Bayi Sulit Makan MPASI

Banyak ibu menanti penuh harap hari-H ketika bayi genap berumur 6 bulan atau 180 hari karena artinya bayi sudah siap untuk makan dan minum selain ASI. Apalagi sudah sejak umur 4 bulan bayi suka sekali memasukkan semua benda ke dalam mulut mungilnya. Tiap kali melihat ayah atau ibu makan, mata bayi terlihat kepengeeeen banget, mulutnya mendadak ngeces (berliur) dan tak jarang merebut makanan atau sendok orang.

Semua ini membuat ibu tidak sabar menanti waktu bayi lulus ASIX dan boleh makan! 😀 😀 😀 (belum lagi omongan “tim hore” di sekitar)

Alasan kenapa MPASI harus dimulai pada umur 6 bulan atau 180 hari adalah:

  1. Kebutuhan nutrisi dan nafsu makan sudah tidak bisa dipenuhi sepenuhnya hanya dari ASI (dan susu formula bagi bayi yang tidak disusui).
  2. Cadangan nutrisi penting seperti zat besi sudah habis terpakai dan tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI lagi.
  3. Perkembangan sistema persarafan dan oro-motorik telah mulai meningkat dari hanya menghisap menjadi menggigit dan bahkan mengunyah.
  4. Bayi juga telah mulai tumbuh gigi.
  5. Kemampuan bayi mengontrol lidahnya sudah lebih baik. Refleks menjulurkan lidah menolak objek padat yang memasuki mulutnya telah menghilang dan bayi telah mulai bisa duduk sendiri sehingga mulai bisa lebih lama menikmati makanan yang lebih padat.
  6. Sistem pencernaan telah berkembang sempurna sehingga telah mampu mencerna makanan seperti karbohidrat dengan lebih baik.
  7. Rasa penasaran akan aneka tekstur dan rasa dari lingkungan sehingga fase eksplorasi ini sangat berguna saat pengenalan makanan baru.

Gerakan Tutup Mulut (GTM)

Bayi sudah genap 6 bulan atau 180 hari, alat makan sudah siap, bahkan bubur bayi pun sudah matang eh kok bayi malah menolak suapan bubur? Mulutnya malah menutup rapat. Bayi melakukan aksi gerakan tutup mulut (GTM). Bubur disembur-sembur. Sendok didorong keluar pake lidahnya. Mimik muka bayi pun berkernyat-kernyit seperti tidak suka makanan yang diberikan 😦

Gimana nih? Masak mau ASI eksklusif lagi?

Bahaya Menunda MPASI

Jika MPASI diberikan terlambat (anak lebih dari 6 bulan) risikonya adalah anak akan terganggu perkembangan kemampuan makan atau oro-motoriknya sehingga selanjutnya akan mengalami kesulitan makan yang lebih parah. Selain itu anak akan menjadi kurang gizi karena ASI sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan energi maupun zat gizi bagi anak umur 6 bulan, baik di Negara maju apalagi di Negara miskin dan sedang berkembang.

Bayi yang menutup mulut, tidak mau membuka mulut sama sekali, menolak sendok, mendorong sendok, menyembur-nyemburkan bubur bukan berarti bayi tidak mau makan yaa! Bayi sedang belajar makan. Selama 6 bulan penuh bayi hanya kenal ASI. Cairan. Mudah ditelan. Tidak perlu dikunyah.

Nah, bubur MPASI yang baik kan lembek (cair tapi ada ampas sehingga tidak tumpah saat sendok dimiringkan dan bisa dijumput dengan tangan). Jadi bayi butuh waktu untuk belajar cara menangani dan menelan tekstur makanan dari cair ke padat.

Pada umur 0 – 6 bulan bayi memiliki tongue-extrusion reflex yang akan mendorong benda padat memasuki mulutnya. Refleks ini menghilang di umur 6 bulan, namun bayi butuh waktu untuk beradaptasi mengolah makanan yang lebih padat.

