Dampak Buruk Penggunaan Dot

Botol Dot: Kawan atau Lawan?

Seseorang akan menyarankan ibu untuk melatih bayi meminum dot secepatnya saat berumur dua minggu dengan alasan jika tidak dilatih sejak awal bayi tidak akan mau minum dengan dot dan akan menyusahkan saat ibu sudah harus kembali bekerja. Memberikan botol dot saat masa-masa bayi sedang belajar melekat dan menyusu dengan baik serta payudara sedang membangun kemampuan memproduksi ASI maka dot akan mengganggu semua proses ini.

dot kawan atau lawan
Hati-hati dengan penggunaan botol dot karena berisiko mengganggu menyusui.

Terdapat perbedaan mendasar antara teknik menyusu untuk mengeluarkan susu dengan botol dot dan dengan payudara. Memberikan botol dot atau empeng terlalu dini pada bayi bisa menyebabkan timbulnya permasalahan bingung puting. Bayi akan mencoba teknik menyusu pada dot untuk mengeluarkan ASI dari payudara dan hal ini membuatnya kesulitan melekat serta menghisap ASI. Bayi akan menjadi frustasi ketika menetek sehingga kondisi ini disebut sebagai bingung puting. Bingung puting juga membuat ibu frustasi.

Berikut ini penjelasannya mekanisme bayi menetek pada dot:

  • Untuk mengeluarkan ASI dari payudara, bayi harus mengkoordinasikan gerakan lidah dan rahang dalam suatu gerakan menghisap yang unik dalam menyusui.
  • Saat bayi melekat pada payudara, bayi akan membuka mulut dengan lebar dan menarik jaringan puting serta areola yang memang mudah ditarik hingga jauh ke dalam mulutnya.
  • Lidah bayi akan memegang jaringan payudara lalu mendorongnya ke arah langit-langit mulut membuat semacam “dot” untuk payudara.
  • Koordinasi gerakan lidah, rahang, gigi-geligi dan otot akan mengeluarkan ASI dari payudara:

Gusi bayi memeras sinus yang terletak di bawah areola (area hitam di sekitar puting) disaat lidah bergerak menciptakan gelombang dari depan ke belakang memerah ASI hingga ASI mengalir dari areola dan keluar melalui puting ke dalam mulut.

Perlekatan yang baik akan bisa mengeluarkan ASI dengan efisien dan puting tetap sehat karena puting ibu terletak jauh di dalam mulut maka puting tidak akan tergerus gusi sehingga puting akan bebas lecet.

perlekatan baik2

Usaha bayi menghisap dari botol sangatlah berbeda, ketika bayi ngedot yang terjadi adalah seperti ini:

  • Jasa gravitasi bumi membuat susu mengalir begitu mudah dari botol dot ke dalam mulut bayi sehingga bayi tidak perlu bersusah-payah menghisap dengan benar untuk mendapatkan makanan.
  • Bayi tidak perlu membuka mulutnya lebar atau memutar bibir keluar (ndower) dengan benar untuk membentuk segel yang rapat.
  • Puting dot tidak perlu mencapai bagian mulut bayi sehingga lidah tidak perlu bersusah-payah memerah ASI.
  • Bayi cukup dengan bermalas-malasan mengenyot puting karet dan menghisap dengan bibirnya saja.
  • Saat susu mengalir cepat, bayi tinggal mendorong lidahnya maju-mundur untuk menghentikan aliran susu dari dot.
  • Susu tetap mengalir keluar dari dot meski bayi tidak sedang menghisapnya sehingga bayi tidak diberi kesempatan untuk beristirahat selama disusui dengan botol.

Jika bayi menggunakan teknik menyusu dot saat dia menyusu payudara maka lidah dan gusi bayi akan melukai puting ibu. Bayi-bayi yang mendapat dot begitu dia lahir akan mendesakkan lidahnya ke atas saat menghisap dan mendorong puting keluar dari mulutnya. Mereka tidak membuka mulut dengan lebar saat melekat sehingga mereka hanya menghisap ujung puting ibu. Dengan cara demikian bayi tidak akan mendapat banyak ASI dan puting ibu menjadi lecet.

perlekatan tidak baik

Bayi terbiasa langsung menghisap susu saat menyusu pada dot, sedangkan untuk menyusu di payudara bayi butuh menghisap-hisap selama satu hingga dua menit untuk menstimulasi refleks pengeluaran ASI dan mendapatkan aliran ASI. Bayi yang mengenal dot ini kemudian marah dan menjadi frustasi ketika menetek di payudara.

