Perawatan Batuk Pilek Selesma Pada Anak

Batuk Pilek/Selesma

Selesma adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas. Penyebabnya adalah virus. Sumber penularan adalah orang-sakit yang bersin atau batuk tidak ditutupi sehingga virus tersebar di udara. Batuk pilek selesma adalah penyakit yang paling sering terjadi pada bayi dan anak.

Anak berumur di bawah dua tahun bisa sakit batuk pilek sekitar 8 – 10 kali, bahkan lebih sering apabila anak di tempat penitipan anak/daycare atau memiliki saudara yang sudah lebih besar. Tentang batuk pilek selesma bisa dibaca disini: link

Belum ada obat untuk menyembuhkan selesma, namun kabar baiknya sebagian besar selesma akan sembuh sendiri. Hal yang bisa kita lakukan adalah membuat anak merasa nyaman sehingga tetap bisa beristirahat, makan dan beraktivitas dengan baik selama sakit. Saat sakit selesma seringkali kita merasakan gangguan ini:

11050710_10153264256856840_1006343219116307818_n

Ketika virus memasuki tubuh dan mulai berkembang biak, segera muncul gejala:

  • Hidung meler: mulanya lendir jernih yang makin mengental dan berwarna.
  • Bersin.
  • Demam ringan (38,3 – 38,9 derajat celcius) terutama di petang hari.
  • Nafsu makan menurun.
  • Nyeri tenggorokan, dan kadang sakit menelan.
  • Batuk.
  • Rewel.
  • Pembesaran kelenjar getah bening ringan di leher.

Sangat tidak nyaman. Tidur susah. Makan tidak enak. Aktivitas terganggu.

Sedangkan selesma akan cepat membaik dengan istirahat, makan dan minum yang baik.

Kondisi ini akan lebih parah pada anak kecil. Hidung mereka masih kecil sehingga pembengkakan selaput lendir mukosa hidung, meski sedikit, cukup untuk membuat mereka rewel karena tidak nyaman saat bernafas. Rewel, hasilnya susah makan dan susah tidur.

Orang tua yang terganggu dengan kerewelan anak justru terkadang melakukan hal-hal yang mengandung kekerasan (sebagai ekspresi rasa khawatir dan sedih melihat anak sakit).

Ibu bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk MEMBUAT ANAK NYAMAN: 2015-03-11-15-20-20 Sumber: http://aapnews.aappublications.org/content/32/12/32.5.full

Obat batuk pilek di pasaran terbukti tidak memiliki efek bagi anak di bawah 6 tahun, justru membahayakan, sehingga jangan pernah memberikan obat batuk pilek pada anak tanpa pengawasan dokter.

Ibu bisa membuat anak nyaman dengan meredakan gejala batuk pilek menggunakan bahan-bahan sederhana di rumah.

1. Mimpi yang manis: madu

Pemberian madu terbukti bisa membuat anak berumur di atas 2 tahun yang sedang batuk pilek menjadi tidur lebih nyenyak karena meredakan batuk di malam hari dan membuat anak lelap tertidur.

Madu boleh diberikan pada anak di atas usia 1 tahun. Pemakaian madu bagi anak di bawah 1 tahun berisiko terjadi botulisme. Mulai coba pemberian dengan takaran setengah hingga satu sendok teh dahulu. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18056558

Jangan pusing pilih madu. Pilih madu murni yang mereknya telah terdaftar di BPOM supaya terjamin keamanannya. Hati-hati dengan madu yang ada campuran obat aktif. Jika tidak ada madu, menurut AAP, bisa diberikan corn syrup (disini malah justru lebih susah cari sirup jagung daripada madu yaa… [atau saya saja yang gak ketemu pas mencarinya :D])

2. Larutan saline (larutan garam)

Hidung yang buntu membuat bayi dan anak rewel. Larutan saline murni bisa membantu membuka hidung yang tersumbat dengan mengencerkan lendir. Ibu bisa membelinya di apotek atau membuatnya sendiri.

Caranya: larutkan garam setengah sendok teh ke dalam satu cangkir air matang hangat. Teteskan menggunakan pipet yang bersih sebanyak dua tetes di setiap lubang hidung, lalu sedot menggunakan penyedot-hidung yang bersih. 

Cara menyedot hidung: tekan-tahan karet-penyedot lalu tempelkan dengan hati-hati ujung-penyedot ke lubang hidung anak dan lepaskan tekanan dengan perlahan. Hisapan penyedot akan menarik lendir yang menyumbat hidung sehingga anak akan lebih lega. Jangan terlalu keras karena justru akan melukai hidung. Lakukan setiap jam atau setiap 15 menit sebelum anak menyusu atau sebelum tidur. Cara ini efektif bagi bayi di bawah 6 bulan, anak yang lebih besar akan berontak menolak penyedot hidung, namun pemberian tetes larutan garam ini tetap efektif.

Anak yang lebih besar bisa berkumur-kumur dengan larutan garam ini dan pastikan tidak ditelan.

Ganti larutan garam setiap hari. Bersihkan pipet menggunakan air sabun lalu bilas dengan air matang. Bersihkan juga penyedot-hidungnya supaya tidak berjamur.

