Kesehatan Anak

Gigi Susu Pada Anak

“Teething produce nothing but teeth” (RS Illingsworth, 1975)

GIGI SUSU ANAK

Secara umum anak akan melewati 3 fase gigi. Fase pertama gigi sulung (gigi susu, primary teeth), fase kedua percampuran antara gigi sulung – gigi tetap dan fase ketiga gigi tetap. Bayi yang terlahir ompong biasanya akan menunjukkan tanda tumbuh gigi ketika umur 3 bulan. Fase pertama dimulai saat pertama kali tumbuh gigi (sekitar umur 8-14 bulan) dan berakhir saat mulai ada gigi tetap yang tumbuh di rongga mulut (sekitar umur 5-6 tahun). 

gigi susu anak 

Gigi susu akan tumbuh renggang untuk memberikan ruang bagi gigi permanen yang akan tumbuh. Pada fase ini rongga mulut anak yang normal hanya terdiri dari 20 gigi sulung (10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah). Saat gigi tetap sudah mulai tumbuh di rongga mulut fase kedua dimulai dan berakhir saat semua gigi susu telah tanggal di sekitar usia 12 tahun.

Sakit karena tumbuh gigi?

Pada abad ke-19, tumbuh gigi dianggap sebagai penyakit yang mematikan. Kondisi ini ternyata membuat kebiasaan pengobatan tumbuh gigi yang merugikan serta memiliki efek samping membahayakan bagi anak. Hingga saat ini pun, para orang tua percaya bahwa tumbuh gigi menyebabkan anak sakit seperti: demam, nyeri, rewel, susah tidur, suka menggigit, keluar banyak air liur, pipi kemerahan, malas makan, gusi bengkak, pilek dan diare/mencret.

Kepercayaan salah tentang tumbuh gigi berpotensi bisa membahayakan anak sebab terkait dengan pengobatan tidak rasional; disisi lain bisa menjadikan anak terlambat diobati saat sakit karena dianggap sakitnya hanya akibat tumbuh gigi. 

Gejala tumbuh gigi bisa sangat bervariasi. Tumbuh gigi ada yang bisa menyebabkan sedikit demam dan sakit di gusi (nyeri lokal). Gejala bisa disertai mengeces (berliur), sering menggigit, sering memasukkan benda ke dalam mulut, mengusap gusi dan rewel. Bayi bisa sedikit berkurang makan MPASI dan agak demam. Tetapi tumbuh gigi tidak menyebabkan anak malas minum/menyusu, susah tidur, muntah, batuk, ruam di tubuh, demam tinggi lebih dari 38.9°C atau diare.  Tumbuh gigi biasa keluhannya hanya lokal dan ringan.

Namun, bayi tetap saja bisa terpapar kuman penyebab penyakit dari lingkungan bersamaan dengan tumbuh gigi. Jika bayi demam tinggi, sangat rewel, tidak mau menyusu, muncul keluhan lain dan kebetulan bersamaan dengan tumbuh gigi sebaiknya periksakan bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah ada kemungkinan penyebab lain yang membuat bayi sakit.

Tumbuh gigi bukanlah penyakit. Pengobatan terbaik adalah meredakan rasa tidak nyaman. Cara meredakan rasa nyeri ketika bayi tumbuh gigi:

