Pintar Membaca Growth Chart Anak dan Kurva Pertumbuhan WHO

“We are guilty of many errors and many faults, but our worst crime is abandoning the children, neglecting the foundation of life. Many of the things we need can wait. The child cannot. Right now is the time his bones are being formed, his blood is being made and his senses are being developed. To him we cannot answer “Tomorrow”. His name is “Today”.”

Yuk berlatih membaca grafik pertumbuhan anak supaya kita bisa terus memantau tumbuh kembangnya dengan baik 🙂

Ketrampilan membaca grafik dan tabel pertumbuhan anak sangat penting karena berat badan anak adalah hal yang sensitif bagi setiap ibu. Para ibu akan mudah merasa sakit hati jika anak dikatakan kurus dan bahagia jika anak gendut. Padahal yang tepat adalah anak yang memiliki badan ideal, tidak kurus juga tidak gendut. Nah dengan ketrampilan membaca kurva pertumbuhan ini maka ibu tidak akan mudah tersinggung dengan komentar orang-yang-tidak-tahu 🙂

Perubahan berat badan merupakan indikator yang sangat sensitif untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan anak. Bayi baru lahir hingga anak umur 1 tahun harus ditimbang setiap sebulan sekali. Anak umur 1-2 tahun harus ditimbang setidaknya setiap 3 bulan sekali. Setiap berkunjung ke pusat kesehatan, anak harus selalu dicek tinggi badannya. Bila kenaikan berat badan anak lebih rendah dari seharusnya, pertumbuhan anak akan terganggu dana anak akan berisiko mengalami kekurangan gizi. Sebaliknya bila kenaikan berat badan lebih besar dari seharusnya merupakan indikasi risiko kelebihan gizi. Orang tua harus mengetahui tentang pola makan dan pemenuhan gizi yang baik pada anak.

cover_mgrs_whitesm

Indonesia dan dunia saat ini menghadapi beban ganda malnutrisi dengan adanya gizi kurang/buruk dan kegendutan (kelebihan gizi) yang berisiko terhadap peningkatan angka kesakitan dan kematian. Jika anak kurus kecil dan sulit bertambah beratnya maka ibu harus awas dan waspada. Dicari tahu kenapa berat badan anak seret naiknya. Juga jangan sampai pertumbuhan anak grafiknya mendatar karena bisa jadi ini tanda penyakit yang serius. Jika anak memiliki berat badan berlebih juga ibu harus waspada.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan biasanya akan sangat gendut. Namun, karena ini ASI saja maka tidak ada bukti berisiko membahayakan anak. Bayi biasanya akan lebih aktif bergerak di atas umur 6 bulan sehingga berat badannya akan tetap naik namun sedikit. ASI itu anti-obesitas. Anak ASI berat badannya akan lebih ideal dibandingkan yang terus mengkonsumsi susu formula. Berat badan ideal yaa, bukan kurus.. 🙂

Pada tahun 2006, WHO mengeluarkan sebuah kurva pertumbuhan “standar” yang menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59 bulan di lingkungan yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan optimal anak. Untuk membuat kurva pertumbuhan ini, WHO melakukan penelitian multisenter pada tahun 1997 sampai 2003 dengan tujuan untuk menggambarkan pertumbuhan anak yang hidup di lingkungan yang tidak memiliki faktor penghambat pertumbuhan.

Data dikumpulkan dari 6 negara yaitu Brazil, Ghana, India, Norwegia, Oman dan Amerika. Penelitian ini terdiri atas dua bagian; pertama adalah penelitian longitudinal (subyek diikuti dari lahir sampai usia 2 tahun); dan kedua adalah penelitian cross-sectional (pada anak usia 1,5 sampai 5 tahun). Panjang badan diukur pada posisi tidur telentang untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur sebagai tinggi berdiri.

a. Penelitian longitudinal
Pada awal penelitian terdapat 1737 subyek yang memenuhi kriteria penelitian, namun data yang digunakan adalah data 882 subyek yang menyelesaikan penelitian ini. Subyek diberi makan sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu mendapat ASI sampai usia 12 bulan dan mendapat makanan tambahan setelah berumur 6 bulan. Ibu subyek penelitian tidak merokok.

b. Penelitian cross-sectional
Subyek diambil dari strata demografik yang sama dengan subyek penelitian longitudinal. Terdapat 6669 subyek usia 18-71 bulan yang masing-masing dinilai dalam satu kali pengukuran.

IDAI telah menetapkan untuk skrining pertumbuhan anak dengan umur sampai 5 tahun dapat menggunakan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO

  1. Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2 tahun), berat badan.
  2. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan.
  3. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.
  4. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO

  1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau rata-rata
  2. Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.
  3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.
  4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.
  5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat menggunakan tabel berikut ini.

Tabel-Growth-Chart-WHO-duniasehat.net

Catatan :

  1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini tidak masih normal. Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan tinggi.
  2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi lebih baik jika diukur menggunakan perbandingan beratbadan terhadap panjang / tinggi atau IMT terhadap umur.
  3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih. Jika makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat.
  4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek memiliki gizi lebih.
  5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI (Integrated Management of Childhood Illness in-service training. WHO, Geneva, 1997).

