Bayi Merangkak

Bayi Merangkak

Merangkak adalah metode pertama bayi bisa mendapatkan kesempatan untuk bergerak  menyusuri lingkungan sekitarnya secara efisien dengan dirinya sendiri. Sekitar umur 6 dan 10 bulan bayi akan mulai belajar merangkak dan bergerak pindah tempat.

Pertama, bayi akan mengangkat-angkat badannya naik turun dan maju-mundur, seperti berhitung mundur roket yang sedang bersiap meluncur. Namun, si kecil membutuhkan waktu yang lebih lama dari hitung mundur peluncuran roket, bisa hingga berminggu-minggu sebelum akhirnya benar-benar bisa bergerak sendiri.

Proses belajar merangkak pada bayi sebenarnya sangat kompleks. Bayi butuh ketrampilan mengkoordinasikan gerakan tangan dan kaki, juga kemampuan otot tangan, bahu dan kaki untuk menyangga beban berat tubuhnya.

Tahapan Bayi Merangkak

Gerakan maju si kecil yang pertama biasanya justru gerakan badan yang bergeser mundur ke belakang. Ketika bayi sedang mereka-reka bagaimana cara untuk menggerakkan tangan-kaki-tangan-kaki ketika merangkak, malah mereka akan bergerak mundur dulu dan baru kemudian belajar cara merangkak maju. Terkadang  bayi akan menangis frustasi karena saat ingin maju ke depan meraih benda atau mendekati seseorang justru dia malah mundur ke belakang semakin menjauh dari yang ingin diraihnya.

Proses bayi belajar merangkak berbeda-beda. Ada beberapa macam rangkaian gerakan yang para ahli sebut sebagai “merangkak”. Gerakan tersebut antara lain:

  • Merangkak Klasik: bayi menggunakan tangan dan kaki sisi yang berlawanan secara bergantian untuk bergerak berpindah tempat. Merangkak klasik “cross-crawling” ini adalah gerakan merangkak yang paling efisien bagi bayi 🙂
  • Merangkak “Beruang”: bayi bergerak seperti merangkak klasik namun siku dan lutut lurus tidak tertekuk.
  • Merangkak “Kepiting”: bayi bergerak dengan merentangkan satu lutut dan meluruskan lutut lainnya.
  • Merangkak “Komando”: bayi bergerak dengan merayap pada perutnya seperti prajurit yang merayap di medan laga.
  • Merangkak “Berguling”: bayi bergerak dengan berguling-guling untuk berpindah tempat.
  • Merangkak “Bokong”: bayi bergerak pada pantatnya dan berpindah menggunakan tangannya, seperti “ngesot”.
  • Si bayi “take it in stride”: bayi langsung berjalan.

Sumber: Anne H. Zachry, PhD di Retro Baby (Copyright © 2013 American Academy of Pediatrics)

Tidak ada “benar” atau “salah” untuk tipe bayi merangkak. Hal yang terpenting adalah bayi menunjukkan perkembangan yang baik pada kemampuan tubuhnya untuk bergerak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

merangkak

Seputar Kekhawatiran Bayi Merangkak

Para ahli occupational therapist mengganggp merangkak penting bagi bayi meskipun menurut kedokteran konvensional tidak mengapa ketika bayi tidak melewati tahapan merangkak. Menurut beberapa ahli, merangkak merupakan salah satu tonggak perkembangan penting dengan manfaat jangka panjang bagi seseorang. Keuntungan merangkak menurut beberapa ahli:

  • Merangkak membantu memperkuat tangan, pergelangan tangan, siku, dan bahu karena bayi harus terus-menerus mengaktifkan organ tersebut untuk menyokong berat badan mereka.
  • Merangkak memberikan pengalaman unik bagi bayi untuk melatih dan mengembangkan kemampuan koordinasi gerakan tubuh serta kedua sisi tubuh.
  • Merangkak akan memberikan kesempatan pada tangan bayi untuk bergerak, menahan beban dan mengeksplorasi secara seimbang.
  • Menjelajah di permukaan tanah juga membantu keterampilan visual-spasial dan  kedalaman persepsi untuk berkembang lebih cepat.
  • Merangkak dipercaya memberikan manfaat bagi kemampuan anak untuk melakukan kegiatan olahraga, aktivitas fisik, memakai baju, makan, hingga menulis.