  1. Bersihkan liur yang menetes dan mengotori kulit bayi dengan kain karena bisa menyebabkan ruam kemerahan di kulit.
  2. Memijat dengan usapan lembut gusi bayi memakai jari ibu yang bersih. Menurut AAP Healthy Children menggosok dengan usapan lembut ini akan memberikan pijatan nyaman bantu meredakan gusi sakitnya (link). Orang tua bisa meminta dokter mengajarkan caranya ya.
  3. Berikan bayi sesuatu yang bersih dan aman untuk digigit-gigit. Pastikan benda yang digigit oleh bayi ukurannya besar sehingga tidak akan tertelan atau tergigit dan membuat bayi tersedak. Saat ini ada banyak produk mainan yang juga bisa berfungsi sebagai teether yang aman bagi anak.
  4. Ibu juga bisa memberikan teether bersih yang aman. Beli teether yang terbuat dari bahan aman untuk digigit bayi. Jangan pilih teether yang berisi cairan di dalamnya karena berisiko rusak atau bocor dan cairan tertelan. Bakteri, salah satunya Pseudomonas, juga bisa berkembangbiak di cairan tersebut.
  5. Dinginkan teether di lemari pendingin bukan di freezer sebab di freezer menyebabkan teether keras sehingga berisiko melukai gusi. Jangan merebus atau mensterilkan teether dengan dipanasi karena suhu tinggi berisiko merusak plastik kemudian membocorkan bahan kimia (link), kecuali ada petunjuk khusus dari produsen teether tersebut. Hindari produk teether dengan bahan disononyl phthalate.
  6. Tidak disarankan memberikan bayi kalung untuk mengikat teether karena jika tersangkut bayi bisa tercekik.
  7. Tanyakan kepada dokter apakah bayi yang sangat rewel akibat tumbuh gigi bisa diberikan parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri. Gunakan obat dengan benar.
  8. Beberapa ibu disarankan untuk memberikan biskuit atau makanan yang dibekukan sebagai teether. Makanan (sayur atau buah beku) bisa dijadikan teether jika bayi sudah makan MPASI, contohnya pisang. Pastikan memilih buah atau makanan yang tidak berisiko membuat bayi tersedak. 
  9. Hindari menggunakan pereda nyeri gusi berbentuk gel (baby teething gel) yang berisi lidocaine atau benzocaine karena tidak aman. Gel ini berisiko menyebabkan reaksi alergi lokal bahkan hingga kejang jika overdosis dan methemoglobinemia (link).
  10. Jaga kebersihan jari bayi karena dia jadi suka bermain menggigit-gigit jarinya. Pastikan asupan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Penggunaan batu amber yang dikalungkan juga tidak terbukti bermanfaat. Penggunaan obat herbal yang dioles di gusi clove oil, natural licorice sticks (not candy), fennel, green onion, olive oil, ginger root, and vanilla serta chamomile juga tidak terbukti bermanfaat. Sebelum menetek biarkan bayi menggigit-gigit teethernya atau jari ibu yang bersih dahulu untuk mengurangi risiko bayi menggigit puting. FDA memperingatkan untuk tidak memakaikan perhiasan seperti kalung, gelang meski diklaim mampu meredakan nyeri. Pemakaian benda tersebut berisiko menyebabkan anak terjerat, tercekik, tersedak juga infeksi pada mulut (link).

Bayi Belum Tumbuh Gigi

Perkiraan umur bayi erupsi tumbuh gigi:

F3.large

Gigi susu bayi sudah ada di gusi sejak lahir. Gigi ini akan mulai muncul saat umur bayi sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Beberapa bayi akan memiliki gigi pertama di umur 6 bulan dan akan memiliki 20 gigi susu lengkap di ulang tahunnya yang ketiga (sekitar 24 – 30 bulan). Setiap anak bisa berbeda pertumbuhan giginya. Ada bayi yang tumbuh gigi lebih cepat dan ada bayi yang tumbuh gigi dengan lambat. Ada anak yang baru tumbuh gigi pertama sekitar umur 12 bulan, atau 14 bulan. 

Terkadang anak yang tumbuh gigi lambat ini akan tumbuh banyak gigi bersamaan dan akibatnya anak akan lebih rewel karena lebih sakit. Jika ibu ragu bisa didiskusikan langsung ke dokter. Periksa konsultasikan ke dokter gigi jika anak belum tumbuh gigi. Bawa anak untuk mulai periksa gigi saat muncul giginya di sekitar umur 6 bulan, kemudian kontrol secara teratur ke dokter gigi.

Erupsi Gigi Bayi Prematur

Bayi prematur dan bayi kecil (BBLR) akan tumbuh gigi lebih lambat dibandingkan usia kronologisnya sehingga harus disesuaikan dengan usia koreksi. Konsultasikan langsung bersama dokter anda.

Latih Anak untuk Sikat Gigi

Bayi yang menunjukkan tanda tumbuh gigi artinya orang tua harus mulai memperhatikan kebersihan gigi. Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi bayi sangat penting bagi kesehatan gigi jangka panjang. Gigi susu memang akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen. Namun, kerusakan gigi akan menyebabkan gigi susu tanggal lebih cepat meninggalkan ruang kosong. Gigi-gigi yang tersisa akan berkerumun tidak rata mengisi kekosongan ruang yang ditinggal gigi-rusak akibatnya gigi permanen akan tumbuh bengkok tidak pada tempatnya.

1544149077043-01

Kebersihan gigi harus dimulai sejak bayi belum tumbuh gigi. Gosok lembut gusinya yang terlihat mulai menonjol bakal calon gigi dengan waslap atau kasa bersih yang agak basah. Bisa juga gosok lembut dengan sikat gigi bayi yang bulunya lembut tanpa memakai pasta gigi. Saat ini sudah banyak dijual sikat gigi sesuai umur bayi.

Enamel gigi susu lebih tipis dan berwarna biru-keputihan dibandingkan gigi permanen.

AAP merekomendasikan rajin menggosok gigi menggunakan sedikit pasta gigi ketika gigi pertama anak sudah muncul (link). Disarankan menggosok gigi 2 kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur malam memakai pasta gigi (Buku Saku Posyandu). Pada anak umur di bawah 12 bulan, sikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride khusus anak kira-kira seukuran sebutir beras. Setelah anak pintar meludah (umur 12 – 36 bulan) maka sikat gigi menggunakan seoles pasta gigi. Saat anak berumur 3 – 6 tahun maka sikat gigi anak memakai pasta gigi seukuran kacang polong atau pea size (link link link). Pada umur di atas 6 tahun diharapkan anak sudah pintar menggosok gigi, serta sudah bisa memakai pasta gigi standard.