Apakah ini artinya menyusu pada botol dot lebih mudah daripada menyusu payudara?

Ya, dan tidak.

Bayi rentan tersedak ketika menyusu di dot karena irama menghisap : menelan : bernafas seharusnya 1 : 1 : 1. Ini tidak mungkin terjadi ketika bayi ngedot.

Botol membuat bayi tidak perlu menghisap dengan baik dan tidak perlu bersusah-payah. Namun, dari penelitian pada bayi prematur yang diberikan botol dot dan menyusu pada payudara, ternyata menyusu pada payudara lebih tidak membuat bayi stres daripada menyusu pada botol. Saat menyusu payudara, nafas dan denyut jantung bayi lebih stabil karena bayi diberi kesempatan untuk beristirahat. Bayi bisa lebih mengontrol aliran susu dan mendapatkan ritme hisapan, penelanan dan istirahat menyusu yang lebih stabil saat menyusu pada payudara.

Menyusu pada payudara lebih baik bagi bayi karena hanya membutuhkan energi yang lebih sedikit daripada pada botol dot.

Apakah bayi lahap minum dot merupakan jawaban bahwa selama ini ibu tidak memberikan dia ASI yang cukup lalu bayi masih kelaparan ketika hanya dari menyusu pada ibu?

Jangan tergoda untuk memberikan dot saat bayi rewel (berisi susu formula atau ASI perah donor), pemberian makanan pendamping ASI akan mengurangi kebutuhan bayi untuk menyusu pada ibu. Akibatnya tubuh ibu akan memberikan alarm bahwa ASI yang dibutuhkan bayi sedikit sehingga tubuh ibu akan memproduksi sedikit ASI. Saat-saat rewel merupakan hal yang normal dan sering pada setiap bayi, meskipun dia sudah disusui dengan baik. Jika ibu memberikan dot ke bayi yang rewel, bayi terlihat meminum dot dengan rakus.

1170759_10152110857678625_2056157615_n
Bayi memiliki refleks rangkaian mekanisme yang akan membuatnya otomatis menghisap saat dia menelan sesuatu. Semahal apapun, dot akan bisa meneteskan susu hanya dengan dibalik (akibat gaya gravitasi). Saat dot dimasukan di mulutnya, susu akan memenuhi rongga mulut lalu tertelan dan penelanan susu ini menyebabkan dia menghisap lagi. Siklus akan terus terulang membuat bayi tampak lahap seolah bayi tampak sangat kelaparan saat minum dari dot. Setelah itu bayi akan mengantuk dan tertidur karena kecapekan dan terlalu kenyang. Ibu dan lingkungan akan melihatnya sebagai tanda bahwa ASI ibu kurang sehingga ibu akan tergoda untuk memberikan dot terus.

Dampak Buruk dan Risiko Penggunaan Botol Dot:

Risiko terbesar: BINGUNG PUTING

Pada beberapa bayi dot bisa menimbulkan masalah bingung puting sehingga bayi menolak menyusu di payudara. Beberapa bayi dengan mudah kembali menyusu ke payudara saat bertemu ibu, namun ada juga yang akhirnya memilih untuk menyusu dari dot. Ibu tidak akan pernah tahu anak ibu tipe yang mana hingga dot diperkenalkan dan bayi memberikan reaksi. Lebih bijaksana untuk tidak mengambil risiko ini.

Peraga menyusu dot vs payudara

Bingung puting akan mengakibatkan bayi lupa cara menetek yang efektif sehingga pengeluaran ASI menjadi tidak efisien. Akibatnya pasokan ASI ibu menjadi makin sedikit dan lambat laun bisa “habis”. Pasokan ASI yang sedikit membuat pertambahan berat badan bayi hanya naik sedikit hingga mengganggu tumbuh kembang bayi. Bingung puting juga membuat bayi menolak untuk menetek di payudara ibu.

