Bahaya Rokok dan Fenomena The Smoking Baby

Bahaya Rokok dan Fenomena The Smoking Baby

Sekitar 4 tahun yang lalu sebuah video seorang anak bernama Aldi berumur 2 tahun menjadi viral menghebohkan seluruh dunia. Video di Youtube tersebut telah ditonton oleh 13 juta orang dan menjadi topik hangat media massa di dunia. Video menyedihkan tentang seorang balita yang menghabiskan 40 batang rokok sehari di hadapan keluarganya sendiri! 😦

Alhamdulillah, Aldi -sekarang sudah berumur sekitar 6 tahun- dikabarkan telah berhasil berhenti merokok. Melalui sebuah perjuangan yang keras. Aldi akan membentur-benturkan kepalanya ketika ibunya tidak memberi rokok. Bahkan dia membenturkan kepala dengan keras hingga menimbulkan bekas luka ketika mengamuk. Berkat dahi yang terluka itu akhirnya Aldi bisa stop merokok.

Sore tadi saya dicolek di grup juga oleh seorang teman dan kaget melihat foto bayi sedang menghisap rokok. Sang ibu berdalih bayi tidak menghisap rokoknya namun terlihat bara api dengan pipi menggembung yang menandakan bayi sedang menghisapnya! Ibu menuliskan dia melakukan hal ini karena jika ditolak anaknya akan membentur-benturkan kepala.

2015-02-10_17.19.21

Saya sangat sedih melihat kumpulan foto tersebut dan saya pun berpikir jangan-jangan bayi ini telah mengalami ketagihan rokok karena akan tantrum membentur-benturkan kepala jika tidak dituruti untuk merokok. Artinya mungkin saja bayi ini sudah merokok beberapa kali 😦

Merokok sangatlah berbahaya sehingga seharusnya tidak ada seorang ibu yang tega melakukan hal ini pada bayinya. Syukurlah KPAI telah merespons pengaduan masyarakat terkait kasus ini sehingga semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Merokok adalah penyebab penyakit serta kematian yang bisa dicegah terbesar.

Merokok berbahaya bagi semua orang. Perokok aktif maupun pasif memiliki ancaman risiko kesehatan yang tidak sepele. Perokok, dalam keseluruhan rentang hidupnya, akan memiliki lebih banyak penyakit juga berisiko meninggal lebih cepat dibandingkan orang yang tidak merokok. Perokok lebih tidak sehat karena:

  1. Perokok memiliki kualitas kesehatan yang lebih buruk dan lebih sering sakit .
  2. Perokok lebih sering berobat ke dokter dan rawat inap di rumah sakit.
  3. Perokok lebih sering tidak masuk kerja

Bahaya Rokok

Bahaya rokok adalah menyebabkan kecanduan nikotin. Kecanduan nikotin ini dampaknya sangat kuat dan prosesnya sangat cepat. Merokok menyebabkan kecanduan karena nikotin yang terkandung di dalam rokok akan membajak jalur persarafan dengan mengaktifkan reward pathway saraf di otak sehingga mendatangkan sensasi bahagia instan akibat efek peningkatan dopamine.

Acetaldehyde dari rokok akan menurunkan Monoamine Oxidase yang akan memecah dopamine sehingga dopamine berada dalam kadar tinggi dalam waktu lebih panjang untuk menciptakan sensasi kebahagiaan sesaat ketika merokok. Nikotin bekerja dengan cepat dalam waktu 10 detik setelah menghisap rokok dan efeknya begitu singkat sehingga sensasi kebahagiaan yang didapat dengan cepat ikut sirna. Semua ini menjadi lingkaran setan yang menjerumuskan manusia untuk terus merokok.