Namun demikian, faktanya kemampuan merangkak tidak masuk dalam Denver Development Screening Test, sebuah alat yang digunakan oleh dokter anak untuk menilai perkembangan anak karena ketrampilan merangkak ini sangat bervariasi. Merangkak juga tidak mempengaruhi kemampuan anak untuk berdiri dan berjalan, selama secara fisik anak memang normal 🙂

Waktu pencapaian perkembangan motorik kasar bayi (contoh; duduk, merangkak dan berjalan) bisa berbeda-beda. Semua bisa dikatakan “normal” ketika bayi merangkak pada suatu waktu di umur 6 – 10 bulan. Terkadang ada juga anak yang melewati tahapan merangkak begitu saja dan langsung berjalan. Bayi akan mengangkat tubuhnya menjauh dari tanah secara bertahap. Pertama bayi akan duduk lalu merangkak lalu mengangkat badan untuk berdiri lanjut “rambatan” dan akhirnya berjalan.

Hal yang sering membuat bayi sehat dan normal terlambat merangkak adalah berat badan dan kepribadian bayi.  Bayi yang lebih besar dan lebih berat terkadang lebih lambat merangkak karena bayi harus lebih berusaha untuk bisa mengangkat dan menahan beban berat badannya. Bayi prematur juga lebih lambat merangkak.

Faiz merangkak dengan cara “ngesot” dengan bokongnya, kemudian berkembang dengan “merayap komando” dan setelah beberapa saat akhirnya merangkak gaya klasik. Sebagian besar bayi awalnya memang akan merayap karena dia baru melatih mengangkat tubuhnya beberapa senti dari tanah. Terus latih, ajak bayi bermain dan berikan bayi kesempatan untuk belajar merangkak nanti lama-lama bayi akan merangkak klasik. Bayi juga tahu kok kalo dia akan lebih mudah bergerak dengan merangkak klasik ini 😀 😀 😀

Secara fisik -pada sebagian besar kasus- bayi tetap normal, meskipun lebih lambat perkembangannya. Bayi juga berbeda-beda. Ada tipe bayi yang lebih suka bermain dengan tangan. Bayi sibuk mengeksplorasi lingkungan dan benda di dekatnya dengan tangannya. Ada juga bayi yang lebih suka duduk menikmati eksplorasi visual melihat-lihat lingkungan dan benda di sekitarnya. Yah, sebagaimana orang dewasa, bayi juga memiliki kegemaran dan rasa ingin tahu yang berbeda-beda.

As long as your baby is generally progressing in other developmental skills, don’t worry that he’s not crawling. Instead, look on the bright side  — it’s been proven that late crawlers and late walkers tend to be less accident-prone. (Dr. William Sears, www.parenting.com)

Periksakan ke dokter jika:

  • Bayi merangkak dengan gerakan yang tidak seimbang. Jadi bayi tampak hanya memakai salah satu sisi tubuh untuk menggerakkan badannya.
  • Bayi tidak menunjukkan tanda kemajuan perkembangan tubuh untuk bergerak berpindah tempat.

Melatih Bayi Merangkak

Semua bayi bisa dilatih untuk merangkak 🙂 Caranya:

  • Ajak bayi bermain di lantai yang datar dan aman.
  • Beri bayi kesempatan “tummy time” sejak lahir ketika bayi sedang terjaga (tidak tidur).
  • Rangsang bayi untuk meraih benda menarik yang ditempatkan agak jauh.
  • Pastikan bayi diawasi dengan baik dan tempat bergeraknya aman.
  • Pegang kaki bayi dengan tangan ibu sehingga bayi akan lebih stabil dan lebih mudah untuk mencoba bangkit saat belajar merangkak.
  • Berikan contoh cara merangkak dengan memposisikan tubuh untuk merangkak di sekitar bayi.
  • Ajak bayi bermain merangkak.