3. Mengoleskan balsam vapor rub di dada anak yang berumur di atas 2 tahun

Anak di atas umur 2 tahun boleh dioleskan topical vapor rub yang mengandung ramuan menthol, camphor dan minyak kayu putih (eucalyptus oil). Vapor rub bisa meringankan gejala batuk pilek, melegakan nafas dan membantu anak untuk tidur ketika sedang batuk pilek. Baca aturan pakai pada produk dan oleskan di dada.

Jangan pernah memberikan lewat mulut atau mengoleskan di bawah hidung.

Pada tahun 2010 dilakukan penelitian skala kecil yang disponsori oleh Procter and Gamble, salah satu produsen vapor rub, pada 138 anak berumur 2 – 11 tahun untuk melihat apakah ada perbaikan pada gejala anak dengan selesma. Pengamatan dilakukan dengan menilai perbaikan gejala batuk, hidung tersumbat, hidung meler dan lebih mudah tidur. Subjek dibagi dalam tiga kelompok: vapor rub, petroleum jelly dan tanpa terapi apapun.

Ketiganya menunjukkan perbaikan gejala diukur menggunakan Likert scale score. Kelompok pada pemberian vapor rub melaporkan perbaikan yang lebih besar dibandingkan kelompok lain.

“For all measured outcomes, there was a significant improvement in Likert scale scores in each of the treatment groups. Compared to those in the no treatment group, children randomized to VR had significantly more improvement in cough severity, cough frequency, nasal congestion, child’s sleep, and parent’s sleep.”

Dua puluh dari 44 orang tua melaporkan setidaknya satu efek simpang ringan seperti iritasi kulit, namun tidak ada yang melaporkan adanya efek samping. http://pediatrics.aappublications.org/content/early/2010/11/08/peds.2010-1601.abstract dan penelitian ini sebelumnya telah terdaftar di: This trial has been registered at http://www.clinicaltrials.gov (identifier NCT00743990). http://aapgrandrounds.aappublications.org/content/25/3/28.full

Produk ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah umur 2 tahun karena potensi bahaya lebih besar dibanding manfaatnya.

Pemberian oles di bawah hidung berbahaya karena ditemukan kasus seorang anak umur 18 bulan mengalami gangguan pernafasan berat setelah dioles di bawah hidungnya. Pada penelitian di hewan coba, produk ini meningkatkan produksi lendir dan kecepatan mucociliary clearance di trakea namun menurunkan frekuensi gerakan silia sel-sel epitel bersilia di saluran pernafasan sehingga justru menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan yang berukuran kecil.  http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19136404

Penelitian pada 42 anak sekolah menunjukkan terdapat hasil yang sama saja pada pengukuran spirometri volume aliran udara pernafasan, namun persepsi perbaikan nasal patency meningkat. Batuk dilaporkan berkurang namun tidak signifikan dengan kelompok yang tidak memakai menthol. Sebenarnya efek dari produk ini adalah memberikan kenyamanan dengan membuat persepsi kelegaan hidung pada penderita hidung tersumbat. Persepsi hidung lega ini membuat nyaman pada anak yang lebih besar. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18435479

Masih ditunggu penelitian yang lebih terpercaya tentang produk sejenis ini.

Pastikan anak cukup beristirahat dan banyak minum. AAP juga menyarankan untuk menempatkan cool-mist humidifier atau vaporizer di kamar anak. Tidak disarankan menempatkan pemanas air sebagai vaporizer karena berisiko tinggi terjadi kecelakaan.

Jika nyeri kepala mengganggu bisa diberikan parasetamol atau ibuprofen sesuai anjuran pemakaian, (pilih salah satu, jangan keduanya diminum bersamaan dan pastikan tidak alergi)

Segera bawa anak ke dokter jika terjadi salah satu hal berikut ini:

  • Bayi di bawah umur 3 bulan
  • Gejala pada anak tidak membaik dalam waktu satu minggu
  • Terdapat nafas cuping hidung
  • Bibir atau kuku tampak kebiruan
  • Pilek tidak membaik dalam waktu 10 – 14 hari
  • Batuk tidak membaik dalam waktu 7 hari
  • Nyeri pada telinga
  • Anak rewel dan menangis terus-menerus
  • Demam di atas 38,9 derajat celcius.
  • Anak cenderung mengantuk atau sebaliknya cenderung rewel.

Bawa anak ke dokter kapan pun ibu ingin anak dilihat dan diperiksa oleh dokter.

Pencegahan Penularan Batuk Pilek Adalah Yang Terbaik

Jauhkan anak sehat dari sumber penularan. Orang yang sakit sebaiknya memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun. Tutup saat bersin atau batuk menggunakan lengan atas, atau setidaknya sapu tangan atau tisu. Buang tisu di tempat sampah.

poster batuk2

Ajari anak membersihkan ingus dengan baik.

JANGAN PERNAH MEMBUANG LUDAH DAN DAHAK SEMBARANG TEMPAT!

2015-03-11_09.36.10

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Categories: Kesehatan Anak

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s