Kesehatan Wanita, Menyusui dan ASI

KB Disaat Sedang Menyusui Bayi

KELUARGA BERENCANA SAAT MASA MENYUSUI

Setiap anak berhak atas kehidupan layak supaya bisa bertumbuh kembang sempurna.

Memiliki anak bukan sekedar mampu melahirkan dan menyediakan uang saja. Keluarga, terutama kedua orang tua, juga harus bersedia memberikan ruang, hati, waktu dengan energi pengasuhan terbaik sesuai kebutuhan anak.

Keluarga berencana merupakan sebuah ikhtiar perencanaan tentang kehidupan keluarga supaya memiliki kesempatan lebih besar dalam mencapai taraf hidup sehat, bahagia dan sejahtera. Hamil, melahirkan dan mengasuh bayi baru lahir penuh tantangan. Seorang anak yang terlahir dalam keluarga bahagia sejahtera lahir-batin diharapkan bisa mendapatkan kesempatan lebih baik untuk hidup layak sehingga tumbuh-berkembang sehat dengan masa depan cerah.  

 

Kehidupan manusia dimulai dari seribu hari pertama sejak masa pembuahan. Seribu hari pertama kehidupan ini merupakan masa rentan, namun juga jendela peluang emas yang membawa pengaruh sangat besar hingga masa depan seorang manusia. Oleh sebab itu, setiap kehamilan harus direncanakan sebaik mungkin.

1541994064800

Keluarga berencana juga wujud kepedulian bagi kesehatan reproduksi seorang wanita. Pasangan suami-istri disarankan untuk melakukan keluarga berencana supaya ibu sehat dan keluarga juga sehat. Jarak kehamilan ideal adalah 2 hingga 3 tahun setelah kehamilan terakhir. Jarak kelahiran ideal memungkinkan ibu untuk:

1. Ibu memiliki waktu lebih banyak untuk menyusui dan mengasuh anak sehingga tumbuh-kembangnya bisa sehat optimal.
2. Memberikan cukup waktu bagi tubuh ibu untuk pulih kembali sebelum hamil lagi. Ibu diharapkan lebih siap secara fisik dan psikis untuk hamil lagi.
3. Membantu mengatur pengeluaran keluarga sehingga pemenuhan kebutuhan hidup lebih mudah.

 

Metode Keluarga Berencana

Ada banyak metode keluarga berencana untuk mengatur jarak kehamilan. Jika ibu ingin menyusui maka pilih metode yang tidak mempengaruhi produksi ASI. Alat kontrasepsi bisa membantu keluarga merencanakan kehamilan. Ada banyak pilihan kontrasepsi yang bisa ibu gunakan yaitu menyusui eksklusif, metode kalender,  abstinen, kondom, suntik, pil, susuk implan, alat kontrasepsi dalam rahim (contohnya IUD), tubektomi dan vasektomi.

KB Menyusui_wwwduniasehatnet

KB Menyusui

KB Menyusui punya syarat ketat, salah satunya pemberian ASI eksklusif. Menyusui eksklusif bisa menjadi KB LAM (Lactation Amenorrhea Method) HANYA JIKA:
1. Ibu menyusui ekslusif selama 6 bulan.
2. Ibu belum menstruasi
3. Bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Rata-rata ibu menyusui kembali subur dalam waktu 14 bulan (tapi ini tidak saklek ya, masa subur bisa kembali kapan saja tak terduga)Ibu harus menyusui dengan frekuensi sekitar 8 – 12 kali dalam 24 jam serta menyusui di malam hari. Jarak antar-waktu penyusuan tidak lebih dari 4 jam. Menyusui menyebabkan kadar prolaktin  tinggi sehingga mencegah ovulasi. Pada kondisi ini biasanya ibu tidak menstruasi ketika masih menyusui bayi secara eksklusif.

Namun, jika KETIGA syarat di atas tidak terpenuhi maka sebaiknya ibu memilih metode KB lain untuk bantu mengatur jarak kehamilan.

Metode Kalender

Metode kalender merupakan metode alamiah mengatur kehamilan dengan menghindari melakukan hubungan seksual di masa subur. Jika dilakukan secara benar maka risiko kehamilan 9 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Tidak ada keuntungan khusus maupun risiko bagi kesehatan. Metode ini alamiah, memotivasi ibu mengenal tubuhnya, tidak perlu prosedur tindakan medis khusus dan tidak membutuhkan biaya ekstra. Metode ini juga sesuai bagi pasangan yang menganut kepercayaan agama tertentu. Metode ini memerlukan perhitungan yang cermat dan tidak bisa diterapkan jika siklus haid tidak teratur. Sayangnya siklus haid ibu menyusui juga tidak teratur.