MPASI yang terbaik bagi bayi adalah MPASI yang disarankan oleh WHO dan UNICEF. MPASI WHO (link) ini disusun berdasarkan penelitian yang terbaik bagi kesehatan anak. Nah, cara pemberian makan menurut MPASI WHO adalah dengan metode aktif-responsif.

MPASI bukan hanya sekedar makanan namun juga cara makan, kapan waktu makan, tempat makan, dan faktor pemberi makanan sehingga dalam MPASI WHO ini juga diperhatikan faktor psikososial anak. Cara pemberian makan aktif-responsif ini antara lain:

  • Suapi bayi dan perhatikan anak yang lebih besar serta beri bantuan bila dia membutuhkan. Beri anak makanan dengan sabar dan penuh perhatian, dorong anak untuk mau makan namun jangan paksa anak untuk makan.
  • Jika anak menolak makan, coba ganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan.
  • Minimalisasi gangguan saat anak makan jika anak tipe yang mudah teralihkan perhatiannya.
  • Waktu makan adalah saatnya anak untuk belajar dan waktu keluarga mencurahkan cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak anak untuk mengobrol dengan kontak mata yang penuh kehangatan.

Jangan kaget jika suapan pertama berakhir disembur, dilepeh, dimainkan di tangan dan mengotori tempat makan sekitarnya. Ini hal biasa. Semua bayi di seluruh dunia memang seperti ini. Ibu jangan marah. Ibu tidak boleh menyerah. 😀

Tips menghadapi bayi susah makan bubur MPASI:

  • Ajak bayi makan di meja makan atau tempat makan keluarga.
  • Buat waktu makan bayi bersamaan dengan jam makan anggota keluarga lain.
  • Bayi bisa dipangku oleh ibu atau bayi yang sudah bisa duduk dengan baik maka bayi bisa didudukkan tegak di kursi makan-bayi yang ada pembatasnya sehingga aman.
  • Pilih sendok yang aman sehingga tidak melukai gusi bayi.
  • Biarkan jika bayi menolak suapan sendok, coba lagi semenit kemudian.
  • Jangan paksa bayi untuk makan dengan cepat.
  • Kenalkan bubur MPASI sedikit demi sedikit. Bisa dicoba 1-2 sendok teh dulu sebagai permulaan pengenalan makan.
  • Jika anak menolak sendok coba berikan makan dengan menggunakan tangan. Pastikan tangan ibu sudah dicuci bersih yaa.
  • Jangan sampai bayi menangis ketika ibu memaksanya makan. Jika bayi menangis, hentikan makan dan segera susui bayi.
  • Jika porsi makan bayi hanya sedikit maka kita bisa menambah frekuensi makan.
  • Kenalkan makanan baru ketika bayi sudah lancar makan bubur serealia.
  • Segera susui bayi jika bayi meminta menetek ketika sedang makan 🙂 Menyusui kapan saja bayi menginginkan tidak akan mengganggu MPASI.

Bayi Trauma Makan

Banyak ibu dan pengasuh yang kurang sabar menyuapi bayi sehingga bayi menjadi trauma. Bayi yang trauma makan akan semakin sulit makan sedangkan bayi harus makan supaya tumbuh berkembang dengan baik. Beri bayi jeda. Coba rubah cara memberi makan, telateni dengan sabar dan jangan memaksa bayi untuk makan. Hentikan sesi makan jika bayi sudah tidak mau makan.

Perhatian:

  • Jangan memaksa bayi makan.
  • Jangan memberikan MPASI memakai botol dot.
  • Jangan membiasakan bayi makan dengan digendong berjalan-jalan di luar rumah.

Bayi akan membutuhkan waktu untuk belajar makan makanan padat. Sehingga tetap berikan ASI tanpa dibatasi. Makan bagi bayi berumur di bawah 1 tahun hanya sebagai pendamping karena asupan utama masih ASI.

Patokan peningkatan porsi makan bayi bisa memakai aturan MPASI sesuai rekomendasi WHO. Selalu pantau tumbuh kembang bayi. Konsultasikan dengan dokter jika ibu mengalami kesulitan atau bayi sama sekali tidak mau makan.

