Mengajari Bayi dan Anak Lancar Bicara

Bayi Belajar Bicara

Bayi belajar bicara itu dimulai sejak lahir. Bayi baru lahir telah bisa mendengar bunyi dari lingkungannya. Di umur 2 tahun, sebagian besar anak akan memiliki banyak koleksi kosa-kata dan telah bisa merangkai kata dalam kalimat untuk menunjukkan apa keinginan serta pemikiran yang dia miliki.

Bayi Umur 0 – 3 Bulan

Sejak lahir hingga umur tiga bulan, bayi telah bisa mendengar suara ibu dan orang-orang disekitarnya. Bayi mulai bisa mengoceh dan mencoba membuat suara yang serupa dengan ibu. Tips membantu bayi lancar bicara:

  • Ajak bayi berbicara dan bercerita. Pastikan saat mengajak bayi berbicara ibu mengucapkan kata dengan jelas, tidak terlalu cepat dan sederhana.
  • Ajak bayi bernyanyi.
  • Ajak bayi bercakap-cakap bersama ketika berkumpul bersama keluarga.
  • Atur waktu supaya suasana tenang.

Supaya makin pintar, bayi membutuhkan suasana yang tenang untuk bisa mengoceh dan bermain tanpa TV atau radio atau media lain. Ajak bayi bernyanyi bersama. Ajak bayi mengobrol dan libatkan dalam percakapan sehari-hari. Bayi saat ini memang belum memahami betul arti kata-kata, namun bayi suka mendengar suara percakapan, suara ibu dan senyum ibu. Bayi senang melihat dan mendengar suara orang lain.

Bayi umur 3 – 6 bulan senang mengamati bagaimana orang lain bercakap-cakap. Tips membantu bayi lancar bicara:

  • Ajak bayi berkomunikasi.
  • Pandang bayi dari jarak dekat dan bayi akan melihat mata ibu. Ajak bayi tersenyum.
  • Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara sseperti “aah” atau “uuh” yang dikenal dengan istilah “cooing.” Ibu menirukan suara bayi ketika bayi mengoceh jadi bayi akan merasa ditanggapi oleh orang lain.
  • Ulangi ucapan ibu ketika bayi berusaha meniru bunyi kata yang ibu ucapkan.

2014-09-23-14-33-16

*Sumber dari sini

Bayi Umur 6 – 9 Bulan

Bayi umur 6 – 9 bulan senang bermain dengan suara dan bunyi. Bayi akan mengoceh seperti “baba” atau “dada” atau “mama”. Bayi akan tersenyum ceria ketika mendengar suara yang gembira, dan menangis atau tidak suka ketika mendengar suara marah. Bayi sudah bisa memanggil ayah ibu, pengasuh dan orang-orang terdekatnya. Ibu bisa membantu bayi lebih mengenal kata (meskipun bayi belum bisa mengucapkannya). Tips membantu bayi lancar bicara:

  • Ajak bayi mengobrol dan bercerita.
  • Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat berespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya “papapapapa,” “dadadadada,” “bababababa,” “mamamamama.”
  • Membaca buku dan menjelaskan gambar atau kisah dalam buku bergambar.
  • Bermain tepuk tangan sambil bernyanyi (“pok-ami-ami belalang kupu-kupu”). Bayi akan menggerakkan tangannya mengikuti bunyi irama.
  • Berikan bayi mainan dan ibu katakan sesuatu tentang mainan tersebut, seperti “lucu sekali boneka ini”.
  • Ajak bayi bermain melihat ke cermin dan katakan, “Itu siapa?”

Jika bayi belum bisa merespon, katakan namanya, “Itu Faiz”.

  • Berikan bayi pertanyaan sederhana tentang lingkungan sekitar, seperti “Mana kucing?”

Jika bayi belum bisa menjawab, tunjukkan dimana si kucing.

