Waspada Listeria, Tidak Asal Histeris Saja

Kenali Listeria dari Makanan Kita

Saat ini masyarakat sedang diresahkan dengan pemberitaan penarikan dua jenis apel akibat kecurigaan tercemar bakteri Listeria monocytogenes. Pada tanggal 9 Januari 2015, CDC melaporkan setidaknya terdapat 32 kasus terinfeksi saat terjadi wabah Listeria monocytogenes yang dilaporkan dari 11 negara bagian di Amerika Serikat. Sebanyak 31 penderita mendapat perawatan di rumah sakit dan 3 meninggal. Terdapat sepuluh penderita sedang hamil dan satu ibu mengalami keguguran.

Sebanyak 25 penderita yang diwawancarai melaporkan memakan olahan apel caramel siap saji. Bidart Bross adalah supplier apel yang diinvestigasi oleh FDA dan the California Department of Public Health terkait wabah ini. Pada 6 Januari 2015, Bidart Bross menarik kembali apel Granny Smith dan Gala yang dikirim dari fasilitas pengemasan di California pada tahun 2014. Pada 8 Januari 2015, pemeriksaan analisis menggunakan pulsed-field gel electrophoresis (PFGE) oleh FDA mengkonfirmasi bahwa pola PGFE atau DNA fingerprints dari Listeria monocytogenes yang diambil dari lingkungan di Bidart Bross cocok dengan Listeria monocytogenes yang diisolasi dari korban wabah. (link)

Bakteri Listeria bisa menyebabkan penyakit yang disebut listeriosis, yaitu infeksi akibat mengkonsumsi makanan yang tercemar Listeria monocytogenes. Listeriosis bisa menyebabkan komplikasi serius pada kelompok masyarakat yang rentan. Di Amerika Serikat terdapat sekitar 1.600 kasus infeksi Listeria setiap tahun, dengan kematian sebanyak 260 kasus.

Listeria monocytogenes hidup di tanah, air dan beberapa binatang termasuk unggas dan sapi. Semua orang bisa mengalami listeriosis, namun yang paling rentan adalah ibu hamil, janin, bayi baru lahir, manula dan orang dengan kelemahan sistem imunitas tubuh. Kelompok ini rentan mengalami listeriosis karena sistem pertahanan tubuhnya lebih lemah dibandingkan masyarakat umum. Setidaknya 90% kasus infeksi Listeria yang fatal berasal dari kelompok yang berisiko tinggi ini.

Gambar bakteri Listeria monocytogenes

Listeria_duniasehat

Secara statistik tercatat satu dari tujuh kasus Listeriosis terjadi pada wanita hamil. Ibu hamil memiliki risiko terinfeksi Listeria sepuluh bahkan dua puluh kali lipat dibandingkan masyarakat umum. Listeria bisa menembus sawar plasenta sehingga infeksi saat kehamilan bisa menimbulkan komplikasi keguguran, kematian janin, kelahiran prematur dan bayi baru lahir sakit atau meninggal. Lebih dari separuh kasus infeksi Listeria dialami oleh manula yang berumur 65 tahun ke atas. Penderita kelemahan sistem imunitas seperti penderita kanker dan menjalani terapi imunosupresi, penderita penyakit liver, penderita gangguan ginjal, diabetes, pecandu alkohol dan penderita HIV/AIDS.

Orang dewasa dan anak-anak yang sehat juga bisa mengalami infeksi Listeriosis namun biasanya gejala hanya ringan dan jarang yang menjadi fatal.

Tanda dan Gejala Infeksi Listeria

Gejala infeksi Listeria antara lain demam, menggigil, nyeri otot, kelemahan tubuh, sakit perut, mual dan muntah. Gejala terkadang didahului dengan diare. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf akan terjadi kaku leher, sakit kepala, kebingungan dan gangguan kesadaran, kehilangan keseimbangan hingga kejang. Gejala bisa timbul dalam 3 – 70 hari setelah mengkonsumsi makanan yang tercemar bakteri.