Risiko dan Dampak Buruk Penggunaan Dot selain Bingung Puting antara lain:

1. Bayi rentan tersedak

Pada bayi, irama menghisap : menelan : bernafas itu 1 : 1 : 1. Ini tidak mungkin terjadi ketika bayi ngedot. Air susu akan menetes terus sehingga mengganggu ritme menyusu dan bernafas pada bayi sehingga bayi mudah tersedak. Sering pula bayi dibiarkan tertidur dengan tetap mengempeng dot tanpa ditemani oleh pengasuh.

2. Bayi rentan mengalami infeksi saluran pernafasan

Bayi yang menyusu di dot sering menghisap susu dengan posisi berbaring telentang sehingga berisiko meningkatkan kejadian infeksi saluran pernafasan akibat sensitisasi trakea akibat microaspirasi saat ngedot dan atau refluks gastroesofagus (GER) akibat menyusu dengan posisi berbaring telentang. Risiko semakin tinggi pada kasus bayi yang ngedot di malam hari. Pada malam hari koordinasi sistem saraf autonom melemah sehingga rentan mikroaspirasi/tersedak dan GER.

Efek negatifnya adalah anak rentan batuk di malam hari, otitis media/radang telinga tengah, sinusitis, batuk kronis, bronkiolitis berulang dan radang paru (pneumonia)

3. Berisiko merusak pertumbuhan rahang dan gigi-geligi

Penggunaan empeng dot yang keras berisiko mengganggu pertumbuhan rahang, archus dentalis (lengkung gigi-geligi), lidah dan otot-otot wajah. Proses menghisap pada dot akan memberikan tekanan abnormal pada pada rongga mulut yaitu bibir, lidah, lengkung gigi dan langit-langit mulut yang akhirnya akan mempengaruhi perkembangan otot-otot mulut, wajah, dan langit-langit mulut. Rahang jadi lebih kecil sehingga pertumbuhan gigi bisa bertumpukan. Rahang dan gigi juga berisiko tumbuh maju ke depan.

2014-08-05-08-25-36

Pertumbuhan tulang dan gigi-geligi yang terganggu ini akan mempengaruhi bentuk wajah sehingga tidak jarang anak akan menjadi tidak percaya diri.

4. Berisiko mengganggu kemampuan menggigit

Lengkung gigi-geligi akan terpengaruh sehingga terjadi gangguan pada “anterior open bite” dan “posterior cross-bite” yang terbentuk oleh pertemuan gigi atas dan bawah ketika gerakan mengunyah akan terganggu.

5. Berisiko karies gigi (mulai dari pembentukan plak gigi hingga infeksi pada gigi berlubang)

Dot selalu menetes meski bayi tidak sedang ingin menghisap. Air susu tergenang dalam waktu lama akan mengakibatkan pertumbuhan plak serta bakteri merugikan yang akan merusak gigi sehingga menjadi berlubang. Gigi rentan terkena karies. Sementara itu, gigi yang berlubang rentan komplikasi infeksi dan sakit gigi juga komplikasi lainnya yang berbahaya.

6. Berisiko infeksi telinga tengah

Bayi yang menyusu di dot akan mengalami gangguan pada fungsi tuba Eustachius yang menghubungkan antara hidung-tenggorokan (nasofaring) dengan telinga tengah akibat kondisi vacuum yang tercipta ketika bayi menyedot botol sehingga lebih rentan mengalami infeksi telinga tengah. Ini gambar Tuba eustachius yang menghubunggan rongga hidung-mulut dengan rongga telinga tengah:

otitis media efusi

Tekanan negatif yang dihasilkan di mulut akan dipindahkan ke tuba Eustachius dan ke dalam telinga tengah. Akibatnya akan memicu penimbunan cairan di rongga telinga tengah. Cairan yang terjebak dapat meningkat sehingga menyebabkan gangguan dan infeksi telibga tengah,

7. Berisiko memerlukan tambahan susu formula

Bayi yang menyusu di dot akan lupa cara menetek yang efektif pada payudara sehingga ASI tidak dikeluarkan secara efisien. Sisa ASI di payudara akan mengakibatkan munculnya protein inhibitor (FIL) yang dalam waktu lama akan mengakibatkan produksi ASI di payudara ibu menurun dan menjadi sedikit. Bayi menjadi kurang asupan dan tumbuh lambat. Kondisi ini memaksa ibu memberikan suplementasi. Suplementasi yang biasanya diberikan adalah susu formula.

