Tips Memilih Mainan Anak

Mainan Anak

Pernah tersesat saat memasuki lorong seperti iniiii..? 😀 toys store Sumber Ada jutaan mainan anak tersedia di luar sana dan terdapat ratusan mainan baru dijual di toko mainan setiap tahun. Mainan memang bisa membuat anak gembira karena semua anak pasti senang bermain. Mainan penting bagi perkembangan anak karena anak itu belajarnya memang dengan bermain. AAP merekomendasikan para orang tua untuk memilih mainan yang aman juga mengawasi anak saat bermain karena banyak anak berakhir di UGD karena kecelakaan saat bermain. Kecelakaan yang paling sering antara lain teriris, terluka akibat tergores, lecet, memar bahkan tersedak mainan. Kecelakaan akibat mainan bisa fatal bahkan mematikan sehingga orang tua harus berhati-hati memilihkan mainan anak.

Tersedak mainan merupakan risiko terbesar bagi anak di bawah umur 3 tahun karena mereka cenderung penasaran dan memasukkan benda ke dalam mulutnya.

Amerika, Eropa dan negara-negara maju memiliki regulasi dan pengawasan yang ketat terhadap mainan anak. Indonesia juga sudah memiliki Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-Ind/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib (link), yang sayangnya belum bisa banyak diharapkan untuk berjalan di negri ini. Baru 1% yang mengantongi SNI (link). Oleh sebab itu, hal terpenting yang bisa orang tua lakukan adalah mengawasi anak saat bermain. Semoga saja kesadaran akan keamanan mainan ini semakin baik yaa… Berikut 10 tips dari AAP di healthychildren.org saat membeli mainan anak:

  1. Baca label mainan. Label mainan akan memberikan informasi berharga mengenai cara penggunaan, keterangan mainan dan keterangan peruntukan umur anak. Mainan yang aman bisa menjadi tidak aman jika tidak tepat digunakan, termasuk tepat-umur.
  2. Selalu pikirkan besarnya ukuran. Pastikan ukuran mainan tidak bisa membuat anak tersedak.
  3. Hindari mainan yang bisa menembakkan sesuatu ke udara. “Peluru” yang keluar dan jatuh tidak pada tempatnya bisa menimbulkan luka mata yang serius bahkan tersedak. (Atau masuk ke hidung dan telinga anak)
  4. Hindari mainan yang bunyinya terlalu nyaring. Mainan dengan suara terlalu nyaring bisa merusak pendengaran anak.
  5. Teliti kerapihan pembuatan boneka mainan dan mainan yang dari bahan kain. Pastikan bagian-bagian boneka terikat kencang, ujung-ujung tepiannya rapih dan jahitannya aman. Potong benang yang terlepas dan rapihkan jahitan yang rusak. Jangan sampai ada bagian yang tajam jadi melukai, atau bisa terlepas dan tersedak, atau benang yang terlepas jadi menjerat tubuh anak.
  6. Pilih mainan plastik dari bahan plastik yang kuat. Mainan plastik yang tipis bisa mudah koyak dan melukai anak.
  7. Hindari mainan yang mengandung bahan beracun karena berisiko membuat anak keracunan. Pastikan tertulis di label mainan keterangann “non-toxic”
  8. Hindarkan mainan perlengkapan hobi dan bahan kimia bagi anak di bawah 12 tahun. Mainan seperti ini berisiko meledak, terbakar juga mengandung bahan kimia berbahaya. Pastikan anak yang lebih besar tahu cara memainkannya dan awasi pemakaiannya.
  9. Mainan elektrik harus berlabel “UL approved”.
  10. Hati-hati saat membeli mainan untuk perlengkapan boks tempat tidur bayi (crib toys). Hati-hati yaa mengikat talinya, pastikan ikat yang pendek supaya anak terhindar dari jeratan mainan. Lepas mainan begitu bayi bisa tegak bertumpu pada tangan dan kaki, jangan sampai bayi tergoda dan bisa menggapainya lalu jatuh.