AAP menyarankan bayi untuk berbaring telentang pada punggungnya supaya mencegah SIDS (sudden infant death syndrome). SIDS menurun namun para bayi tampaknya mengalami kemunduran dalam merangkak. Oleh sebab itu, orang tua disarankan untuk sering mengajak bermain para bayi di lantai. Bermain tummy time bisa dilakukan sejak bayi lahir, biasanya setelah pusar kering. Tummy time dilakukan ketika bayi dalam kondisi sadar dan dibawah pengawasan orang tua. Lakukan tummy time di tempat yang aman serta sesuai dengan kenyamanan bayi.

belajar merangkak

Sumber (link)

Prinsip stimulasi motorik:

Bayi akan merangkak ketika mereka telah belajar ketrampilan dan sepenuhnya menguasai semua kemampuan yang dibutuhkan untuk merangkak. Keterampilan ini tidak hanya keterampilan neurologis, tetapi mereka juga memerlukan sejumlah kemampuan pada kekuatan fisik.

Tempatkan bayi tengkurap dengan bertumpu pada perutnya. Posisi ini akan melatih bayi untuk memperkuat otot bahu, lengan, punggung dan tubuhnya sehingga mendukung ketrampilan bayi untuk merangkak. Taruh mainan menarik agak jauh dari bayi. Bayi akan tertarik untuk menggerakkan tubuhnya meraih mainan tersebut. Ibu bisa memakai mainan bola warna-warni atau mainan lainnya yang menarik bagi bayi.

Hindari penggunaan:

  • Baby walker.
  • Terlalu sering menggendong bayi atau menaruh bayi di kursi-bayi.
  • Memaksa bayi untuk merangkak.

Bayi butuh diberi kesempatan untuk belajar merangkak, kemudian mengangkat tubuhnya untuk berdiri lalu berjalan. Bayi akan belajar jika memiliki waktu dan kesempatan untuk bermain, menggerakkan tubuhnya dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Baby walker, gendongan bayi dan kursi-bayi akan membatasi kesempatan bayi untuk bergerak bebas. Baby walker akan menghambat perkembangan otot bayi.

Memaksakan kehendak tidak akan pernah berhasil bagi anak 😀 Terkadang tindakan orang tua justru membuat anak takut sehingga malah akan memperlambat kemajuan proses pembelajaran anak. Termasuk untuk belajar merangkak 🙂

Waspada Keamanan Rumah Saat Bayi Merangkak

Ketika bayi merangkak maka si kecil sudah bisa menjelajahi seluruh sudut rumah SENDIRI *yeaayyy* tapiiiii… itu artinya kita juga harus semakin waspada karena kita tidak pernah tahu dia mau ngapain dan ke arah mana saat bergerak. Bayi yang merangkak juga sudah mengambil ancang-ancang untuk mulai berdiri dan berjalan. Benda-benda yang sebelumnya tidak bisa dijangkau anak jadi bisa mudah teraih olehnya. Dan ingat si penjelajah kecil ini masih belum bisa mengerti atau memahami aturan. Dia tidak tahu arti bahaya atau benda yang berpotensi membahayakan dirinya.

Saatnya meninjau ulang letak semua benda di rumah! Caranya: posisikan mata ibu setinggi mata bayi (ibu juga merayap atau merangkak atau merambat setinggi posisi bayi) lalu sapukan pandangan ke segala penjuru. Beberapa benda yang harus diwaspadai antara lain:

  • Colokan listrik.
  • Kabel listrik.
  • Buat pintu gerbang untuk tangga (akses naik atau turun tangga).
  • Kunci dudukan toilet jika memakai toilet duduk.
  • Vas atau pot bunga serta semua hiasan di atas meja.
  • Tanaman yang bisa diraih bayi.
  • Benda-benda dengan potensi beracun: cairan pembersih, obat serangga, dll.
  • Ujung meja atau perabot yang runcing.

Sebisa mungkin pastikan lingkungan dan rumah aman sehingga bayi bisa tumbuh berkembang dengan baik.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

1 reply

  1. dok, berarti usia maksimal utk merangkak 10bln ya?klo sdh melewati 10bln, itu bisa dibilang melewati tahap itu?
    krn anak sy saat ini 9bln, dan belum merangkak. bb 9kg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s