Inhibitor ASI1

Pemberian suplementasi PASI susu formula sendiri memiliki banyak risiko medis yang merugikan bayi juga ibu:

10561834_541393155989911_2056394851840523353_n

Bayi yang bingung puting dan tidak bisa menetek lagi di payudara terancam disapih dini dan ASI tergantikan oleh susu formula.

8. Berisiko obesitas

Bayi yang menetek pada payudara akan berperan aktif. Bayi menetek ketika lapar dan berhenti menetek ketika dia sudah kenyang. Bayi terlatih untuk mengenali kebutuhan asupan sesuai dengan energi yang dikeluarkannya. Sedangkan bayi yang minum di botol cenderung pasif. Bayi akan menghabiskan seluruh isi botol meskipun sudah kenyang. Bayi jadi sulit mengenali kebutuhan asupannya. Bayi akan terbiasa mengkonsumsi asupan melebihi kebutuhannya,

9. Berisiko gangguan perkembangan wicara

Menyusu di dot akan mempengaruhi pertumbuhan orofacial yang normal. Penggunaan empeng dot yang keras berisiko mengganggu pertumbuhan rahang, archus dentalis (lengkung gigi-geligi), lidah dan otot-otot wajah. Proses menghisap pada dot akan memberikan tekanan abnormal pada pada rongga mulut yaitu bibir, lidah, lengkung gigi dan langit-langit mulut yang akhirnya akan mempengaruhi perkembangan otot-otot mulut, wajah, dan langit-langit mulut.

Akibatnya koordinasi bibir, rongga mulut, lidah dan otot wajah berisiko menjadi terganggu sehingga mempengaruhi perkembangan dan kemampuan bicara pada bayi. Menyusu di dot menimbulkan risiko gangguan artikulasi bicara dan perkembangan bahasa pada anak.

10. Banyak kasus anak sulit disapih dari dot hingga anak sudah besar.

Semakin lama anak disapih dari dot maka komplikasi efek samping pemakaian dot akan lebih besar.

Lalu bayi harus minum ASIP pakai apa?

Banyak pilihannya, lihat bayi-bayi pintar berikut ini:

2015-04-01_11.01.46

Risiko kesehatan pada ibu ketika bayi juga menyusu pada  dot:

1. Permasalahan puting: keluhan puting nyeri bahkan puting lecet.
2. Permasalahan payudara: ASI tidak dikeluarkan secara efisien sehingga rentan sumbatan saluran ductus payudara, sumbatan pori puting, payudara bengkak, mastitis hingga abses payudara.

3. Infeksi jamur candidiasis.
4. Pasokan ASI menurun sehingga menjadi sedikit.
5. Frustasi akibat bayi mengalami bingung puting.

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

2 replies

  1. Siap menikah. Siap punya anak dan siap untuk memberi yang menjadi hak anak di masa bayi (menyusui). Sudah menjadi kewajiban seorang Ibu untuk menyusui bayinya. Karena itu Hak Asasi Manusia untuk mendapatkan ASI melalui puting Sang Ibu. Bagaimana mungkin seorang anak kelak bisa menjadi manusia yg bisa menghargai orang tuanya jika dari sejak bayi ikatan bayi dengan ibu di putus melalui pemberian susu melalui dot. Dalam proses menyusui disitu terjalin ikatan antara bayi/anak denganga sang Ibu. Alasan ekonomi keluarga/Bekerja bukan alasan untuk tidak menyusui bayi. Sudah menjadi kodrat Seorang Ibu menyusui anak. Dan jangan rampas hak anak dengan memberi susu melalui dot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s