Sayangnya rokok tidak hanya mengandung nikotin. Rokok juga mengandung sekitar 7000 senyawa kimia. Ratusan dari senyawa kimia tersebut berbahaya dan sekitar 70 jenisnya terbukti menyebabkan kanker. Bahan kimia tersebut membahayakan hampir semua organ tubuh. Bahaya rokok bagi tubuh:

  • Merokok melemahkan sistem imunitas tubuh

Merokok akan melemahkan sistem imunitas yang bekerja melindungi tubuh dari penyakit. Sel-sel imun mengalami gangguan keseimbangan juga menjadi lemah sehingga perokok lebih rentan terhadap infeksi virus, bakteri, kanker bahkan penyakit autoimun. Daftar beberapa penyakit yang memburuk akibat merokok:

  1. Infeksi virus dan bakteri terutama di paru (seperti pneumonia, influenza, tuberkulosis).
  2. Penyakit gusi.
  3. Meningitis bakteri (penyakit yang menyerang selaput membran pelindung otak dan sumsum tulang belakang).
  4. Infeksi setelah operasi.
  5. Arthritis rheumatoid (radang sendi akibat proses autoimun yang menyebabkan tulang persendian sakit dan sulit digerakkan)
  6. Crohn’s disease (penyakit radang berat pada saluran pencernaan)
  7. Kanker
  • Merokok mengganggu kinerja sistem pernafasan

Bahan kimia di dalam asap rokok yang terhisap akan melukai dinding serta mengganggu kinerja saluran pernafasan. Kotoran dari asap rokok akan tertimbun di paru merusak keseimbangan yang melindungi paru. Paru akan memiliki banyak jaringan parut, kehilangan elastisitas dan tidak bisa lagi bernafas secara efisien setelah bertahun-tahun terpapar rokok.

Merokok menyebabkan tuberkulosis tumbuh subur, penyakit paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease), asma, hingga kanker paru.

Paru perokok

  • Merokok menyebabkan kanker

Senyawa kimia di dalam rokok akan terhisap ke paru lalu memasuki aliran darah ke seluruh tubuh. Senyawa-senyawa kimia ini akan merusak tubuh, kerusakan yang ditimbulkan termasuk merusak DNA. DNA adalah pengatur utama sel tubuh. DNA yang rusak akan menimbulkan mutasi sehingga muncul sel-sel kanker. Sistem imunitas yang juga dilemahkan gagal mencegah tumbuh suburnya jaringan kanker.

Pada tahun 2014 “The 2014 Surgeon General’s Report (SGR)” melaporkan beberapa kanker yang terkait dengan merokok, yaitu:

  1. kanker paru, trakea dan bronkus: 9 dari 10 kanker paru adalah akibat merokok.
  2. kanker orofaring
  3. kanker esofagus
  4. kanker laring
  5. kanker lambung
  6. kanker kandung kemih
  7. kanker ginjal dan ureter
  8. kanker pankreas
  9. kanker leher rahim (cervix uterus)
  10. kanker kolorectal (usus besar)
  11. kanker hati
  12. leukemia myeloid akut

Merokok juga akan mengganggu pengobatan kanker. Pasien kanker yang dinyatakan bersih akan berisiko berulang jika tetap merokok. Dalam 5 tahun, perokok yang berhenti merokok bisa menurunkan separuh risiko terhadap kanker: mulut, tenggorokan, kerongkongan dan kandung kemih. Dalam 10 tahun risiko mati akibat kanker paru juga turun separuh. Lihat aneka macam penampakan penyakit akibat merokok di gambar ini:

2014-01-24-14-42-05

  • Merokok merusak jantung dan pembuluh darah

Racun dalam asap rokok yang terhisap oleh paru akan terserap memasuki aliran darah kemudian melukai dinding pembuluh darah di seluruh tubuh. Reaksi yang timbul menyebabkan peradangan, pelemahan, pengerasan juga penyempitan pembuluh darah sehingga rentan tersumbat atau justru robek.

Merokok merupakan penyebab kematian akibat penyakit jantung-pembuluh darah yang terbesar. Satu dari tiga kematian akibat penyakit jantung-pembuluh darah ini akibat merokok. Perokok pasif juga memiliki risiko yang sama. Sebanyak 33.000 perokok pasif meninggal akibat serangan jantung di Amerika.

Merokok menyebabkan atherosklerosis (pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat penimbunan plak kolesterol) di pembuluh arteri sehingga bisa terjadi gangguan peredaran darah juga sumbatan. Merokok menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit arteri perifer, serta aneurisma aorta abdominalis di dalam rongga perut.

