Cara Anak Belajar

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang baik, sholeh, bermoral luhur, berbudi pekerti tinggi, cerdas dan berguna bagi diri maupun sesamanya, iya kan? Namanya juga cita-cita jadi yang komplit dong.. 😀 😀 😀

Seperti kertas putih yang bersih, maka begitulah anak-anak kita. Kertas putih itu pemberian Allah Yang Maha Kuasa dan lingkungan lah yang akan menggoreskan karya di atasnya. Anak harus banyak belajar dari pengalaman dari lingkungannya. Sadar atau pun tidak-sadar, kita -orang tua- ini memiliki peran paling utama bagi perkembangan anak. Yuk, kenalan dengan berbagai jalan anak belajar

Anak adalah Pengamat yang baik

Anak akan belajar secara aktif dengan mengamati dunia sekelilingnya. Dunia yang membosankan ini bagi anak adalah sekolah yang tidak terbatas. Hanya melihat jalan raya atau sebuah gedung yang dibangun, anak akan penasaran dengan aneka aktivitas yang dia temui di jalan.

Faiz kemarin terpesona dengan bangunan apartemen yang sedang dibangun di bilangan Jakarta Pusat. Tower crane, tangga, excavator, truk material, mobil molen, tukang yang berjalan di atas bahkan hingga kain jaring penutup gedung pun ditanyakan. Buat kita semua pemandangan ini adalah hal yang remeh, tapi untuk anak-anak dia akan memiliki segudang pertanyaan dan rasa ingin tahu.

Luangkan waktu untuk berhenti sejenak dan biarkan anak puas mengamati. Pancing anak untuk mengamati…

Anak Berespons Baik terhadap Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan terbuka akan merangsang anak untuk berpikir dan menggambarkan tentang suatu hal. Merangsang pola pikir, daya imajinasi, logika, abstrak dan kemampuan komunikasi.

“Kenapa yaa mobil bisa berjalan?” “Kenapa yaa layang-layang bisa terbang?”

Berikan anak kesempatan untuk menjawab, meskipun mungkin belum tepat. Ini adalah cara untuk membawa anak membangun konstruksi menjelaskan sesuatu dan menciptakan teori.

Anak adalah Peneliti

Bantuan yang tepat dari orang dewasa akan membawa anak menemukan berbagai cara untuk mengeksplorasi rasa penasaran yang menjadi kesukaan mereka. Membaca sebuah buku akan menarik rasa ingin tahu seorang anak. Anak mungkin tertarik ketika melihat sebuah gedung dibangun di buku mereka. Lalu dengan menggunakan balok susun mereka akan membangun gedung rancangannya. Melihat gedung yang dibangun ketika berkendara di jalan akan  menambah wawasan mereka tentang bagaimana sebuah gedung dibangun di dunia nyata. Kemudian anak akan menggunakan pensil dan kertas untuk menyusun rencana pembangunan gedung impiannya.

Semua pengalaman ini (buku, mainan dan konstruksi gedung) akan melebur menjadi satu memfasilitasi pemenuhan rasa ingin tahu seorang anak. Orang dewasa di belakangnya bisa memainkan peran untuk memberikan berbagai fasilitas pengalaman anak hingga membawanya ke sebuah kesempatan yang lebih lanjut.

Anak Memetik Manfaat Dari Contoh Positif

Anak belajar dengan cara mencontoh, baik secara sadar maupun tanpa disadari. Anak mencontoh semuanya, termasuk tingkah laku hingga pengelolaan emosi. Saat melihat orang tuanya senang membaca, anak akan ikut senang membaca. Jika mau anak rajin sholat, yaa orang tua harus sholat. Jika mau anak tidak merokok, yaa orang tua memberi contoh untuk tidak merokok.

Saat melihat perilaku buruk atau kasar, dari keluarga maupun tayangan media, maka anak juga akan mencontohnya.

Sugesti Positif Ampuh Untuk Mengarahkan Anak

Anak terkadang justru menantang ketika dilarang.

Alih-alih memilih, “Faiz jangan tendang bola ke jalan!” sebaiknya pilih kalimat yang lebih positif, “Faiz kayaknya seru yaa kalo bolanya ditendang masuk ke gawang..”

