Kesehatan Anak, Menyusui dan ASI

Berat Badan Anak Susah Naik

BERAT BADAN ANAK SUSAH NAIK

Perubahan berat badan merupakan indikator yang sangat sensitif untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan anak. Bayi baru lahir hingga anak umur 1 tahun harus ditimbang setiap sebulan sekali. Anak umur 1-2 tahun harus ditimbang setidaknya setiap 3 bulan sekali. Titik-titik berat badan pada kurva pertumbuhan akan dihubungkan untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan anak. Oleh sebab itu orang tua harus bisa menuliskan, membaca dan menginterpretasi kurva pertumbuhan anak.

Anak yang sehat kurva berat badannya selalu naik setiap bulan. Kurva berat badan ini dibuat berdasarkan berat badan bayi berbanding dengan umur. Bentuk tubuh sehat manusia bisa bervariasi, demikian juga dengan anak. Beberapa anak memang ada yang terlihat kecil atau langsing, namun biasanya:

  1. Tetap sehat, bergizi baik dan terus naik sesuai dengan di kurva pertumbuhannya.
  2. Panjang badan serta lingkar kepala bayi juga tetap bertambah.
  3. Bayi aktif, sehat, ceria, tampak bahagia, perkembangan baik, responsif terhadap lingkungan sosial dan bisa menyusu dengan baik saat masih masa ASI eksklusif atau makan bergizi seimbang dengan lahap saat sudah masa makan makanan padat sesuai tahapan umurnya.
  4. BAK dan BAB normal seperti bayi/anak lainnya.

Jika anak tumbuh seperti ini maka bisa dikatakan dia memiliki variasi pertumbuhan yang normal. Jika orang tua mendapatkan kurva pertumbuhan anak naik hanya sedikit, kurva pertumbuhan di luar garis normal atau berada di bawah garis merah sebaiknya segera dicari tahu serta diatasi kemungkinan penyebabnya.

Terus pantau kurva pertumbuhan bayi setiap bulan sekali. Jika berat badan bayi tidak naik atau membuat orang tua khawatir maka segera periksa konsultasikan ke tenaga kesehatan berkompeten.

Baca juga:

Pintar Membaca Kurva Pertumbuhan Anak 

Informasi berikut akan membantu ibu:

Gagal Tumbuh (Failure To Thrive)

Berat badan adalah indikator kesehatan anak sehingga ketika bermasalah maka orang tua harus segera mencari solusinya supaya jangan sampai terjadi GAGAL TUMBUH (failure to thrive). Failure to thrive (gagal tumbuh) adalah hambatan pertumbuhan yang menyebabkan kekurangan gizi yang biasanya terjadi pada tiga tahun pertama kehidupan.

1543556249346

Penyebab Gagal Tumbuh

Ada banyak faktor bisa menyebabkan gagal tumbuh pada anak. Ada yang disebabkan oleh faktor kondisi kesehatan, asupan nutrisi dan lingkungan.

Berikut ini contoh penyebab gagal tumbuh pada anak:

  • Kesulitan menelan.

Kelainan gigi-geligi dan rongga mulut. Anak yang memakai dot dalam jangka waktu lama berisiko terganggu perkembangan gigi-geligi sehingga mengganggu kerja mulut saat mengolah makanan.

Infeksi di rongga mulut seperti sariawan, radang gusi (ginggivitis), radang tonsil (tonsilitis) sehingga kesulitan mengunyah atau menelan makanan.

Kelainan bawaan seperti labioschizis, palatoschizis, labiopalatoschizis, labiognatoschizis, ankyloglossia, makroglossia. 

  • Bayi sakit baik akut maupun kronis sehingga mengalami anoreksia, menolak makan karena penyakit lain akan mengeluarkan zat yang membuat malas makan.
  • Kelainan persarafan
  • Penyakit jantung bawaan,
  • Kelainan endokrin/hormonal: hipotiroid, hipertiroid, gangguan hormon pertumbuhan, hiperkortisol.
  • Displasia bronkopulmoner
  • Demam.
  • Muntah terus-menerus.
  • Refluks gastroesofageal.
  • Ruminasi.
  • Malabsorbsi misalnya pada kasus kelainan bawaan atau penyakit infeksi.
  • Kelainan bawaan / kongenital pada saluran pencernaan: atresia esofagus, achalasia, spasme duodenum.
  • Kelainan kromosom: sindroma Down dan berbagai sindroma lainnya
  • Penyakit kanker/keganasan,
  • Penyakit kelainan darah.
  • Komplikasi kehamilan dan kelahiran: pertumbuhan janin terhambat, prematur, keracunan obat pada kehamilan

Faktor non-organik anak

  • Kemiskinan
  • Pemberian ASI kurang baik
  • Faktor kejiwaan dan sosial: kekerasan pada anak, deprivasi sosial
  • Faktor lingkungan sosial yang tidak mendukung
  • Kesalahan pemberian makan bayi dan anak misalnya MPASI dini tanpa indikasi medis atau salah memilih metode pemberian MPASI.