  • Merokok menyebabkan kemandulan

Merokok bisa menyebabkan kemandulan karena racunnya akan mempengaruhi produksi hormon reproduksi sehingga ibu menjadi sulit hamil. Merokok juga akan merusak DNA sperma ayah. Merokok juga menyebabkan permasalahan disfungsi ereksi yang sangat mengganggu penderita dan mempengaruhi fungsi reproduksi pria.

Rokok menimbulkan komplikasi kehamilan seperti kehamilan ektopik (di luar rahim) karena sel telur gagal bergerak ke rahim. Kehamilan ektopik ini akan menyebabkan janin mati dan ibu dalam kondisi yang berbahaya. Rokok akan mempengaruhi pertumbuhan janin sehingga berisiko bayi lahir kecil juga bayi lahir prematur. Bayi kecil dan bayi prematur merupakan risiko kecacatan dan kematian bayi yang terbesar.

Senyawa kimia dalam rokok akan merusak tubuh janin, terutama otak dan paru. Kerusakan ini akan menetap hingga masa kanak-kanak bahkan remaja anak. Ibu yang merokok saat hamil juga berisiko melahirkan bayi cacat seperti bayi dengan sumbing atau celah langit-langit mulut yang berisiko terganggu makannya, pendengaran, wicara, permasalahan gigi, kehilangan gigi hingga infeksi telinga tengah. Bayi butuh dioperasi untuk perbaikan kondisi.

Bayi yang terpapar rokok juga berisiko mati mendadak akibat sudden infant death syndrome (SIDS).

merokok membahayakan anak

  • Rokok menyebabkan diabetes

Merokok saat ini dihubungkan sebagai penyebab diabetes tipe 2. Perokok memiliki resiko 30% – 40% lebih tinggi untuk menderita diabetes. Diabetes adalah penyakit yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah dengan risiko sederetan komplikasi penyakit yang berbahaya.

Racun dalam rokok akan menyebabkan reaksi peradangan dalam jangka waktu lama di seluruh tubuh. Sel-sel tubuh yang terluka akan membengkak dan tidak berfungsi dengan normal. Ini juga terjadi pada sel-sel pankreas yang vital untuk mengatur kadar gula darah. Merokok juga berhubungan dengan penumpukan lemak di perut hingga menyebabkan abdominal obesity sehingga kadar kortisol tinggi dan berisiko menyebabkan diabetes.

Perokok yang mengalami diabetes menjadi kurang sensitif dengan pengobatan insulin sehingga sering membutuhkan insulin dengan dosis lebih tinggi. Perokok dengan diabetes memiliki risiko gangguan kesehatan lebih tinggi, diantaranya:

  1. Penyakit jantung dan ginjal
  2. Gangguan peredaran darah di kaki sehingga menyebabkan infeksi, ulkus/borok yang tak kunjung sembuh hingga terancam untuk diamputasi.
  3. Kerusakan saraf mata (retinopathy) yang menyebabkan kebutaan
  4. Kerusakan saraf tepi (neuropati perifer) yang menyebabkan kebas, sensasi nyeri, kelemahan dan gangguan koordinasi gerak tubuh
  • Rokok merusak generasi muda

Sebagian besar ketergantungan rokok dimulai saat perokok masih remaja atau dewasa muda. Setidaknya 9 dari 10 perokok mulai merokok di umur 18 tahun dan hampir semuanya mulai merokok di umur 26 tahun.

Jika orang yang terdekatnya merokok, maka anak-anak memiliki cenderung untuk meniru dan menjadi perokok.

Otak anak jauh lebih rentan terhadap sensasi kebahagiaan semu yang dihadirkan oleh nikotin dalam rokok sehingga potensi untuk kecanduan rokok menjadi lebih besar. Anak muda yang merokok rentan mengalami:

  1. Ketergantungan nikotin
  2. Pengurangan fungsi paru
  3. Gangguan pertumbuhan paru
  4. Kerusakan jantung-pembuluh darah dini

Paparan nikotin memiliki efek panjang untuk perkembangan otak anak. Anak yang merokok ini akan memiliki nafas pendek sehingga mudah tersengal-sengal, capek dan kurang berstamina. Jutaan bayi saat ini menjadi perokok pasif dari lingkungannya. Anak yang menjadi perokok pasif ini rentan mengalami infeksi telinga tengah, infeksi saluran nafas, serangan asma dan harus sering ijin tidak masuk sekolah. Anak rentan sering sakit dan jika sakit akan lama sembuhnya bahkan mengalami komplikasi penyakit yang bisa dcegah.