Baca tentang MPASI di: link MPASI WHO

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

17 replies

  1. anak q sbntar lg mau 9 bln..dlu wkt umur 6 bln dy kuat skli ASI n MPASI..kmudian dy sakit(panas)smnjak itu smpe skrg dy gk mau makan nasi n bubur..kecuali pisang.susu formula tp sdkit n q kasi biskuit regal..
    kira2 bagaimana carax agar dy mau mkan lg..??
    tolong infonya..mksi

  2. Aku punya baby usia 7 bln smpe skrng setiap dikasih makan gak pernah mau tapi klau buah anak saya mau gk pake acara nangis atau pun saya paksa untuk mkn tapi klau makanan padat pake acara nangis smpe saya masak dan gk mau ngunyah karna sya dorong pake air gmn ya solusinya apa saya salah?

  3. Saya punya bayi sekarang umur’y sudah 11 bulan, sejak dia umur 6 bulan sampe sekarang dia ngak mau makan apa2 dia juga sering rewel. Waktu umur 3 bulan sempat masuk RS selama 2 minggu karna radang paru2, dan sm dokter juga gk di perbolehkan minum susu formula..

  4. Anak saya sudah 11 bulan, tapi dia susah sekali untuk makan. Selalu tutup mulut. Ini di alami semenjak usia 10 bulan, saat dia mulai belajar berjalan. Sewaktu 6-9 bulan, dia masih mau membuka mulut untuk makan walaupun tidak banyak. Apa belajar berjalan mempengaruhi nafsu makan? Terimakasih.

    • Cek kembali bagaimana MPASI yang telah diberikan selama ini. Observasi apakah sedang ada permasalahan kesehatan. Ibu bisa mencoba berbagai tips membuat anak lahap makan, juga membawa anak untuk berkonsultasi juga periksa ke dokter ahli lebih lanjut supaya diketahui penyebabnya sehingga anak kembali lahap makan

  5. Anak saya sudah 11 bulan, tapi dia susah sekali untuk makan. Selalu tutup mulut. Ini di alami semenjak usia 10 bulan, saat dia mulai belajar berjalan. Sewaktu 6-9 bulan, dia masih mau membuka mulut untuk makan walaupun tidak banyak. Apa belajar berjalan mempengaruhi nafsu makan? Terimakasih…

  6. Maaf, saya ingin bertanya. Dalam artikel disebutkan bahwa “jangan membiasakan makan dengan digendong”, apakah kebiasaan itu dapat berdampak buruk?

    Kebetulan anak saya sering menolak kalau disuapi, sering melakukan gerakan tutup mulut, bahkan hampir selalu tutup mulut setiap akan disuapi.

    Mulai mau makan nya digendong sambil menonton video anak atau sambil melihat pemandangan.

    Bagaimana ya menurut pandangan medis?

    • Waktu makan merupakan sesi pembelajaran untuk makan juga pengenalan pola makan sehat termasuk adab makan. Jadi sebaiknya ajarkan anak untuk makan dengan duduk sehingga terbiasa untuk fokus pada makannya. Jika sulit makan maka lihat kembali pola MPASI, cek observasi apakah ada permasalahan kesehatan dan jangan lupa kontrol teratur untuk pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter

  7. Anak sy baru 6 bulan dan sdh mulai dikasih bubur mpasi, asi juga masih jalan, tapi setiap makan mpasi dia seperti ingin muntah terus, bagaimana ya cara mengatasinya?

  8. anakku MPASI pertamanya dilepeh lepeh, sendoknya didorong pakai lidah, begitu terus padahal sudah 3 kali percobaan. apakah wajar? jadi khawatir nih.

    • Mengatasi bayi sulit makan MPASI bisa dicoba tips-tips pemberian makan active-responsive dari WHO/UNICEF. Amati apakah bayi sedang sakit. Diskusikan terkait prinsip pemberian MPASI bersama dokter anak ketika periksa kontrol rutin kesehatan anak di umur 6 bulan. Semoga membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s