Bayi Umur 9 – 12 Bulan

Bayi umur 9 – 12 bulan mulai bisa memahami kata-kata, konsep sederhana, nama-nama benda. Bayi akan berhenti beraktivitas dan melihat ke ibu ketika ibu bilang, “Jangan-jangan”. Jika ada orang bertanya, “Mana mama?” maka bayi akan melihat ke arah ibu.

Bayi akan menunjuk, bersuara dan menggunakan tubuhnya untuk “memberitahukan” keinginan ketika dia menginginkan sesuatu. Misalnya bayi minta diambilkan mainan mobil favoritnya yang masuk ke kolong kursi. Atau ketika bayi minta digendong bayi akan melihat ke ibu dan mengangkat kedua tangannya tanda dia mau diangkat.

Aktivitas yang menyenangkan untuk membantu anak makin banyak koleksi katanya adalah mendongeng, membaca buku dan bermain bersama-sama 🙂

Ibu bisa mengajari bayi “berbicara” menggabungkan isyarat bahasa tubuh dan percakapan misalnya dengan mengajarkan bayi mengangkat tangan untuk menyampaikan salam perpisahan “dadah-dadah” ketika mau pergi dari bertemu orang lain.

Anak Umur 15 – 18 Bulan

Anak umur 15 – 18 bulan sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan banyak bahasa tubuh, isyarat dan terus membangun koleksi kosakatanya. Anak bisa mencolek tangan ibu, menggandeng ibu menuju ke rak buku, menunjuk buku yang dia inginkan sambil bicara, “buku..itu” untuk mengatakan, “Aku mau dibacakan buku itu.”

Tips membantu anak lancar berbicara dengan:

  • Mengajarkan anak nama-nama benda di sekitarnya.
  • Mengajarkan anak nama anggota tubuhnya.

“Mana hidung Faiz?” sambil ibu menunjuk ke arah hidung ibu supaya anak tertarik ikut menunjuk dan menyebutkan hidungnya.

  • Terangkan anak tentang suatu benda ketika dia memberikan ibu benda tersebut.

“Wah ini buku kisah si ikan yaa, lihat itu si ikan sedang berenang di laut bersama temannya si kura-kura”.

  • Ajak bayi membaca buku dan bicarakan tentang objek yang dilihat di buku tersebut.
  • Tersenyum dan berikan tepuk tangan ketika anak menunjukkan nama suatu benda yang dilihatnya.Anak: “burung..”Ibu: “wah Faiz lihat burung yaa. Burung kecil berwarna coklat. Lihat dia punya sayap”.
  • Rajin mengajak bercerita, terutama ketika anak sangat tertarik untuk diceritakan tentang sesuatu yang ingin dia ketahui.
  • Tanyakan keinginan anak, mulai dari hal-hal kecil, dalam kehidupan sehari-hari.

“Faiz mau pakai baju gambar gajah atau gambar kapal?”

“Mau dibacakan buku si monyet atau si robot?”

“Mau minum pake gelas hijau atau cangkir merah?”

  • Bantu anak membangun kosakatanya dengan rajin menerangkan hal-hal yang diucapkan anak.

Anak: “Bola..”

Ibu: “Iya, ini bola Faiz. Warnanya merah dan ada gambar burungnya.”

  • Bermain peran dengan boneka-boneka atau mainan yang dimiliki anak.

“Faiz sedang main bola yaa… Si pinguin boleh ikutan main ga? Ayo gelindingkan bolanya ke pinguin.”

  • Ajak anak terlibat dengan lingkungan sosial di sekitar rumah. Anak sekitar umur 1 – 2 tahun ini sudah senang menjalin relasi berteman dengan anak lain.

Anak Umur 18 Bulan – 2 Tahun

Anak umur 18 bulan sudah mulai bisa merangkai beberapa kata dalam kalimay dan mengikuti perintah. Anak juga suka bermain peran dengan penggunaan bahasa yang lebih beragam.

“Mau jus.”

“Pesawat terbang.”