Berikut panduan secara umum dari KidsHealth saat berbelanja mainan anak:

  • Mainan dari kain harus berlabel tidak mudah terbakar.
  • Mainan boneka harus bisa dicuci.
  • Mainan yang dicat harus memakai pelapis cat bebas timbal.
  • Material kerajinan tangan harus tidak beracun (playdough, cat air, crayon, kapur, dll)
  • Krayon dan cat untuk menggambar harus disertai keterangan ASTM D-4236 di bungkusnya yang menunjukkan bahan ini telah lulus uji American Society for Testing and Materials (disini yaa label SNI 😀 ).

Hindari mainan-mainan tua meskipun ini warisan dari keluarga atau kerabat. Mainan tua ini mungkin saja memiliki nilai sejarah yang berharga juga ngirit 😀 tapi berisiko tidak memenuhi standard keamanan mainan terkini. Juga bahan telah rapuh karena dimakan usia sehingga mudah rusak atau lepas atau robek sehingga bisa berisiko membahayakan anak. Simpan saja di lemari pajangan yaa 😉 Toys Sumber

Pilih Mainan Sesuai Umur

Sebagai orang tua tentu kita berharap punya anak pintar, cerdas, kreatif dan inovatif. Seringkali kita tergiur memilih mainan yang identik dengan simbol “smart toys”, berharap benda itu bisa membuat anak kita pintar. Orang tua harus bisa memilih mainan yang tepat sesuai dengan umur anak. Gunakan pertimbangan terbaik yang kita miliki -termasuk mempertimbangkan sifat, kesenangan, temperamen, kebiasaan dan perilaku anak- saat akan membeli mainan baru. Jangan tergiur mainan yang diperuntukkan untuk anak yang lebih tua hanya karena melihat teman sebaya anak kita bisa memainkannya. Batasan umur ini ditentukan mempertimbangkan faktor keamanan, bukan tingkatan kedewasaan atau kecerdasan anak.

Mainan untuk bayi, batita dan balita

  • Mainan harus berukuran cukup besar -setidaknya berdiameter sekitar 3 cm dan panjang sekitar 6 cm- sehingga sulit ditelan dan melindungi dari risiko tersedak.
  • Hindari kelereng, koin, bola kecil atau permainan menggunakan bola kecil yang berdiameter 4,4 cm karena berisiko tersedak lalu nyasar ke tenggorokan dan menyumbat pernafasan anak.
  • Pastikan mainan dengan batere memiliki pengaman yang memakai baut sehingga anak tidak bisa mengeluarkan batere. Batere dan cairan isi batere sangat berbahaya karena berisiko tertelan, beracun, tersedak, menimbulkan perdarahan organ dalam dan luka bakar kimiawi.
  • Saat mengecek mainan untuk bayi atau balita pastikan mainan kuat, tidak mudah koyak juga tidak mudah lepas meski dikunyah-kunyah oleh mereka. Pastikan mainan tidak memiliki:
  1. Tepi yang tajam atau bagian yang kecil yang mudah dilonggarkan atau dilepaskan: mata, roda, tombol.
  2. Tonjolan kecil yang bisa dimasukkan hingga mulut bagian belakang (ingat anak suka memasukkan benda ke mulut).
  3. Tali yang panjangnya lebih dari 18 cm.
  4. Bagian-bagian kecil yang berisiko bisa menjepit ujung jari anak
  •  Sebagian besar mainan yang bisa dinaiki dapat digunakan ketika bayi sudah bisa duduk dengan baik tanpa disangga, namun cek lagi rekomendasi pabrik. Kuda-kudaan dan mobil-mobilan harus memiliki pengaman juga stabil sehingga aman dinaiki anak.
  • Hati-hati jika membeli mainan yang dijual obral