Bukan, “Jangan lari-lari di tengah jalan!” tapi arahkan, “Yuk, lari-lari di taman aja..”

Anak Belajar dengan Bermain

Bermain adalah Pekerjaan Anak. Bermain adalah cara belajar anak yang paling penting. Proses belajar ini tumbuh bersamaan dengan kegiatan anak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan lingkungannya. Bibit proses belajar ini terlahir dari rasa ingin tahu yang alamiah dimiliki oleh setiap anak. Orang dewasa bisa membantu anak belajar sambil bermain secara alami dengan mengarahkan rasa ingin tahu dan usaha anak untuk bermain, membicarakan kesukaan mereka, dan membantu anak mengelaborasikan dan memperluas permainan mereka.

Anak Belajar Dari Teman Sebaya

Bermain bersama saudara dan teman-teman sebaya adalah cara anak untuk belajar dari sesama. Akan ada pertanyaan, permasalahan dan konflik yang muncul ketika anak berinteraksi dengan teman sebaya. Justru ini semua adalah titik awal anak belajar menyelesaikan permasalahan. Anak yang lebih besar akan belajar perilaku mengajarkan sesuatu dan anak yang lebih kecil akan belajar meniru solusi yang diberikan oleh anak yang lebih besar. Jadi, jangan kurung anak di dalam rumah yah.. 😉

Faiz (3 tahun) sedang bingung cara menyusun puzzle ikannya dan mbak Sekar (5 tahun) akan turun tangan membantu adiknya cara menyusun puzzle itu dengan memperhatikan “kunci” potongan gambar di puzzle yang sudah terpasang.

 

Anak Belajar Dengan Dukungan

Anak akan belajar sesuatu misalnya berbagi, mengantri atau menghormati “hak” orang lain bukan dengan perintah, “Faiz harus antri.” tapi orang dewasa harus menunjukkan bagaimana cara antri yang baik.

Suatu sore di taman rumah ada lima anak balita sedang asyik main perosotan. Merosot itu asyik, tapi usaha naik tangga kadang membosankan jadi Faiz langsung ambil jalan pintas naik lewat perosotan supaya langsung merosot. Sedangkan anak-anak lain sedang antri giliran merosot.

Ummi harus menunjukkan cara mengantri main, bukan sekedar ngomong memberi perintah untuk antri:

“Faiz setelah turun merosot nanti jalan berputar ke sini yaa.. Naik dari tangga dulu, terus gantian merosot deh setelah sampai di atas.”

IMG-20131124-01534

Anak Belajar Dengan Bahan-Bahan Dasar Sederhana

Dulu saya pikir hanya anak orang kaya yang akan pintar karena mereka memiliki mainan-mainan edukatif keren yang harganya tidak murah. Ternyata anak bisa pintar dengan bermain apa saja. Menolong ibu memasak, membantu membereskan pekerjaan rumah dan pekerjaan lain adalah hal yang sangat menarik dan mengajarkan banyak nilai kepada anak. 

Bahan-bahan sederhana yang mudah terjangkau ini bisa menjadi sarana bermain yang akan memperkaya pembelajaran mereka:

  • Material untuk menggambar, menulis dan konstruksi: kertas, pensil, krayon, gunting, lem dan selotip. Kotak-kotak kertas bekas juga merupakan bahan favorit untuk membuat banyak model. 
  • Cat air atau cat lain untuk melukis.
  • Air, pasir, tanah liat, playdough dan clay untuk memberikan pengalaman sensorik.
  • Balok susun, lego dan puzzle untuk bahan bangun-membangun dan manipulasi kreasi ide.
  • Kostum untuk permainan peran.
  • Boneka dan baju boneka sehingga anak bisa bermain peran menggunakan boneka.
  • Instrumen musik untuk mengeksplorasi nada dan suara.
  • Dan dunia luar alias kesempatan bermain menjelajahi lingkungan di luar ruangan supaya anak bisa berlari, memanjat dan aneka permainan yang melatih kemampuan motorik kasar anak.

Semakin kaya pengalaman yang didapat anak maka dia akan tumbuh menjadi individu yang semakin penuh rasa ingin tahu dan memiliki pencapaian yang maksimal, lebih dari itu, anak akan penuh sukacita ketika belajar bermacam-macam hal.

 

 

 

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s