Pada bayi yang masih ASI eksklusif jika terjadi kenaikan berat badan yang lambat sebaiknya segera cek beberapa faktor berikut ini:

  • Posisi dan pelekatan menyusui tidak baik.
  • Bayi memiliki tali lidah pendek/ankyloglossia/tongue tie. 
  • Ibu menggunakan KB hormonal.
  • Ibu hamil.
  • Ibu jarang menyusui bayi, misalnya memperpanjang jarak waktu antar-penyusuan sehingga bayi jadi terlewatkan untuk menetek.
  • Ibu menggunakan botol dot. Baca dampak buruk botol dot yang menurunkan produksi ASI: Botol dot.
  • Ibu sedang mengalami goncangan jiwa, misalnya mendapatkan kabar berita duka.
  • Ibu sedang sakit seperti demam atau mastitis sehingga pasokan ASI menurun.
  • Ibu kecapekan.
  • Ibu jarang memerah ASI ketika terpisah dari bayi saat bekerja.
  • Ibu mengkonsumsi obat tertentu yang efek sampingnya berpotensi menurunkan produksi ASI.
  • Ibu kurang tuntas ketika menyusui bayi misalnya hanya membatasi payudara, lamanya bayi menetek atau tidak menuruti tanda bayi lapar.
  • Kombinasi beberapa hal di atas.
  • Produksi ASI menurun tanpa sebab yang jelas.

Pemberian makanan pendamping ASI yang salah sering mengakibatkan kenaikan berat badan anak seret, pertumbuhan anak lambat dan anak gagal tumbuh. Sebaiknya berikan MPASI memakai metode WHO supaya tumbuh kembang anak menjadi optimal. Baca tentang MPASI di MPASI WHO.

Anemia defisiensi besi juga akan membuat anak malas makan hingga akhirnya mudah sakit dan imbasnya berat badan jadi sulit naik. Hal ini karena:

  • Kehilangan nafsu makan dan anak mengalami gangguan di tenggorokan sehingga sulit menelan makanan.
  • Terjadi atrofi papilla lidah/taste bud yang bertugas untuk merasakan rasa makanan sehingga nafsu makan menjadi buruk.
  • Saluran pencernaan juga mengalami kerusakan sel sehingga kerja mekanik maupun enzimatik yang dibutuhkan untuk mengolah makanan menjadi terganggu.
  • Imbasnya penyerapan nutrisi dan zat gizi di saluran pencernaan menjadi terganggu sehingga anak semakin kurang gizi.

Anak dengan penyakit infeksi berat seperti TBC, malaria, infeksi paru dan penyakit infeksi lainnya juga akan mengalami gangguan makan. Infeksi cacing akan menyebabkan anak sulit menyerap nutrisi yang dimakan karena berkompetisi dengan parasit di ususnya.

Anak yang terpapar asap rokok juga berisiko sering sakit, jika sakit lama sembuh, terkena komplikasi penyakit hingga kurang gizi hingga berat badannya sulit naik. Anak-anak berisiko menjadi perokok pasif “secondhand smoke” dan “thirdhand smoke” ketika ada orang yang merokok di lingkungannya.

Anak akan menghisap racun yang ada di asap rokok maupun yang menempel di baju, karpet dan permukaan lain. Anak jadi sering sakit infeksi saluran pernafasan hingga terkena komplikasi pneumonia, infeksi telinga tengah, asma, alergi lainnya hingga mati mendadak bahkan kanker. Anak jadi sukar berkonsentrasi, mengalami gangguan belajar dan memusatkan perhatian bahkan hingga menyebabkan ADHD (attention deficit hyperactive disorder).  Mata menjadi rusak (katarak) dan gigi mudah keropos. Nikotin dan racun lain dalam rokok akan masuk ke darah ibu juga ke ASI. Bayi jadi sering sakit, kadar kolesterol baik (HDL) menurun dan rasa ASI juga terpengaruh. Bayi rentan mengalami kolik juga gangguan pencernaan seperti diare dan mual muntah.

Lebih parahnya lagi terdapat fenomena ketidakmampuan memberi asupan makanan bergizi pada keluarga miskin acapkali tidak sebanding dengan belanja rokok di dalam keluarga tersebut. Alokasi belanja rokok justru lebih diprioritaskan dari pada membeli bahan kebutuhan untuk gizi keluarga. Sifat adiksi rokok ‘memaksa’ keluarga miskin di Indonesia melupakan pemenuhan kebutuhan gizi.

Baca: Masyarakat miskin lebih memilih membeli rokok dibandingkan beras Masyarakat miskin lebih memilih membeli rokok dibandingkan makanan

1543638061071

Sebagai penutup, penyebab berat badan anak susah naik sangat banyak. Orang tua sebaiknya rajin memantau berat badan anak karena berat badan adalah indikator yang paling sensitif terhadap kualitas gizi dan pertumbuhan anak. Segera ke dokter atau tenaga medis yang berkompeten untuk penanganan lebih lanjut. Jadi, jangan lari dari (kenyataan) timbangan, mari berjuang bersama atasi ancaman stunting ini…

2014-09-15-13-51-06

Baca: ASI Sedikit dan Relaktasi

Baca: MPASI Rekomendasi WHO

Baca: Anak Sulit Makan

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s