Kekuatan Memaafkan dan Manfaat Pengampunan Bagi Kesehatan

Sebagai makhluk sosial,kita hidup bersama dengan sesama dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi pergesekan yang terkadang tidak bisa dihindarkan. Sering timbul rasa sakit hati, marah dan kecewa terhadap perlakuan buruk, perilaku, perbuatan atau perkataan yang tidak berkenan dalam interaksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mendapat kritik dari orang tua, dikhianati sahabat atau berselisih dengan pasangan terkadang bisa menimbulkan perasaan sakit hati yang terpendam lama menetap menimbulkan dendam kesumat dan beban untuk membalasnya kelak suatu hari nanti.

Menahan luapan kemarahan, rasa pahit kekecewaan juga dendam adalah hal yang berat. Anda akan menjadi orang yang paling dirugikan dan menderita ketika memutuskan untuk menahan rasa marah serta dendam. Memberi maaf, berdamai dengan diri sendiri lalu membiarkan rasa pahit memudar pergi akan lebih mudah untuk menyembuhkan sakit di hati. Memaafkan akan membuat anda mendapatkan kedamaian, harapan, rasa syukur dan bahagia. Sikap memberi maaf dan membiarkan semua kepahitan berlalu ternyata bermanfaat bagi kesehatan fisik, jiwa dan spiritual.

Apakah memaafkan atau memberi pengampunan itu?

Memaafkan adalah keputusan untuk melepaskan kebencian dan pikiran untuk membalas dendam.

Memaafkan terkadang tidak membuat orang lain berubah diri dan mengubah perilakunya. Keputusan untuk memaafkan lebih berfokus bagi diri kita sendiri. Pihak yang paling dirugikan ketika memendam kebencian, kemarahan dan rasa dendam adalah diri kita sendiri.

Ketika memutuskan untuk memaafkan, memberi pengampunan, maka artinya kita memberi kesempatan kepada diri kita untuk tidak menderita mengingat kepahitan dan beban pikiran untuk membalas dendam. Dengan memaafkan dan memberi pengampunan akan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk fokus pada hal lain yang lebih positif bagi diri sendiri.

Memberi maaf dan pengampunan bukan berarti kelemahan membolehkan orang lain untuk melukai, juga bukan suatu hal yang berarti merendahkan diri sendiri atau membolehkan suatu perbuatan yang salah. Kita bisa memaafkan namun tanpa membiarkan suatu keburukan. Pebgampunan akan memberikan kedamaian yang membantu diri kita untuk terus berjalan menapaki tahapan kehidupan selanjutnya.

kekuatan memaafkan

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa memberi maaf dan pengampunan bermanfaat bagi kesehatan, karena:

1. Mengurangi stres
Ketika menyimpan amarah dan rasa dendam akan membuat tegangan pada otot-otot tubuh, peningkatan tekanan darah dan lebih berkeringat akibat peningkatan metabolisme tubuh.

2. Jantung lebih sehat
Penelitian menunjukkan ketika seseorang memaafkan sebuah pengkhianatan akan membuat tekanan darah, denyut jantung dan kerja jantung menjadi lebih baik sehingga jantung akan lebih sehat.

3. Tercipta relasi hubungan yang lebih kokoh
Seorang wanita yang pemaaf terhadap pasangannya akan lebih baik bersikap terhadap pasangannya sehingga mudah menyelesaikan konflik dengan efektif.

4. Mengurangi rasa nyeri/sakit
Penelitian pada penderita nyeri pinggang menunjukkan ketika penderita diajak untuk meditasi berfokus pada pengampunan membiarkan rasa marahnya menguap pergi menghasilkan lebih berkurang rasa sakit dan ketakutannya dibanding kelompok penderita yang hanya menerima pengobatan rutin.

Efek selanjutnya akan membuat kita lebih jarang membutuhkan obat.

5. Lebih bahagia
Berdamai pada diri dengan memberi maaf dan pengampunan terhadap orang lain akan memberikan kebahagiaan terhadap diri sendiri. Penelitian menunjukkan ketika seseorang membicarakan tentang pengampunan selama sesi psikoterapi ternyata lebih cepat pulih daripada yang tidak.

Ditinjau dari kesehatan, memberi maaf dan pengampunan bermanfaat bagi penurunan gejala sakit, lebih jarang membutuhkan obat, kualitas tidur lebih baik, jarang merasa lelah dan keluhan sakit berkurang. Orang yang pemaaf juga lebih terlindungi dari gejala depresi, lebih kokoh kualitas spiritualitas, manajemen konflik lebih baik dan berkurang stres yang dialaminya.