Mainan Untuk Anak Usia Sekolah

  • Sepeda, skuter, papan seluncur dan sepatu roda sebaiknya digunakan dengan menggunakan perlengkapan pengaman seperti helm juga pelindung tangan, siku, dan lainnya. Lihat sertifikasi label yang tertera pada mainan.
  • Jaring harus bagus juga terpasang baik dan diikat yang kencang pada tepian supaya tidak berisiko menimbulkan jeratan.
  • Mainan panah-panahan harus memiliki ujung yang lembut atau suction cup bukan ujung yang keras sehingga tidak melukai.
  • Mainan pistol harus berwarna cerah supaya tidak bisa disangka pistol asli. Anak harus diajarkan untuk tidak ernah mengarahkan senjata, pistol, panah, dart kepada orang lain.
  • Mainan pistol dengan peluru jangan diberikan kepada anak di bawah umur 16 tahun.
  • Mainan elektrik harus berlabel UL yang menunjukkan sesuai keamanan dari Underwriters Laboratories (disini tentu saja label SNI).

Menyimpan Mainan Dengan Aman di Rumah

Setelah membelikan mainan yang aman, pastikan orang tua mengajarkan anak cara menggunakannya. Pengawasan adalah cara terbaik untuk memastikan anak aman saat bermain. Orang tua bisa bermain bersama anak supaya anak bisa bergembira memainkan mainan dengan cara yang aman. Orang tua harus:

  • Mengajarkan anak mrapikan mainan di tempat yang disediakan setiap selesai bermain.
  • Mengecek mainan secara teratur untuk memeriksa apakah ada yang rusak atau masih bisa digunakan dengan aman.
    • Mainan dari kayu jangan sampai ada bagian yang terlepas atau koyak menjadi serpihan tajam.
    • Mainan sepeda atau mainan untuk diluar rumah jangan sampai berkarat.
    • Periksa jahitan pada mainan boneka dan kain.
  • Segera perbaiki atau buang mainan yang rusak
  • Simpan mainan outdoor ditempat yang aman terhindar dari hujan supaya awet.

Pastikan mainan selalu bersih. Mainan dari plastik ada yang bisa dicuci di dishwasher, baca label yang tertera di mainan. Cara membersihkan bisa dengan mencampur sedikit sabun antibakteri dengan sabun cuci piring yang lembut dengan air panas lalu masukkan ke dalam semprotan. Semprot mainan kemudian bilas hingga bersih. Baca label mainan yang tertera untuk mengetahui cara membersihkan mainan tersebut.  Mainan berbahaya:

  1. Kembang api, mercon
  2. Korek api
  3. Gunting tajam
  4. Balon (hati-hati saat anak main balon karena balon yang belum ditiup atau balon yang pecah sering digigit-gigit, dikunyah-kunyah atau dimasukkan ke dalam mulut sehingga berisiko tertelan, “kelolotan” dan tersedak).

Saat ini mainan anak Indonesia wajib ber-SNI. Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib Mainan Anak  berlaku pada 1 Mei 2014. Para pelaku usaha dan distributor wajib menerapkan SNI mainan dan memastikan bahwa produk mainan anak yang diproduksi dan dijual memenuhi ketentuan SNI. Jadi, untuk keamanan pastikan kita memilih mainan berlabel SNI.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 55/M-IND/PER/11/2013/ yang merupakan perubahan dari Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-Ind/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib. Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku lembaga pemerintah yang mengkoordinasikan kegiatan di bidang standarisasi secara nasional, telah menetapkan lima SNI berkenaan dengan keamanan dan keselamatan mainan anak. Aturan SNI tersebut yaitu : (1) SNI ISO 8124-1:2010, Keamanan Mainan – Bagian 1: Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis, (2) SNI ISO 8124-2:2010, Keamanan Mainan – Bagian 2: Sifat mudah terbakar, (3) SNI ISO 8124-3:2010, Keamanan Mainan – Bagian 3: Migrasi unsur tertentu, (3) SNI ISO 8124-4:2010, Keamanan Mainan – Bagian 4: Ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal, dan (5) SNI IEC 62115:2011, Mainan elektrik – Keamanan.

Pilih mainan anak dengan jeli supaya anak bisa gembira bermain dan terlindungi keamanan serta kesehatannya.

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s