan hidung tersumbat. Kompres hangat untuk meredakan nyeri atau demam. Jika anak masih kecil sebaiknya selalu awasi dan temani saat mandi air hangat ini. AAP juga menyarankan untuk menempatkan cool-mist humidifier atau vaporizer di kamar anak (link). Letakkan vaporizer dekat anak namun harus aman jauh dari jangkauan anak. Bersihkan vaporizer secara teratur untuk mencegah tumbuhnya jamur berbahaya. Tidak disarankan menempatkan pemanas air sebagai vaporizer karena berisiko tinggi terjadi kecelakaan. 

Jika demam atau ada keluhan nyeri kepala yang mengganggu bisa diberikan parasetamol, gunakan obat dengan benar dengan dosis sesuai anjuran dokter. Obat batuk pilek di pasaran terbukti tidak memiliki efek bagi anak di bawah 6 tahun, justru bisa membahayakan. Antibiotik hanya digunakan pada pengobatan penyakit akibat infeksi bakteri. Pemakaian antibiotik yang tidak tepat berisiko terjadi kekebalan dan resistensi bakteri sangat berbahaya bagi kita semua. Gunakan obat dengan bijaksana.

Periksa ke Dokter

Batuk dan pilek bertujuan baik. Batuk dan pilek merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kuman. Batuk juga melindungi saluran pernafasan dari benda asing. Namun, adakalanya demam, batuk serta nyeri menjadi alarm tubuh.

Segera bawa anak ke dokter jika ada salah satu hal berikut ini:

  • Bayi di bawah umur 3 bulan
  • Gejala pada anak tidak membaik dalam waktu satu minggu
  • Tanda sesak nafas, terdapat nafas cuping hidung atau hidung kembang-kempis, tarikan di dinding dada
  • Anak sulit makan, minum, menolak menyusu
  • Demam tinggi
  • Demam ringan namun tidak kunjung membaik dalam 3 hari
  • Demam disertai ruam di kulit
  • Bibir atau kuku tampak kebiruan
  • Pilek tidak membaik dalam waktu 10 – 14 hari
  • Batuk tidak membaik dalam waktu 7 hari
  • Nyeri pada telinga
  • Anak rewel dan menangis terus-menerus
  • Anak cenderung mengantuk, tidur tidak bisa dibangunkan 
  • Bau tidak sedap (busuk) dari lendir hidung saat pilek tidak kunjung sembuh.
  • Terlihat di tonsil ada selaput berwarna putih-putih
  • Rentetan batuk terus menerus, saat batuk seperti ada episode spasme dimana penderita akan menarik napas panjang dari mulut hingga terdengar bunyi whooop

Batuk pilek selesma biasa pada anak sehat akan bisa sembuh sendiri dalam waktu 7 – 10 hari. Demam biasanya membaik dalam 1 – 2 hari, selesma bisa membaik dalam 1 – 2 minggu. Paling lama hilang memang batuk namun gejala batuknya makin membaik. Terkadang anak yang sudah mau sembuh, tertular lagi virus selesma yang baru akibat “ping-pong” dari lingkungan sekitar.

Waspada jika terjadi croup, bronkiolotis atau pneumonia. Beberapa penyakit berbahaya juga gejala awalnya mirip batuk-pilek selesma. Bawa anak ke dokter kapan pun ibu ingin anak dilihat dan diperiksa oleh dokter.

Pencegahan Selesma

Pencegahan penularan batuk pilek adalah yang terbaik

Selesma disebabkan oleh virus. Penderita menularkan virus melalui batuk, bersin dan tangan yang tercemar. Gejala bisa muncul dalam waktu 2 – 3 hari setelah terpapar, mulai aktif menularkan virus ke lingkungan dalam waktu 2 – 4 hari muncul gejala dan bisa menularkan hingga beberapa minggu setelah sakit. Jalur penularan virus bisa melalui:

  1. Anak atau dewasa sakit akan batuk, bersin dan menyentuh hidung pakai tangan.
  2. Tangan yang terdapat virus akan menyentuh tangan orang lain atau benda di tempat umum (pegangan pintu, uang, pegangan pagar, dll).
  3. Orang yang sehat tangannya tercemar virus atau menghirup udara yang tercemar virus kemudian jadi sakit.
  4. Siklus penularan ini akan berulang hingga menularkan penyakit ke orang lain atau anak di lingkungan sekitar.

Ajarkan anak rajin mencuci tangan pakai sabun hingga bersih. Cuci tangan sebelum makan dan minum. Hindari menyentuh hidung atau mata saat tangan kotor/setelah memegang benda yang dipegang banyak tangan.

1544265547534

Jauhkan anak sehat dari sumber penularan. Hindari paparan asap rokok, second-hand smoke, third-hand smoke. Jangan memakai benda pribadi bersama orang lain: handuk, gelas, sendok, garpu, cangkir, dll. Orang yang sakit sebaiknya memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun. Tutup saat bersin atau batuk menggunakan lengan atas, atau setidaknya sapu tangan atau tisu. Ajari anak membersihkan ingus dengan baik pakai tisu. Buang tisu di tempat sampah. Lalu cuci tangan pakai sabun setiap kali selesai menyentuh hidung atau lendir hidung.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s