Menyimpan rasa dendam itu mudah tapi buruk

Ketika seseorang disakiti akan membuat dirinya merasa marah, kecewa atau kebingungan. Jika anda memikirkan peristiwa yang menyakitkan maka rasa dendam yang dipenuhi dengan kebencian, permusuhan dan keinginan membalas akan berurat berakar menguasai. Ketika anda membiarkan perasaan negatif ini tumbuh subur justru anda akan dibayang-bayangi dengan rasa pahit dan ketidakadilan sepanjang waktu.

Dampak buruk menyimpan rasa dendam?

Jika anda terus menyimpan rasa dendam, akibatnya anda akan selalu membawa amarah dan dihantui pengalaman pahit dalam setiap hubungan atau peristiwa yang baru. Hidup akan terbayang-bayangi keburukan masa lalu hingga tidak bisa menikmati kebahagiaan di masa ini. Anda akan selalu dibayangi ketakutan atau menjadi depresi. Hidup akan terasa tidak bahagia, tidak berarti, tanpa tujuan atau terus merasa berdosa karena menyimpan kebencian. Anda akan kehilangan makna dan rasa berharga ketika berinteraksi dengan sesama.

Bagaimana cara menjadi pemaaf dan menghapus dendam?

Memberi maaf adalah ketrampilan yang bisa dipelajari dan diasah. Mengampuni adalah sebuah komitmen untuk sebuah proses perubahan. Menghapuskan rasa dendam akan meringankan langkah hidup.

Cara memulainya:

  • Pahami nilai tentang pengampunan dan pentingnya menjadi pribadi pemaaf dalam hidup.
  • Renungkan fakta-fakta situasi saat ini juga reaksi yang telah diberikan dan bagaimana keseluruhan proses ini telah mempengaruhi kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan dalam hidup.
  • Ketika anda sudah siap berdamai dengan diri sendiri, segera putuskan untuk memilih memaafkan orang yang telah menyakiti anda.
  • Buang jauh-jauh pikiran “sebagai korban” dan singkirkan efek dari situasi negatif akibat kontrol serta kekuatan perbuatan yang tidak menyenangkan yang telah dilakukan oleh orang lain.

Terkadang meski memaafkan dan berusaha melupakan kejadian menyakitkan tidak bisa tercapai rekonsiliasi kedua belah pihak karena kejadian yang begitu menyakitkan atau tidak tercapai kesepakatan berdamai.

Rekonsiliasi perbaikan hubungan terkadang tercapai ketika salah satu pihak telah meninggal atau sudah tidak bisa berkomunikasi lagi. Kita tetap bisa memaafkan dan memberi pengampunan meskipun hubungan tidak bisa membaik seperti semula. Dan, selanjutnya bisa tetap melanjutkan hidup dengan perasaan ringan sehingga kualitas hidup lebih baik.

Memberi maaf dan pengampunan akan menyingkirkan rasa dendam serta penderitaan akibat rasa sakit oleh perbuatan orang lain. Anda akan menemukan kedamaian dan rasa pengertian yang menenangkan.

Tips memberi maaf:

1. Ekspresikan diri untuk menyalurkan luapan rasa emosi
2. Cari sisi positif dalam setiap situasi
3. Bangun rasa empati untuk meredam rasa permusuhan yang timbul
4. Lindungi diri dan jika tidak memungkinkan segera pergi menjauh dari situasi yang tidak menyenangkan
5. Cari bantuan orang lain atau pertolongan profesional jika tidak memungkinkan untuk menyelesaikan sendiri

Dalam proses memaafkan terkadang membuat kita ingin menjauhi pihak yang menyakiti diri kita. Berada di dekatnya membuat kita terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan dan menegangkan. Dalam kondisi ini bisa saja kita memilih untuk menjauhinya supaya bisa berada dalam situasi yang lebih baik dan menyenangkan bagi kesembuhan hati.

Terkadang sulit untuk memaafkan seseorang. Bagaimana solusinya?

Jika anda mengalaminya maka anda mungkin akan terbantu dengan melakukan kegiatan amal kemanusiaan. Jangan hanya berkutat pada masalah diri sendiri karena akan mempersempit pandangan hidup dan merasa menjadi korban paling malang di dunia. Menyadari bahwa di dunia ini masih banyak orang yang lebih menderita akan mendatangkan rasa syukur dan kesembuhan bagi jiwa.

Menuliskan kisah hidup dan uneg-uneg dalam hati juga bisa membantu meringankan beban pikiran. Tuliskan dalam buku diari, rahasiakan dari orang lain. Menulis bisa menjadi saluran emosi yang baik. Kita bisa mengeluarkan beban tanpa melukai orang lain, juga tanpa terlihat buruk di mata orang lain karena hanya kita sendiri yang tahu isi buku diari tersebut.

Hal yang terbaik adalah melakukan kegiatan ibadah untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika dirasa perlu, anda bisa meminta pendampingan tokoh agama, ahli kejiwaan seperti psikolog atau dokter.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s