Segera periksakan diri ke dokter jika merasa sangat kesakitan disertai demam dan leher kaku. Penderita yang dicurigai mengalami listeriosis akan menjalani pemeriksaan darah dan diobati dengan antibiotik. Ibu hamil akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi pada ibu juga janin yang aman dikonsumsi saat hamil.

Listeria biasanya mencemari makanan mentah, olahan susu yang tidak dipasteurisasi, olahan daging, olahan makanan laut juga olahan makanan nabati seperti sayur juga buah. Kejadian luar biasa listeriosis di Amerika pernah tercatat terjadi pada produk karamel apel, keju, produk olahan susu, produk kedelai juga melon. Sebagai konsumen kita harus bijaksana ketika menyikapi wabah listeriosis akibat apel ini. Listeria bisa mencemari banyak produk makanan selain apel Granny Smith dan Gala, sehingga justru jauh lebih penting bagi konsumen untuk mengenali dan mencegah penyakit ini.  

Kejadian listeriosis yang fatal setelah mengkonsumsi bahan makanan yang tercemar sebenarnya rendah. Namun demikian, tetap saja kita harus berhati-hati. Sangat penting bagi Ummi untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi karena Listeria ini unik. Berbeda dengan kuman pencemar makanan lainnya, bakteri Listeria ini tetap bisa hidup dalam suhu rendah di kulkas. Untuk mencegah listeria tumbuh subur di kulkas lakukan tiga pencegahan ini:
  1. Pastikan suhu kulkas di bawah 4° C dan suhu freezer di bawah -18°
  2. Segera makan olahan bahan makanan siap saji yang didinginkan di kulkas.
  3. Bersihkan kulkas dengan teratur.

Food and Drug Administration menyarankan untuk membersihkan bagian dalam kulkas menggunakan air panas yang dberi sabun pencuci piring yang lembut lalu bilas dan keringkan dengan kain yang bersih. Segera bersihkan jika ada makanan yang tumpah. Gunakan termometer dengan tepat untuk memastikan suhu kulkas dan freezer dingin sesuai rekomendasi.

Pencegahan Infeksi Listeria

Listeria mati dengan proses pemasakan dan pasteurisasi. Untuk mencegah listeriosis lakukan tiga hal sederhana ini:

  1. Jaga kebersihan.
  2. Cuci sayur-mayur juga buah-buahan dibawah air yang mengalir hingga bersih sebelum dikupas, dipotong dan dimasak.
  3. Masak makanan hingga matang.

Pencegahan infeksi Listeria bisa dengan melakukan tindakan pencegahan secara umum seperti mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik lalu bilas menggunakan air yang mengalir sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan. Sering membersihkan permukaan dapur dengan sanitizer. Cuci hingga bersih bahan makanan yang mentah dibawah air mengalir sebelum dimakan. Hati-hati ketika mencuci daging, unggas, ikan dan bahan makanan hewani lainnya karena air cipratannya bisa mencemari peralatan dapur, permukaan serta bahan makanan lainnya. Produk yang dibeli dalam keadaan sudah dicuci bersih bisa langsung dimasak hingga matang. Simpan bahan makanan dengan aman di kulkas.

Pisahkan penyimpanan produk ikan, daging, unggas di wadah yang terpisah dengan sayur-mayur, buah-buahan, makanan yang sudah dimasak dan makanan siap saji. Pisahkan pisau, talenan serta alat untuk mengolah daging, unggas, ikan dengan alat yang digunakan untuk bahan makanan lain. Cuci dengan bersih pisau, talenan dan semua wadah yang bersentuhan dengan makanan mentah. Masak bahan makanan hewani hingga matang.

Untuk kelompok masyarakat yang rentan sebaiknya hanya mengkonsumsi olahan daging yang dimasak dengan benar. Hindari mengkonsumsi susu dan produk olahan susu segar yang tidak dipasteurisasi terlebih dahulu.

 Baca juga artikel berikut ini: cara memilih sayur cara mencuci daging dan sayur

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s