Tips membantu anak berbicara:

  • Libatkan anak untuk membantu aktivitas keluarga sehari-hari seperti membantu menata meja makan, mengambilkan barang, membuang sampah, membereskan mainan, merapikan kamar.
  • Ajarkan anak lagu-lagu sederhana.
  • Ajak anak membaca buku bersama, tunjuk gambar dan beri anak motivasi untuk menjelaskannya.
  • Libatkan anak untuk bercakap-cakap dengan keluarga atau orang lain.
  • Rangsang anak untuk mau bercerita ke orang lain misalnya menceritakan pengalamannya, mainan barunya atau apa saja yang menarik bagi anak.
  • Ajak anak bermain peran dengan mainan-mainan koleksinya misalnya bermain pasar, sekolah, atau pesta.

Anak Umur 2 dan 3 Tahun

Anak umur 2 dan 3 tahun kemampuan berkomunikasinya sudah maju dan berkembang dengan pesat. Anak sudah semain pandai merangkai kata dalam kalimat, “aku pergi dulu ya, dadaa..” Anak sudah bisa menjawab pertanyaan sederhana, “mana mobil merahnya?” Anak umur 3 tahun sudah bisa menjawab pertanyaan yang lebih rumit, “kalau lapar harus apa?”

Anak semakin ahli ketika bermain peran, bermain imajinatif, bermain sambil bercerita.

Tips membantu anak lancar berbicara:

  • Ajarkan anak namanya.
  • Ajarkan anak tentang angka, ukuran, bentuk, warna benda-benda di sekitar.
  • Berikan pertanyaan terbuka supaya anak menjawab dengan lebih banyak.
  • Ajak anak main tebak-tebakan.
  • ajak anak membaca buku dan tanyakan tentang kisah atau gambar yang sedang dibaca.
  • Ajak anak bermain peran dengan bermacam-macam skenario imajinasi.

Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata – mendekati usia 3 tahun bahkan 3 kata atau lebih – dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya “Pok Ami-Ami”).

Usia 3-5 tahun

Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. Pada usia 4 tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Membaca buku akan membantu kemajuan bahasa dan kemampuan anak berkomunikasi. Luangkan waktu untuk mendongeng dan membacakan anak cerita. Anak juga suka aktivitas membaca bersama teman-teman sebayanya. Anak umur 2 tahun sudah membutuhkan kesempatan bermain bersama teman sebaya. Bermain peran juga memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan serta mempelajari kosakata bahasa.

Batasi waktu menonton TV dan menggunakan gadget. Anak membutuhkan suasana yang tenang tanpa intervensi media layar kaca. Anak belajar bicara dengan berbicara langsung bersama orang lain, bukan dengan video atau tokoh kartun di layar kaca.

Khawatir Anak Belum Lancar Bicara

Umur 1 tahun bisa mengucapkan 3 kata selain “dada” dan “mama”. Umur 13 – 14 bulan mulai mengoceh lebih banyak dan bisa mengucapka 6+ kata. Umur 15 – 16 bulan bisa menggunakan 2 kata dalam kalimat dan bertanya “apa itu?”. Umur 17 – 19 bulan menguasai 20+ kata. Anak yang sering diajak bicara dan dibacakan cerita akan menguasai sekitar 200 kata di umur 2 tahun.

Ada beberapa ibu yang khawatir anak belum ngomong. Kecepatan anak untuk berbicara memang berbeda-beda. Konsultasikan ke dokter jika:

  • Bayi tidak bereaksi terhadap suara keras di umur 1 bulan.
  • Bayi tidak menoleh ke sumber suara atau bunyi di umur 3 bulan.
  • Bayi belum mulai mengoceh seperti “ba ba” di umur 8 atau 9 bulan.
  • Bayi belum mulai mengucapkan kata tunggal di umur 12 bulan.
  • Bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.
  • Tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan.
  • Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.
  • Anak tidak memahami perintah sederhana di umur 2 tahun.

Ibu bisa mengkonsultasikan ke dokter jika ibu khawatir anak mengalami gangguan pendengaran atau bicara padahal sudah rajin memberikan rangsangan yang diperlukan.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s