A_Z_PeasRice

Terlihat pada foto di atas contoh pasta gigi seukuran sebiji beras dan sebiji kacang polong di sikat gigi khusus anak (Mouth Healthy, ADA)

Umumnya pasta gigi untuk anak hingga umur 2 tahun tanpa fluoride atau sedikit mengandung fluoride. Ternyata pasta gigi berfluoride juga air minum yang telah difortifikasi dengan fluoride penting untuk menjaga keutuhan gigi. Dulu pasta gigi berfluoride baru disarankan untuk anak di atas 2 – 3 tahun sebab banyak yang takut dengan risiko dental fluorosis. Menurut AAP, risiko dental fluorosis biasanya hanya ringan serta tidak membahayakan anak (link). Apalagi jika dibandingkan risiko gigi rusak dengan segala komplikasinya yang sangat membahayakan dan sangat mahal biaya pengobatannya. Tanyakan rekomendasi pasta gigi lebih lanjut kepada dokter gigi anak anda. 

Screenshot_2018-12-08-12-46-18-02

Foto ini terlihat abses gusi pada anak akibat lubang kecil di gigi yang tak terdeteksi sebelumnya.

Jangan perbolehkan anak menelan pasta gigi karena berbahaya. Ajarkan anak cara meludah. Sikat gigi bawah bagian dalam, gigi bawah bagian luar, gigi bawah bagian atas, gigi atas bagian dalam, gigi atas bagian luar dan permukaan gigi atas. Lamanya menggosok gigi sekitar 2 menit. Latih anak menggosok gigi setidaknya dua kali sehari, terutama setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Orang tua sebaiknya tetap mengawasi anak saat menggosok gigi setidaknya hingga anak umur 7 tahun atau lebih, supaya memastikan sudah benar-benar bersih. 

Gigi susu anak sangat penting untuk dirawat supaya tetap terjaga sehat. Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi ketika ketika gigi pertama tumbuh. Baca artikel-artikel dari American Dental Association berikut ini (link). Diskusikan lebih lanjut cara menjaga gigi anak bersama dokter berkompeten.

Gigi Susu dan Menyusui

Human breast milk is not cariogenic! (AAPD). It is concluded that human breast milk is not cariogenic (link). Kerusakan gigi pada gigi susu anak sering disebut sebagai Baby Bottle Tooth Decay atau early childhood caries (link). 

ASI dan menyusui langsung dikatakan tidak kariogenik merusak gigi. Jaringan payudara ibu akan elastis tertarik masuk jauh melampaui gigi. ASI dari payudara baru keluar saat anak menghisap secara aktif. Siklus menghisap aktif biasanya akan diikuti dengan proses menelan sehingga ASI dari payudara akan langsung ditelan anak. Menyusui langsung di malam hari juga ASI tidak tergenang dalam rongga mulut sebab langsung tertelan oleh bayi. ASI juga mengandung fluoride untuk memperkuat gigi sehingga turut direkomendasikan oleh AAP untuk mencegah gigi berlubang (link). 

Posisi lidah dan bibir saat menyusu11--21

Jika bayi meminum ASI perah memakai dot maka risiko gigi rusak akan meningkat dibandingkan menyusui langsung. Pemakaian dot berisiko susu menggenang dalam rongga mulut saat anak berhenti menghisap. 

Gigi anak yang mendapat ASI biasanya lebih bagus. Tapi gigi anak yang disusui juga tetap bisa rusak jika tidak dirawat dengan benar dan tidak rajin kontrol periksa ke dokter gigi sejak dini. Gigi anak mulai rusak biasanya ketika masa anak sudah makan MPASI. Makanan yang tidak dibersihkan akan merusak gigi. Apalagi ditambah kebiasaan buruk orang tua memberikan anak makanan manis, minuman manis serta kebiasaan minum pakai botol dot yang berisi susu, jus buah, air gula, air madu, teh manis atau bahkan susu kental manis.

Jika mau gigi anak sehat maka persiapkan sejak masa sebelum kehamilan. Kuncup bakal calon gigi anak sudah terbentuk saat di dalam rahim ibu. Berikan ASI eksklusif hingga bayi umur 6 bulan, setelah itu tambahkan MPASI adekuat dengan tetap meneruskan menyusui hingga anak umur 2 tahun (link). Lakukan menyusui secara responsif dengan melihat tanda tubuh anak kemudian ajarkan anak pola makan sehat sejak dini. Hindari pemakaian botol dot.Hindari pemberian makanan dan minuman manis. Sikat gigi dengan benar secara rutin. Teratur periksa kontrol kesehatan gigi ke dokter gigi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s