Panjang Badan menurut Usia

A.Laki-laki

B.Perempuan

Berat Badan menurut Usia

A.Laki-laki

B.Perempuan

Berat Badan menurut Panjang Badan (0-2 Tahun)

Berat Badan menurut Tinggi Badan (2-5 Tahun)

Indeks Massa Tubuh untuk Usia

A.Laki-laki

B.Perempuan

Lingkar Kepala menurut Usia

A.Laki-laki

B.Perempuan

Lingkar Lengan Atas

Lipatan Kulit Subskapular Menurut Usia

Anak bergizi baik jika ada di rentang -2 SD sampai dengan 2 SD

2014-10-06-16-33-51

Buku standard antropometri penilaian status gizi anak WHO bisa diunduh disini:  Buku Standard Antropometri Anak WHO

Kartu Menuju Sehat (KMS)

Kecukupan ASI dan pemberian makanan pada bayi juga bisa dipantau dengan menggunakan grafik di KMS. Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah salah satu alat yang menggunakan berat badan untuk memantau keadaan gizi balita. KMS merupakan kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur yang dibedakan berdasarkan  jenis kelamin.

2014-09-15-13-01-34

KMS di Indonesia telah digunakan sejak tahun 1970-an sebagai instrumen utama kegiatan pemantauan pertumbuhan. KMS di Indonesia telah mengalami 3 kali perubahan. Pada tahun 2008, KMS balita direvisi berdasarkan Standard Antropometri WHO 2005.

Pemantauan pertumbuhan adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari:

  1. Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan setiap bulan, pengisian KMS, menentukan status pertumbuhan berdasarkan kenaikan berat badan.
  2. Menindaklanjuti setiap kasus gangguan pertumbuhan.

KMS memiliki garis tegak yang menunjukkan skala berat badan dalam kilogram dan garis datar yang merupakan skala umur dalam bulan. Kecuali garis-garis tersebut, dalam KMS juga terdapat kurva berat badan dalam bentuk garis yang melengkung.

2014-09-15-13-02-55

Status pertumbuhan anak dapat diketahui dengan 2 cara yaitu dengan menilai garis pertumbuhannya, atau dengan menghitung kenaikan berat badan anak dibandingkan dengan Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM). Contoh pengisian KMS:

2014-09-15-13-31-33

Pada anak satu titik berat badan tidak bisa menggambarkan pertumbuhan. Kurva pertumbuhan dihasilkan dari hubungan antara titik-titik berat badan. Jika kurva menunjukkan status kekurangan gizi atau kelebihan gizi maka ibu harus segera menindaklanjuti. Hubungi petugas kesehatan atau dokter untuk mendapatkan konseling pemberian makan anak dan balita yang baik. Jadi, harus segera dicari solusinya yaa, jangan melarikan diri dari timbangan 🙂

Anak yang sehat kurva berat badannya selalu naik setiap bulan. Kenaikan berat badan minimum di bulan pertama 800 gram, bulan kedua 900 gram, bulan ketiga 800 gram, bulan keempat 600 gram, bulan kelima 500 gram, bulan keenam 400 gram, bulan ketujuh hingga ke sebelas 300 gram. Kenaikan berat badan minimal bulan ke dua belas hingga 5 tahun adalah 200 gram. Kurva pertumbuhan dan status kecukupan gizi menggambarkan kecukupan pemberian makanan pada anak.

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

6 replies

  1. Bu dokter curhat dong kalo di desa sy posyandu gak ada bidan adanya bu bayan kampung gitu pokoknya tiap nimbang pas bb anak sy turun dijwab gak papa mbak yg penting sehat masih normal. jd setaunya di desa sy gitu semuany sehat entah naik apa enggak padahal bayi2 ditempat sy rata2 kecil mungkin gagal tumbuh ya hehe. ada yg bb nya di bwh normal trus dikasih susu formula tiap nimbang tp gk ada wejangan2 lain jd y tiap nimbang ada beberapa y bb nya di bawah kurva kms alias kurang terus. di sini berfikirnya yg penting lincah gk sakit parah aja udah. pilek itu dianggap sepele. kd pernah sy jauhin anak sy dr temennya yg pilek dgn baik2 lho padahal sy yg ditegur dan jd omongan warga hehehe. sekian trimakasih ceritanya

  2. Trims bu dokter, anak sy skrg umur 2thn, dulu gampang ksi MPASI apa aja lahap eh skrg susah skali disuruh makan, malah ga mau, maux sufor aja(kr udh ada adikx berhenti ASI).. Tp klo buah2n dy suka.. Gmn dunk… ?? Jd bingung

  3. Dok says mau nanya . Anak saya usia nya 3 thn setengah tapi berat badan Dan tingginya kayak Anak usia 2 thn. It’s gimana ya dok? Apa yang harus saya lakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s