Merokok dan Gizi Buruk Pada Anak

Lebih parahnya lagi terdapat fenomena ketidakmampuan memberi asupan makanan bergizi pada keluarga miskin acapkali tidak sebanding dengan belanja rokok di dalam keluarga tersebut. Alokasi belanja rokok justru lebih diprioritaskan dari pada membeli bahan kebutuhan untuk gizi membeli daging, 2 kalikeluarga. Sifat adiksi rokok ‘memaksa’ keluarga miskin di Indonesia melupakan pemenuhan kebutuhan gizi.

Hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas – 2006) mencatat alokasi belanja bulanan untuk rokok pada keluarga perokok menempati urutan kedua (9%) setelah beras (12%). Pengeluaran bulanan untuk rokok ini setara dengan 15 kali biaya pendidikan dan 9 kali biaya kesehatan.

Jika disandingkan dengan kebutuhan makanan bergizi, jumlah alokasi belanja rokok keluarga perokok setara dengan 17 kali pengeluaran untuk lipat untuk membeli ikan, dan 5 kali lipat biaya untuk membeli telur dan susu. Lebih mencengangkan bila kelompok keluaga termiskin mempunyai proporsi belanja rokok yang lebih besar (12%) daripada kelompok keluarga terkaya yang hanya 7 persen.

Perokok Wanita

Wanita saat ini menjadi target pemasaran industri rokok. Banyak gadis dan wanita yang memutuskan untuk merokok. Kematian wanita akibat komplikasi merokok meningkat tiga kali lipat dalam 50 tahun terakhir ini, dan risiko kesehatannya saat ini setara dengan pria. Merokok membuat wanita lebih rentan mengalami serangan jantung, stroke, kanker paru, emfisema dan penyakit berat lain seperti diabetes. Ibu yang merokok bisa membahayakan kehamilan, janin juga anak-anaknya.

Racun dalam rokok bisa menyeberang sawar darah-plasenta dan merusak tubuh janin. Bayi bisa lahir kecil atau prematur. Racun dalam rokok bisa masuk ke dalam ASI dan tertelan oleh bayi. Bayi rentan sakit bahkan bisa meninggal mendadak. Anak yang lahir dari ibu yang merokok bisa mengalami penurunan tingkat kecerdasan (IQ) bahkan gangguan perkembangan.

Bagaimana pun bayi membutuhkan ASI dan ibunya untuk bertahan hidup sehingga diharapkan ibu berjuang untuk berhenti merokok.

Banyak perokok menyadari bahwa merokok itu membahayakan diri mereka juga orang-orang kesayangan disekitarnya. Mereka ingin berhenti merokok. Namun, gejala withdrawal nikotin (sulit berkonsentrasi, sakit kepala, tegang, peningkatan nafsu makan hingga membuat pertambahan berat badan, penurunan denyut jantung, gangguan tidur hingga insomnia, mudah marah, dan depresi) membuat mereka sulit untuk berhenti merokok. Gejala ini berat dirasakan di hari-hari pertama, namun biasanya akan menghilang dalam satu bulan.

Banyak perokok gagal berhenti merokok ketika pertama kali mencoba untuk berhenti merokok. Beberapa perokok butuh beberapa kali mencoba hingga akhirnya benar-benar berhasil berhenti merokok. Dukungan lingkungan, konseling dan bantuan ahli bisa membantu mempermudah proses penyembuhan dari ketergantungan rokok. Anda bisa meminta bantuan psikolog, psikiater atau tenaga kesehatan lain yang terlatih. Keuntungan dari berhenti merokok sangatlah besar sehingga layak diperjuangkan.

Jangan berhenti untuk terus mencoba yaa… 🙂

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s