Senggama Terputus

Metode senggama terputus ini merupakan metode keluarga berencana tradisional dimana pasangan pria mengeluarkan penisnya dari vagina sebelum mengalami ejakulasi pengeluaran sperma. Jika dilakukan secara benar maka risiko kehamilan adalah 4 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Tidak ada keuntungan khusus, efek samping dan risiko bagi kesehatan. Metode ini dipilih karena alamiah, tidak perlu prosedur tindakan medis khusus dan tidak membutuhkan biaya ekstra. Metode ini juga sesuai bagi pasangan yang menganut kepercayaan agama tertentu. Metode ini kurang efektif sebab kesulitan memantau pengeluaran sperma juga mengganggu kepuasan hubungan seksual pasangan.

Jenis pilihan kontrasepsi lainnya:

  1. Kontrasepsi oral.

Terdapat dua pilihan kontrasepsi oral yaitu pil KB yang mengandung estrogen-progestin dan pil yang hanya mengandung progestin. Ibu menyusui disarankan memilih pil mengandung hormon yang menyerupai progesteron saja, yaitu mini pil. Gunakan setelah 6 minggu pasca melahirkan supaya tidak mempengaruhi proses pemantapan produksi ASI. Pil harus diminum setiap hari dengan tertib. Risiko kehamilan kurang dari 1 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar.

2. Alat kontrasepsi dalam rahim: Intrauterine Device (IUD)

IUD sering disebut juga KB spiral oleh masyarakat awam. IUD saat ini sudah dibuat lebih canggih, berbeda dengan IUD yang model lama. Pilih IUD yang non-hormonal sehingga tidak mempengaruhi hormon laktasi. Pasang IUD setelah 6 minggu pasca persalinan. Bisa terjadi perubahan pola haid dalam 3 – 6 bulan pertama pemakaian. Bisa efektif 3-5 tahun, bahkan beberapa IUD bisa hingga 10- 12 tahun tergantung IUD yang anda pilih. Risiko kehamilan 1 diantara 100 ibu dalam 1 tahun jika dipasang dengan benar

3. Implan

Implan adalah alat kontrasepsi mengandung hormon yang dimasukkan di bawah kulit lengan. Pilih implan yang mengandung levonorgestrel yang akan melepaskan hormon menyerupai progesteron secara perlahan. Bisa efektif hingga 5 tahun. Risiko kehamilan kurang dari 0,05 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar.

4.  Kondom

Kondom mencegah kehamilan dengan cara menghalangi pertemuan sel sperma dengan sel telur karena sperma ditampung di ujung selubung karet yang terpasang di penis sehingga sperma tidak tercurah ke saluran reproduksi wanita. Risiko kehamilan adalah 2 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar.

5. Diafragma

Diafragma adalah kap berbentuk cembung dari lateks yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual sehingga akan menutupi serviks rahim dan mencegah masuknya sperma ke dalam rahim. Diafragma juga bisa dilengkapi dengan spermicida. Risiko kehamilan adalah 6 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar.

6. Suntikan Progestin

Suntikan dengan bahan yang menyerupai hormon progesteron ini tidak mengganggu produksi ASI. Kontrasepsi ini disuntikkan setiap 3 bulan sekali. Bisa dipilih oleh ibu menyusui karena tidak mengandung estrogen. Risiko kehamilan kurang dari 0,3 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar.

Kontrasepsi hormonal bisa mempengaruhi produksi ASI. Gunakan KB hormonal setelah usia bayi lebih dari 6 minggu.  Pilih KB yang tidak mengandung hormon estrogen karena berisiko menurunkan produksi ASI dan juga jumlah protein di dalam ASI. Ibu tetap harus rutin memantau produksi ASI sebab KB hormonal tetap bisa mempengaruhi produksi ASI.

Beberapa pasangan yang sudah tidak merencanakan hamil lagi bisa memilih vasektomi (mengikat atau memotong atau memasang cincin pada saluran reproduksi pria) atau tubektomi (mengikat atau memotong atau memasang cincin pada saluran telur wanita).  Risiko kehamilan kurang dari 1 diantara 100 ibu dalam 1 tahun bila digunakan dengan benar. 

Setiap metode keluarga berencana memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Banyak isu negatif membuat para ibu takut menggunakan kontrasepsi. Cocok bagi ibu memang belum tentu akan cocok bagi orang lain. Tidak cocok bagi orang lain pun belum tentu tidak cocok bagi ibu. 

Tanyakan pilihan kontrasepsi kepada dokter dan bidan profesional yang berkompeten.

Risiko komplikasi, angka kesakitan dan angka kematian lebih tinggi justru pada kondisi kehamilan yang tidak direncanakan (link). Kehamilan serta persalinan jarak terlalu dekat akan berisiko besar bagi kesehatan ibu, anak juga kesejahteraan keluarga. Lakukan konseling pra-kehamilan jika keluarga telah siap untuk menambah anak lagi.

Rencanakan setiap kehamilan dengan matang untuk kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s